Kata Pengamat, Penetapan Rizieq Sebagai Tersangka Jadi Kado Istimewa Bagi Demokrasi

JAKARTA - Perubahan status Imam Besar Front Pembela Islam Muhammad Rizieq Shihab sebagai tersangka atas kasus penistaan agama dianggap sebagai kado bagi persatuan dan kesatuan bangsa yang disimbolkan dengan Pancasila.

Sebelumnya secara beruntun Rizieq telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat sore, 30 Desember 2016, terkait dengan konten ceramahnya pada 25 Desember 2016 di Pondok Kelapa yang dianggap menghina agama Kristen, hingga mengakibatkan Rizieq dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama.

"Kalau Rizieq jadi tersangka menjadi hadiah pancasila. Untuk Indonesia dan demokrasi kita," ungkap pengamat politik islam Zuhairi Misrawi, dalam sebuah diskusi di Rumah Lembang, Jakarta Pusat (18/1).

Menurutnya, hestek "Rizieqend" yang sempat menjadi trending topic disebut Zuhairi dapat menjadi jalan menuju demokrasi yang selama ini dianut warga negara indonesia.

"Sekarang di twitter sudah rame trending topic rizieq end. Mudah-mudahan ini menjadi jalan menuju demokrasi. Saya berharap hattric tersangkanya," pungkasnya.

Lebih lanjut, Zuhairi menambahkan, sedianya demokrasi dapat menjadi instrumen dalam mengubah suatu negara menjadi lebih baik, termasuk dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia dan kedamaian berbangsa dan bernegara.

"Mari jaga demokrasi ini. Demokrasi ini mahal sekali.  Berdarah-darah harus rayakan bersama-sama. Tujuan demokrasi substansif. Jaga kedamaian. Perbedaan apapun sesungguhnya kita adalah satu," terangnya.


JITUNEWS.COM
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

1 comment

F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G Aman dan terpercaya
Info lebih lanjut : 5ee80afe :)

Balas