Wah Ketahuan...!! Agus Ajak Pendemo Ahok untuk Umroh VIP

PANTURAPOS.COM - Pada minggu tenang ini, Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono melakukan umroh ke tanah suci Mekkah. Sebuah ibadah yang bisa dilakukan oleh orang-orang kaya. Kalau yang rakyat jelata seperti saya, harus nabung bertahun-tahun dulu. Hoho

Umroh merupakan kegiatan yang baik dan positif bagi ummat Islam. Tanah Mekkah adalah mimpi dari mayoritas muslim di seluruh dunia, termasuk salah satunya adalah warga Indonesia.

Saya beranggapan bahwa sah-sah saja Sandiaga dan Agus pergi berumroh. Bagus! Tempat terbaik untuk berdoa memang di tanah suci. Kalau ada haters Sandiaga dan Agus bilang itu hanya pencitraan dan seterusnya, mungkin mereka tak perlu dengarkan. Sebab pencitraan dengan Allah dengan datang langsung ke Mekkah itu hal yang dibolehkan.

Tapi saya di sini tidak berniat untuk membahas soal umroh kepergian Agus dan Sandiaga ke Mekkah, melainkan kepergian orang-orang yang bersama mereka. Menemani umroh atau entah apalah namanya.

Dalam foto yang beredar luas hari ini, ada beberapa orang yang umroh bersama Agus dan nampak seperti tim suksesnya, sebab menggunakan atribut lengkap nomer satu. Berpose manis bersama anak mantan Presiden yang sering curcol di twitter.

Setelah saya amati beberapa menit, ternyata ada Ustad Ahmad Alhabsy dalam foto tersebut. Saya ingat ustad yang satu ini sudah menolak Ahok sejak 2014 bersama FPI. Saat itu dia menilai Ahok adalah orang yang sombong “Nah yang sombong itu iblis, dan iblis harus dilawan. Islam enggak pernah takut dengan siapa pun. Kita enggak pernah cari lawan. Kita cinta damai, dan kita enggak takut mati kalau ada yang cari masalah,” kata dia.

Selain itu, dalam aksi kasus Ahok, Alhabsy juga ikut berorasi, sepanggung bersama Rizieq. Sama seperti yang lain, dengan dalih aksi bela Islam, mereka salurkan kebencian dan kampanye nya untuk tidak memilih Ahok.

Selain Alhabsy, ada juga Munahar, dia adalah PWNU DKI. Berbeda dengan Alhabsy yang tidak secara jelas mengakui berpihak pada Agus Sylvi, Munahar ini pernah mengatkan bahwa semua elemen PWNU DKI mendukung pasangan nomer satu. Padahal seharusnya NU tidak berpihak ke calon manapun.

Tapi dengan berangkatnya mereka bersama-sama dengan pesawat yang sepertinya kelas eksekutif, umroh bersama Agus, menjadi semakin jelas narasi besar yang selama ini dibangun oleh FPI dan kelompoknya.

Aksi-aksi bela Islam itu hanyalah alat untuk menjelek-jelekkan Ahok. Provokasi demi agama dan Tuhan, padahal tujuannya hanyalah uang dan kekuasaan, memenangkan salah satu calon.

Pimpinan dan massa

Saya jadi teringat dengan massa yang katanya jalan kaki, atau datang dengan sendal jepit usang. Mereka luar biasa, hidup dalam kesederhanaan bahkan kekurangan. Namun pimpinan demo seperti Rizieq, tiap demo gonta-ganti mobil mewah yang harganya milyaran rupiah. Lalu sekarang, sebagian dari aksi-aksian ini diajak umroh dengan pesawat eksekutif. Luar biasa senangnya.

Sementara massa yang berhasil mereka provokasi, dijadikan alat dan dibodoh-bodohi, sampai hari ini masih tetap naik angkot ke mana-mana. Sudahlah tak dapat menikmati indahnya Mekkah, tak dapat menunggangi mobil mewah, terkuras tenaga dan emosinya, masih juga dijejali dengan pemahaman-pemahaman salah.

Di minggu tenang ini saya merasa sudah cukup melawan provokasi dengan provokasi. Sekarang saatnya saya menulis dengan damai. Mari sama-sama lihat foto tersebut, betapa senangnya mereka yang bisa umroh dengan fasilitas nomer satu. Lihatlah.

Silahkan dipikirkan dan dijawab sendiri, apakah kalian masih yakin selama ini berdemo dan berteriak Allahuakbar untuk Allah? atau hanya karena ikut-ikutan karena terlanjur ngefans dengan para tokoh dan pimpinan demo? Silau dengan Alhabsy, terpukau dengan Rizieq dan seterusnya.

Jika selama ini hanya karena ikut-ikutan, semoga artikel saya ini dapat menyadarkan semua alumni 212. Lihatlah dengan mata hati, ini hanya tentang kekuasaan. Demo dan aksi-aksi tersebut hanya untuk Tuhan tanpa huruf h.


Terakhir, untuk pembaca seword.com yang mungkin saja kenal dengan orang-orang dalam gambar tersebut. Tak perlu mencemooh atau menghujat. Mereka sedang melaksanakan ibadah umroh dan itu benar. Kita tak perlu memikirkan dari mana uang dan fasilitas nomer satu tersebut. Biarlah mereka menikmati semuanya dengan riang gembira, penuh dengan tawa-tawa syariah. (seword)
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

1 comment