PPPA Sosialisasikan HIV Aids Pada Bhakti Pemuda


PANTURAPOS.COM - Dalam rangkaian acara kemah bhakti pemuda ke IX tahun 2017 di wisata pantai Karansong Sabtu (2/12) melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu mensosialisasikan tentang Perempuan dan Perlindungan Anak. Semua peserta kemah bhakti sejumlah 1.306 menyimak materi bahaya HIV Aids yang disampaikan oleh Komisi Perlindungan Aids (KPA) Indramayu Kristin.

“Pada Aspek Kesehatan dan Ekonomi. HIV/AIDS telah menjadi penyakit yang membuat yang paling menakutkan bagi dunia. Penyakit menular ini disebabkan oleh infeksi virus yaitu Human Immunodeficiency. Virus akan menyebabkan tubuh penderita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah” ucapnya dalam memberikan materi kepada peserta.

Lebih lanjut, Kristin juga menjelaskan tentang bahaya HIV Aids terhadap tubuh manusia yang dikenal dengan The Human Immunodeficiency Virus (HIV) salah satu penyakit yang mematikan yang paling serius dalam sejarah manusia. HIV juga menyebabkan kondisi yang disebut Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

“melakukan hubungan seksual oral, vagina, atau dubur tanpa kondom dan juga berbagi jarum seperti jarum yang digunakan untuk menyuntkan obat, steroid dan zat lain atau berbagi jarum yang digunakan untuk tato” jelasnya

Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. Karena AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus AIDS.

Menurut Tomi Susanto yang sekaligus penggiat pencegahan HIV AIDS bahwa dirinya tidak akan pernah berhenti untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya AIDS apalagi HKN ke 53 baru saja digelar dan dalam rangkaiannya hari rabu depan tanggal 6 desember kita akan mengadakan acara silaturahmi dan sosialisasi HIV di gedung PGRI Indramayu karena generasi muda termasuk anak-anak ternyata menjadi ancaman terbesar terkena infeksi yang berbahaya ini.
“Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus paham pentingnya kesehatan reproduksi dan menghindari seks bebas untuk mencegah penularan HIV” tuturnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr. H Deden Bonikoswara mengapresiasi kepada Yayasan Pelita Ilmu (YPI) Indramayu Tomi Susanto dan teman-teman yang telah mensosialisasikan tentang bahaya HIV AIDS karena angka kejadiannya sekarang makin meningkat untuk itu diperlukan sosialisasi terutama kepada pemuda dan pemudi sebagai generasi penerus bangsa ini tentang apa itu AIDS/HIV dan bagaimana cara pencegahannya

“diperlukan untuk masyarakat lebih peduli dan berhati-hati terhadap penyakit ini dan juga menghilangkan stigma yang buruk terkait penderita AIDS, supaya masyarakat tidak tertular oleh HIV” katanya melalui pesan singkat


Kadinkes juga mengimbau kepada masyarakat, mengingat masih bergeraknya angka pengidap penyakit HIV AIDS di Kabupaten Indramayu hingga tercatat 2654 orang, agar masyarakat memahami bahaya Aids dan cara pencegahannya seperti hubungan sex dilakukan hanya dengan satu pasangan yang sah saja, jangan sex bebas, dan juga jangan memakai narkoba, serta hati-hati terhadap tindik dan tato (Red)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post