Sangat Setuju... Memobilisasi Agama untuk Syahwat Politik, Nyata-Nyata Penistaan Agama

JAKARTA - Aksi-aksi memobilisasi massa dengan dalih agama, tetapi niatnya untuk kepentingan syahwat politik dan memecah belah bangsa, adalah senyata-nyatanya penistaan agama.

Komentar itu dilontarkan Syamsuddin Baharuddin dalam twitternya merespons Zuhairi Misrawi.

Syamsuddin merespons pesan Zuhairi, tokoh muda Nahdlatul Ulama yang menulis demikian.

Mengatasnamakan agama untuk memecahbelah, menurut saya, itu merendahkan esensi agama yang menyerukan damai dan harmoni. Zuhairi melontarkan itu terkait aksi 313 massa Forum Ukhuwah Islam (FUI) menggelar salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jumat (31/3/2017) yang niatnya politik terkait Pilkada DKI Jakarta.

Abu Ali pun menulis bahwa masjid selain tempat ibadah tempat untuk mewujudkan ukhuwah antar sesama manusia bukan tempat penebar intoleransi.

Pesan ini pun merespons Zuhairi yang mengeritik penggunaan tempat ibadah untuk kepentingan politik. Zuhari menulis seperti ini.

Sejak Pilkada DKI ini, Istiqlal yang dulu simbol peradaban Indonesia, kini berubah menjadi simbol politisasi agama. Sedih sekali.

Lalu A. Mustofa Bisri‏menulis demikian:

Persoalan  pribadi kita janganlah kita biarkan memengaruhi dan merusak hubungan baik kita dengan sesama.

Zuhairi Misrawi‏ dengan akun @zuhairimisrawi juga menulis seperti ini:

Melihat pergerakan kelompok ekstremis yang kerap memolitisasi agama tidak susah. Saat Pilkada DKI, mereka keluar dari sarangnya.

Sementara itu, peneliti senior dan pengamat politik dari LIPI Syamsuddin Haris‏ juga menulis demikian di twitternya.


Debat pribumi & nonpribumi adalah sia2. Tak seorangpun di antara kita yg benar2 pribumi. Nenek moyang kita semuanya imigran alias nonpribumi. (netralnews)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post