Lucu... Kejatuhan Habib Rizieq Diprediksi Karena Masalah ‘Hot’ Dengan Perempuan

JAKARTA - ANTASARI Azhar pernah berada pada satu masa di mana dia sangat ditakuti. Orang-orang yang suka bermain-main dengan duit negara bahkan secara hiperbolik menyebutnya sama menakutkan dengan malaikat maut.

Antasari yang nyaris tak pernah tersenyum itu, dengan kumis baplang yang menyeramkan, memang tidak pandang bulu dalam menindak koruptor. Bahkan besan presiden pun disikatnya.

Lalu kemudian dia dihancurkan. Benar-benar dihancurkan. Dilengserkan dari kursi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), reputasinya dipreteli, dan dia ditendang ke balik bui.

Bagaimana menghancurkannya? Cuma lewat seorang caddy golf yang tidak terlalu cantik dan tidak pula terlalu aduhai.

Kalah jauh dibanding pedangdut-pedangdut kelas tiga yang saban hari wara-wiri di televisi menggoyang-goyangkan bokong dan dada mereka yang sentosa.

Antasari disebut-sebut terlibat dalam asmara segitiga. Dan api cemburu mendorongnya untuk merancang skenario pembunuhan terhadap pesaingnya.

Mirip benar alur kisah dalam sinetron yang diperankan oleh remaja-remaja alay. Konyol dan menggelikan, namun terbukti efektif. Antasari jatuh dan digantikan Abraham Samad, orang yang awalnya disangka bisa mudah disetir.

Perkiraan yang keliru sebab Samad ternyata (nyaris) sama kerasnya dengan Antasari. Bahkan lebih berbahaya lantaran dia lihai pula bermain politik. Samad menjebloskan banyak orang ke dalam penjara. Banyak politisi.

Termasuk politisi dari partai yang saat itu sedang berkuasa maupun partai-partai pendukung pemerintah.
Samad, kita tahu, juga berkesudahan seperti Antasari. Bedanya dia tidak sempat (atau belum?) masuk bui.

Samad yang barangkali dianggap kelewat maju di ranah politik (konon ingin bersaing untuk kursi wakil presiden pada Pemilu 2014) disungkurkan dengan peluru yang kurang lebih sama, perempuan. Di media-media sosial, foto-foto Samad bersama seorang perempuan, termasuk di kamar hotel, beredar.

Sebagaimana Antasari, perempuan yang ditudingkan sebagai idaman lain bagi Samad ini tidak terbukti. Dengan kata lain, tak ada bukti sahih bahwa mereka benar-benar menjalin hubungan percintaan dengan perempuan-perempuan tersebut.

Untuk Antasari cuma secarik foto berdua di lapangan golf. Foto yang dari gesturnya lebih menunjukkan bahwa perempuan itu mengidolakan Antasari, bukan menyukai apalagi mencintainya.

Foto Samad, yang lebih seronok, tak lebih dari rekayasa fotografi. Foto-foto yang telah diedit sedemikian rupa.

Namun setakmeyakinkan apapun, foto-foto itu telah mendorong kejatuhan keduanya. Antasari diseret ke pengadilan dan kemudian divonis bersalah dan dihukum 18 tahun.

Untuk Abraham Samad, dari foto, hantaman baginya bergerak ke arah pengurusan dokumen kependudukan ilegal dan dia dinyatakan bersalah memberikan keterangan palsu dan karenanya harus mundur dari KPK.

Sekarang peluru serupa ditembakkan ke Habib Rizieq Shihab. Di tengah banyak kasus yang menjeratnya dan mengharuskannya menjalani pemeriksaan-pemeriksaan di kantor polisi, tiba- tiba beredar dua berkas yang menghantamnya keras sekali.

Berkas pertama adalah video pendek berisi rekaman suara seorang perempuan yang beredar di Youtube, yang kemudian disambung dengan berkas berupa gambar yang muncul di Twitter dan Facebook.

Berkas-berkas ini merujuk kepada perempuan bernama Firza Husein, dan isinya sungguh sangat mengejutkan, vulgar dan menjijikkan, dan karena itu pula saya kira sebaiknya tidak perlu diungkapkan di sini.

Dalam berkas, Habib terkesan seolah-olah sangat intim dengan Firza Husein. Siapa dia? Jejaknya masih kabur.

Nama Firza pertama kali muncul dan jadi perbincangan publik sejak ditahan polisi terkait dugaan rencana makar yang membonceng aksi 212. Dia seorang di antara yang ditangkap polisi di Hotel San Pasific.

Di sejumlah media dalam jaringan, perempuan ini juga disebut-sebut dekat dengan Keluarga Cendana.

Saya tidak bersepakat dengan beberapa (mungkin banyak) pola pikir dan tindakan Habib Rizieq. Akan tetapi, terhadap kabar mutakhir perihal dirinya dan tudingan bahwa dia terlibat hubungan asmara yang panas dengan Firza yang konon berstatus janda, sampai detik ini terus terang saya belum percaya.

Bagi saya kelakuan seperti itu kelewat rendah dan mustahil dilakukan oleh orang dengan pengetahuan agama yang mumpuni dan sudah bergelar Imam Besar seperti Habib Rizieq.

Lagipula, jika beliau benar-benar berkehendak untuk menikah lagi, bisa dilakukannya dengan mudah, bukan? Sepanjang memenuhi syarat kemampuan, poligami tidak dilarang dalam Islam.

Tidak perlu repot-repot main sembunyi-sembunyian begini. Tak perlu main asmara dengan gaya para pecinta mesum. Pakai mengumbar kata-kata jorok dan difoto-foto pula. Cari penyakit saja.

Habib Rizieq adalah figur publik dan tentunya paham betul bahwa di posisi ini, di posisinya sekarang, dia harus sangat berhati-hati dan cermat dalam melangkah.

Dan saya percaya beliau tidak akan berbuat segoblok dan seceroboh itu -mengorbankan "posisinya" dan "namanya" hanya gara-gara untuk "bersenang-senang sesaat" dengan perempuan.

Belum lagi soal perkembangan teknologi sosial media yang semakin "ampun-ampunan" perkembangannya.

Sekarang ada yang disebut sebagai Fake Chat. Percakapan palsu.

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa berandai-andai berkomunikasi dengan siapapun, termasuk orang-orang terkenal.

Jadi memang banyak kemungkinan yang bisa menjelaskan berkas-berkas itu. Akan tetapi saya lebih percaya ini semua hanyalah cara untuk menyungkurkan Habib Rizieq dan membuatnya masuk comberan, sebagaimana pernah dilakukan terhadap Antasari Azhar dan Abraham Samad. Penyungkuran terkaitpaut politik dan kekuasaan.

Pelakunya bisa saja orang yang sama, atau kelompok yang sama, bisa juga orang atau kelompok berbeda yang terinspirasi pada keberhasilan sebelumnya.

Dan andaikan benar demikian, maka siapapun pelakunya harus segera ditangkap dan diadili. Dan sebelum dibui boleh ramai-ramai diludahi.

Namun sampai di sini muncul pertanyaan lain. Pertanyaan yang tiada kalah pentingnya. Bagaimana seandainya tudingan ini justru benar adanya? Bagaimana apabila hubungan asmara yang berujung kisruh dengan Firza Husein bukan fitnah? Bagaimana jika Habib Rizieq ternyata betul-betul melakukan segala bentuk kemesuman yang dipapar di dalam dua berkas yang menghebohkan itu?


Ah, atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini, saya kira, kita semua sudah tahu jawabannya. [tribunnews]
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments