Markasnya Banyak yang Dirusak FPI, Ormas GMBI Akan Laporkan Kasusnya Ke Polisi

JAKARTA - BENTROKAN yang terjadi antara massa Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) saat pemeriksaan Rizieq Shihab di Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kamis (12/1) kemarin, berbuntut panjang.

Sebuah markas Sekretariat GMBI di Bogor dibakar diduga oleh massa FPI. Sedangkan Sekretariat GMBI di Tasikmalaya dan Ciamis juga dilaporkan dilempari massa FPI.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, membenarkan informasi tersebut. Khusus untuk pembakaran markas GMBI di Bogor, aparat kepolisian sudah memeriksa 20 orang dari massa FPI dan dimintai keterangan di Mapolres Bogor.

"Sudah, sudah kita amankan 20 orang dari massa yang diduga mengetahui aksi pembakaran tersebut," ungkap Yusri di Mapolda Jabar, Jumat (13/1).

Menurut Yusri, tindakan pembakaran yang terjadi di Bogor dipicu oleh pemberitaan bohong (hoax) di media sosial yang menyebutkan adanya aksi penyekapan oleh massa GMBI di Bandung.

"Jadi semua berdasarkan provokatif medsos sehingga terjadi aksi di beberapa wilayah" ujar Yusri.

Adapun untuk kasus di Tasikmalaya dan Ciamis, Yusri mengatakan bahwa motifnya hampir sama yaitu dipicu informasi palsu. Namun untuk kasus di dua wilayah itu, Yusri mengatakan bahwa yang ramai diberitakan di medsos ialah adanya kasus penusukan oleh GMBI sehingga menyulut amarah FPI di kedua wilayah tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kasus tersebut akan didalami lebih serius oleh aparat keamanan.

"Kita dalami terus, karena ini sudah kriminal murni. Namun untuk kasus Tasikmalaya dan Ciamis, kita masih terus upayakan menggali informasi pelakunya," ujarnya.

Yusri pun berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab dan belum tentu kebenarannya.

"Tolonglah menjadi masyarakat pembaca yang cerdas dan tidak mudah terprovokasi," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum GMBI, Muhamad Fauzan, sangat menyayangkan kasus pengrusakan dan pembakaran yang dilakukan oleh massa FPI. Dia menyatakan pihaknya akan menempuh upaya hukum atas kasus tersebut.

“ Secara pribadi saya tidak bisa menerima tindakan anarkis yang dilakukan oleh mereka (FPI) dan akan menempuh upaya hukum," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia melalui sambungan telepon.

Fauzan mengatakan bahwa bentrok yang terjadi di Polda Bandung adalah akibat dari pemukulan awal terhadap salah seorang anggotanya oleh massa FPI sehingga dari kasus pemukulan tersebut berbuntut aksi penyerangan kembali terhadap massa pendukung Rizieq Shihab.

"Wajar kalau rekan-rekan (GMBI) membalas akibat dari tindakan pemukulan sebelumnya," ujarnya.

Namun, ia pun sudah menginstruksikan kepada rekan-rekannya di seluruh wilayah, baik cabang maupun ranting di Indonesia, untuk dapat menahan diri guna tidak terjadi lagi gesekan yang lebih besar.

"Api dibalas api tidak menyelesaikan masalah, biar masyarakat saja yang menilai siapa preman yang sesungguhnya," pungkasnya.

MEDIAINDONESIA.COM



loading...

#Tags

Blogger
Disqus

1 comment

Hai...penggemar BOLA, info : 5ee80afe
Komunitas Sepak Bola terbesar di Indonesia :)

Balas