Nah Loh... Dikabarkan Telah Miliki Transkrip Chat Mesum, Polda: Tunggu di Pengadilan

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya dikabarkan telah memiliki transkrip pembicaraan mesum antara Firza Husein dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Meski begitu, kepolisian meminta masyarakat untuk menunggu hingga kasus ini masuk ke pengadilan agar terang benderang.

“Kita tunggu dan buktikan di pengadilan. Nanti kalau (berkas) diterima jaksa baru kami uji,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2017).

Argo mengatakan, transkrip pembicaraan itu adalah bagian dari alat bukti yang digunakan penyidik untuk menjerat tersangka.

“Semua dilakukan karena ini berkaitan dengan IT. Yang ahli IT kami mintai keterangan. Semua kita kumpulkan,” tutup Argo.


Diketahui, dalam kasus pornografi ini, Polda Metro Jaya sudah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka pembuat konten porno. Saat ini, penyidik tengah menunggu kepulangan Habib Rizieq dari luar negeri untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. (ks)
loading...

Alhamdulilah... Jaksa Agung Sebut Pembubaran HTI Sudah Masuk Tahap Final

JAKARTA – Pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memasuki titik krusial. Jaksa Agung HM Prasetyo menyebut, pembubaran itu sudah masuk tahap akhir dan segera diumumkan soal upaya pembubarannya.

“Dalam finalisasi, kita sudah dilibatkan dalam pembahasan itu,” kata Prasetyo kepada wartawan di kantornya Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (26/5/2017).

Dalam pembahasan upaya pembubaran itu, Prasetyo menyebut ada beberapa opsi yang akan diambil pemerintah untuk membubarkan HTI.

“Opsi mana yang dianggap paling tepat sedang difinalkan,” ujarnya.


Diketahui, HTI dicap sebagai ormas anti-Pancasila dan ditetapkan akan dibubarkan pemerintah. Menkopolhukam Wiranto menyebut HTI dicap anti-Pancasila lantaran ingin mengganti sistem pemerintahan di Indonesia dengan sistem khilafah. (ks)
loading...

Ngakak...!!! Dapat Mimpi, Lulung Yakin Ahok Divonis 4 Tahun Penjara

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD, Abraham Lunggana (Lulung) mengaku telah mendapat petunjuk dari Allah kalau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan divonis dua hingga empat tahun penjara atas kasus dugaan penistaan agama.

“Saya berdoa ke Allah “ini gimana, masa Al Maidah gak ada yang bela penegak hukum”, Allah katakan sama hati saya “ini palunya. Dan diketok palunya sama Pengadilan sebanyak 2 sampai 4 tahun,” kata Lulung saat dihubungi Kriminalitas.com di Jakarta, Minggu (7/5/2017).

Sembari menunggu ketok palu dari majelis hakim, mantan Politisi PPP ini selalu berdoa agar harapan masyarakat Jakarta, kiai dan ulama yang ikut aksi damai mendesak Ahok dipenjara dapat dikabulkan oleh Allah.

“Aksi-aksi ini selalu dijaga oleh Allah, malaikat,” tuturnya.

Karena aksi tersebut dikawal malaikat, Lulung menyebut apabila ada seorang Muslim memohon doa kepada Allah untuk meminta pertolongan, tentu akan dikabulkan.

“Allah akan mengirimkan seribu malaikat secara ber‎turut-turut. Allah akan mengabulkan permintaannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, perwakilan massa GNPF MUI pada Jumat (5/5/2017) lalu mengadakan unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Agung un‎tuk mendesak agar Ahok dipenjara.

Perwakilan massa pun bertemu dengan pihak Mahkamah Agung untuk menyalurkan aspirasinya itu. Mereka berharap, majelis hakim dapat menjatuhkan vonis tanpa ada intervensi dari siapapun. (ks)
loading...

Mantap...!!! Mahkamah Agung Ogah Turuti Permintaan Gerombolan GNPF untuk Penjarakan Ahok

JAKARTA – Mahkamah Agung tegaskan lembaganya tak mau diintervensi oleh siapa pun, apalagi sampai menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis bebas.

Menurut Juru Bicara MA, Suhadi, aksi massa sebesar apa pun tak akan mempengaruhi vonis hakim.

“MA hanya dengarkan aspirasi saja, kalau sampai meminta (Ahok tidak divonis bebas), itu jelas tidak mungkin,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Suhadi juga memperpersilakan beberapa perwakilan dari massa aksi yang bermaksud menemui pimpinan MA. Namun, hal itu bukan untuk memberikan desakan terhadap vonis Ahok. Nantinya, ada sekitar 10 perwakilan massa yang akan menyampaikan aspirasinya.

Aksi di Gedung MA pada Jumat (5/5/2017) ini sengaja dilakukan untuk menuntut mantan Bupati Belitung Timur itu dijebloskan ke penjara karena diduga sudah melakukan penistaan agama dengan mengutip Surat Al Maidah‎ ayat 51.


Seperti diketahui, vonis hakim atas kasus dugaan penodaan agama terhadap Ahok akan dilakukan pada Selasa (9/5/2017) di Auditorium Kementerian Pertanian.
loading...

Sontoloyo...!!! Lius Sungkharisma Bilang, Habib Rizieq Singa dari Allah Dan Simbol Perjuangan

JAKARTA – Di tengah gempuran teror dan proses hukum atas kasus yang menjeratnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab justru kebanjiran pujian. Salah satunya datang dari tokoh Tionghoa, Lius Sungkharisma yang menyebut ulama kontroversial itu sebagai singa dari Allah.

“Jangan pikir Habib Rizieq bakal takut. Ini singa dari Allah. Dahsyat ini, jarang orang seperti dia,” kata Lius kepada media di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Lius menyarankan agar Rizieq dijadikan simbol perjuangan dalam menegakkan akidah Islam, hukum dan keadilan.

“Dia menegakkan akidah Islam. Karena kan tuntutannya cuman tiga. Jangan lindungi penista agama, jangan beri ruang berkembangnya PKI dan jangan berikan negara untuk asing,” tuturnya.

Pria yang kerap menyatakan kekritisannya terhadap kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini yakin, jika pemerintah mampu memenuhi tiga tuntutan itu, niscaya negara ini akan aman dan damai.


“Kalau pemerintah bisa penuhi tiga tuntutan dari ulama, ulama akan balik ke pesantren. Tak akan balik ke jalan,” pungkas dia. (KS)
loading...

Koplak...!!! Habib Rizieq Katanya Gentlemen, Tapi Nggak Mau Pulang Untuk Hadapi Kasusnya

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan tak akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo.

Sambo mengatakan, alasan keamanan menjadi faktor yang membuat pihaknya menyarankan agar Imam Besar FPI tersebut tak pulang ke tanah air.

“Karena kemanan Habib harus tetap dijaga. Habib sangat tidak aman kalau dia datang, kalau sudah aman beliau baru pulang,” tegas Sambo di Gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Sambo menyebut salah satu indikasi bila keselamatan Rizieq tengah terancam yakni adanya bekas tembakan di kediaman Rizieq di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

“Faktanya kemarin ada sniper yang mengancam keselamatan Habib. Laskar nggak punya apa-apa, gimana mau jaga. Jadi kita minta Habib jangan pulang dulu sampai aman,” ucap Ketua Tamasya Al Maidah tersebut.

Dia membantah bila tindakan Rizieq itu dianggap sebagai upaya untuk melarikan diri karena Pembina GNPF MUI itu tengah terjerat banyak kasus di kepolisian.

“Oh tidak. Dia orangnya gentleman. Tidak ada dia menghindar dari semua kasusnya, yang penting ada jaminan dia aman. Kalau itu ada jaminan, kita akan jemput dia pulang,” ujarnya dengan nada tinggi.

Sambo menuding kasus-kasus tersebut adalah upaya kriminalisasi untuk membungkam Imam Besar FPI tersebut.

“Dia akan menghadapi kasus kalau dia tidak dikriminalisasi. Ini kasus yang sengaja dibuat untuk membungkam beliau dengan teror dan intimidasi,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Tim Advokasi GNPF MUI, Kapitra Ampera menyebut bila saat ini Rizieq tengah berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah.

Ia mengatakan kemungkinan Rizieq akan kembali ke tanah air setelah persidangan kasus dugaan penistaan agama usai dilakukan.


“Habib Rizieq di Mekah posisinya. Mungkin habis putusan Ahok (kembali ke tanah air),” kata Kapitra saat ditemui di Gedung Komisi Yudisial, Kamis (4/5/2017). (ks)
loading...

Demi Keadilan...!!! PGI Minta Polisi Segera Proses Kasus ‘Phone Sex’ Habib Rizieq

JAKARTA – Persekutuan G‎ereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendesak polisi untuk segera memproses hukum petinggi ormas yang kini tengah tersangkut kasus hukum, salah satunya adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang tersandung kasus konten cabul.

Menurut juru bicara PGI, Jerry Sumampouw, jika memang ada bukti hukum, maka polisi jangan menunda-nunda proses hukum, jika sudah sudah ada bukti pidananya.

“Ini juga penting, maka apapun yang terjadi, termasuk orang yang dikategorikan mengancam NKRI, kemudian harus ditindak secara tegas, penindakan ini harus sesuai dengan aturan yang ada,” kata Jerry kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

‎Jerry melanjutkan, pemeriksaan terhadap orang-orang seperti Habib Rizieq juga penting untuk memastikan apakah dia bersalah atau tidak. Apalagi, penyebaran konten cabul di media sosial sudah meresahkan masyarakat.

Makanya proses penindakan harus dilakukan. Ini prinsipnya. Jadi siapapun, harus taat hukum, tak bisa ditindak begitu saja, berati harus ada alasan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus pornografi berupa sex chat yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein ini sempat viral di dunia maya pada akhir Januari 2017 lalu. Polisi pun bertindak cepat dan meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.


Firza sendiri telah diperiksa saat ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua atas kasus dugaan pemufakatan makar, tetapi kini telah ditangguhkan. Saat ditahan, polisi menggeledah rumah Firza dan menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus pornografi tersebut. (KS)
loading...

Nah Loh...!!! PGI: Habib Rizieq Harus Segera Diproses Hukum Demi Kewibawaan Negara

JAKARTA – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyebut, penindakan terhadap sejumlah pentolan ormas garis keras sangat penting demi meningkatkan wibawa kepolisian.

Menurut juru bicara PGI, Jerry Sumampow, salah satu yang perlu dicermati adalah proses hukum terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang perlu berjalan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

“‎Jadi penindakan terhadap orang yang melakukan kekerasan verbal di ruang publik, itu penting untung meningkatkan kepercayaan masyarakat dan penegak hukum,” k‎ata Jerry kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Jerry menambahkan, dengan menindak orang atau tokoh ormas yang melanggar hukum, menunjukkan kalau polisi masih memiliki wibawa.

“Ini memperlihatkan kalau negara ini masih berwibawa. Makanya kelompok masyarakat atau orang orang yang melakukan kekerasan verbal lewat kata kata.,” tutur dia.

Sebelumnya, kasus pornografi berupa chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein ini sempat viral di dunia maya pada akhir Januari 2017 lalu. Polisi pun bertindak cepat dan meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.


Firza sendiri telah diperiksa saat ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua atas kasus dugaan pemufakatan makar, tetapi kini telah ditangguhkan. Saat ditahan, polisi menggeledah rumah Firza dan menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus pornografi tersebut. (ks)
loading...

Nah Loh...!!! Diprediksi Anies-Sandi Bakal Tidak Bisa Wujudkan Kontrak Politiknya

JAKARTA – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Ikbal memprediksi pasangan Anies-Sandi akan sulit merealisasikan janji dan kontrak politik yang dilakukannya.

“Kontrak politik akan ditagih itu. Kalau dibiarkan oleh Anies, maka akan bahaya. Saya duga itu akan berat. Anies akan kedodoran,” ujar Said di Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Salah satu kontrak politik yang ditandatangani mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu adalah mengenai upah minimum bagi buruh.

Menurutnya, Anies akan cukup kesulitan dalam merealisasikan. Terlebih jika gubernur saat ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meneken upah minimum sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2017.

“Berkaca dari sebelumnya, Ahok selalu kontra dengan tuntutan buruh. Kalau diteken September, ini akan sulit. Kita tahu Anies-Sandi baru akan menjabat Oktober nanti,” imbuhnya.

Selain masalah upah, ia juga menyoroti kontrak politik reklamasi yang diteken Anies-Sandi.
“Reklamasi sama saja Anies ngelawan presiden,” tuturnya.


“Oleh karenanya, Anies-Sandi harus bisa memilah mana yang priorita. Tapi itu nggak gampang,” tutupnya. (ks)
loading...

Walah...!!! Habib Rizieq Kembali Fitnah, Sebut Ada Pemodal Paksakan Orang Kafir Jadi Gubernur

JAKARTA – Saat menyampaikan keterangan di sela-sela ibadah umrah di Mekah, Arab Saudi, Habib Rizieq menyatakan bahwa dirinya, bersama umat Islam, akan terus mengingatkan TNI untuk terus berpihak pada rakyat Indonesia.

“Setahu saya TNI itu punya Sapta Marga. TNI harus setia pada konstitusi. TNI tak punya pilihan kecuali bersama rakyat,” ujar Habib Rizieq, seperti terekam dalam video yang diunggah oleh Habiburrahman Bin Syawal Khan ke Facebook, Selasa (2/5/2017).

Habib Rizieq juga menjelaskan posisi dan fungsi TNI di tengah masyarakat. Menurutnya, TNI seharusnya berpihak pada rakyat.

“Kalau Presiden berseteru dengan rakyatnya, TNI harus berada di tengah untuk mendamaikan keduanya. Tapi kalau dua ini terus berseteru dan bisa mengganggu kestabilan negara, maka TNI harus berpihak kepada rakyat,” sambungnya lagi.

Selain itu, Habib Rizieq juga mengingatkan agar TNI dan Polri tetap setia pada rakyatnya dan tidak membela pihak-pihak yang memiliki kepentingan.

“Jangan membela pemodal. Di negeri kita ada pemodal. Ada pemodal yang ngatur-ngatur TNI, Polri, Menteri. Ada pemodal yang ingin memaksakan kehendak. Ada orang kafir dipaksa untuk menjadi gubernur di tengah rakyat Jakarta. Mereka ingin memaksakan kehendak mereka,” lanjut Habib Rizieq.

Ia pun mengajak semua umat agar menyelamatkan TNI dan Polri dari cengkeraman para pemodal yang ingin mengubah Indonesia sesuai dengan keinginan mereka.

“TNI bukan musuh kita, Polri bukan musuh kita, Pemerintah bukan musuh kita. Jadi kita mestinya menyelamatkan mereka, untuk dipisahka dari pemodal-peodal jahat. Insya Allah bisa kita kembalikan ke jalan benar,” ucap Habib Rizieq.

“Tapi kalau mereka sudah dirangkul sedemikian erat, apa boleh buat. Ulama harus menyelamatkan rakyat,” tutupnya.

Seperti diketahui, saat ini Habib Rizieq tengah berada di Mekah, Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah. Namun selain itu, Habib Rizieq mengaku bahwa dirinya sengaja berangkat ke luar negeri agar tak ditangkap oleh polisi.


“Sama dengan aksi 313. Kyai Khaththath, besok digelar aksi, malam ini ditangkap. Tujuannya apa? supaya aksi batal,” ucap Habib Rizieq singkat. (ks)
loading...

Mantap...!!! Sudah Kantongi Alat Bukti, Polisi akan Beberkan Isi Percakapan Chat Mesum Habib

JAKARTA – Pihak kepolisian menegaskan akan membuka seluruh isi konten yang ada di dalam ponsel Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang sudah disita polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, polisi telah memiliki bukti adanya komunikasi antara Rizieq dengan Firza Husein.

“Nanti akan dibuka semua di pengadilan,” kata Argo di Gedung Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Argo melanjutkan, tak tertutup kemungkinan, Rizieq dan Firza akan ditetapkan sebagai‎ tersangka jika barang bukti dan keterangan ahli kuat.

“Kita tunggu saja,” pungkasnya.


Sebelumnya, kasus penyebaran konten pornografi yang menyeret Habib Rizieq dan Firza ini mengegerkan publik. Dalam transkrip pembicaraan panas itu, terlihat bagaiamana orang yang diduga Rizieq sempat meminta Firza Husein untuk berhubungan badan di sebuah rumah kawasan Megamendung, Bogor.
loading...

Parah....!!! Ternyata Habib Rizeq Pura-pura Umroh Untuk Hindari Panggilan Polisi

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) akhirnya angkat bicara, terkait keputusannya untuk berangkat ke Mekah, Arab Saudi.

Dalam keterangan yang direkam dan diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Habiburrahman Bin Syawal Khan, Rabu (2/5/2017), Habib Rizieq mengaku bahwa dirinya sengaja pergi ke Mekah untuk menghindar dari pemanggilan polisi.

“Makanya ketika kita mau aksi 28 (aksi long march ke PN Jakarta Utara), saya segera cabut untuk umrah, supaya tidak ada saya disandera, sehingga teman-teman bisa turun dengan tertib, bagus, ratusan ribu yang turun. Insya Allah nanti tanggal 5 lebih banyak lagi yang turun untuk menegakkan keadilan,” ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq dalam keterangannya juga menjelaskan, bahwa dirinya selalu menjadi incaran dari pihak berwajib, jelang aksi-aksi unjuk rasa, khususnya Aksi Bela Islam yang marak belakangan ini.

“Saya selalu dipanggil ke mabes, dipanggil oleh Kapolri. Aksi 28 dipanggil. Kita mau ditekan supaya aksinya gagal, supaya aksinya batal. Begitu juga dengan aksi tanggal 5 besok. Mereka akan incar, mereka akan panggil, macam-macam mereka akan lakukan,” ujar Habib Rizieq dalam keterangannya saat berada di Mekah, Arab Saudi.

Habib Rizieq menyadari bahwa pemanggilan tersebut adalah untuk membuat gerakan-gerakan umat Islam di seluruh Indonesia menjadi lemah. Namun di kesempatan yang sama, ia mengingatkan agar umat Islam terus melanjutkan ikhtiarnya.

“Pokoknya aksi jalan terus. Gak ada urusan saya mau ditangkap, saya disandera, saya mau diperiksa. Gak ada urusan. Yang sudah kita buat aksi, jalankan itu aksi, supaya mereka tahu ini bukan kerjaan saya sendiri,” pungkasnya. (ks)



loading...

Horee...!!! Bukti-Bukti Lemah, Ahok Diprediksi akan Divonis Bebas

JAKARTA – Jelang hari penghakiman, terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diprediksi akan bebas dari vonis hakim‎.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho. Menurutnya, dari bukti-bukti yang ada, tak ada yang menyebut kalau Ahok sudah bersalah menistakan agama.

“Satu, karena konteks menodai dari bukti yang ada itu nggak ketemu-temu,” kata Hibnu kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Hibnu melanjutkan, ahli bahasa yang dihadirkan juga menyimpulkan kalau Ahok tak ada niat sama sekali untuk menistakan agama atau memecah-belah bangsa.

“Waktu itu kan katanya dari ahli bahasa, jaksa kan tuntutan itu memperatikan dari segi terminologi bahasa, kemudian dari segi hukum, niat tak muncul,” ujar Guru Besar ilmu Hukum Acara Pidana ini.

Artinya, niat untuk menista itu tak ada. Itu dari konstruksi hukum nggak masuk kalau seperti itu,” tutup Hibnu.

Seperti diketahui, Ahok akan menjalani siang vonis pada 9 Mei mendatang. Rencananya, akan aksi besar-besaran saat sidang yang berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian itu.


Ahok itu sendiri dituntut dengan pidana penjara 1 tahun dengan percobaan 2 tahun penjara. (ks)
loading...

Waduh...!!! Lius Sungkharisma Yakin, Kalau Ahok Akan Dipenjara Selama 3 Tahun, Udah Kaya Tuhan Aja Nih Orang...

JAKARTA – Tokoh Tionghoa, Lius Sungkharisma yakin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak akan divonis bebas saat sidang putusan kasus dugaan penistaan agama pada 9 Mei mendatang.

Bahkan Lius pun sudah membuat prediksinya sendiri. Menurutnya, Ahok akan divonis minimal 3 tahun penjara.

“‎Dihukum, pasti. Kalau maksimal, nggak. Tapi setengah dari maksimal itu saya yakin itu pasti. Nggak mungkin bebas. Kita nggak usah terlalu khawatir,” kata Lius kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Lius menambahkan, keyakinan ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang menyebut bahwa pelaku kasus penistaan agama ‎harus dihukum berat.

“Jadi saya masih yakin, kalau jaksa menuntut percobaan, tapi hakim akan menghukum dia penjara pidana,” tutur Lius.

Dia menambahkan, masih banyak orang adil di negara ini yang bakal menegakkan keadilan dengan memvonis Gubernur DKI Jakarta itu bersalah.

“Kasus reklamasi itu kan semua hakim menolak dan membatalkan izin yang Ahok bikin. Banyak orang adil di negara kita,” tutup pria yang aktif menyuarakan antikorupsi ini.

‎Ahok sendiri dituntut Jaksa sebesar 1 tahun percobaan 2 tahun penjara. Jaksa menilai, Ahok melakukan penistaan agama lantaran dibelakang upload video dari Buni Yani saat Gubernur DKI Jakarta itu memelintir Surat Al Maidah Ayat 51.


Sidang sendiri akan berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian pada 9 Mei mendatang. (ks)
loading...

Sungguh Terlalu Kelakukan Gerombolan Ormas Radikal, Jangankan Bunga, Mayatpun akan Mereka Musuhi, Waraskah Mereka...??

JAKARTA - Mohamad Guntur Romli, anggota tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, mengomentari aksi sejumlah buruh yang membakar karangan bunga untuk Ahok-Djarot di depan Balai Kota Jakarta, pada Senin (1/5/2017) kemarin.

Guntur mengaitkan pembakaran karangan bunga itu dengan beredarnya spanduk larangan mensalatkan jenazah pendukung Ahok, saat masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI 2017.

"Jangankan cuma sama bunga, mayat pun mrk tega musuhi, mari nyalakan lilin unt duka cita ini," ujar Guntur lewat akun Twitter-nya, Selasa (2/5/2017).

Guntur juga melihat kejanggalan yang terjadi dalam aksi pembakaran karangan bunga untuk Ahok. Ia bahkan menduga adanya penyusup yang mengaku sebagai buruh.

"Latihan demo aja bakarnya ban, ini cuma bakar bunga, demo apaan, gak percaya klau mrk buruh. Orang bayaran yg menyaru jd buruh," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berpendapat, hanya orang-orang yang memiliki kebencian berkarat yang menganggap bunga sebagai ancaman dan harus dibakar.

"Hanya mrk yg punya kebencian yg berkarat yg melihat bunga sprt sampah & menganggap bunga sbg ancaman yg hrus dibakar," tegas Guntur.


Sebelumnya, para buruh yang menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada Senin (1/5/2017) kemarin, melakukan perusakan dan pembakaran karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. (nn)
loading...

Kata Ade Armando: Bunga untuk Ahok, Dibakar oleh Orang Yang Dungu dan Dongo Serta Pengecut

 
JAKARTA - Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia Ade Armando mengecam aksi pembakaran karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, oleh sejumlah buruh saat menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), pada Senin (1/5/2017) kemarin.

Menurutnya, oknum buruh yang melakukan pembakaran karangan bunga itu adalah pendukung Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan.

Berikut pernyataan Ade Armando, Senin (1/5/2017).

BURUH PENDUKUNG ANIES MEMBAKAR BUNGA.
ITU CUMA MENUNJUKKAN KEPENGECUTAN DAN KEDUNGUAN MEREKA

Karangan bunga untuk Ahok dibakar oleh sejumlah buruh pendukung Anies yang dungu dan dongo. Di saat pembakaran terjadi, terdengar teriakan-teriakan memaki Ahok dan pendukungnya.

Mereka bahkan mengultimatum agar Balai Kota bersih dari karangan bunga dalam tiga hari.

Apakah ini mengejutkan?
Tentu saja tidak.

Kubu pendukung Anies memang suka menggunakan kekerasan, teror, intimidasi, fitnah terhadap pesaingnya.
Mereka menzalimi jenazah, sari roti dan Inul.

Kali ini rupanya mereka tidak tahan melihat begitu besarnya kecintaan publik terhadap Ahok. Karena itu mereka terpaksa melakukan tindakan dungu itu: MEMBAKAR BUNGA!!! Dungu dan dongo kan?

Sebelumnya, para buruh yang menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada Senin (1/5/2017) siang tadi, melakukan perusakan dan pembakaran karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.


Karangan bunga itu diberikan warga kepada Ahok-Djarot sebagai ucapan terima kasih atas pengabdian mereka selama memimpin Jakarta, dan juga merupakan bentuk dukungan kepada pasangan petahana itu, yang kalah di putaran kedua Pilkada DKI 2017, dari pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan - Sandiaga Uno. (ks)
loading...

Terlalu...!!! Kata Marissa Haque: Akhirnya Bunga dari Ahokers Dibakar, Nggak Manfaat Kok, Katanya

JAKARTA - Artis dan politisi Marissa Haque turut mengomentari pembakaran karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, oleh sejumlah buruh saat menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), pada Senin (1/5/2017) kemarin.

Dalam cuitannya, Marissa menyinggung nama penulis skenario, sutradara, yang juga produser film, Joko Anwar. Ia berharap agar pendukung Ahok itu untuk sabar dan melihat kenyataan jika karangan bunganya dibakar.

"Waddduh... akhirnya bunga-papan dari Ahokers dibakar masa pawai buruh hari ini. Seru juga ya? Welcome nih Joko Anwar," ujar Marissa lewat akun Twitter-nya, Selasa (2/5/2017).

"@jokoanwar Welcome to the real world bro hehehe, bunga papanmu dibakar masa tuh! Sabar ya? Ojo bully lagi. Fakta! Dalam dr Hokkaido," katanya.

Pada cuitan lainnya, istri musisi Ikang Fawzi ini kembali menyinggung soal tidak bermanfaatnya karangan bunga untuk Ahok, seperti apa diserukan para buruh saat membakar karangan bunga tersebut.

"Bunga dari Ahokers akhirnya dibakar o/masa pawai Hari Buruh, nah kan? Betul bukan jika itu tdk bermanfaat? Istighfar," ujar Marissa.

"Papan bunga Ahokers tidak jelas, sudah kalah ya sudah": teriakan di pawai buruh 2017 hari ini: Marissa Haque Fawzi," ujarnya.

Sebelumnya, para buruh yang menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada Senin (1/5/2017) siang tadi, melakukan perusakan dan pembakaran karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.


Karangan bunga itu diberikan warga kepada Ahok-Djarot sebagai ucapan terima kasih atas pengabdian mereka selama memimpin Jakarta, dan juga merupakan bentuk dukungan kepada pasangan petahana itu, yang kalah di putaran kedua Pilkada DKI 2017, dari pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan - Sandiaga Uno. (nn)
loading...

Wow...!!! Jelang Vonis, Goenawan Mohamad dan Yenny Wahid Bikin Petisi Ahok Tak Menista Agama

JAKARTA – 26 alumni Harvard University di Indonesia membuat petisi yang menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak melakukan penistaan agama.

Dari penelusuran Kriminalitas.com, Rabu (3/5/2017), petisi ‘Ahok Tidak Menista Agama’ itu dibuat melalui laman www.change.org, pada 25 April 2017 yang lalu. Hingga saat ini, sudah 12.813 yang mendukung petisi Ahok Tidak Menista Agama ini.

Dalam petisi ini, terlihat nama sastrawan Goenawan Mohamad, Yenny Wahid serta Todung Mulya Lubis.

Dalam petisi, mereka menuliskan beberapa poin, diantaranya tuntutan JPU menyatakan bahwa Ahok tidak terbukti melakukan penistaan agama lantaran JPU tidak menggunakan pada Pasal 156a KUHP. JPU hanya menjerat Ahok dengan Pasal 156 KUHP.

Mereka juga menyimpulkan jika unsur terpenting yang harus dipenuhi dalam Pasal 156 KUHP adalah tindakan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia atas dasar ras,negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Dari bukti-bukti dan keterangan yang disampaikan dalam persidangan, lanjut petisi itu, jelas bahwa dalam pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 tidak ada pernyataan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan rakyat Indonesia tertentu atas dasar SARA.

“Negara Indonesia adalah negara hukum dan karenanya selayaknya supremasi hukum ditegakkan. Ruang pengadilan adalah tempat dimana seharusnya kebenaran dan keadilan berdiri, dan bukan sekedar menjadi ruang justifikasi dan legitimasi atas mobokrasi,” tulisnya.

“Suatu proses peradilan yang baik akan berpegang teguh pada rasa keadilan dan tidak menyimpang dari filosofi atau tujuan yang sesungguhnya dari suatu pemidanaan sebagaimana dimaksud oleh pembuat undang-undang,” lanjutnya.

Para inisiator petisi ‘Ahok Tidak Menista Agama’ adalah:

1. Bambang Harymurti, Mason Fellow, Fulbright Scholar, Harvard Kennedy School, MPA 1991
2. Goenawan Mohamad, Nieman Fellow 1990, Harvard University
3. Yenny Wahid, Mason Fellow, Harvard Kennedy School, MPA 2003
4. Todung Mulya Lubis, Harvard Law School, LLM 1988
5. Dini Purwono, Fulbright Scholar, Harvard Law School, LLM 2002
6. Melli Darsa, Harvard Law School: LLM 1994, East Asian Legal Studies Visiting Scholar 2010
7. Nona Pooroe Utomo, Fulbright Scholar, Harvard Graduate School of Education, Ed.M 1992
8. Ali Kusno Fusin, Harvard Business School, OPM 2016
9. Gatot Soemartono, Harvard Law School, LLM 1997
10. Nugroho Budi Satrio Sukamdani, Post Graduate Harvard Business School PGL1, 1998
11. Ludi Mahadi, Harvard Kennedy School, MPA 2010
12. MSM Ondi Panggabean, Harvard Law School, LLM 1991
13. Philip S. Purnama, Harvard Business School, MBA 1997
14. Endy Bayuni, Nieman Fellow 2004, Harvard University
15. Danny I. Yatim, Fulbright Scholar, Harvard Graduate School of Education, Ed.M 1992
16. Togi Pangaribuan, Harvard Law School, LLM 2011
17. Zenin Adrian, Harvard Graduate School of Design, M.Arch 2007
18. Darwin Silalahi, Harvard Business School, AMP 2003
19. Wawan Mulyawan, Harvard Business School, OPM28 1999
20. Brigitta Aryanti, Harvard Kennedy School, MPAID 2014
21. Wahyu Dhyatmika, Nieman Fellow 2015, Harvard University
22. Junaidi, Harvard Business School, MBA 2008
23. Johannes Ardiant, Harvard Kennedy School, MPP 2015
24. Paul W. Broto, Harvard Business School, OPM43 2008
25. Rudy Setiawan, Harvard Business School, MBA 1996

26. Adrianus Waworuntu, Fulbright Scholar, Harvard Graduate School of Arts and Sciences, MA 1992. (ks)
loading...

Mantap...!!! Kata Hendardi: Pembubaran HTI Sangat Dimungkinkan, Dan Merupakan Langkah Tepat

JAKARTA - Ketua Setara Institue, Hendardi sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian terkait rencana pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Hendardi hal itu merupakan langkah yang tepat dan legal.

"Sepanjang dilakukan melalui proses yudisial yang akuntabel dan dengan argumentasi sebagaimana dikemukakan oleh Kapolri, mengganggu ketertiban sosial, potensi memicu konflik horizontal sebagaimana direpresentasikan dengan penolakan kuat Banser NU, dan mengancam ideologi Pancasila, karena agenda yang diusung adalah khilafah, suatu sistem politik dan pemerintahan yang bertentangan dengan Pancasila," papar Hendardi melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Hendardi menjelaskan, berbagai studi dan praktik di beberapa negara, ideologi khilafah yang disertai pandangan keagamaan eksklusif, takfiri (gemar mengkafirkan pihak yang berbeda) telah menimbulkan pertentangan kuat di tengah masyarakat. Bahkan di beberapa negara, organisasi Hizbut Tahrir telah dilarang  seperti di Yordania, Irak, dan di negara Timur Tengah lainnya.

"Secara fisik, HTI tidak melakukan kekerasan. Tetapi gerakan pemikirannya yang secara massif dan sistematis telah merasuk ke sebagian warga negara Indonesia, khususnya melalui kampus-kampus dan majelis-majelis keagamaan, telah dianggap mengancam kebhinekaaan, sistem politik demokrasi, dan Pancasila, yang merupakan falsafah bangsa Indonesia," paparnya.

Ditambahkan Hendardi, gagasan pembubaran HTI merupakan eksperimentasi penerapan prinsip margin of appreciation dalam disiplin hak asasi manusia. Kebebasan berserikat dalam bentuk organisasi masyarakat seperti HTI dijamin oleh Konstitusi RI.

"Akan tetapi, jika bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, maka HTI sahih untuk dibatasi perkembangannya. Pemikiran HTI tidak bisa diberangus, karena kebebasan berpikir bukan hak yang bisa dibatasi. Tetapi pemerintah dan penegak hukum bisa melakukan pembatasan penyebarannya. Jika penyebarannya yang dibatasi, maka orang-orang yang menganut pandangan keagamaan dan pandang politik seperti HTI tidak bisa dipidanakan. Hanya tindakan penyebarannya yang bisa dibatasi," jelasnya.

Menurut Hendardi, secara teknis, pembubaran ormasnya pun sangat dimungkinkan, sebagaimana diatur dalam UU 17/2013 tentang Ormas. Pada Pasal 59-78 mengatur larangan bagi ormas, ancaman sanksi, pembekuan organisasi, hingga mekanisme pembubaran dan mekanisme untuk menyoal pembubaran itu, jika organisasi yang dibubarkan tidak menerima tindakan hukum negara.


"Opsi pembubaran adalah salah satu cara menghalau pengaruh destruktif HTI. Gerakan kebudayaan yang dilakukan oleh ormas-ormas keagamaan mainstream dan moderat, bisa menjadi opsi pelengkap untuk memoderasi pandangan keagamaan pengikut HTI," tutup Hendardi. (ks)
loading...

Horee...!! Karsiwan.SE Terpilih Menjadi Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Sukra

INDRAMAYU - Setelah melalui proses musyawarah tingkat kecamatan ( Muscam ), yang digelar 29/04 dikantor Pimpinan Kecamatan ( PK ) di Desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, Karsiwan SE terpilih secara Aklamasi menjadi Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar.

Dalam acara tersebut dihadiri beberapa kader partai  dari undangan 68 yang hadir dalam acara tersebut 47 anggota dari kader partai berlambang pohon beringin ( partai golkar ),sementara Ketua Pimpinan kecamatan yang lama K.H Akhamad Sabit ditarik untuk menjadi pengurus ditingkat Kabupaten Dewan pimpinan Daerah ( DPD ) Kabupaten Indramayu.

Musyawarah tingkat Kecamatan ( Muscam ) dihadiri beberapa anggota dewan dari fraksi golkar seperti, Alam Sukmajaya,Warim,Karsiwan ( ketua PK terpilih ) dan perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) H.Muhaemin yang kini menjabat sebagai wakil ketua bidang pemenangan pemilu ( Bapilu ),disamping itu hadir juga camat Sukra Rory Firmansyah dan camat Anjatan Mulya sejati.


Dalam sambutannya Karsiwan SE sebagai ketua terpilih " kami mengucapkan banyak trimakasih kepada kader kader partai karena semua ini berkat dukungan kalian semua baik kader maupun pengurus partai diKecamatan Sukra ini mudah mudahan kedepannya partai golongan karya ini lebih maju lagi karena sebentar lagi akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) di Jawa Barat, untuk itu kita bekerja lebih keras lagi agar partai golkar tetap disukai dan dicintai masyarakat"katanya. (suwarto)
loading...

Desa Mekarsari Gelar Wayang Kulit Untuk Peringati Mapag Sri

Ilustrasi Pagelaran Wayang Kulit
INDRAMAYU - Mapag Sri merupakan salah satu budaya adat yang perlu dilestarikan karna budaya tersebut merupakan warisan leluhur yang hingga kini masih terus terjaga dari sejak jaman para wali sampai sekarang,karna wayang kulit sendiri diciptakan oleh seorang wali jawa yaitu sunan kalijaga.

Di Desa Mekarsari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu telah diadakan ritual dalam rangka menyambut musim panen tiba dengan diadakannya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan kidalang H.Suwarno yang merupakan dalang legendaris dari kota mangga Indramayu.

 Menurut ketua panitia Raksa bumi Ato 27/04"budaya adat mapag sri itu merupakan acara rutin setiap menyambut musim panen tiba selain melestarikan budaya adat mapag sri juga merupakan rasa syukur kepada Allah SWT atas rejeki yang Allah berikan dari hasil bumi ini ( panen padi ).

 Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Mekarsari ( Kuwu ) CATO "kami sangat mendukung acara mapag sri tersebut karna merupakan syukuran atas hasil bumi ( panen ) yang Allah berikan terutama pada masyarakat petani,disamping itu juga kita bersama sama melestarikan budaya adat para leluhur yang telah mewariskan seni wayang kulit sehingga wayang kulit itu tidak akan hilang ditelan jaman"ungkapnya. (suwarto)


loading...

Nah Loh...!!! Polisi Didesak Agar Nyatakan Habib Rizieq Sebagai Buronan

JAKARTA – Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dinilai sudah mengolok-olok dan menjatuhkan wibawa Polri lantaran tengah berada di Arab Saudi, meski tengah menjalani proses hukum. Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Petrus Salestinus menilai, Polri seperti tak serius dan terlu memberi ruang untuk Rizieq.

“Wibawa penegak hukum dipertaruhkan bahkan bisa menjadi bahan olok-olokan Rizieq Shihab dan kawan-kawan sementara kepentingan masyarakat korban yang melapor tidak mendapatkan pelayanan yang sesungguhnya,” kata Petrus dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurut Petrus, jika tak ingin wibawanya jatuh, maka Polri harus segera menetapkan daftar DPO atau buron untuk ulama kontroversial itu.

“Selanjutnya keluarkan red notice sebagai sebuah upaya paksa yang ditujukan kepada Interpol untk dilakukan pencarian sebagai bagian dari ‘tindakan polisional’,” ucapnya.

Korps baju cokelat juga diminta untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan apa yang dilakukan Rizieq di Arab Saudi, apakah benar untuk kegiatan keagamaan atau tidak.

“Jangan malah dia ke sana sengaja untuk menghindar dari proses hukum,” pungkasnya.


Diketahui, Rizieq pergi ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah pada Selasa pekan lalu. Kedatangan Rizieq itu disebut-sebut atas undangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (ks)
loading...

Horee...!!! Ahok Diprediksi Bebas, Pakar Sebut Aksi Bela Islam Oleh Gerombolan Sumbu Pendek akan Sia-Sia

JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menyarankan agar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI tak usah menggelar aksi unjuk rasa saat sidang vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 9 Mei mendatang. Ia juga meminta agar ormas-ormas Islam membatalkan rencana untuk menggelar aksi long march pada 5 Mei mendatang.

Pasalnya menurut Margarito, Majelis Hakim sidang dugaan penistaan agama yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto ini akan menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa Basuki T. Purnama alias Ahok.

“Saya percaya nggak akan ada pengaruhnya (demo). Saya tak percaya bisa menguba putusan,” kata Margarito kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Margarito melanjutkan, bahwa ‎segala rencana untuk menggelar demo, meski membawa nama agama sekalipun, dinilai akan sia-sia.

“Jaksa ini menuntut pasal yang tak pernah dibuktikan, bagaimana mereka mau memutus di luar pasal lain coba? Sudah disekak jaksa,” ungkap dia.

Margarito melanjutkan, dalam pasal 156 KUHP disebut bahwa orang yang menyatakan perasaan permusuhan atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam pidana paling lama empat tahun.

Dia sendiri menyesalkan langkah Jaksa yang sudah menyebut kalau Ahok hanya menghina golongan-golongan saja, bukan umat Islam secara keseluruhan.

“Tidak ada pengolongan Islam maupun Kristen. Pasal 156 tak bisa ditujukan ke orang-orang itu,” ungkap dia.

Seperti dikabarkan sebelumnya, ormas Islam GNPF MUI kembali mengajak seluruh ormas Islam di tanah air untuk menggelar aksi Bela Islam 505 pada Jumat (5/5/2017) mendatang. Aksi tersebut akan dimulai dari salat di Masjid Istiqlal, lalu dilanjutkan dengan aksi long march ke Mahkamah Agung RI.


Tim advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera menegaskan, aksi GNPF-MUI kali ini dalam rangka mengajukan dua tuntutan kepada Mahkamah Agung. Mereka ingin agar Mahkamah Agung untuk mengawasi majelis hakim dalam memberikan putusan yang seadil-adilnya dalam perkara dugaan penistaan agama, dengan terdakwa Ahok. (ks)
loading...

Waduh...!!! Ketua GNPF MUI Mau Bikin Ulah Lagi Bila Vonis Hakim Tak Sesuai Harapan Kepada Ahok

JAKARTA – Majelis Hakim akan membacakan vonis terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki T. Purnama (Ahok) pada persidangan Selasa (9/5/2017) pekan depan.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustaz Bachtiar Nasir berharap Majelis Hakim dapat memberikan keputusan dengan seadil-adilnya.

Ia enggan membeberkan rencana yang akan ditempuhnya apabila Majelis Hakim memberikan vonis sesuai dengan tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kalau dijawab sekarang terlalu prematur dan itu mungkin strategi kami juga. Kalau dibocorin sekarang keenakan wartawan juga,” ujarnya di Gedung AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Bachtiar mengatakan bahwa sejak awal pihaknya sudah mencurigai akan adanya ketidakadilan yang mengistimewakan Ahok dalam kasus tersebut.

“Drama persidangan yang sudah tercium sejak awal akan menggeser Pasal 156a ke Pasal 156 ternyata betul-betul dilakukan,” ungkap Bachtiar.


Menurutnya, hal itu bukan hanya mempermainkan hukum yang seharusnya berlaku sama bagi siapa pun. Namun juga sudah mengusik rasa keadilan umat Islam di Indonesia. (ks)
loading...

Luar Biasa...!!! Jelang Purna Tugas, Ahok Masih Ditangisi Warga Jakarta

JAKARTA – Memasuki bulan-bulan terakhir masa jabatan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok) tak membuat warga berhenti mengadu kepada orang nomor satu di Jakarta saat ini.

Seperti salah seorang warga yang bernama Khotimah yang juga seorang petugas PPSU. Khotimah menangis di hadapan Ahok pagi ini lantaran tak lagi bisa bekerja sebagai pasukan oranye karena umur yang sudah tidak sesuai persyaratan petugas PPSU.

“Nomor telepon ibu ada?,” ujar Ahok menanggapi keluhan Khotimah yang berkaca-kaca di depannya, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/17).

Wanita yang datang masih mengenakan seragam pasukan oranye itu hanya menggelengkan kepala sembari mengusap wajahnya.

“Saya enggak bawa handphone. Handphone saya jual buat kontrakan, kemarin,” ujar Khotimah.

Khotimah mengaku sudah bekerja di pasukan oranye selama tiga tahun, namun setelah itu kontraknya diputus. Ketika hendak bergabung kembali ia tidak bisa.

“Saya sudah tiga tahun, kemarin ikut enggak lulus,” tuturnya.

Ia juga melanjutkan ada beberapa kawannya yang juga bernasib sama. “Umurnya 51 enggak boleh, ada beberapa orang,” lanjutnya.


Sedangkan Ahok kemudian memanggil ajudannya untuk melayani dan mengakomodir keluhan Khotimah. “Sama dia ya, bu, nanti dibantu,” tandas Ahok. (ks)
loading...

Nah Loh...!!! HP ‘Phone Sex’ Mau Disidik Oleh Polisi, Habib Rizieq Dan Firza Banyak Alasan Ketika Mau Diperiksa, Merasa Kali Ya...

JAKARTA – Pihak kepolisian mengakui, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, istrinya, Firza Husein dan Emma kerap meminta penundaan pemeriksaan atas kasus penyebaran konten pornografi yang tengah membelitnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan hingga saat ini keempatnya belum siap untuk diperiksa dengan berbagai alasan.

“Pengacaranya menyampaikan secara tertulis atau lisan bahwa Pak Habib Rizieq ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan. Kemudian Bu Firza dan Bu Emma berdasarkan surat yang dikirim oleh lawyernya juga yang bersangkutan sedang tak enak badan,” kata Argo di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Menurut Argo, belum jelas kapan mereka bisa menjalani pemeriksaan. Apalagi, Rizieq dan istrinya tengah berada di‎ Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Ya kita tunggu saja. Yang pasti kami akan mengagendakan lagi pemeriksaan berikutnya,” pungkasnya.


‎Terkait kasus ini, polisi telah menyita ponsel milik Habib Rizieq sejak pengusutan kasus dugaan pornografi ini dimulai. Ponsel itu didapatkan dari Habib Muchsin Al Attas, yang merupakan Ketua DPD FPI DKI. (ks)
loading...

Kata Pengamat: Urusan Mental, Habib Rizieq Tak Ada Apa-apanya Dibanding Ahok

JAKARTA – Pengamat politik Arbi Sanit menilai, untuk urusan mental, Habib Rizieq Shihab tak ada apa-apanya dibanding dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Arbi, tindakan Rizieq yang memilih ke Arab Saudi, dinilai sebagai upaya‎ untuk menghindari proses hukum.

“Ini jelas. Ahok itu orang jujur, luar dalam. Kalau Rizieq itu tipu isinya, bohong isinya. Rizieq ini raja bohong, raja tipu. Makanya dia tak berani menghadapi kenyataan,” kata Arbi kepada Kriminalitas.com ‎di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Arbi melanjutkan, meski bergelar Habib, namun pada kenyataanya Rizieq tak jantan menghadapi proses hukum. Sementara, Ahok dengan berani menjalani proses hukum, meski dibawah tekanan dan cacian dari sekelompok masyarakat.

“Ia (Rizieq) tak berani menghadapi hukum. Yang satu (Ahok) berani jujur menghadapi hukum, karena dia merasa nggak salah, yakin nggak salah,” ungkap dia.

Dengan ini, Arbi berani menyebut kalau Rizieq sebenarnya sudah melakukan kesalahan, salah satunya dengan kasus penyebaran konten pornografi.


“(Rizieq) ini kabur dan tak berani menghadapi hukum, itu tandanya bersalah. Tandanya tak jujur‎. Kalau kita berpikir jernih aja, sudah jelas ini Barangnya rizieq ini,” pungkas dia. (KS)
loading...

Selalu Jadi ‘Biang Kerok’ sejak Zaman Gus Dur, Polisi Tak Perlu Ragu Proses Rizieq Secara Hukum

JAKARTA – Kepolisian didesak untuk segera menangkap dan memproses hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab karena dituding sebagai ancaman terhadap negara.

Pengamat politik Arbi Sanit menyebut, orang-orang yang menjadi biang kerok negara harus segera diproses hukum‎.

“Semuanya diproses dan dikejar, kalau gak dia akan menjadi biang kerok terus. Sejak zaman Gus Dur (Abdurahman Wahid), dia sudah jadi biang kerok, jadi harus diproses. Semua orang-orangnya harus diawasi, karena mereka adalah kaki tangan yang membantu dia,” kata Arbi kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Arbi menambahkan, jika tak dilakukan penegakan hukum yang tegas, dia khawatir Rizieq dan sejumlah kroninya akan terus melakukan gerakan-gerakan yang meresahkan masyarakat. Salah satunya pengerahan massa saat sidang vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai tak perlu.

Masalahnya gini, ini kejahatan kecil, kalau dibiarin terus bisa jadi besar. Jangan sampai berulang terus, kalau sudah berulang tiap kali, dia akan menjadi besar,”‎ tutur pengamat politik senior.

Dia sendiri khawatir, Rizieq akan selalu menjadi pembenaran bagi para pengikutnya.

Karena orang menganggap dia benar dan akan banyak pengikutnya. Sejauh tidak bertindak kriminal, lakukan saja. Alasannya mesti hukum dong. Kalau gak ini orang komnas HAM malah berteriak,” pungkas dia.

Seperti diketahui, polisi hingga kini belum juga menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam sejumlah kasus hukum yang menjeratnya. Yang teranyar, penyidik sudah menemukan bukti percakapan antara Rizieq dengan wanita bernama Firza Husein. Diduga, percakapan ini berisi konten cabul.


Di sisi lain, Rizieq merasa di atas angin lantaran belum ada langkah tegas dari aparat penegak hukum. Sampai-sampai, dia berniat menggelar aksi bela agama saat sidang vonis Ahok, 9 Mei mendatang. (ks)
loading...

Gawat...!!! Gerombolan GNPF MUI Akan Ngotot Dan Halalkan Segala Cara Agar Ahok Dijebloskan Kepenjara

JAKARTA – Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Kapitra Ampera menegaskan pihaknya akan menempuh segala cara agar terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki T. Purnama (Ahok) dapat dijebloskan ke penjara.

“Kami akan selalu mencari keadilan ini ke mana pun dengan cara konstitusional,” tegasnya di AQL learning Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Oleh karena itu, kata Kapitra, GNPF MUI akan kembali melakukan aksi simpatik 505 pada Jumat (5/5/2017) mendatang. Rencananya, aksi itu merupakan aksi long march usai umat Islam melakukan salat Jumat di Masjid Istiqlal menuju Gedung Mahkamah Agung.

Tujuannya untuk meminta agar MA melindungi Majelis Hakim yang memimpin persidangan kasus dugaan penistaan agama dari segala intervensi.

“Maka itu kami datangi mereka, mengetuk pintu untuk membuka keadilan,” bebernya.

Kapitra menuturkan, akibat adanya perlindungan yang diberikan terhadap Ahok, maka itu akan menimbulkan adanya penista-penista agama lainnya.

“Negara diduga sudah melindungi Ahok secara telanjang. Padahal, seharusnya tak ada perlindungan pada si penista agama,” katanya.

Dia meminta Majelis Hakim tetap memasukkan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama saat memberikan vonis dalam persidangan Selasa (9/5/2017) pekan depan.

“Kami minta keadilan ditetapkan ke semua orang di negara ini. Perkara yang sama harus diputus atas pasal yang sama,” ucapnya.


“Hakim harus menggunakan Pasal 156a demi keadilan. Pada Aksi 212, 7 juta orang turun ke jalan, mereka itu yang tersakiti,” tandas Kapitra. (ks)
loading...

Mantap...!!! Polisi Masih Menunggu Dengan Setia Habib Rizieq, Untuk Diperiksa Dalam Kasus Chat Porno Sepulangnya Dari Arab Saudi

JAKARTA – Polisi pasrah menunggu Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia dari kegiatan umrohnya di Arab Saudi untuk bisa memeriksanya terkait penyebaran konten porno.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyidik tak mungkin terbang ke Arab Saudi hanya untuk menjemput paksa Habib Rizieq.

“Ya nggak mungkin lah penyidik mau memanggil dia ada di luar negeri. Biar penyidik yang menagendakan, panggilannya bisa dilakukan,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Argo melanjutkan, penyidik hingga kini belum berencana memeriksa Rizieq sehingga tak masalah jika ulama kontroversial ini akan pulang saat bulan Ramadhan. “jadi kita tunggu saja kapan baliknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro menegaskan, kliennya siap dipanggil polisi. Namun, dia tak bisa memastikan kapan terlapor dalam kasus penyebaran konten porno itu akan pulang ke Indonesia dari menunaikan ibadah umrahnya.


Rizieq disebut-sebut menunaikan ibadah umrah atas undangan dari raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (ks)
loading...

Nah Loh...!!! Pemerintah Disarankan Gunakan ‘Hukum Soeharto’ terhadap Ormas Radikal FPI

 
JAKARTA – Massa alumni 212 dipastikan akan menggelar aksi besar-besaran untuk menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipenjara. Aksi ini berlangsung ini akan digelar di Masjid Istiqlal pada 5 Mei mendatang.

Menanggapi hal itu, Pengamat politik Arbi Sanit menyebut, perlu ada langkah tegas dari pemerintah untuk menghentikan aksi yang dipelopori Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab itu.

“Hukum apapun harus dipakai, malahan hukum ‘Soeharto’ pun kalau perlu dipakai,” kata Arbi kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Pada masanya, Presiden Soeharto pun dikenal memiliki hukum tegas seperti pembredelan media dan petrus (penembak misterius). Arbi menilai pemerintah tak boleh membiarkan FPI bebas berunjuk rasa.

“Lebih baik diusut sekarang. Masalahnya gini, ini kejahatan kecil, kalau dibiarin terus jadi besar. Jangan sampai berulang-ulang, kalau sudah berulang tiap kali, dia akan menjadi besar,” jelasnya.

Menurut Arbi, selama ini para ormas atau tokoh-tokoh itu selalu merasa benar karena pemerintah terkesan memfasilitasi.

“Karena orang menganggapnya dia benar dan akan banyak pengikutnya. Sejauh tidak bertindak kriminal lakukan saja. Alasannya mesti hukum dong,” ungkap dia.

“Jadi sekarang polisi dan pemerintah mesti pergunakan konsep baru. Lawan masyarakat musuh negara,” pungkas Arbi.


Seperti diketahui, GNPF MUI akan menggelar aksi massa dalam jumlah besar untuk menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis minimal 5 tahun penjara. Sidang vonis sendiri akan berlangsung pada 9 Mei mendatang. (ks)
loading...

Ketahuan...!!! Habib Rizieq Kabur ke Arab karena Ia Merasa Bersalah Karena Kasus Chat Porno

JAKARTA – Pengamat politik Arbi Sanit menilai, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tengah ketakutan karena kasus dugaan penyebaran konten porno yang menjeratnya bersama Firza Husein sudah dipastikan keabsahannya oleh polisi.

Menurut Arbi, atas dasar itulah, Habib Rizieq dan sejumlah anggota keluarganya pergi ke Arab Saudi dengan alasan menunaikan ibadah Umroh.

“Justru dia kabur, karena isu itu terbuka. Sebelum isu itu terbuka, dia merasa benar terus. Nah sekarang dia tak bisa lagi merasa benar, karena sudah sampai kepada titik yang terdalam dari ajaran agama yang dilanggarnya,” kata Arbi kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Arbi melanjutkan, dengan dibukanya percakapan panas ini, maka dinilai cara yang efektif untuk mempermalukan Rizieq agar dia tak terus-terus menggelar aksi unjuk rasa yang meresahkan masyarakat.

Arbi mengatakan, saat ini Rizieq merasa bersalah sehingga melakukan berbagai tindakan seperti demonstrasi, penghasutan, dan kebohongan. “Karena merasa bersalah makanya kabur,” pungkasnya.


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan tak ada rekayasa dalam penyelidikan kasus konten porno yang menjerat Rizieq. Bahkan, Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriwan menyebut bahwa bukti percakapan Whatsapp antara Firza dengan Rizieq sudah dikantungi penyidik. (ks)
loading...

Kata Mahasiswa, Mau Dirikan Negara Islam di Bumi Pancasila, Hizbut Tahrir Harus Dibubarkan Sekarang Juga...!!

KUPANG – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan mendesak pemerintah dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk segera membubarkan organisasi Hizbut Tahrir, kerena ajarannya melenceng jauh dari nilai-nilai Pancasila.

“Organisasi yang mengatasnamakan Islam ini telah mendoktrin umat untuk meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dengan misi utama mendirikan negara Islam di atas bumi Pancasila,” kata koordinator lapangan Aliansi Kebangsaan, Adi William Frith kepada wartawan di Kupang, Selasa.

Menurut dia, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan telah melakukan investigasi untuk menelusuri gerak langkah organisasi tersebut pada sejumlah lokasi di Kota Kupang.

“Setelah kami mencermati ternyata organisasi Hizbut Tahrir itu telah mendoktrin umat untuk menerima gagasan mereka mengenai terbentuknya negara Islam di bumi Pancasila,” ujarnya.

Organisasi ini, kata dia, juga telah mengagendakan pelaksanaan pawai akbar di Kota Kupang yang rencananya akan dilangsungkan pada Sabtu (16/5).

“Karena itu, kami meminta aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas atas keberadaan organisasi tersebut, karena jika dibiarkan bakal bisa menciptakan perpecahan dalam masyarakat beragama,” katanya.

Menurut Aliansa Kebangsaan, organisasi yang berbau radikalisme itu sudah merekrut beberapa anggota di Kota Kupang, sehingga perlu diambil tindakan tegas oleh aparat kepolisian.

Aliansi Kebangsaan yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Laskar Merah Putih, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan sejumlah tokoh agama serta ormas kepemudaan di Kupang, menilai keberadaan oganisasi Hizbut Tahrir telah mengancam empat pilar kebangsaan di bumi Flobamora.

“Penolakan kami terhadap organisasi tersebut, karena kami juga bagian dari anak-anak bangsa yang tidak menghendaki bangsa ini tercabik-cabik oleh ulah sekelompok orang,” katanya menegaskan.

Ia melanjutkan, dalam pertemuan dengan kepolisian, pihaknya meminta agar kepolisian tidak boleh memberikan izin pawai serta membubarkan organisasi tersebut.

“Kami hanya khawatir, jangan sampai pada saat pawai, ada tindakan anarkis dari oknum-oknum untuk menggagalkan pawai mereka. Ini sangat berbahaya, karena akan mudah meledak,” ujarnya.
KRIMINALITAS.COM, Kupang – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan mendesak pemerintah dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur untuk segera membubarkan organisasi Hizbut Tahrir, kerena ajarannya melenceng jauh dari nilai-nilai Pancasila.

“Organisasi yang mengatasnamakan Islam ini telah mendoktrin umat untuk meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dengan misi utama mendirikan negara Islam di atas bumi Pancasila,” kata koordinator lapangan Aliansi Kebangsaan, Adi William Frith kepada wartawan di Kupang, Selasa.

Menurut dia, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan telah melakukan investigasi untuk menelusuri gerak langkah organisasi tersebut pada sejumlah lokasi di Kota Kupang.

“Setelah kami mencermati ternyata organisasi Hizbut Tahrir itu telah mendoktrin umat untuk menerima gagasan mereka mengenai terbentuknya negara Islam di bumi Pancasila,” ujarnya.

Organisasi ini, kata dia, juga telah mengagendakan pelaksanaan pawai akbar di Kota Kupang yang rencananya akan dilangsungkan pada Sabtu (16/5).

“Karena itu, kami meminta aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas atas keberadaan organisasi tersebut, karena jika dibiarkan bakal bisa menciptakan perpecahan dalam masyarakat beragama,” katanya.

Menurut Aliansa Kebangsaan, organisasi yang berbau radikalisme itu sudah merekrut beberapa anggota di Kota Kupang, sehingga perlu diambil tindakan tegas oleh aparat kepolisian.

Aliansi Kebangsaan yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Laskar Merah Putih, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan sejumlah tokoh agama serta ormas kepemudaan di Kupang, menilai keberadaan oganisasi Hizbut Tahrir telah mengancam empat pilar kebangsaan di bumi Flobamora.

“Penolakan kami terhadap organisasi tersebut, karena kami juga bagian dari anak-anak bangsa yang tidak menghendaki bangsa ini tercabik-cabik oleh ulah sekelompok orang,” katanya menegaskan.

Ia melanjutkan, dalam pertemuan dengan kepolisian, pihaknya meminta agar kepolisian tidak boleh memberikan izin pawai serta membubarkan organisasi tersebut.


“Kami hanya khawatir, jangan sampai pada saat pawai, ada tindakan anarkis dari oknum-oknum untuk menggagalkan pawai mereka. Ini sangat berbahaya, karena akan mudah meledak,” ujarnya. (aa)
loading...

Mantap...!!! Polisi Sebut Rencana Pembubaran HTI Sedang Digodok Kemenkopolhukam

JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto menyebut, pemerintah tengah menggodok rencana pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Rikwanto, pengkajian tersebut kini sedang dibahas di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

“Ya, masalah khilafah itu masalah formalnya masih dikaji di Kemenkopolhukam. Bentuk formal apa yang menjadi sikap pemerintah, masih dikaji di Kemenkopolhukam,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Hanya disinggung perihal hasil kajian pemerintah keluar, Rikwanto tidak mengetahuinya. Dia hanya berharap, kajian tersebut bisa keluar secepatnya.

“Ya mudah-mudahan kajiannya cepat selesai dan keluar pernyataan resmi pemerintah tentang cara pandang pemerintahan terhadap HTI, ya,” ungkap Rikwanto.

Rikwanto percaya, hasil kajian pemerintah atas HTI dilakukan dengan bijak. Dia yakin pemerintah sudah melibatkan setiap lembaga muslim, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).


“Masukan kan banyak dari berbagai stakeholder termasuk MUI,” pungkas Rikwanto. (ks)
loading...

Nah Loh...!!! Polisi akan Periksa Orator dan Korlap Aksi yang Bakar Karangan Bunga Ahok

JAKARTA – Polisi hingga kini masih menyelidiki siapa aktor intelektual yang menyuruh dan menskenariokan agar ada kegiatan pembakaran karangan bunga di depan Gedung Balai Kota DKI saat demo buruh pada 1 Mei lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, jika sudah penyidikan, penyidik berencana akan memeriksa orator dan koordinator lapangan aksi yang saat itu menyuruh membakar karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu.

“Itu bagian dari penyelidikan. Kami tentu akan olah TKP dulu sebelum memeriksa saksi,” kata Argo di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

‎Kendati demikian, Argo mengaku belum memastikan apakah pembakaran bunga bisa masuk kategori pidana atau tidak.

Nanti kita tunggu dari hasil penyelidikan yang berkaitan dengan pembakaran bunga. Apakah ada yang nyuruh, apakah itu bagian dari kegiatan unras, dari kelompok mana, dari daerah mana. Masih kami identifikasi,” jelasnya.


Sebelumnya, sejumlah elemen buruh dari peserta aksi membakar beberapa karangan bunga di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Pembakaran ini diduga karena massa merasa dihalang-halangi dengan puluhan karangan bunga yang berada di lokasi. (ks)
loading...

Pengamat: Ibarat Petinju, Habib Rizieq Hanya Bisa Berlari-lari di Ring Dan Jago Kandang, Harusnya Ia Segera Dikejar Dan Ditangkap Ketika Kabur Ke Arab

JAKARTA – Pengamat politik, Petrus Salestinus mengibaratkan, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab seperti pemain tinju.

Menurut Petrus, selama ini Rizieq hanya bisa berlari-lari di ring atau seperti jago kandang.

“Menurut saya, dia seperti petinju yang cuma bisa lari di ring tinju, gak bisa lari keluar ring,” kata Petrus kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (29/4/2017).

Menurut Petrus, langkah Rizieq yang memilih pergi ke luar negeri saat kasusnya diusut justru bisa menyulitkan posisinya.

“Jadi salah hitung dia, kalau lari dia pikir aman. Belum tentu aman,” kata pria yang juga koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.

Petrus sendiri mendesak agar Polri tak ragu menangkap dan memproses sang Habib lantaran sudah ada 15 laporan polisi yang menjeratnya.

“Kejar dia dan bawa pulang ke Indonesia. Segera ditangkap saja‎,” pungkasnya.

Sebelumnya, orang dekat Habib Rizieq, Habib Novel Bamukmin membenarkan jika Habib Rizieq sedang tidak berada di tanah air.


“Saat ini Habib Rizieq sedang umrah, sudah tiga hari yang lalu berangkat Selasa (25/4/2017) kemarin. Habib Rizieq berserta keluarga datang (umrah) untuk memenuhi undangan Raja Salman,” kata Novel. (ks)
loading...

Nah Loh...!!! Polisi Dalami Dugaan Adanya Pengiriman Foto Porno dari Ponsel Firza ke Habib Rizieq

JAKARTA – Sejumlah percakapan diduga antara Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein d‎itemukan di ponsel milik Rizieq yang disita polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi tengah mendalami apakah ada pengiriman gambar bugil atau tidak di kedua ponsel itu.

“Tentu sekarang masih kami periksa isi ponselnya. Saya belum bisa memastikan, apakah ada itu (pengiriman gambar) atau tidak,” kata Argo di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Argo melanjutkan, ‎penyidik juga belum menemukan siapa yang paling sering berkomunikasi, apakah Rizieq atau Firza.

“Jika sudah ketemu, itu akan dibuka di pengadilan ya,” tutup Argo.


Seperti diketahui, polisi sebelumnya sudah menyita ponsel miliki Habib Rizieq sejak pengusutan kasus dugaan pornografi ini dimulai. Ponsel tersebut didapatkan dari Habib Muchsin Al Attas, yang merupakan Ketua DPD FPI DKI. (ks)
loading...

Heboh...!!! Polisi Sita Ponsel Habib Rizieq, Dan Temukan Percakapan Intens dengan Firza Husein

JAKARTA  – Polisi sudah memeriksa ponsel pribadi milik Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Penyitaan tersebut untuk mengetahui soal adanya percakapan cabul dengan Firza Husein.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dari penyitaan itu,‎ polisi menemukan adanya percakapan intens antara Habib Rizieq dengan Firza.

“‎Intinya ada komunikasi diduga antara Habib Rizieq dengan Firza. Ponsel itu kami dapatkan dari Muchsin (Habib Muchsin Al Attas),” kata Argo di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (2/5/2017).

Namun, dia belum bisa memastikan apakah percakapan antara keduanya berisi konten cabul atau tidak.


“Nanti akan kami dalami dulu karena saya belum bisa memastikan sejak kapan percakapan tersebut dilakukan,” tutup Argo. (ks)
loading...