Breaking News

Nah Loh...!!! Dianggap Tidak Senonoh, Mendagri Akan Kirim Tim Investigasi Ke Nias Untuk Selidiki Aksi Kecupan Masal Yang Dilakukan Para PNS

JAKARTA - ‎Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengirimkan tim investigasi guna mencari tahu persoalan aksi ciuman massal yang dilakukan pegawai negeri sipil (PNS) Pemda Nias Selatan saat merayakan momen valentine.

Tjahjo menegaskan, pihaknya ingin menanyakan kepada Bupati Nias Selatan Hilarius Duha tentang pertimbangan kegiatan tersebut. Sehingga, kata dia, untuk mengetahui aksi ciuman massal tersebut ‎apakah menjadi kegiatan ritual tahunan yang ada di sana.

"‎Kami sudah minta tim satu orang staf kami untuk ke sana, menanyakan dulu pertimbangannya apa, apa sudah menjadi kegiatan ritual tahunan atau tidak ya itu aja," kata Tjahajo di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (20/2/2017).‎

Sekadar informasi, aksi ciuman massal PNS Nias Selatan ini menjadi viral di lini masa media sosial (medsos) Facebook. Belakangan terungkap PNS yang berciuman bibir itu adalah sepasang suami istri yang menjadi PNS di daerah yang terkenal lompat batu tersebut.


‎Hal ini terungkap lewat akun Facebook resmi Humas Nias. Foto ciuman tersebut lantas mengundang kecaman dari netizen. Dalam keterangan resminya, mereka berdalih puluhan foto saat perayaan valentine tersebut dilakukan oleh pasangan suami istri. (okezone)
loading...

1 comment:

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 7 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) | pin bb : 58cd292c

    ReplyDelete