Dari 9 Kasus Rizieq, Baru 1 Yang Berstatus Tersangka, Mudah-mudahan Kasus Lain Menyusul, Ini Daftar Lengkap Rizieq

JAKARTA - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab kembali diadukan ke polisi. Pengaduan ini menambah jumlah daftar panjang kasus Rizieq yang berbuntut ke proses hukum. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, Senin, 30 Januari 2017, melaporkan penyebaran konten berbau pornografi ke Polda Metro Jaya.

Para mahasiswa gersebut memperlihatkan salinan foto berbau porno yang disebut-sebut dilakukan oleh Rizieq Syihab. "Seharusnya tidak boleh disebar karena bisa menimbulkan kekacauan yang masif," kata Ketua Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, Jefri Azhar.

Juru bicara FPI, Slamet Maarif, mengatakan segera melaporkan pelaku penyebar gambar itu ke kepolisian. Slamet mengaku telah mengantongi nama pelaku. "GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) akan segera melaporkan secepatnya. Pasti ada (nama), tunggu GNPF melapor," kata Slamet.

Sebelumnya, sejumlah kalangan melaporkan Rizieq terkait dengan ujaran kebencian. Di antaranya soal logo Bank Indonesia pada uang rupiah baru yang menurut Rizieq terdapat gambar palu-arit (simbol komunis). Rizieq juga diadukan dalam berbagai kasus, seperti penistaan agama.

Dari sekian banyak kasus, baru satu yang menjerat Rizieq sebagai tersangka, yaitu penodaan terhadap simbol negara, Pancasila, yang diproses Polda Jawa Barat. Berikut ini deretan pengaduan publik kepada kepolisian atas dugaan ujaran kebencian Rizieq.

27 Oktober 2016 (1)
Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq ke Kepolisian Daerah Jawa Barat karena dianggap menodai Pancasila, sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 320 KUHP dan/atau Pasal 57a juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

26 Desember 2016 (2)
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia melaporkan Rizieq terkait dengan ceramah Imam Besar FPI itu dalam situs YouTube yang dianggap melecehkan umat Kristen ke Polda Metro Jaya. Rizieq dituduh melanggar Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

27 Desember 2016 (3)
Student Peace Institute melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan, sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.


30 Desember 2016 (4)
Laporan dugaan ujaran kebencian juga dibuat Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama). Ucapan Rizieq dinilai memecah-belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, memecah-belah umat Islam, serta menimbulkan rasa benci terhadap sesama.

8 Januari 2017 (5)
Jaringan Intelektual Muda Antifitnah melaporkan Rizieq perihal ceramahnya soal mata uang baru berlogo "palu-arit" ke Polda Metro Jaya. Rizieq dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

10 Januari 2017 (6)
Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya. Menurut Solmet, warga negara Indonesia merasa tersinggung karena tidak terima dengan pernyataan Rizieq ihwal logo palu-arit dalam lembaran uang rupiah baru.


25 Januari 2017 (7)
Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, menyampaikan ada yang melaporkan pemimpin FPI, Rizieq Syihab, mengenai ucapan bahasa Sunda sampurasun yang diplesetkan menjadi "campur racun". Pelapornya adalah Angkatan Muda Siliwangi pada 24 November 2015 ke SPKT Polda Jabar dengan nomor surat LPB/967/XI/2015/JABAR tertanggal 24 November 2015. Kasus ini tengah ditangani Subdit II Ditreskrimsus Polda Jabar.

Tanah Megamendung (8)
Anton juga menyebutkan bahwa Rizieq Syihab diduga terkait dengan penyerobotan dan pemilikan tanah negara tanpa hak. "Kami masih menyelidiki. Itu baru dugaan," ujar Anton pda 25 Januari 2017. Tanah yang dimaksud, yaitu lahan Perhutani di Megamendung, Bogor, dekat rumah Rizieq.

30 Januari 2017 (9)
Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, melaporkan penyebaran konten berbau pornografi yang diduga Rizieq Syihab dan Firza Husein ke Polda Metro Jaya.


Ketika bertandang ke DPR, Rizieq berharap persoalan hukum yang membelitnya diselesaikan secara kekeluargaan. Rizieq menginginkan ada yang bersedia menjembatani dialog dengan pelapor. "Alangkah baiknya itu didialogkan secara kekeluargaan," kata Rizieq di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2017. (TO)
loading...

Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Masjid, Masyarakat Jakarta Sangsikan Kualitas Sylvi, Karena Masyarakat Inginkan Pemimpin Yang bersih

JAKARTA – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, terseret dalam proses hukum sejumlah kasus. Pengamat Politik, Emrus Sihombing menilai kasus yang menyeret Sylviana ini akan berpengaruh pada elektabilitasnya.

“Apalagi jika itu terbukti benar. Tentu dia akan dirugikan secara elektabilitas,” kata Emrus kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Emrus mengatakan, sebagian masyarakat tentu akan menyangsikan sosok Sylviana, apalagi kasus yang menyeretnya adalah korupsi. Namun lantaran belum ada kekuatan hukum tetap, publik kemungkinan akan memandangnya sebagai kasus biasa.

“80 persen masyarakat Jakarta itu adalah pemilih rasional. Artinya mereka memilih berdasarkan rekam jejak dan prestasi. Soal latar belakang biasanya dikesampingkan,” ungkapnya.

Dosen Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan ini mendesak agar tim sukses Agus-Sylvi lebih pintar memainkan isu agar tak terjebak terlalu dalam.

“Jika dibiarkan terus, akan membuat Sylvi ini terkena dampaknya,” tutupnya.

Kasus yang menyeret nama Sylvi dalam proses hukumnya adalah dugaan pembangunan masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Saat pembangunan masjid itu, Sylvi menjabat sebagai Wali Kota Jakpus.


Selain itu, Sylvi juga menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kwarda Pramuka Pemprov DKI tahun anggaran 2013-2014. (KS)
loading...

Loh Kok, Diperiksa Kasus Korupsi Masjid, Kubu Sylvi Malah Merasa Difinah

JAKARTA -- Sylviana Murni menyatakan pihaknya enggan mengajukan pra-peradilan untuk dua dugaan korupsi yang menyeret namanya.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara silaturahmi dengan Forum Betawi Rempug (FBR) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017) malam.

Sebelumnya calon wakil gubernur Jakarta nomor pemilihan satu itu menjalani pemeriksaan dugaan korupsi Masjid Al Fauz di Dittidpikor Bareskrim Polri.

"Kita tidak perlu ajukan pra-peradilan karena lebih penting terjun lansung mendengarkan aspirasi warga dan wujudkan mimpi mereka untuk hadirnya gubernur baru," ujarnya.

Ia pun meminta para relawannya termasuk FBR untuk tidak melakukan serangan balik dengan cara yang sama.


"Kita tidak ingin setara dengan mereka yang melakukan tidak sportif. Jangan kita fitnah balik, kita buktikan saja kalau kita pantas dipilih oleh rakyat," ungkapnya. (WK)
loading...

Sudah Mangkir Tiga Kali Dalam Persidangan, Saksi Pelapor Ahok Bikin Gaduh Ditempat Sidang, Kena Semprot Hakim Deh

JAKARTA – Saksi pelapor kasus penistaan agama Basuki T. Purnama, Ibnu Baskoro akhirnya hadir di persidangan. Ibnu merupakan salah satu saksi pelapor yang telah tiga kali absen dalam persidangan.

Ia menjadi saksi ketiga yang dihadirkan pada persidangan kedelapan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Saat memasuki ruang sidang, Ibnu sempat membuat kegaduhan. Hal itu lantaran ia memasuki ruang sidang sambil mengucapkan takbir sebanyak tiga kali.

Mendengar hal itu, majelis hakim pun langsung menegur saksi. Menurutnya, saksi tak diperkenankan mengeluarkan pernyataan selain yang ditanyakan majelis hakim dan tim kuasa hukum.

“Bukan kami tidak menghormati agama, tapi ini guna mengikuti jalannya tata tertib persidangan. Jadi saya anggap saudara bisa mengerti hal tersebut,” kata majelis hakim.

Di dalam persidangan, Ibnu mengaku hanya menonton video Basuki T. Purnama yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 selama 35 menit. Padahal video tersebut berdurasi 1 jam 48 menit.


“Awal sampai menit ke-35 saya tonton dan saat terdakwa minum es kelapa muda saya juga lihat,” ujar Ibnu. (KS)
loading...

Pak Ma'ruf, Tolong Jujur Apakah Ada Telepon Dari Pak SBY? Untuk Kelurkan Fatwa

JAKARTA - Tim penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terus mencecar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dalam persidangan perkara dugaan penistaan agama, di auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (31/1).

Humphrey Djemat selaku penasihat hukum Ahok menuding Ma'ruf berafiliasi dengan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu. Dukungan tersebut, tersirat lewat beberapa kali pernyataan Ma'ruf yang dicatat oleh media massa.

"Anda menyebut pasangan calon nomor satu adalah terbaik, di berita-berita ada. Itu Anda katakan saat pasangan calon nomor urut satu menemui Anda di kantor PBNU?" kata Humprey dalam persidangan.

Dia menilai Fatwa MUI terkait Ahok menista agama dan ulama sudah berpihak. Sebab, Ma'ruf memberikan dukungannya pada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Ma'ruf lantas membantah tuduhan tersebut. Dia menyebutkan bahwa kedatangan pasangan calon nomor urut satu ke PBNU bukan atas undangannya, melainkan Ketua PBNU Said Aqil Siradj.

Saat itu, Ma'ruf mengaku berada di lantai empat Gedung PBNU saat Agus datang. Oleh Said Aqil, Ma'ruf diminta untuk bertemu.

Humprey juga bertanya apakah Ma'ruf sebelum pertemuan itu sempat mendapatkan telepon dari Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menerima pasangan nomor urut satu saat mendatangi PBNU. Humphrey juga bertanya apakah benar sebelum pertemuan itu SBY juga meminta Ma'ruf untuk mengeluarkan fatwa terkait kasus Ahok.

"Apakah ada telepon dari Pak SBY yang mengatakan mohon diatur agar Agus dan Sylvi bisa diterima di PBNU? Yang kedua apakah Pak SBY meminta mohon diatur segera keluarkan fatwa atas kasus dugaan penistaan agama?" tanya Humprey.

Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, saat menghadiri sidang Ahok, Selasa (31/1). Foto: Pool/Isra Triansyah/JPNN.com

Menanggapi itu, mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada era SBY itu membantahnya. "Tidak ada," tegas Ma'ruf. (TN)
loading...

Nah Loh, Dulu Kasus Ahok Didesak Segera Diusut, Giliran Mpok Sylvi Kena Kaus, SBY Bungkam

JAKARTA -- Menanti sikap dan suara Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait proses hukum calon Wakil Gubernur DKI yang diusung Demokrat, Sylviana Murni.

Hal itulah menurut Pengamat Politik Formappi Sebastian Salang kepada Tribunnews.com, Selasa (31/1/2017).

Sebastian mundur kebelakang untuk menjelaskan bahwa kasus yang diduga melibatkan calon kepala daerah, diusulkan agar tidak diproses selama tahapan Pilkada sedang berlangsung. Hal itu ditindaklanjuti dengan surat edaran Kapolri.

Mengapa? Untuk menghindari permainan politik yang memanfaatkan proses hukum untuk menjegal lawan politik.

Edaran Kapolri itu, mencermati fenomena politik yang potensial saling menjegal lawan politik yang dinilai tangguh oleh pihak tertentu.

Namun edaran itu diabaikan untuk konteks Jakarta, terutama kasus yang menimpa Petahana Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

Pada saat itu, tegas Sebastian Salang, mantan Presiden SBY juga ikut bicara agar Ahok segera di proses atas nama hukum dan keadilan.

"Padahal, edaran Kapolri itu diterbitkan pada masa pemerintahannya," ujar Sebastian Salang.

Tidak ada seorang pun disekitar ayahanda Calon Gubernur Nomor 1 Agus Harimurti Yudhoyono ini yang mengingatkannya bahwa edaran Kapolri itu melarang pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan jika itu terkait dengan Calon kepala daerah.

"Artinya, pernyataan SBY itu merupakan pernyataan resmi Partai Demokrat mengingat posisinya saat ini adalah ketua Partai Demokrat," kata Sebastian Salang.

Namun kemudian muncul suara dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menilai Kepolisian seharusnya menunda pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat maupun pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kwarda Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015.

Kedua kasus itu menyeret nama calon Wakil Gubernur DKI yang diusung Demokrat, Sylviana Murni.

Dengan demikian, menurut Sebastian Salang, pendapat atau pernyataan Agus Hermanto, mengingkari pernyataan pimpinannya di Demokrat yaitu Ketua Umum Demokrat, SBY pada kasus Ahok.

Bahkan dengan terang benderang pernyataan itu bertujuan membela pasangan Agus- Silvy.

Sebastian Salang melihat cara berpikir pejabat publik seperti ini sangat berbahaya, karena penegakan hukum seolah sesuai selera saja.
Karena hukum ditegakkan bahkan dilanggar jika berkaitan dengan orang lain.

Tetapi jika terkait dirinya dan keluarga hukum sebaiknya tidak perlu ditegakkan.

"Inilah yang dikatan "senjata makan tuan". Dulu Ahok ditembak, karena secara politik menguntungkan Agus- Silvy."

"Sekarang, kasus menimpa pasangan anak SBY, besar atau kecil pasti punya dampak terhadap elektabilitas. Hal ini tentu sangat ditakutkan Demokrat," ujar Sebastian Salang.

Lebih lanjut Sebastian Salang katakan, disinilah ujian kenegarawanan sikap mantan Presiden SBY.

Yakni, jika dia negarawan, dorong proses hukum yang sama meski menimpa pasangan anaknya.

Disinilah ujian, apakah hukum ditegakkan bagi semua orang atau hukum boleh berlaku tidak adil jika merugikan kepentingan pribadi dan keluarga.

"Kita tunggu sikap dan suara Pak SBY terkait proses hukum Mpok Silvy," ujar Sebastian Salang.

Dikutip dari kompas.com, Senin (30/1/2017), Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menilai, perlakuan polisi terhadap pengusutan kedua kasus tersebut tidak bisa disamakan dengan pengusutan kasus penodaan agama yang menjerat calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Berbeda dengan kasus Ahok. Kalau Ahok kan kasusnya berbeda. Semua masyarakat meminta kasusnya diselesaikan secara hukum. Dan ini kan sedang diselesaikan," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2017).


Menurut Agus, kasus yang menyeret nama Sylviana tak mendapat desakan kuat dari masyarakat untuk segera diselesaikan, sehingga proses penyelesaiannya bisa menunggu setelah tahapan Pilkada selesai. (TN)
loading...

Widiih... “ Ahmad Dhani “ Beri Dukungan Moral Kepada Pasangan Ahok - Djarot

JAKARTA - Yoram, sekilas penampilannya memang mirip Ahmad Dhani. Namun, berbeda dengan Ahmad Dhani yang kontra dengan Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama, Yoram memilih mendukung calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua itu.

Bahkan, pria 33 tahun yang sering disapa Bukan Dhani itu sempat ikut blusukan bersama Ahok dan para relawan. Dukungan itu diberikan karena hasil kinerja Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang sudah dirasakan banyak orang.

"Kita dukung bapak (Ahok) untuk meyakinkan warga, bahwa pemimpin yang akan kalian pilih sudah terbukti kerja nyata dan jangan melihat dia dari agamanya," kata Yoram di Gedung A Kementerian Pertanian, Jalan R.M. Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).
Hari ini, Yoram sudah nagkring di lokasi sidang Ahok sejak pukul 06.30 WIB. Yoram mengaku baru pertama kali memberikan dukungan untuk Ahok di persidangan.

Yoram ingin warga memahami bahwa Ahok tak pernah bermaksud menghina Islam. Ia juga berharap, saksi hadir semua dan memberikan pernyataan dengan benar.

"(Saksi) Harus datang, supaya (sidang) cepat kelar. Jadi, pak Ahok bisa pimpin Jakarta," ujarnya.

Menurut pria yang berprofesi musisi ini, siapa pun boleh melakukan berunjuk rasa untuk menyampikan dukungan atau penolakan selama sidang Ahok berlangsung. Asalkan, demo dilakukan dengan tertib.


Seperti diketahui, hari ini digelar sidang ke-8 kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Ahok. Lima saksi dari jaksa penuntut umum (JPU) akan dihadirkan, yaitu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahlia, saksi pelapor Ibnu Baskoro, serta dua nelayan Pulau Panggang: Jaenudin dan Sahbudin. (MTN)
loading...

Waduh !!!, Novel Nyatakan Siap Perang Dengan Pemerintah Jika Habib Rizieq Sampai Ditahan Polisi, Sombong Tukang Fitsa Hats Ini

JAKARTA - Sekjen DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Bamukmin meminta pihak kepolisain tidak melakukan penahanan terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, jika Rizieq ditahan maka itu akan mencoreng rasa keadilan. Ia mencontohkan seperti kasus penistaan agama yang menjerat nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kita meminta keadilan, jangan sampai Habib Rizieq ditahan sebagai mana Ahok. Apabila Habib Rizieq ditangkap maka kita umat Islam akan bergerak," ujarnya saat dihubungi arah.com, Senin (30/1).

Baca Juga: Rizieq Tersangka, FPI: Ini Konspirasi untuk Bungkam Suara Islam
Polisi Tetapkan Habib Rizieq Tersangka Penista Pancasila

Ia juga berkomitmen mendukung penuh pengawalan kasus ini dan siap menanggung resiko apapun. Ia bahkan mengungkapkan akan menyatakan perang pada pemerintah pada setiap ceramahnya karena dianggap telah menyerang ulama.

"Kita mendukung apapun resikonya. Habib Rizieq ditetapkan tersangka di manapun saya ceramah saya akan perang untuk melawan pemerintah yang sudah tidak adil yang ingin menyerang kredibilitasnya ulama, yang ingin membunuh karakter para ulama," ungkapnya.


Pasca gelar perkara ketiga sore tadi, Habib Rizieq Shihab resmi ditetapkan sebagai tersangka. Habib Rizieq Shihab diancam dengan pasal 154 a dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun penjara dan pasal 320 dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara. (AA)
loading...

Mahasiswa Desak Usut Tuntas Kasus Perselingkuhan Habib Rizieq Dengan Firza Husein

JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Anti-Pornografi (AMAP) melaporkan peredaran video di Youtube yang memuat konten pornografi, dilengkapi dengan percakapan mesum yang menyebut nama Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein ke Polda Metro Jaya, Senin malam, 30 Januari 2017.

Dalam Laporan Polisi nomor LP/ 510/ I/ 2017/ PMJ/ Ditreskrimsus 30 Januari 2017, AMAP meminta kepolisian segera menelusuri siapa penyebar video, pembuat situs, serta kebenaran isi video tersebut.

“Kita meminta kepada Polri untuk membuktikan keaslian dokumen dan foto ini, benar atau tidak? Karena ini sangat menganggu generasi muda,” tegas Koordinator AMAP, Jefri Ashar, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Desakan senada diserukan massa yang tergabung dalam Lintas Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta dan Umat Muslim Indonesia. Ratusan massa tersebut mendatangi Mabes Polri di Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan pada hari ini, Selasa, 31 Januari 2017.

“Mendesak Mabes Polri untuk mengusut tuntas isu perselingkuhan Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein. Kami umat Islam merasa terganggu atas isu perselingkuhan Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein” tulis massa dalam spanduk yang mereka bentangkan.

Selain spanduk, massa juga membawa poster bergambar Habib Rizieq dan Firza Husein dalam pose semi telanjang seperti yang beredar di Youtube.

Sementara itu, Praktisi Hukum, M. Zakir Rasyidin, berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Sesuai KUHP, setiap ada laporan, Polri sebagai salah satu lembaga penegak hukum wajib memprosesnya, agar apa yang dilaporkan bisa jelas serta tidak memunculkan persepsi yang beragam,” ujar Zakir, saat dihubungi, Selasa (31/1).

Sekjen Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia (Madani) ini meyakini polisi mampu membuka tabir ini dengan segala kecanggihan peralatan yang mereka miliki.

Menariknya, video dugaan perbincangan panas Habib Rizieq dengan Firza Husein juga mendapat perhatian serius dari Ahli Pendeteksi Kebohongan, Handoko Gani.

Lewat akun Twitternya (@LieDetectorID), Handoko mencoba menganalisa apakah video curhatan seseorang yang diduga Firza Husein yang membawa-bawa nama Habib Rizieq itu benar atau hoax.

“Rekaman ini telah saya analisa dengan semua teknik analisa percakapan yang saya kuasai” tulis Handoko.

Menurut Handoko, pernyataan verbal dalam video tersebut merupakan pengalaman nyata yang betul terjadi. “Dan Pernyataan Verbal ini BUKAN scripted (hafalan yang sengaja dibuat). Namun saya perlu verifikasi apa emang ngmg sendiri/ada suara kak Ema” tambah Handoko.


Meski begitu, Handoko meminta publik untuk tidak membuat kesimpulan sendiri. “Jadi, mohon tidak membuat hipotesa/ kesimpulan apapun tentang BENAR/HOAX nya orang2 di WA tsb. SEBELUM ada pembanding WA casual nya” pungkas Handoko mengakhiri cuitannya. (JN)
loading...

Ini Kata Said Aqil : Sangat Keliru Dan Gagal Paham Kalau Orang Masuk FPI Dianggap Membela Islam

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) Said Aqil Siraj menilai pemahaman Ke-Islaman seseorang rendah jika menganggap Front Pembela Islam (FPI) itu membela Islam.

“Kesimpulan saya betapa masih rendah pemahaman mereka terhadap Islam dan Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Kalau orang sudah tertarik FPI dianggap membela Islam itu kan betapa rendahnya pemahaman Islam,” ucap Said Aqil Siraj di kantornya, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Said Aqil Siraj mengatakan, Islam yang moderat adalah pemahaman yang menurutnya harus disebarkan.

“Justru sebaliknya, saya mati-matian menunjukkan Islam toleran. Moderat itulah yang membela Islam dengan mati-matian walau saya sendirian. Walau saya dicaci-maki. Komentar saya betapa masih rendahnya jawaban dari respon koresponden,” ujar Said Aqil Siraj.

Begitu juga pemahaman yang berkembang selama ini, bahwa membela Palestina sama dengan membela Islam.

Said Aqil Siraj menyebut pemahaman itu tidak sepenuhnya benar karena Palestina tidak hanya Islam, agama yang dianut oleh warga negaranya.


“Enggak Islam semua Palestina itu. Kristen banyak, Ateis banyak, ya mayoritas Islam. Pemahaman Palestina itu garis miring Islam enggak benar itu,” kata Said Aqil Siraj. (TN)
loading...

Polda Jabar Akan Lakukan Panggilan Lanjutan Kepada Habib Rizieq, Dan Ada Kemungkinan Bisa Ditahan

BANDUNG - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan akan melakukan pemanggilan lanjutan kepada Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab, untuk mempertanyakan terkait video yang dilaporkan Sukmawati, pada pekan depan.

Rizieq resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penginaan Pancasila dan pencemaran nama baik mendiang Presiden Sukarno pada Senin (30/1/2017).

"Akan ada pemanggilan, dan setelah itu akan ada konfrontir. Karena pada saat penayangan video pertama, yang bersangkutan tidak mengakui bahwa itu dirinya. Itu adalah yang mirip dirinya dan saya tidak tahu kapan itu dilaksanakan, "ujar Anton di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Tak hanya itu, ia menilai pernyataan Rizieq yang tidak mengakui adanya video dirinya merupakan tindakan yang kurang kooperatif saat ditanya penyidik.

"Masalah kooperatif dan tidaknya dengan tidak mengakui, bahwa itu menurut saya kurang kooperatif. Kalau kooperatif dia mengakui dengan gentle," ucapnya.

Usai pemanggilan Rizieq, Anton menuturkan bahwa tidak menutup kemungkinan Rizieq akan ditahan.

"Penahanan itu sifatnya dapat, seseorang dapat ditahan. Masalah pemeriksaan apakah nanti bisa dilakukan penahanan ada syarat subjektif dan syarat objektif. Syarat subyektif misalkan menghilangkan barang bukti, tidak akan melarikan diri dan tidak mengulangi tindak pidana itu syarat subjektif. Jika misalkan kalau yang bersangkutan ada indikasi mengarah ke situ, bisa saja nanti ditangkap," kata Anton.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa ancaman pidana terhadap Rizieq yakni di bawah 5 tahun atas kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara.

"Sementara ini empat tahun lebih untuk penghinaan terhadap lambang negara, "tandasnya.

Kasus yang menjerat Rizieq merupakan laporan putri Proklamator Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.

Kasus tersebut merupakan satu dari sejumlah kasus yang mengancam Rizieq. Polda Jawa Barat, selain menangani kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila, juga menangai kasus dugaan pelecehan terhadap budaya Sunda dengan terlapor Rizieq.


Polda Metro Jaya juga menangani sejumlah kasus Rizieq. Di antaranya, dugaan penghasutan dengan menyebut logo Bank Indonesia di mata uang Rp100 ribu mirip palu arit, kasus dugaan penghinaan agama, dan dugaan pelecah terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. Kasus logo palur arit kini sudah naik ke tingkat penyidikan. (SA)
loading...

Mantap... Ahok Ancam Akan Bikin Malu Semua Saksi Yang Bohong Di Sidang

JAKARTA - Emosi terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) naik ketika menyampaikan keberatan atas kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin dalam sidang perkara dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Setelah mendengarkan jawaban-jawaban dan mempelajari latar belakang Ma'ruf, Ahok mempertanyakan kredibilitas dan netralitasnya sebagai saksi fakta yang dihadirkan jaksa penuntut umum.

Ahok mengancam akan mempermalukan seluruh saksi yang memberikan keterangan tidak benar di persidangan.

"Kalau anda mendzholimi saya, yang anda lawan adalah Tuhan yang maha kuasa, yang maha esa. Dan saya akan buktikan satu persatu dipermalukan," kata Ahok.

Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam pemeriksaan Ma'ruf tadi adalah pengakuan Ma'ruf pernah melakukan pertemuan dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pada hari Jumat ( 1/10/2017), di Jalan Kramat, Jakarta Pusat.

Tetapi, Ma'ruf membantah dugaan ditelepon Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono agar mengatur pertemuan pertemuan dengan Agus dan Sylviana di kantor PBNU, kemudian diminta segera mengeluarkan fatwa penistaan agama terhadap Ahok.

Setelah mendengarkan semua keterangan Ma'ruf dan menduga ada sebagian yang tidak jujur, Ahok dan tim pengacara akan mengambil langkah hukum.

Ma'ruf tidak akan menarik pernyataannya.

"Ya tetap pada keterangan saya, cuma saya keberatan dianggap mendukung pasangan nomor satu. Padahal, tidak ada kaitannya," kata Ma'ruf.


"Soal kunjungan ke PBNU itu nggak ada hubungannya dengan dukung mendukung. Tidak ada hubungan dengan calon manapun," Ma'ruf menambahkan. (SA)
loading...

Sadis !! Orang Ini Tuding, Yang Merekayasa Foto Rizieq Syihab Dan Firza Husein Adalah Orangnya Ahok

JAKARTA -- Bendahara Partai Pribumi, Yakub Ari Palaka, menyatakan bahwa pihak yang merekayasa percakapan di WhatsApp dan foto tidak senonoh yang melibatkan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC), Firza Husein adalah orang yang proterhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Kalau Kelompok mana (yang menyebarkan)? Itu ya pihak Ahok, karena kami lihat itu dari langkah-langkahnya ya ini tim Ahok," kata Yakub di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/1).

Kecurigaan tersebut, dikatakan olehnya, disertai dengan sejumlah dugaan bahwa yang melakukan berasal dari etnis tertentu.

"Karena kami lihat riwayat orang ini, lalu dari etnis yang sudah kita kasih tahu yah. Saya belum tahu (timses atau pendukung) tapi yang jelas dari etnisnya dia seperti begitu," tuturnya.

Menanggapi peristiwa yang terjadi, pihaknya menyatakan akan melakukan upaya hukum dengan membentuk tim pengacara yang berasal dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

"Tadi sudah ada yang mengirim GNPF sudah bentuk sudah membuat pengacara dan proses hukum untuk menangani kasus ini. Rekayasa itu sudah terdeteksi keberadaannya juga dan sudah terbentuk juga. Pengacara GNPF MUI sudah juga mulai melakukan reaksi tentang adanya berita bohong ini," ucap Yakub.

Sebelumnya, beredar video percakapan di WhatsApp antara Rizieq dan Firza di YouTube.


Video berdurasi kurang lebih selama 4 menit itu memperlihatkan percakapan vulgar di antara keduanya. Bahkan disinyalir bahwa Firza memberikan foto tidak senonohnya kepada Rizieq. (WK)
loading...

Lagi – lagi... Disebut PKI oleh Akun @Habib.Rizieq, Henry Yosodiningrat Lapor Polisi

JAKARTA – Politikus PDIP, Henry Yosodiningrat melaporkan akun Instagram @Habib.Rizieq ke polisi karena sudah menyebarkan gambar yang menyebut dirinya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain melaporkan akun tersebut, Henry juga melaporkan akun Facebook @satuchannel1 ke Polda Metro Jaya.

“Dia menyebut saya seorang PKI dan politikus berhaluan komunis yang memusuhi umat Islam,” kata Henry di Gedung SPKT Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Henry mengatakan, hal itu merupakan fitnah luar biasa yang berpotensi menyebabkan kemarahan umat Islam. Apalagi, fitnah itu berpotensi berdampak pada keluarganya.

“Nanti saya dan keluarga disebut antek PKI, padahal sama sekali tidak. Nanti buka Google, saya yang disebut PKI,” ungkapnya.

Laporan ini pun diterima pihak Polda Metro Jaya dengan No LP/529/1/2017/PMJ/ Ditreskrimsus/ Tangal 31 Januari 2017.

Pengguna akun itu terancam dijerat Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP dan Atau Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 45 Ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2008 tentang ITE.

Akun Instagram Habib Rizieq ini mengunggah gambar pada 21 Januari 2017 lalu. Dalam foto itu tertulis ‘Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP mendatangi, menekan, memaksa Mabes Polri untuk menahan Habib Rizieq. Apa boleh anggota Komisi II DPR melakukan intervensi ini.


Akun itu juga membagikan gambar yang menyebut PDIP telah disusupi komunisme dengan gambar Henry terpampang. (KS)
loading...

Hotnews !! Firza Husein Diciduk Polisi, Kira –kira Kasus Phone Sex Sama Habib Rizieq Atau Kasus Makar Ya ?

JAKARTA  – Polisi dikabarkan menangkap salah satu tersangka makar, Firza Husein di kediamannya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Firza diciduk pada siang tadi saat tengah bersantai di rumahnya

Ketika dikonfirmasi, pengacara Firza, Aldwin Rahadian membenarkan hal ini.

Saya ini belum tahu persis. Baru komunikasi dengan ibunya (Firza) benar katanya,” ujar Aldwin kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Aldwin mengatakan, saat ini Firza tenga didampingi sang ibunda untuk menjalani proses pemeriksaan. Dia pun tenga‎h dalam perjalanan ke Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Memang ditangkap Polda dan dibawa ke Polda. Tapi belum jelas,” kata Aldwin.

Saya belum tahu. Masih cari tahu, karena saya dampingi dia saat tersangka makar aja.
Selanjutnya untuk kasus ini gak tahu nih, soalnya ponselnya gak aktif,” ucapnya.


Firza sendiri terjerat dalam dua kasus yakni dugaan pendanaan makar dan diduga terkait ‘phone sex’‎ bersama Habib Rizieq Shihab.(KS)
loading...

Manisnya Ditiduri Bupati, Pahitnya Dipecat Dari Pegawai Negeri

KATINGAN - Farida Yeni, yang merupakan selingkuhan Bupati Katingan, Kalteng, Ahmad Yantenglie, terancam dipecat dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Farida merupakan istri dari Aipda HS. Perempuan itu saat ini masih aktif bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kabupaten Katingan sedang diujung tanduk.

Kepala Inspektorat Kalteng Chistantwo T. Ladju menjelaskan, apabila Farida terbukti melanggar melakukan perselingkuhan dan perzinahan, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010, maka yang bersangkutan bakal dipecat secara tidak hormat.

“Kalau dia memang terbukit melanggar PP 53 tahun 2010 tentang Kepegawaian maka bisa saja dia dipecat,” terangnya seperti diberitakan JPNN, Selasa (31/1).

Menurut Christantwo, apabila ada laporan dari masyarakat ataupun pihak yang keberatan terhadapa kasus ini ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, untuk menindaklanjuti perkara asusila ini, pihaknya siap untuk mengaudit kasus tersebut serta yang bersangkutan.

“Apabila ada laporan yang masuk ke kita (Inspektorat, red) maka akan kita proses dengan siap membentuk tim,” tegasnya.

Hasil audit bisa untuk menentukan apakah termasuk dalam pelanggaran ringan, sedang, ataupun berat.

Dan memang harusnya ini adalah ranah dari Inspektorat Kabupaten Katingan dulu untuk menindaklanjutinya.


“Berbicara ini memang masih kewenangan dari Inspektorat kabupaten dulu, namun seperti yang saya bilang tadi apabila ada yang melapor ke provinsi kita siap memprosesnya,” pungkas mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Katingan ini. (ROL)
loading...

GMBI Ancam FPI Agar Terima Rizieq Jadi Tersangka Dan Jangan Kerahkan Massa, Kalau Tidak Maka GMBI Akan Kerahkan Pasukan Bantu Polisi

BANDUNG - Senin (30/1/2017) sore hari ini, Polda Jawa Barat telah menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menjadi tersangka kasus penistaan pancasila yang terjadi beberapa waktu lalu.

Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) mendukung keputusan kepolisian tersebut. Ia pun berharap, FPI tidak akan mengerahkan massa untuk menanggapi keputusan Polda Jawa Barat itu.

"Mendukung sampai hari ini kita. Jangan mengerahkan massa ya kita harapkan, karena kan kalau memang gak bersalah bisa ada SP3 dan proses lainnya," ujar Asisten Bidang Hukum DPP LSM GMBI, Fidelis Giawa kepada Arah.com, Senin (30/1).

Namun apabila itu terjadi, pihaknya akan membantu kepolisian dengan mengerahkan massanya untuk turun ke jalan. "Tapi diharapkan jangan sampai ya. Karena kalau itu turun bisa saja menimbulkan masalah baru," tutupnya.

Intinya, ia berharap kasus ini dapat berjalan normal sesuai dengan proses hukum acara yang berlaku. Ia memastikan akan terus mendukung dan mengawal kepolisian hingga kasus penistaan pancasila ini selesai dijalankan.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat akhirnya menyematkan status tersangka kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terkait kasus penistaan pancasila dan bapak proklamator RI.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar konfrensi pers usai melakukan gelar perkara ketiga, Senin (30/1).


"Telah memenuhi unsur-unsur pasal 154 a dan pasal 320 tentang penistaan lambang negara dan pencemaran nama baik hasil gelar hari ini sudah masuk unsur bukti sudah terpenuhi dan penetapan  saksi terlapor Habib Rizieq Shihab resmi dinaikkan statusnya menjadi tersangka," ujarnya di Mapolda Jabar saat memberikan keterangan pers. (AA)
loading...

Wow, Ma’ruf Amin Akui Pada Era SBY, MUI Terima Dana Hibah, Ada Tanda Terima Kasih Politik Nggak Ya ?

JAKARTA - TIM kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memastikan pada saksi fakta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin yang pernah menjabat sebagai dewan pertimbangan presiden (wantimpres) pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, keterangan itu tidak tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Ma'ruf mengakui pernah menjadi wantimpres. Kemudian, kuasa hukum Ahok menanyakan alasan Ma'ruf tidak memasukkan jabatan itu di BAP.

Ma'ruf dan kuasa hukum Ahok sempat beradu saat itu. Sebab Ma'ruf merasa sudah mengakui hal tersebut dan mencantumkan dalam BAP. Kemudian Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto pun melerai mereka.

"Sudah, sudah, kan sudah mengakui, tinggal dicantumkan," ujar Dwiarso saat sidang kasus dugaan penodaan agama di Gedung Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).

Ma'ruf menjabat sebagai wantimpres pada tahun 2007-2014. Kemudian, kuasa hukum melanjutkan pertanyaan, apakah pada saat menjabat wantimpres, MUI mendapat dana hibah dari pemerintah.
"Dapat (dana hibah)," ujar Ma'ruf singkat. (MI)



loading...

Setelah Jadi Tersangka, Rizieq Shihab Kemungkinan Akan Dicekal Agar Tidak Bisa Pergi Keluar Negeri

JAKARTA - USAI ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan dasar negara, Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, segera dipanggil Kepolisian Daerah Jawa Barat.

"Kemungkinan Minggu depan dia (Rizieq) akan kita layangkan undangan pemanggilan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Yusri Yunus, Selasa (31/1).

Yusri mengatakan tak menutup kemungkinan Rizieq juga akan dicekal bepergian ke luar negeri. Namun, kepastian hal itu menunggu panggilan kedua kalinya.

"Nanti kita lihat, kalau memang setelah pemanggilan Minggu depan selesai dan perlu dilakukan cegah tangkal (cekal), ya, kita akan lakukan itu," ujarnya.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang disampaikan Sukmawati Sukarnoputri ke Mabes Polri. Mabes Polri pun melimpahkan kasus ini ke Polda Jabar karena lokasi kejadian yang dilaporkan berada di Jawa Barat.

Menanggapi adanya rencana simpatisan FPI mempraperadilankan status tersangka Rizieq, Yusri mengatakan polisi tak gentar.

"Itu haknya dia. Kami siap mempertanggungjawabkan penaikan status ini (tersangka) karena ini kan hasil bukti dan kesaksian para ahli," ujar Yusri.

Terkait kasus penyerobotan lahan Perhutani di Bogor, Jawa Barat, yang juga diduga dilakukan Rizieq, Yusri membenarkan. Namun, kata dia, kasus itu ditangani Mabes Polri. (MI)



loading...

Usai Ditetapkan Jadi Tersangka Oleh Polisi, Keberadaan Habib Rizieq Bak Ditelan Bumi, Depresikah ?

JAKARTA – Usai status Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dinaikkan menjadi tersangka oleh Polda Jawa Barat, markas FPI di Jalan di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terlihat sepi.

Dari pantauan Kriminalitas.com pada Selasa (31/1/2017) siang tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh laskar FPI di kantor Dewan Pimpinan Pusat(DPP) FPI. Bahkan, kantor tersebut terlihat tertutup dan tidak ada tanda-tanda tokoh FPI maupun di luar untuk berkunjung untuk menemui Rizieq.

Ditengarai para Laskar FPI tengah mengikuti aksi unjuk rasa sidang Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di gedung Auditorium Kementerian Pertanian, pada Selasa(31/1/2017).

Selain itu, Rizieq pun seolah-olah ditelan bumi dan tidak diketahui keberadaannya. Bekas rumah yang berada di mulut gang terlihat sepi, dan  hanya ada sejumlah pekerja yang sedang menyelesaikan renovasi

“(Rizieq) Tidak tahu ada dimana?,” kata seseorang pemuda yang tidak bersedia disebutkan namanya yang baru keluar dari bekas  kediaman Rizieq kepada media ini.

Pemuda tersebut langsung pergi sambil mendorong sepeda motor. Sementara itu, seorang warga bernama Abdul Rozak mengaku Rizieq sudah lama tidak berada di rumahnya yang sekaligus dijadikan sebagai Markas FPI.

“Kalau setahu saya Rizieq sudah lama tidak tinggal di sini,” katanya.

Menurutnya, rumah tersebut hanya ditempati oleh para Laskar dan pengurus FPI lainnya. “Ya, sekarang ini tempat tersebut hanya digunakan untuk kegiatan para Laskar FPI saja,” jelasnya.

Keberadaan Habib Rizieq memang seperti ditelan bumi. Terakhir kali Imam Besar FPI itu ‘memimpin’ massanya adalah saat melakukan Aksi Bela Ulama di depan Mapolda Metro Jaya. Sejak saat itu, Rizieq tak lagi terlihat tampil bahkan kerap mendapatkan penolakan di sejumlah daerah.

Sejumlah masyarakat Surabaya menolak kehadiran Habib Rizieq yang rencananya akan hadir dalam acara tabligh akbar yang digelar oleh Muhammadiyah. Walhasil, Rizieq pun membatalkan kedatangannya.


Gagal hadir di Surabaya, Habib Rizieq dijadwalkan akan mengisi ceramah di Lombok, Nusa Tengara Barat. Namun tanpa alasan yang jelas, Rizieq batal hadir namun tetap mengisi ceramah via telepon, hal itu diketahui berdasarkan unggahan video di laman youtube. (KS)
loading...

Anies Baswedan Resmi Dilaporkan ke KPK, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘ Tolak Cagub yang Terindikasi Makelar Proyek ‘

JAKARTA - KOMISI Pemberantasan Korupsi telah menerima laporan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad). Laporan itu terkait dugaan kasus korupsi yang menyasar calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan pihaknya terlebih dulu akan menelaah laporan dan melihat subjek hukumnya, seperti melihat indikasi korupsi atau pidana umum.

"Kita belum sampai pada kesimpulan. Perlu dipastikan benar atau tidaknya. Jika ditemukan indikasi korupsi, akan kami dalami," ujar Febri kepada wartawan di Gedung KPK, kemarin.

Massa yang menamakan diri mereka Kamerad berorasi di depan Gedung KPK. Mereka datang sembari membentangkan spanduk bertuliskan 'Tolak Cagub yang Terindikasi Makelar Proyek, Tangkap dan Periksa Makelar Proyek yang Terindikasi Dilakukan Anies Baswedan'.

Massa kemudian mendesak KPK segera mengusut perkara tersebut. Dalam laporan itu dijelaskan, dugaan praktik lancung bermula dari fee sebesar Rp5 miliar yang ditransfer seorang pria berinisial YS ke rekening pribadi adik Anies, Abdillah Rasyid Baswedan.

Kamerad pun telah menyerahkan ke KPK berupa berkas bukti transfer atas nama penerima Abdilah Rasyid Baswedan, adik Anies Baswedan. Modus yang diduga dilakukan Anies ialah dengan mengirimkan nomor rekening bank milik adiknya. Massa menduga Abdillah hanyalah perantara.

"Karena fee Rp5 miliar itu diduga untuk Anies atas fee proyek VSAT, komunikasi jarak jauh berbasis satelit di Kementerian Komunikasi dan Informasi," ujar koordinator lapangan aksi saat berorasi.

Bukan kali ini saja Kamerad berdemonstrasi. Organisasi kemahasiswaan itu pernah menyuarakan penegakan hukum terkait dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2014.

Mereka berdemonstrasi pada 8 April 2015 di depan Gedung DPRD DKI Jakarta mendesak pimpinan DPRD ikut mendukung pengusutan dugaan korupsi UPS.

Mereka juga pernah berdemonstrasi di depan Mabes Polri mendesak Bareskrim Polri segera menuntaskan dugaan korupsi pengadaan layanan pembuatan paspor secara elektronik di Kementerian Hukum dan HAM pada Juli 2014, yang diduga melibatkan mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.


Pada Maret 2016, Kamerad pernah mendesak lembaga antirasywah untuk melakukan penyelidikan dugaan praktik mafia anggaran di DPR. Mereka mendesak politikus PPP Syaifullah Tamliha yang juga Wakil Ketua Fraksi PPP di DPR untuk diperiksa. (MI)
loading...

Waduh !!, Ternyata Ma'ruf Amin Tak Lihat Langsung Video Pidato Ahok, Tapi Kok Berani Ya Keluarkan Fatwa

JAKARTA - Sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kali kedelapan menghadirkan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin, sebagai saksi. Menariknya, Amin tidak melihat langsung video pidato Ahok yang mengutip Al Maidah ayat 51.

Sebelumnya, hakim anggota pada persidangan menanyakan, apakah Ketua Umum MUI itu menonton langsung video pidato Ahok di Kepulauan Seribu?

Rupanya, Amin menyatakan bahwa video pidato Ahok tersebut hanya dilihat oleh tim MUI yang melakukan kajian.

"Secara resmi atau formil menandatangani, apakah melihat di dalam video waktu terdakwa mengucapkan kata-kata seperti itu?" Tanya hakim anggota kepada Ma'ruf di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

"Saya kira yang mengecek itu tim. Saya lihat tulisannya saja. Video tim," jawab Ma'ruf.

Hasil dari kajian tim MUI dinyatakan, Ahok telah melakukan penodaan agama lantaran menyebut-nyebut surat Al Maidah.

"Bahwa Bapak Basuki ini menghina Alquran dan ulama. Substansinya itu," tegas Ma'ruf.

Seperti diketahui, sebelum MUI mengeluarkan fatwa, pernyataan Ahok soal Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu telah melahirkan polemik yang luas. Setidaknya telah terjadi dua kali aksi unjuk rasa umat Islam terkait penistaan agama tersebut.

Penodaan agama disebut dilakukan Ahok karena menggunakan surat Al Maidah saat berbicara soal pilihan pemimpin. "Dalam bentuk kata-kata, dibohongi pakai surat Al Maidah 51. Kalau tidak salah begitu," sambungnya.

Menurut Ma'ruf, sikap dan pendapat MUI terkait pernyataan Ahok dimaksudkan agar penegak hukum melakukan tindakan. Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI tertuang dalam surat tertanggal 11 Oktober 2016.

"Sebagai pendapat ditujukan ke penegak hukum untuk diproses supaya kegaduhan masyarakat bisa dikendalikan, dinetralisir oleh penegak hukum," terang dia. (JN)




loading...

Hendardi Ingatkan Kepada Pendukung Rizieq Agar Tidak Gaduh Dan Berisik Sikapi Status Pemimpinya Jadi Tersangka

JAKARTA - Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan penetapan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka kasus dugaan penghinaan simbol negara dan pencemaran nama baik mendiang Presiden Sukarno merupakan proses hukum biasa yang tidak perlu mengundang reaksi dan kegaduhan berlebihan.

"Penyidik Polda Jabar diyakini bekerja profesional dan didasarkan pada alat bukti yang cukup. Karena itu biarkanlah proses hukum bekerja," kata Hendardi melalui pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, hari ini.

Hendardi mengatakan penetapan Rizieq menjadi tersangka dalam konteks penanganan ketertiban sosial yang dalam beberapa bulan terakhir terganggu, dapat dipandang sebagai bagian dari upaya Polri menjalankan mandat menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.

Langkah Polri, kata Hendardi, juga sekaligus menjawab keraguan publik pada independensi penegak hukum yang dalam beberapa pekan memperoleh tekanan demonstran yang menentang proses hukum atas banyak dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Rizieq.

"Sementara Polri bekerja, masyarakat sebaiknya tidak perlu terbawa hasutan-hasutan destruktif dengan anggapan bahwa ada praktik kriminalisasi. Siapapun warga negara, jika diduga melakukan tindak pidana harus dipandang sama di mata hukum," katanya.

Polda Jawa Barat akan memeriksa Rizieq untuk pertamakalinya sebagai tersangka, pekan depan. Dia diimbau jangan mengerahkan laskar untuk mengawalnya ke Polda Jawa Barat.

"Harapan dan imbauan kepada Rizieq Shihab dan FPI pada umum, percayakan kepada profesionalisme dalam menyidik perkara ini. Dan harapan kami adalah Rizieq didampingi pengacara saja, tidak usah bawa massa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus kepada Suara.com.

Namun, menurut UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, dijamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Yusri mengatakan boleh-boleh saja ada demonstrasi, asalkan tetap dilakukan sesuai aturan main.

"Boleh, tapi ikuti UU. Kalau bawa massa, ikuti aturan. Tiga hari sebelumnya harus memberitahu kepada kami agar kami kawal," kata Yusri.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Rizieq melawan penetapan status tersangka lewat praperadilan, Yusri mengatakan itu merupakan hak tersangka.

"Ini mekanisme hukum, silakan saja. Kalau ada yang merasa dirugikan. Praperadilan. silakan, kami siapkan nanti untuk menghadapinya," kata Yusri.

Selain kasus tersebut, Rizieq masih terancam sejumlah kasus hukum di Polda Metro Jaya. Di antaranya kasus dugaan menghasut dengan menyebut logo BI pada mata uang kertas terbaru mirip palu arit atau lambang komunisme. Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan.


Kasus lainnya, adalah dugaan penghinaan terhadap agama Kristen, dan dugaan melecehkan Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. (SA)
loading...

Nah Loh, Diduga Lakukan Korupsi, KPK Selidiki Penerimaan Fee Rp 5 Miliar oleh Anies Baswedan

JAKARTA  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menampik akan menindaklanjuti dugaan korupsi yang menyeret Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Laporan tersebut dibuat oleh Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad).

“Kita belum sampai pada kesimpulan. Perlu dipastikan benar atau tidaknya. Jika ditemukan indikasi korupsi akan kami dalami, tapi setelah penyelidik menelaah laporan,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Senin (30/1/2017).

Laporan ini dibuat Kamerad usai berorasi di markas antirasuah. Dengan spanduk bertuliskan ‘Tolak Cagub yang Terindikasi Makelar Proyek, Tangkap dan Periksa Makelar Proyek yang Terindikasi Dilakukan Anies Baswedan’ mereka mendesak KPK segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Koordinator Kamerad, Alwi mengatakan, Anies telah menerima fee terkait proyek Vsat atau komunikasi jarak jauh berbasis satelit di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tahun 2012 sebesar Rp 5 miliar. Uang itu dikirim ke rekening Abdillah Rasyid Baswedan.

“Ada bukti transfer dari seorang pengusaha berinisial YS kepada adik kandung Anies Baswedan, Abdillah Rasyid Baswedan senilai Rp 5 miliar. Berdasarkan pengakuan yang kami dapatkan sebenarnya transfer itu ditujukan kepada Anies Baswedan, rekening Abdillah hanya sebagai penampungan,” ujarnya.


“Kuat dugaan uang itu diberikan YS kepada Anies melalui adiknya karena telah mendorong salah satu perusahaan untuk menjadi pemenang proyek itu. Karena YS dikenal sebagai tangan kanan petinggi partai yang kadernya menjadi pejabat di Kemkominfo,” imbuhnya. (KS)
loading...

Beredar Obrolan ‘Esek-Esek’ Diduga Raffi Ahmad Soal Perbandingan Ayu Ting Ting Dan Nagita Slavina Diranjang, Asli ?

JAKARTA - Raffi Ahmad sepertinya tidak bisa lepas dari gosip kedekatannya dengan Ayu Ting Ting. Gosip tersebut terus menjadi topik pembicaraan netizen di dunia maya. Baru-baru ini, gosip mengejutkan muncul dari salah satu akun gosip di instagram.

Dimana akun gosip tersebut mengunggah sebuah foto percakapan. Di foto tersebut, Raffi diduga usai melakukan komunikasi dengan salah satu sahabatnya. Sahabatnya ini kabarnya juga salah satu vokalis band ternama di Indonesia.

Percakapan Raffi dengan sahabatnya ini diduga tengah membicarakan sosok Ayu. Dimana Raffi kerap dikabarkan mempunyai hubungan spesial dengan Ayu. Terlihat jelas di foto tersebut jika Raffi mengaku jika dirinya memang mempunyai hubungan spesial dengan Ayu.

Tak hanya itu, percakapan Raffi Ahmad ini terbilang berani dan blak-blakan. “Gue nyari fariasi aja bro biar gak bosan sama yang di rumah, cowo butuh varias bro.” tulis Raffi di foto tersebut. Foto tersebut langsung mendapat komentar beragam dari netizen.

Bahkan, banyak yang mencibir kelakuan Raffi yang berani selingkuh. “Akhlaknya Raffi juga luarbiasa ya…bagian intim istrinya dia leluasa bicarakan sama orang lain dan laki2 pula…drsitu aja udah keliatan,” tulis salah seorang netizen.

Namun, ada juga yang belum mempercayai percakapan tersebut. Sementara itu, gosip kedekatan Raffi dan Ayu sempat membuat beberapa peramal meramalkan keduanya. Kabarnya, Raffi kerap mendapatkan teguran dari banyak pihak.

Tak hanya Raffi Ahmad saja, Ayu Ting Ting juga kerap ditegur oleh beberapa pihak. Walau gosip Raffi dan Ayu santer dibicarakan, istri Raffi, Nagita Slavina justru santai menanggapinya. Beberapa waktu lalu, Ayu kedapatan menyukai foto unggahan Raffi.

Raffi dan Gigi di ajang penghargaan Dahsyatnya Awards 2017. Di acara tersebut, Gigi nampak terharu. Dirinya naik ke atas panggung kala segmen tanya jawab Now You See Me. Saat itu, Raffi menanyakan tentang sosok Rafathar.


Gigi pun memberikan jawaban. “Ya pasti kalau liahat anak jadi harapan baru, jadi kekuatan,” ucapnya sembari berlinang air mata. (NT)
loading...

Ngelantur !! AM Fatwa Bilang Kriminalisasi Habib Rizieq Berpotensi Picu Kemarahan Umat Islam, Ini Bukan Kriminalisasi Pak ? Tapi Proses Hukum

JAKARTA - Internal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menyayangkan langkah polisi menetapkan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka. Langkah tersebut dinilai semakin memperkeruh suasana yang belakangan tidak kondusif.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD AM Fatwa mengingatkan, di tengah suasana kebangsaan sekarang, pemerintah seharusnya berperan mengembalikan suasana kebangsaan yang harmoni. Menurutnya, bukan malah menambah keruh keadaan. (Baca: Polda Jabar Tetapkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Jadi Tersangka)

"Pemerintah harus bijak menangani Habib Rizieq demi stabilitas nasional. Di belakangnya ada jutaan umat yang bisa memicu reaksi yang lebih besar," ujar AM Fatwa dalam akun Twitter @AMFatwa, Selasa (31/1/2017).

Dia mengatakan, upaya pembunuhan karakter dan kriminalisasi ulama seperti yang dialami Habib Rizieq Shihab berpotensi memicu kemarahan umat Islam. Maka itu mantan Wakil Ketua MPR ini juga berharap aparat harus tegas menangkap penyebar fitnah dengan mengangkat isu pornografi yang ditujukan kepada Habib Rizieq. (Baca: Wakil Ketua DPR Yakin Ulama Tak Anti-Pancasila)

"Mari kita semua rawat kebangsaan dengan menghentikan perpecahan dan saling brhadap-hadapan antar anak bngsa melalui penegakan hukum yang tegas dan adil," ucapnya.


Polda Jawa Barat (Jabar) sudah resmi menetapkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka. Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Sihab dinyatakan tersangka   dalam kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik. (SN)
loading...

Polisi Segera Selidiki Situs Porno Dugaan Perselingkuhan Antara Habib Rizieq Dengan Firza Husein

JAKARTA - Tim Patroli Siber Polda Metro Jaya tengah menyelidiki pihak penyebar situs berisi konten pornografi yang berisikan dugaan perselingkuhan antara Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dengan ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana yang juga tersangka kasus makar, Firza Husein.

"Setelah adanya cyber patrol kita menemukan beberapa akun yang diduga ada gambar pornografi. Yang ada gambar di situ diduga adalah HR dan F. Tentunya kita dari anggota membuat laporan informasi dengan hal tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Kemarin, netizen dibuat geger dengan munculnya situs www.baladacintarizieq.com. Situs itu berisikan berbagai macam konten yang ditujuan terhadap Rizieq Shihab dan Firza Husein. Dalam situs tersebut, keduanya diduga terlibat dalam sebuah hubungan percintaan.

Bahkan, ada video yang terkoneksi dengan Youtube, berisikan suara diduga Firza Husein yang blak-blakan mempunyai hubungan spesial dengan Rizieq Shihab. Ada juga konten-konten pornografi di dalam situs tersebut.

Selain itu, beredar pula obrolan seks melalui aplikasi Whatsapp antara Rizieq dan Firza. Dalam chat sex itu, terselip gambar-gambar seorang perempuan yang tak mengenakan sehelai benang asyik berswafoto.


Argo mengatakan, Polisi sendiri telah membuat laporan tipe A untuk mengusut siapa pembuat dan penyebar situs tersebut.  "Kemudian laporan tersebut dinaikkan ke pimpinan dan dilakukan penyelidikan. Kita sedang lakukan penyelidikan dan melihat akun-akun apa saja yang sudah memposting itu," jelas Argo. (RN)
loading...

Nah Loh, MUI Keluarkan Fatwa Soal Penodaan Agama, Karena Ada Permintaan, Permintaan Dari Rombongan Ya Pak...

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan dalam sidang kedelapan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sebelum memberikan keterangan, Ma'ruf terlebih dahulu diambil sumpah.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menayakan sejumlah hal ke Ma'ruf, mulai dari pertama kali mengetahui kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok, hingga dikeluarkannya fatwa MUI yang menyarakan Ahok melakukan penodaan Al Quran dan Ulama.

Ma'ruf menjelaskan dirinya mendapat informasi tersebut dari pemberitaan di media massa, kemudian ada banyak pihak yang meminta MUI untuk berpendapat.

"Ada permintaan dari masyarakat, ada yang lisan dan tertulis. Agar (MUI) segera ada pegangan. (Yang mendesak) ada dari forum anti penistaan," ujar Ma'ruf dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Banyaknya permintaan dari masyarakat, MUI selanjutnya membentuk tim. Tim tersebut terdiri dari empat komisi, komisi fatwa, pengkajian, perundang-undangan dan informasi komunikasi.

"Yang bahas ketum (ketua umum), sekretaris-sekretaris. Sekitar 20 orang yang membahas. (Mulai) melakukan penelitian, investigasi di lapangan, pembahasan dan menyimpulkan," kata Ma'ruf.

Kemudian, MUI melakukan pembahasan mulai dari 1 - 11 Oktober 2016. Setelah 11 hari membahas, pernyataan Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 ini dianggap telah melakukan penodaan agama saat mengutip surat Al Maidah ayat 51.

"Bahwa ucapannya itu mengandung penghinaan terhadap Al Quran dan ulama. Produknya keputusan pendapat dan sikap keagaaman MUI," kata dia

Ma'ruf menjelaskan, hasil yang menyatakan Ahok melakukan penghinaan terhadap Al Quran dan ulama produknya lebih tinggi dari fatwa. Hal ini dikarenakan melibatkan empat komisi dalam pembahasan.

"Lebih tinggi ini. Karena dibahas bukan hanya komisi fatwa, tapi empat komisi. Dibahas pengurus harian kemudian produknya menjadi pendapat dan sikap MUI," kata Ma'ruf.


Selain Ma'ruf, ada empat saksi lainnya yang akan dimintai keterangan, pertama Ibnu Baskoro. Ibnu merupakan saksi pelapor yang sudah tiga kali mangkir. Kemudian, komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar, nelayan Pulau Panggang Jaenudin alias Panel bin Adim, dan nelayan bernama Sahbudin alias Deni. Dua nelayan ini merupakan saksi fakta. (SA)
loading...

Kapolda Jabar Banjir Pujian Dari Netizen Karena Berani Jadikan Rizieq Tersangka, Netizen: #BravoPoldaJabar

JAKARTA - Setelah menetapkan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka, Polda Jawa Barat langsung mendapat pujian netizen. #BravoPoldaJabar pun menjadi trending topic untuk zona Indonesia pada Selasa (31/1/2017) dini hari.

Umumnya netizen mendukung keputusan penyidik Polda Jawa Barat menetapkan Rizieq menjadi tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila dan dugaan pencemaran nama baik terhadap mendiang Presiden Sukarno.

"Semoga keadaan menjadi lebih baik setelah Rizieq Shihab Ditetapkan sbg tersangka. #RizieqTersangka #BravoPoldaJabar," tulis netizen.

Netizen lain kemudian menyindir pilkada Jakarta. Dia mengingatkan jangan sampai warga Jakarta memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang selama ini didukung Rizieq.

"Pesan saya unk warga DKI jgn pilih paslon yg didukung orang yg menghina proklamator, Hina Pancasila dan Anti Pancasila. #BravoPoldaJabar," tulis netizen.

Sebagian netizen mengingatkan agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani kasus Rizieq. Tetapi, mereka memuji keberanian penyidik Polda Jawa Barat.

"#BravoPoldaJabar mantap dan profesional tetapi tetap kedepankan asas praduga tak bersalah," tulisnya.

Mayoritas netizen puas dengan hasil gelar perkara Polda Jawa Barat yang menyimpulkan bukti untuk menetapkan Rizieq menjadi tersangka terpenuhi.

"Alhamdullilah Rizieq Shihab dijadikan Tersangka. seperti pepatah jawa berkata "Gusti allah mboten sare" #RizieqTersangka #BravoPoldaJabar," tulis dia.

"#BravoPoldaJabar apresiasi setinggi-tingginya buat kapolda jabar thumb up," netizen menambahkan.

Polda Jawa Barat akan memeriksa Rizieq untuk pertamakalinya sebagai tersangka pada pekan depan. Dia diimbau jangan mengerahkan laskar untuk mengawalnya ke Polda Jawa Barat.

"Harapan dan imbauan kepada Rizieq Shihab dan FPI pada umum, percayakan kepada profesionalisme dalam menyidik perkara ini. Dan harapan kami adalah Rizieq didampingi pengacara saja, tidak usah bawa massa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus kepada Suara.com.

Namun, menurut UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, dijamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Yusri mengatakan boleh-boleh saja ada demonstrasi, asalkan tetap dilakukan sesuai aturan main.

"Boleh, tapi ikuti UU. Kalau bawa massa, ikuti aturan. Tiga hari sebelumnya harus memberitahu kepada kami agar kami kawal," kata Yusri.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Rizieq melawan penetapan status tersangka lewat praperadilan, Yusri mengatakan itu merupakan hak tersangka.


"Ini mekanisme hukum, silakan saja. Kalau ada yang merasa dirugikan. Praperadilan. silakan, kami siapkan nanti untuk menghadapinya," kata Yusril. (SA)
loading...

Nah Loh, Aliansi Mahasiswa Laporkan Rizieq-Firza Ke Polda Metro Karena Mengganggu Generasi Muda

JAKARTA - Beredarnya capture percakapan dan foto berbau pornografi di media sosial yang menyeret nama Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein, berbuntut panjang.

Komunitas yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Antipornografi melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Senin (30/1) malam.

"Ada beredar foto seksi yang diduga Firza Husein yang dikaitkan dengan Habib Rizieq," kata Ketua Aliansi Mahasiswa Antipornografi Jefri Azhar usai membuat laporan.

Menurutnya, kasus ini sangat vital karena dapat menimbulkan kekacauan secara masif. Untuk itu, ia meminta polisi membuktikan keaslian dokumen dan foto tersebut.

"Kami meminta kepada Polri untuk membuktikan keaslian dokumen dan foto ini benar atau tidak, karena ini sangat mengganggu generasi muda," ujarnya.

Jefry mengaku tidak mengetahui duduk perkara ini. Dia bahkan ‎belum mengklarifikasi percakapan tersebut kepada Rizieq dan Firza atau memberikan somasi

"Nah itu kita minta Polri membuktikannya dan mengklarifikasi benar apa tidak," katanya.

Dalam laporannya, ia membawa sejumlah barang bukti seperti copy disk CD dan beberapa print out gambar-gambar yang diduga Firza Husen.

Habib Rizieq. Foto: dok/JPNN.com

Laporan tersebut diterima Polda Metro dengan nomor LP/ 510/ I/ 2017/ PMJ/ Ditreskrimsus 30 Januari 2017. Dalam kasus ini, terlapor dijerat Pasal 4 ayat (1) Jo Pasal 29 dan atau Pasal Jo Pasal 32 UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi.


Dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 11 tahun 2008 tentang‎ ITE. (JPN)
loading...

Survei: FPI Masuk Ormas Yang Paling Dikenal, Dikenal Paham Radikal Dan Kekerasan Serta Kaku

JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Front Pembela Islam (FPI) merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang paling dikenal menurut hasil survei Alvara Research Center (ARC).
Direktur ARC Hasanuddin Ali saat memaparkan hasil survei bertajuk Potret Keberagamaan Muslim Indonesia di Jakarta, Senin, menyebutkan NU dikenal oleh 97 persen, Muhammadiyah 94,3 persen, dan FPI 68,8 persen dari 1.626 responden.

Survei dilaksanakan pada pekan keempat November hingga pekan pertama Desember 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada responden dari 34 provinsi yang dipilih melalui multi stage random sampling dengan margin of error 2,4 persen.

"Survei ini menunjukkan popularitas FPI mengalahkan beberapa ormas Islam yang sudah ada jauh sebelumnya," kata Hasanuddin.

Sementara dari segi afiliasi, mayoritas umat Islam berafiliasi pada NU, yakni 50,3 persen dan Muhammadiyah sebanyak 14,6 persen.

NU dicitrakan sebagai ormas yang menghargai budaya lokal, tradisionalis, ajarannya cocok di Indonesia, melindungi kelompok minoritas, sementara Muhammadiyah dicitrakan modern dan moderat.

"Sedangkan FPI dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dicitrakan dengan mengusung syariat Islam serta ajarannya keras atau kaku," kata Hasanuddin.


Secara umum, merujuk hasil survei itu, mayoritas umat Islam Indonesia merupakan masyarakat yang religius dan menyatakan agama memegang peranan penting bagi kehidupan mereka. (Antara)
loading...