Wow... Polisi Siapkan Surat Perintah Penjemputan Paksa Jika Rizieq Tak Hadir Dalam Pemeriksaan

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan, hari ini Polda Jawa Barat menjadwalkan pemeriksaan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan penodaan terhadap lambang negara, Pancasila.

Bila Rizieq tak datang tanpa alasan yang jelas, pihaknya akan mengeluarkan surat perintah untuk menjemput tersangka. Saat ini menurutnya, penyidik telah mengirimkan surat pemanggilan.

"Kalau tidak hadir, kami akan layangkan panggilan kedua dengan surat perintah membawa," kata Anton Charliyan, Selasa (7/2/2017).

Dijelaskannya, setiap warga negara yang tinggal di Indonesia, harus taat hukum, semua sama dihadapan hukum. Anton pun mempersilahkan Rizieq Syihab untuk mengajukan praperadilan.

Sebelumnya Juru bicara FPI Slamet Ma'arif mengatakan Habib Rizieq disebut tidak dapat memenuhi panggilan tersebut karena alasan kesehatan.

"Besok (hari ini-red) kan pengacaranya ke sana (Polda Jabar). Habibnya kurang sehat, kecapekan biasa, uzur syar'i atau halangan yang dibenarkan secara agama," kata Slamet.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah Polda Jabar melakukan gelar perkara ketiga.

Rizieq dilaporkan ke polisi oleh putri Proklamator, Sukmawati Soekarnoputri. Rizieq diduga melakukan penodaan terhadap lambang negara.

Menurut Sukmawati, Rizieq Shihab juga pernah menyatakan 'Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala'.


Kalimat itu disampaikan Rizieq sewaktu ceramah di depan Gedung Sate, Bandung, Jabar, enam tahun lalu. (netralnews)
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments