Mantap...!! Ada Kata ‘Pakai’ saat Pidato, Ahok Dianggap Tak Lakukan Penistaan Agama

JAKARTA – Guru besar linguistik Universitas Indonesia Rahayu Surtiati menjadi saksi ahli yang diperiksa dalam sidang ke 15 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Di persidangan, Rahaya menyebut  pidato yang disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September, tak menunjukkan jika Ahok menyebut Al Quran adalah sumber kebohongan.

“Karena Al Quran tidak bisa bohong. Tapi orang bisa menggunakan apapun (termasuk Al Quran) untuk berbohong,” ujar Rahayu di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (21/3/2017).

Dari pidato Ahok, ia mengkaji jika tujuan Ahok mengungkapkan itu lantaran ada pihak-pihak yang menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 untuk membohongi warga.

Hal itu terlihat dari adanya kata ‘pakai’ yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut.

“Karena ada kata ‘pakai’ dijadikan alat untuk membohongi. Seandainya pembicara menggunakan kata ‘merujuk’ berarti Al Maidah yang menjadi sumber. Tapi dia tak menggunakan kata tersebut,” ungkapnya.


Diketahui, kata ‘pakai’ menjadi perdebatan dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Mengingat dalam transkrip yang diupload Buni Yani dalam akun facebooknya tak menuliskan kata ‘pakai’, sementara Ahok ngotot tak melakukan penistaan agama lantaran ia menyebut kata ‘pakai’. (KS)
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

1 comment

ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
pin bb#58ab14f5

Balas