Uang Donasi Di Indomart Dipertanyakan Warga

INDRAMAYU – Setelah ribut – ribut mengenai permasalahan uang donasi yang dilakukan oleh Alfamart, kini masyrakat juga menggugat mengenai tranparansi uang donasi masyarakat yang dikumpulkan oleh toko waralaba Indomart.

Seperti sudah maklum kita ketahui, selain Almafart, ternyata waralaba lainya Indomart juga memungut uang donasi kepada para pelangganya. Jumlah yang dipungut dari pelanggan berkisar antara Rp. 100  - Rp. 200.

Namun sejumlah pelanggan yang ditemui Panturapos, mangaku tidak tahu dan tidak mengerti mau disalurkan kemana uang donasi dari masyarakat itu. Karena petugas kasir hanya mengatakan uang kembalianya akan didonasikan, tanpa menjelaskan digunakan untuk apa.

Salah seorang Ibu rumah tangga yang bernama Fatma (47), warga Haurgeulis, Rabu (21/12) menuturkan kepada Panturapos, Jika selama ini uang yang ia donasikan atas permintaan kasir Indomart tidak tahu penggunanya untuk apa.

“ Saya juga bingung mas, kalau belanja di Indomart Haurgeulis, uang kembalian yang besarnya antara Rp. 100 hingga Rp. 200 diminta oleh kasir untuk didonasikan, saya sih percaya saja kepada kasir “, ujar Fatma.

“ Cuma saya tidak tahu, mau dikemanakan uang donasi tersebut karena kasir nggak pernah ngasih tahu “,  ujarnya lagi.

Secara terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Indramayu barat, H. Eri Isnaeni mengatakan kepada Panturapos. Seharusnya pihak waralaba Indomart yang ada di Haurgeulis menjelaskan terlebih dahulu kepada masyarakat perihal tentang penggunan uang donasi masyarakat tersebut.

“ Pihak waralaba Indomart Haurgeulis seharusnya transparan dalam pengelolan uang donasi masyarakat ini, jelaskan dulu uangnya untuk apa dan disalurkan kemana “, ujar Eri. “ Masyarakat juga punya hak untuk mengetahui tentang penggunaan uang donasi itu, jangan sampai uang donasi masyarakat disalahgunakan oleh pihak Indomart, tegasnya lagi.

Apalagi hingga saat ini, pihak Indomart tidak pernah mengumumkan kepada masyarakat, tentang jumlah dana yang terkumpul berapa dan digunakan untuk apa, pungkasnya. (ST)



loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments