Indramayu


Cirebon


Subang


Home » , , » Kata Abdillah Toha, Hikmah Kasus Ahok Membangunkan Kita Adanya Ancaman Kelompok Garis Keras

Kata Abdillah Toha, Hikmah Kasus Ahok Membangunkan Kita Adanya Ancaman Kelompok Garis Keras

JAKARTA  - Kasus dugaan penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyita banyak waktu, energi negeri ini. Namun, di balik kasus ini ada hikmah besar yang penting bagi negeri ini.

Di akhir tahun 2016 lalu, ada pengamat yang menyebut bahwa kasus Ahok merupakan ujian besar bagi negeri ini. Menurutnya, lewat kasus Ahok ini, menjadi ketahuan tingkat kenegarawanan kita sebagai bangsa yang besar.

Melalui kasus Ahok kita menjadi mengetahui bahwa NKRI yang sudah sudah disepakati dan didirikan para Bapa Bangsa, masih belum selesai persoalannya. Buktinya, masih ada riak dan upaya untuk menggoyang NKRI yang didasari ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Dengan kasus Ahok, kita dapat mengetahui tingkat kedewasaan kita dalam kehidupan bebangsa bahwa kita ini berbeda.  Masih ada sikap tidak menerima kepelbagaian, keberagaman lalu berusaha terus memaksakan ideologi dengan satu agama, padahal para pendiri bangsa sudah sepakat bahwa negara ini berdiri bukan atas satu agama, tetapi berbagai agama, suku, ras, dan golongan yang menjadi kekayaan khasanah berbangsa Indonesia.

Pengamat politik dan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha juga melihat ada sesuatu hikmah besar di balik kasus Ahok tersebut. Poltisi yang berseberangan dengan Amien Rais ini melalui media sosial mencoba memberikan pencerahan soal kasus Ahok.

Abdillah Toha ‏dengan akun twitter @AT_AbdillahToha di awal tahun ini menulis demikian:

Ada hikmah besar dari kasus penistaan Ahok. Membangunkan mayoritas warga dan aparat dari tidurnya akan adanya ancaman kelompok garis keras.

Dia juga menulis demikian:

Dari kesaksian para pelapor sidang Ahok hari ini, makin terkuak kebusukan rancangan kriminalisasi kasus ini.Siapa otak dibelakang semua ini?

Abdillah Toha ‏politisi dari Tanah Sunda ini lewat twitter mengingatkan demikian:

Ambisi berlebihan atas kekuasaan bisa membutakan. Nalar tidak berjalan, nafsu mengendalikan, prinsip ditanggalkan, kawan dijadikan lawan.


NETRALNEWS.COM

0 komentar:

Post a Comment