Breaking News

Polisi Segera Periksa Munarman Dan Periksa Rizieq

DENPASAR - KEPOLISIAN Daerah Bali segera memanggil juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman untuk dimintai keterangan terkait dengan laporan tokoh masyarakat lintas agama dan organisasi kemasyarakatan di Bali. Munarman dilaporkan telah memfitnah petugas keamanan adat atau pecalang yang tersebar di Youtube.

"Semakin cepat kami mengumpulkan alat bukti, semakin cepat juga kami memanggil pelaku," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja di Denpasar, kemarin (Senin, 16/1).

Saat ini Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali tengah memeriksa enam saksi untuk melengkapi alat bukti, termasuk Zet Hasan, warga muslim Denpasar yang melaporkan Munarman untuk mewakili masyarakat lintas agama dan ormas ke polisi.

Penyidik, lanjut dia, juga memeriksa saksi Ketua Pecalang Bali Made Mudra, Pimpinan Cabang GP Anshor Kabupaten Badung Imam Bukhori, Gus Yadi dari salah satu pondok pesantren di Denpasar, I Gusti Agung Ngurah Harta selaku pembina dan pendiri Yayasan Sandi Murti, serta Arif Melky Kadafuk.

Menurut Hengky, polisi menggunakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156 KUHP.

Hengky menjelaskan meski peristiwa dugaan fitnah tersebut terjadi di Jakarta, kalau menyangkut UU ITE, terlapor bisa dipanggil ke Bali untuk diperiksa.

Imam Bukhori mengatakan informasi yang disampaikan Munarman sangat tidak benar. Fakta di Bali justru berbanding terbalik. Di Bali justru pecalang ikut menjaga keamanan terhadap umat beragama, termasuk umat Islam yang sedang menggelar salat.

"Banyak acara agama di Bali yang melibatkan pecalang. Ini simbol toleransi. GP Ansor sudah bersama-sama membangun keharmonisan di Bali. Ini sudah berlangsung sejak lama, sejak GP Ansor ada di Bali," ujarnya.

Pemeriksaan Rizieq
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menegaskan pihaknya akan segera memanggil pemimpin FPI Muhammad Rizieq Shihab soal pernyataan logo palu arit di uang keluaran terbaru.

"Sebentar lagi kita panggil. Kasus uang bilang palu arit itu. Jelas kok undang-undang mengatur ujaran kebencian," ujarnya, kemarin.

Kapolda menegaskan logo yang dimaksud Rizieq bukanlah logo palu arit. Hal itu juga telah dikonfirmasi Bank Indonesia. "Dilihat, diterawang, jelas logo BI bukan palu arit. Kita akan panggil," ucapnya.

Kemarin, Rizieq kembali dilaporkan atas tudingan penistaan agama. Kali ini yang melaporkan Yanti Khusmiran, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Pernyataan (Rizieq) di Youtube itu, beliau menyatakan Tuhan Yesus itu lahir bidannya siapa? Kami (umat kristiani) terluka. Justru dengan statement seperti ini akhirnya kerukunan antara umat beragama tercerai-berai dan resah," ungkapnya.

Dalam laporannya, Yanti turut menyertakan barang bukti berupa sebuah flash drive berisi video ceramah Rizieq secara keseluruhan yang diduga menistakan agama dan potongan gambar dari video tersebut dari situs Youtube.

Sebelumnya, Rizieq dilaporkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), mahasiswa Student Peace Institute (SPI), dan Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama (Rumah Pelita) dalam kasus yang sama.

MEDIAINDONESIA.COM



loading...

1 comment:

  1. mari coba keberuntungannya disini F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G
    Kontak bbm 5EE80AFE :D

    ReplyDelete