Breaking News

Tahukah Anda Wanita Juga Bisa Ereksi?

PANTURAPOS - Ereksi erat kaitannya dengan lelaki. Pria mendapatkan ereksi saat mereka terangsang. Tapi bisa juga ereksi mendadak datang di saat yang tak terduga dan tak beralasan. Misalnya saat baru bangun tidur atau saat presentasi di depan publik.

Bagaimana dengan wanita? Apa yang terjadi pada wanita saat mereka terangsang? Apakah ada padanan dalam struktur vagina yang memungkinkan ereksi wanita untuk terjadi?

Ereksi penis pada pria, ereksi klitoris pada wanita

Klitoris adalah organ pada vagina yang bertujuan murni untuk gairah seksual. Klitoris bisa ditemukan di dalam bibir vagina, sering dideskripsikan sebagai sebuah tombol kecil. Tombol imut yang tersembunyi dari pandangan ini terkenal sebagai organ yang super sensitif karena diperkaya oleh 8.000 serabut saraf — lebih banyak daripada bagian tubuh manapun, termasuk penis. Hanya ada sekitar empat ribuan saraf pada penis.

Klitoris tidak berbentuk seperti penis, tetapi keduanya memiliki struktur anatomi yang mirip. Penis dan klitoris sama-sama memiliki kepala (glans), kulit kulup — pada klitoris dikenal sebagai tudung klitoris — dan bahkan batang. Bedanya, penis akan tampak jelas terlihat oleh mata telanjang karena semua strukturnya berada di luar tubuh. Pada wanita, bagian klitoris yang tampak dari luar tubuh hanyalah kepalanya, si tombol kecil. Yang lainnya berada di dalam tubuh.

Sama seperti penis yang menegang dari lonjakan darah selama gairah seksual, klitoris juga bisa membentuk ereksi. Ini karena organ seks, penis maupun vagina, terbentuk dari sel embrio yang sama, dan keduanya memiliki cara kerja yang mirip karena terhubung ke sistem saraf yang sama pula. Cara kerjanya saat terangsang mirip seperti penis saat ereksi. Aliran darah dari jantung akan mengisi klitoris sehingga membesar dan mengeras. Setelah orgasme, ketegangan tersebut perlahan hilang dan klitoris kembali menyusut ke ukuran normalnya.

Selain ereksi klitoris, apa lagi yang terjadi selama wanita bergairah?

Selama aktivitas seksual, baik pria maupun wanita sama-sama melalui empat fase: gairah, masa stabil, orgasme dan pemulihan. Kecuali waktunya yang berbeda. Menurut penelitian Kinsey, sekitar 75 persen laki-laki mencapai orgasme dalam waktu kurang dari dua menit, sementara wanita bisa memakan waktu hingga 15 menit untuk merasakan hal yang sama. Hal ini membuat kemungkinan orgasme kompak selama hubungan seksual merupakan peristiwa langka.


Inilah yang terjadi dalam tubuh wanita ketika ia terangsang.

Tahap 1: Rangsangan seksual

Ketika wanita terangsang, pembuluh darah di area genitalianya membesar sehingga menyebabkan vagina mengembang dan memperpanjang diri. Peningkatan aliran darah ini membuat cairan keluar melewati dinding vagina. Cairan inilah sumber utama pelumasan alami, yang membuat vagina “basah”.

Kelamin eksternal atau vulva (termasuk klitoris, bukaan vagina, serta bibir luar dan dalam atau labia) dan terkadang payudara mulai membengkak akibat pasokan darah yang meningkat. Denyut nadi dan pernapasannya semakin cepat, dan tekanan darah pun naik. Kulitnya mungkin akan memerah, terutama di bagian dada dan leher, karena pelebaran pembuluh darah.

Fase ini biasanya dimulai dalam 10 sampai 30 detik setelah stimulasi erotis, dan dapat berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam.

Tahap 2: Masa Stabil

Semakin mendekati waktu orgasme, aliran darah menuju vagina berada di tingkat paling optimalnya, menyebabkan daerah bawah vagina membengkak dan mengeras. Bukaan vagina jadi menyempit. Ini disebut introitus, kadang dikenal sebagai platform orgasmik, dan mengalami kontraksi berirama selama orgasme.

Di masa stabil, klitoris menarik diri masuk kembali terlindungi oleh kulup klitoris, sehingga tampak menghilang. Payudara semakin membesar hingga 25%, dan aliran darah ke daerah sekitar puting (areola) meningkat, membuat puting terlihat kurang tegak. Denyut nadi dan pernapasan semakin cepat. “Noda’ kemerahan di kulit juga muncul di perut, dada, bahu, leher, dan wajah. Otot paha, pinggul, tangan, dan pantat menegang, dan kejang tanpa sadar mungkin dimulai.

Stimulasi yang berkelanjutan diperlukan dalam fase ini demi membangun gairah seksual yang cukup untuk orgasme.

Tahap 3: Orgasme

Orgasme adalah perilisan ketegangan seksual memuaskan yang dibangun sejak tahap awal, ditandai dengan kejang otot-otot genital, termasuk dinding vagina. (Jumlah dan intensitas kejang bervariasi tergantung orgasme individu.) Otot-otot rahim juga mengejang, walaupun hampir tidak terasa.

Pernapasan, denyut nadi, dan tekanan darah terus meningkat. Ketegangan otot dan pembuluh darah akan mencapai puncaknya selama orgasme. Kadang, orgasme ditandai juga dengan tipe refleks genggaman pada otot tangan dan kaki.

 Orgasme adalah puncak dari siklus rangsangan seksual. Fase ini juga merupakan fase terpendek dari seluruhnya, hanya berlangsung selama beberapa detik.

Tahap 4: Pemulihan

Pemulihan adalah ketika tubuh wanita perlahan kembali ke keadaan normal seperti sedia kala. Hal ini dapat berlangsung dari beberapa menit sampai setengah jam atau lebih. Pembengkakan mereda, pernapasan dan detak jantung perlahan kembali normal. Ketegangan otot juga mulai melemas kembali.

Seorang wanita mungkin memiliki orgasme lain jika dia dirangsang lagi. Di sisi lain, tidak semua wanita mengalami orgasme setiap kali mereka berhubungan seks. Bagi kebanyakan wanita, foreplay adalah peran penting untuk membangun orgasme yang sukses. Foreplay dapat mencakup merangkul, mencium, dan merangsang zona seksual, seperti puting atau klitoris.


(hellosehat.com)
loading...

No comments