Breaking News

Tersangka Suap Proyek Jalan di Maluku, Ini Gaya Ngeles Yudi Widiana

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka baru dalam perkara suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016. Yudi diduga menerima suap Rp 4 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng.

Namun Yudi membantah dugaan tersebut. “Tidak benar (telah menerima suap). Sejauh ini pun, tidak pernah ditunjukkan kepada saya fakta bahwa saya telah menerima dana sebesar itu,” kata dia melalui pesan singkat kepada Tempo, Senin, 6 Februari 2017.

Yudi juga membantah mengenal Aseng. Ia mengatakan tidak pernah berhubungan dengan Aseng, baik langsung maupun tidak langsung. “Baik dalam pembicaraan aspirasi apalagi uang,” kata dia.

Menurut Yudi, dirinya tidak pernah diberi kesempatan untuk memimpin rapat terkait Bina Marga walau ia merupakan pimpinan komisi. “Sejauh keterangan saudara Aseng di pengadilan pun, yang bersangkutan tidak mengenal saya,” kata dia.

Selain Yudi, KPK juga menetapkan anggota Komisi V DPR, Musa Zainudin. KPK menduga Musa menerima uang sebesar Rp 7 miliar dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Pemberian uang tersebut diduga agar keduanya melakukan atau tidak melakukan terkait dengan proyek di Kementerian PUPR,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah. Penetapan dua tersangka baru menambah daftar panjang pelaku korupsi dalam perkara yang telah diusut KPK sejak awal 2016 itu. Secara total, KPK telah menetapkan 10 tersangka. Febri mengatakan masih ada kemungkinan jumlah tersangka terus bertambah.


Perkara ini terungkap setelah KPK menangkap tangan anggota Komisi V DPR, Damayanti Wisnu Putranti. Ia ditangkap bersama dua asistennya yaitu Julia Prasetyarini dan Dessy Ariyati Edwin, serta Abdul Khoir. KPK kemudian menetapkan empat tersangka lain yaitu anggota Komisi V Budi Supriyanto dan Andi Taufan Tiro, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX Maluku Amran HI Mustary, dan Aseng. (tempo)
loading...

No comments