Mantap... Dalam Foto Surat Suara, Basuki-Djarot Angkat Simbol Nasionalisme

JAKARTA - KETUA KPU DKI Jakarta Sumarno memastikan terdapat perbedaan foto calon wakil gubernur petahana Djarot Saiful Hidayat di surat suara putaran kedua. “Yang berubah ialah foto paslon 2. Sesuai permintaan, yang putaran pertama (Djarot) tidak pakai kopiah, di putaran kedua pakai,” ujar Sumarno, kemarin.

Selain foto Djarot, yang berbeda tentu tidak adanya foto paslon nomor urut satu Agus-Sylvi. Perubahan lainnya terdapat keterangan ‘putaran kedua’ di surat suara dan bentuk surat suara yang lebih kecil.

Menurut Djarot, keputusannya menggunakan peci sesuai dengan usulan tim pemenang­an Basuki-Djarot.

Djarot menuturkan peci bukan hanya simbol umat Islam. Sejak Indonesia merdeka, para tokoh negara juga kerap menggunakan peci dan diidentikkan sebagai simbol nasionalisme. “Peci ini sebagai simbol nasional, yang memopulerkan itu Bung Karno,” katanya.

Sementara itu, calon Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama mengunjungi tiga warga yang sakit, kemarin. Salah satunya, keluarga Siti Hadijah, 70, di Jalan Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Suami Hadijah, Abdul Gani, 77, sakit stroke dalam 6 tahun terakhir.

Basuki mengatakan datang untuk memberi semangat kepada warga yang sakit. Dia tak menyinggung soal kampanye saat menjenguk warga. Dia mengaku tak peduli apa yang menjadi pilihan para warga sekitar. “Ya, ngobrol saja, kasih semangat kan, ada beberapa kan sudah pasti enggak bisa pilih kita juga kan. Minimal kita ya doanya aja gitu, loh,” ujar Basuki. (MI)



Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post