Gawat...!!! Ahok Kalah Pilkada, Para Preman Dan Koruptor Dapat Angin Segar Beraksi Kembali

JAKARTA - Warganet (netizen) mengomentari sejumlah orang yang diduga preman, yang memungut parkir dengan tarif tertentu di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat. Hal itu menyusul tidak ada lagi mesin parkir di lokasi tersebut.

Padahal sebelumnya, sebanyak lima unit mesin parkir meter dipasang Pemerintah Provinsi DKI di pinggir Jalan Kepanduan II atau dekat lingkungan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo.

Menariknya, artikel yang dimuat oleh Tribunnews.com yang diberi judul "Kalijodo Kembali Dikuasai Preman, Mesin Parkir pun Raib" itu disangkutpautkan warganet dengan hasil Pilkada DKI 2017.

Warganet menilai, kekalahan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat dari pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, berdasarkan hasil real count KPU DKI, menjadi angin segar bagi para preman dan koruptor untuk kembali beraksi.

"Preman, koruptor PNS malas, DPRD, kekumuhan, kebodohan, perlahan mulai muncul dan bergairah dg kalahnya AHOK _DJAROT!! mereka tinggal nunggu waktu yg tepat....tanda tanda sudah mulai bermunculan!! mau diberesin Ahok Djarot ...nambah musuh..engga diberesin katanya masih jabat sampai oct!! (Oktober)," ujar Joni Santoso, Senin (24/4/2017).

"Seharusnya para pemuka agama ikut berperan membereskan kalijodo saat ini bukan hanya raup suara utk pilkada!!!!!! para ulama ..ustad ..FPI FUI . mulai ikut berantas korupsi,kekumuhan, sambil takbir...lebih efektif.lebih mulia!!!!.jangan sampai Take a beer..... take a beer," sambungnya.

"Inilah bibit kekacauan era anise gerindra dan pks...selamat bung. Tidak aapa parkir mahal tidak apa apa kalijodo jadi kumuh..tidak apa apa preman muncul yang penting... MEREKA SEAGAMA..,"  ungkap Avara Wido.

"Ditinggal cuti sebentar saja jadi begini. Apalagi ga ada Ahok-Djarot​ nanti, bisa jadi daerah jualan "jodoh" lagi tuh," kata Belly Djap.

"Ya tiap pilihan ada konsekuensi, pilih no 3 ya ini konsekuensi nya, org pns nya aja uda koar2 ga takut sama ahok, ya iyalah kan uda bentar lagi jabatan nya, biarlah voter no.3 merasakan akibatnya cuma sedihnya ga cuma pendukung no.3 yg kena tp semua, yah Jakarta memang milik semua," tulis Rosniati Lawanto.

Namun tak semua netizen sepakat dengan apa yang disampaikan Joni dan Rosniati. Pasalnya, Jakarta masih dipimpin oleh Ahok-Djarot hingga Oktober 2017 ini, sehingga apa yang terjadi sekarang adalah tanggung jawab keduanya.

"Sekarang masih ahok yang menjabat. Masih wewenang ahok, jadi masih menjadi masalah pemeritahannya di era ahok. Yang baru, pengumuman resmi KPU juga belum, apalagi dilantik. Yuk ah jangan suka nyalahin orang aja. Anies kan belum dilantik. Ga suka, ya ga masalah, tapi bodoh jangan ya," ujar Devi Bunda Octa.

"Gubenurnya kan masih ahok , kok nyalahin anis ?ini sengaja karena ngga ke pilih lagi jadi gubernur ... pada mikir kalau komentar , pendukung ahok emosi aja yang di kedepan kan," tulis Hobbiestsirt.


"Hadeuh hadeuuuhh.... Knp pada ga pake logika sich... Yg masih menjabat kan ahox ...seharusnya masih menjabat yg bertanggung jawab...jgn lempar batu seenak nya...bukan belain pak anis karna saya bukan warga DKI... Tapi yg logis ajh klo mo nyalahin orang....," kata Bro Andre. (nn)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post