Polisi Harus Gerak Cepat Memproses Kasus Penistaan Agama yang Dilakukan Habib Rizieq

JAKARTA  - Jika sebelumnya aparat kepolisian bertindak cepat atas pelaporan dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kini kepolisian kembali dihadapkan pada kasus yang serupa, dengan terlapor Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Lalu, apakah polisi mampu menindaklanjuti kasus Habib Rizieq secepat kasus Ahok?

Menurut pengamat politik Arbi Sanit, kepolisian tidak boleh tebang pilih dan harus cepat dan tegas dalam memproses kasus Habib Rizieq. Jika tidak, maka kredibilitas kepolisian patut dipertanyakan.

"Kalau hukum mau adil, Habib Rizieq juga harus diproses secara tegas dan adil seperti Ahok. Kalau polisi tidak bertindak cepat terhadap Habib Rizieq sama seperti Ahok, maka polisi dijajah oleh mereka," kata Arbi Sanit kepada Netralnews.com, Selasa (27/12/2016).

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), pada Senin (26/12/2016) kemarin. Mereka menilai Rizieq telah menistakan agama Kristen lewat pidatonya di salah satu acara di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (25/12/2016).

Hal itu diketahui dari video yang menjadi viral di sosial media. Dalam video yang berdurasi 21 detik itu, Rizieq tampak sedang berbicara di depan massa. Dia membahas mengenai ucapan Selamat Natal, hingga terlontar kalimat, "Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?"

Habib Rizieq dilaporkan melanggar pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan pasal 156A KUHP dan atau pasal 28 ayat 2 juncto pasal 25 A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016.


(netralnews.com)
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post