Indramayu


Cirebon


Subang


Home » , » Fatwa Ulama Tidak Bisa Dijadikan Untuk Mengecap Seseorang Sebagai Penista Agama

Fatwa Ulama Tidak Bisa Dijadikan Untuk Mengecap Seseorang Sebagai Penista Agama

JAKARTA  – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Ganjar Laksmana Bonaprapta mengatakan, penilaian ulama tidak dapat dijadikan pedoman apakah tindakan seseorang dianggap menistakan agama atau tidak.

“Jadi penistaan agama itu kan tindak pidana, diatur oleh KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Maka ada tidaknya penistaan agama ukurannya bukan kata ulama,” ujarnya ketika dihubungi Kriminalitas.com, Selasa (17/1/2017).

Oleh sebab itu, menurutnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun tidak dapat menjadi patokan apakah perilaku yang dianggap menistakan agama itu dapat dikenai hukum pidana.

“Kalau yang dinista agama lain masak pakai fatwa MUI? Jadi orang beragama Islam pun tidak boleh dihukum karena menista agama hanya karena fatwa. Ada proses hukumnya,” terangnya.

Seperti diketahui, salah satu kasus penistaan agama yang menghebohkan adalah yang dituduhkan terhadap Basuki T. Purnama. Soal penistaan agama Ahok ini, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang menyebut Ahok menistakan Alquran karena ucapannya di Kepulauan Seribu akhir September tahun lalu.


KRIMINALITAS.COM

loading...

1 komentar:

  1. Gabung yuk di F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G
    Ini pin bbmnya 5ee80afe :D

    ReplyDelete