Gara – gara Bidan Judes, Nasib Dirut RSUD Indramayu Tinggal Menunggu Seminggu Lagi

PANTURAPOS.COM - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Bisma Panji Dewantara merespon positif atas polemik yang terjadi antara Wartawan versus RSUD Indramayu. Pihaknya segera melakukan koordinasi dan memanggil Dirut RSUD Indramayu, dr Lisfayeni dalam rapat kerja untuk dikonfirmasi kebenaran masalah yang ada. Menurutnya, buruknya kinerja RSUD Indramayu dan perilaku anak buahnya, bidan Irta yang tidak sopan dan arogan harus dipertanggungjawabkan oleh pimpinannya.

“Semua tuntuan wartawan dan LSM saya akomodir. Kami segera melangkah dan melakukan upaya nyata dan kerja konkrit agar masalah yang ada segera mendapat titik terang dan jawaban. Khusus untuk korban keluarga pasien Supinah, kami akan buat surat resmi hari ini juga ke Direktur RSUD Indramayu agar uang jaminan Rp 2,5 juta segera dikembalikan pihak keluarga korban, Warsito ,”terang Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Bisma Panji Dewantara didampingi anggotanya, Ali Akbar, Selasa (26/9) saat menerima tim negosiasi perwakilan dari wartawan dan aktivis LSM di gedung DPRD Indramayu ruang Muspida.

Ditegaskan Bisma, semua pasien yang datang ke RSUD Indramayu agar diperlakukan sama, tidak boleh ada diskriminasi dan beda pelayanan baik kepada warga miskin maupun yang kaya, baik pasien yang menggunakan BPJS, SKTM maupun dengan pasien umum lainnya. Persamaan dalam pelayanan ini merupakan standar wajib yang dilakukan pihak Rumah Sakit sesuai UU kesehatan 36/2009, pasal 32 ayat 2. Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien atau meminta uang muka.

“Bagi pimpinan fasilitas pelayan kesehatan atau tenaga kesehatan yang melanggar pasal 32 ayat 2 itu bisa dipenjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta. Jika menyebabkan kematian karena pelanggaran ditolak, dipenjara maksimal 10 tahun denda paling banyak Rp 1 milyar. Masalah kesehatan untuk masyarakat ini tidak main-main sangat sensitive dan perlu diperhatikan, jangan dianggap sepele” kata Bisma yang juga anggota fraksi PKS.

Terkait tindakan bidan Irta yang dinilai tidak sopan dan arogan, pihaknya segera merekomondasikan agar yang bersangkutan segera dipindah tugas.  “Lewat kekuatan politik, kami bisa rekomkondasikan bidan Irta untuk segera dipindahtugaskan, termasuk jabatan Plt Dirut RSUD Indramayu, dr Lisfayeni. Kami minta waktu satu minggu untuk masalah ini,”tegas Bisma.  

Bisma juga berjanji akan sesering mungkin melakukan sidak turun ke lapangan memonitor pelayanan RSUD Indramayu, untuk melihat langsung kondisi RS, pelayanan terhadap pasien dan kinerja pegawai RS. “Untuk persoalan hukum mas Ade Irawan yang dirampas HP nya, kami serahkan sepenuhnya ke jajaran Polres Indramayu untuk mengusut tuntas tanpa pandang bulu,”tambah Bisma.

Ketua, Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia, (AJII) Kabupaten Indramayu yang juga Kordinator Umum/penanggungjawab orasi, Raskhana S Depari mengaku gembira atas respon positif dari Komisi II DPRD Indramayu. Pihaknya mengacungkan jempol atas keberanian sikap ketua komisi II dalam meyikapi polemik yang sekarang menjadi viral antara wartawan versus RSUD Indramayu.


Pihaknya akan ikut terlibat langsung mengawal perkembangan masalah ini. Janji-janji dan pernyataan ketua komisi II, Bisma akan dipantau terus agar tidak “masuk angin”. “Kami percaya, lembaga legeslatif ini bisa komitmen dan punya kekuatan lewat jalur politiknya, apalagi ini menyangkut hajat orang banyak yakni soal kesehatan warga miskin, pelayanan publik dan keadilan untuk wartawan, ”terang Raskhana. (Realese Kiriman SC)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post