Waduh...!!! Gara-gara Nikah Siri, Bupati Cirebon Dilaporkan Cewek Ke Kantor Polisi

CIREBON - Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dilaporkan ke Polres Cirebon Kota dengan tuduhan menipuan seorang wanita warga Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan.

Menurut Yudi Alamsah, kuasa hukum Elly Endriyanti pihaknya sudah membuat laporan resmi ke Polres Cirebon Kota bernomor STPL/304/III/2017/JBR/Cirebon Kota tertanggal 23 Maret 2017 lalu.

Dijelaskan Yudi ,kasus tersebut bermula saat ayah Elly Endriyanti, Juladi, 54, datang ke rumah dinas Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra menanyakan dan menagih janji yang dirinya menjadi tim sukses Sunjaya Purwadisastra saat pencalonan sebagai Bupati Cirebon.

Saat itu Sunjaya berjanji jika anaknya akan diangkat menjadi PNS. Namun saat datang ke pendopo yang merupakan rumah dinas Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra justru meminta dan menanyakan kepada bapak pelapor agar anaknya dijadikan selir saja. Janjinya, mau dibelikan rumah pribadi, mobil dan uang jaminan hidup sebulan Rp 10 juta. Ayah pelapor dan pelapor setuju.

“Akhirnya terjadilah pernikahan (siri,red) September 2014 bertempat di rumah dinas bupati Cirebon. Namun janji rumah, mobil dan uang jaminan hidup tak kunjung direalisasikan. Bahkan Januari 2015 lalu terlapor, justru menelepon dan memberikan talak satu untuk jangka waktu tiga bulan dan setelahnya akan disambung kembali. Sejak itu tidak ada komunikasi lagi dengan pihak pelapor,” kata Yudi.

Terkait dengan laporan tersebut Yudi berharap pihak kepolisian menindaklanjutinya dan melakukan proses hukum. “Kami berharap ada keadilan atas diri klien kami,” tegas Yudi kepada sejumlah wartawan, Rabu (29/3).

Kasat Reskrim AKP Galih Wardani saat dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan laporan tersebut.

Ketika ditanya kemungkinan akan memanggil Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra selaku terlapor, Galih belum bisa memastikan.

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra ketika dikonfirmasi membantah atas apa yang dituduhkan kepadanya. Bupati juga belum menerima surat panggilan dari kepolisian jika bener membuat laporan polisi. “Silahkan saja laporan itu mah biasa dan sampai saat ini saya belum menerima surat panggilan,” kata bupati.


Bupati juga menegaskan jika laporan yang dibuat itu ternyata laporan palsu dan tidak ada buktinya, maka dirinya akan melakukan tuntutan balik kepada pelapor. “Kalau laporannya palsu akan dituntut balik,” kata bupati Sunjaya. (poskota)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post