Beredar Mahar Politik, KPU Kota Cirebon Akan Panggil PKS-Siswandi



CIREBON – Persoalan dugaan mahar politik pada Pilkada Kota Cirebon kini sudah sampai ke telinga Susilo Waluyo, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon, Senin (15/1/2018).

Dugaan mahar tersebut mencuat setelah pengakuan Siswandi diminta miliyaran rupiah untuk bisa mendapatkan surat rekomendasi DPP PKS pada detik-detik malam penutupan pendaftaran.


Panwaslu Kota Cirebon sendiri, mengaku sudah menghubungi Siswandi dan DPD PKS terkait dugaan itu. “Sudah. Tapi mereka sampai kini masih belum bisa dihubungi,” kata Susilo Waluyo, Kepala Panwaslu Kota Cirebon.

Selain itu, juga pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan untuk keduanya agar bisa memberikan klarifikasi terkait dugaan yang berpotensi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) tersebut. Selain itu juga Susilo mengharapkan kepada masyarakat, jika ada penemuan atau kejanggalan yang terjadi dalam pelaksanaan Pemilu Kota Cirebon agar segera melapor pihaknya.

“Akan kita segera menanganinya. Baik itu memiliki dugaan maupun sengketa dalam pelaksanaan Pemilu,” terang Susilo.

Sementara itu, Siswandi sendiri, mengaku dirinya menolak saat dimintai uang oleh salah satu oknum DPP PKS hingga mencapai milyaran rupiah.

“Sebelum H-1 saya sebenarnya tau surat rekomendasi itu untuk siapa. Karena ini nominalnya tinggi mencapai lima kali lipat di jam-jam terakhir penutupan calon, kami menolaknya,” ujar Siswandi.

(alw/pojokjabar)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post