Kasus Habib Rizieq Suruh Bunuh Pendeta Masuk Pidana Serius, Laporanya Dialihkan Ke Bareskrim

JAKARTA – Polda Metro Jaya enggan menerima laporan dugaan ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurut pengacara Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus, mereka terpaksa melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri.

“Alasannya locus delicti (TKP)-nya tak jelas. Jadi untuk lingkup lebih luas, kami diarahkan ke Bareskrim,” kata Petrus kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Petrus mengatakan, ada dugaan ucapan Rizieq yang diputar di Youtube itu terjadi di luar Jakarta. Jika Polda Metro Jaya yang menangani, maka akan kesulitan.

“Semoga di Bareskrim yang memiliki kewenangan lebih luas, kasus Rizieq ini bisa segera diproses hukum,” ungkap Petrus.

Dia sendiri mengelak bahwa kasus ini kurang alat bukti sehingga ditolak Polda Metro Jaya.

“Justru karena ini pidana serius, maka perlu institusi Bareskrim yang menanganinya,” tutup Petrus.

Seperti diketahui, pelaporan ini terkait dengan ancaman pembunuhan yang dilontarkan Rizieq ketika berorasi pada acara FPI tahun 2016 lalu. Saat itu, Rizieq menyinggung soal insiden Tolikara, Papua.


KRIMINALITAS.COM
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments