Banner

Friday, December 22, 2017

Waduh...!!! Pedagang dan Sopir Angkot Anggap Kebijakan Anies Soal Tanah Abang Bikin Bingung Rakyat


DETIKWARGA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memulai program penataan kawasan Tanah Abang pada hari ini. Salah satu kebijakannya adalah penutupan Jalan Jatibaru Raya yang berada di depan Stasiun Tanah Abang, pada pukul 08.00-18.00 WIB karena digunakan untuk berjualan para PKL.

Seorang pedagang baju anak-anak, Irwandi (43) mengaku agak khawatir dengan kebijakan tersebut. Pria asal Padang Pariaman ini khawatir bakal terjadi kekisruhan dengan pengguna jalan karena saling berebut lahan.

“Takutnya ribut dengan pengendara mobil pribadi dan angkutan umum,” kata Irwandi ditemui di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017).

Sambil menata pakaian daganganya, Irwandi berharap Pemprov DKi tidak hanya memikirkan kepentingan pedagang saja.

"Karena Tanah Abang bukan hanya PKL yang terlibat, tetapi juga sopir angkutan umum dan pejalan kaki," ujarnya seraya duduk bersila.

Hal serupa juga dikeluhkan Ipul Amirullah (21), pedagang dompet dan tas pria. Dia mengatakan kebijakan tersebut dikhawatirkan akan membuka peluang bagi PKL dari luar Tanah Abang untuk ikut berjualan di Jalan Jati Baru.

"Jika disewakan, ditakutkan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkan lahan berjualan, terus bisa sinis-sinisan," katanya.

Menurutnya seharusnya PKL yang berhak mendapatkan tempat untuk berjualan adalah mereka yang sudah lama berjualan di Tanah Abang. Menurutnya sebagian besar PKL di Tanah Abang berasal dari luar daerah.

"Saya pikir tidak adil jika kepala daerah hanya mementingkan masyarakatnya sendiri, sedangkan pendatang diabaikan," kata pria yang sudah dua tahun berjualan di Tanah Abang ini.

Sopir Angkot M 11 rute Tanah Abang-Kebon Jeruk bernama Ivan (32) juga menentang kebijakan tersebut.

Menurutnya, kebijakan menutup jalan untuk mewadahi pedagang kaki lima (PKL) tak bisa dibenarkan. Penjual mestinya beraktivitas di pasar, bukan di jalan umum.

“Sudah enggak jelaslah ini pemerintah. Yang namanya jalan ya buat kendaraanlah,” ujar Ivan kesal.

"Apalagi saya biasa berharap sama penumpang kereta yang turun. Kok ini malah gak boleh lewat," kata Ivan yang yakin omzet Rp 100 ribu per harinya bakal turun.


Ivan semakin khawatir penutupan jalan tersebut akan membuat bingung penumpang yang ingin menuju Stasiun Tanah Abang. Penumpangnya juga harus berjalan kaki dari Blok G menuju toko yang mereka tuju karena kendaraan tidak boleh lewat. (kricom)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Latest News

Back to Top