Parah...!!! Asap Pembakaran Pabrik Timah Di Desa Sukahaji Resahkan Warga

PANTURAPOS.COM - Warga Legok, Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, beserta puluhan karyawan Terminal LPG PT. BMU, dibuat kesal, pasalnya, selama bertahun-tahun keberadaan pabrik pengolahan timah dilokasi tersebut, kerap menimbulkan polusi pencemaran udara, berupa asap yang berasal dari pembakaran timah.

Menurut Nano S, warga Dusun Legok, kepada Pantura pos menuturkan. Polusi yang ditimbulkan dari keberadaan pabrik pembakaran timah tersebut, imbasnya dikhawatirkan akan berdampak terjangkitnya penyakit saluran pernapasan akut (ISPA, red). Untuk itu dirinya meminta ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda), beserta dinas terkait lainnya, agar bahaya yang ditimbulkan dari polusi pembakaran timah tersebut segera ditanggulangi.

" Kami warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan pabrik pengolahan timah tersebut, selama bertahun - tahun dibuat resah, setiap hari kalau ada aktifitas pembakaran timah, asapnya yang kotor kerap sampai dipemukiman warga, apa lagi kalau arah angin dari utara mengarah kearah selatan " jelas dia.

Dikatakan Nano, warga yang bermukim di Dusun Legok merasa cemas, sebab, polusi udara berupa asap hitam berbau menyengat, dampaknya dikhawatirkan akan membawa penyakit saluran pernafasan.

" Kami warga merasa tidak nyaman dengan keberadaan pabrik timah itu. Polusi asap yang berasal dari hasil pembakaran timah, dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit dalam, kepada pihak berwenang tolong segera respon keluhan warga ini " pinta Nano.

Senada, Fuadjudin, karyawan PT. BMU, kepada Pantura pos mengatakan. Keberadaan pabrik timah tersebut membuat kesal dirinya, bila setiap dia masuk kerja pasti ada saja aktifitas pembakaran.


" Bau asap dari pembakaran timah itu sungguh sangat menyesakan dada. Setiap ada aktifitas pembakaran membuat kami seluruh karyawan PT. BMU merasa tidak nyaman,  sudah bertahun - tahun aktifitas pembakaran timah itu banyak dikeluhkan warga dan karyawan, namun tetap saja berlanjut.  Tolong kepada Pemda beserta pihak terkait agar segera menertibkannya " pinta Fuad, diamini Suwardi dan Nurjaya, karyawan lainnya. (Mansur Kurdi)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post