Tokoh Agama Garis Keras Banyak Terjerat Kasus, Kata Pengamat: Polisi Jangan Takut Untuk Memprosesnya

JAKARTA – Pengamat Kepolisian, Edi Hasibuan meminta agar polisi tak takut memproses hukum sejumlah ulama dan tokoh ormas Islam yang kini tengah terjerat kasus hukum.

Menurut Edi, semua orang memiliki status dan kedudukan sama di mata hukum, termasuk ulama.

“Mau ulama atau orang biasa, hukum itu sama. Tak boleh pandang bulu. Kalau memang (ulama) kena kasus, ya harus diusut,” kata Edi kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Ilmu Kepolisian ini menilai, ada tekanan untuk tak memproses hukum sejumlah tokoh agama itu. Namun, hukum harus ditegakkan.

“Kredibilitas polisi diuji. Jika dia berani menindak siapa pun yang melanggar hukum, tentu masyarakat akan memberikan apresiasi,” tutup mantan anggota Kompolnas ini.

Seperti diketahui, dalam beberapa kali orasinya, Habib Rizieq meminta agar polisi menghentikan proses hukumnya. Menurutnya, polisi tak boleh mengkriminalisasi ulama karena pemuka agama itu bertugas untuk mewartakan kebaikan.


Tercatat delapan kasus berbeda yang menjerat Rizieq dan tengah ditangani Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya. Sementara, Munarman terkena kasus dugaan penghinaan pecalang di Bali, dan Bachtiar Nasir terkena kasus dugaan pencucian uang/korupsi. (kriminalitas)
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments