Keluarga Rizieq Panik, Surat panggilan ditolak, pengantar diusir

JAKARTA - Pimpinan ormas Islam FPI, Rizieq Syihab, dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kasus penghinaan Pancasila pukul 09.00 Wib. Namun sampai pukul 10.30 Wib, belum ada tanda-tanda Rizieq mendatangi Mapolda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa Rizieq tidak menerima surat kedua yang dilayangkan penyidik untuk pemeriksaan Jumat (10/2) ini. Surat dilayangkan pada Selasa (7/2) lalu. Surat itu dilayangkan pada alamat yang tertera saat pemeriksaan pertama sebagai saksi.

"Memang ada info Rizieq dan kuasa hukum ini tidak menerima surat pemanggilan kedua ini,
Tapi kita cek lagi. Karena ini sama dengan pemanggilan terhadap beliau saat jadi saksi saat itu dengan alamat sama," kata Yusri di Mapolda Jabar, Kota Bandung.

Bahkan kata dia, surat yang dilayangkan pada Rizieq itu mendapatkan penolakan dari orang yang ada di dalam rumah tersebut. Menurutnya, cara itu jelas bahwa tersangka tidak menunjukkan sikap kooperatifnya untuk dilakukan pemeriksaan.

"Panggilan kedua, sama dengan alamat yang sama tapi ditolak oleh yang ada di rumah situ, bahkan disuruh pergi pengantar surat, ini salah satu tindakan yang kurang kooperatif bagi kepolisian," ujarnya.

Dia menyatakan ada aturan yang tertera dalam Pasal 216 KHUP yang isinya menghalangi-halangi tugas penyelidikan. Sebagai warga negara yang baik, Rizieq seharusnya kooperatif memenuhi panggilan kedua penyidik.

"Kepolisian berharap Rizieq kooperatif bisa hadir," ujarnya.


Pantauan merdeka.com, situasi di Polda Jabar sendiri masih terbilang normal. Beberapa anggota dari satuan Dalmas berjaga di halaman Mapolda Jabar. Hal itu tentu menjadi antisipasi jika Rizieq hadir apalagi jika harus membawa massa.
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments