MUI NTB Larang Ormas Islam Sweeping Penggunaan Atribut Non Muslim

MATARAM  - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang organisasi masyarakat (Ormas) Islam melakukan akasi sweeping penggunaan atribut non muslim.

“Itu tidak kita benarkan sebab aksi sweeping menjadi ranah aparat penegak hukum”, kata Ketua MUI NTB Haji Saiful Muslim kepada RRI, Sabtu (24/12/2016).

Ia menyebutkan, tugas ormas islam bukan sweeping namun memperbanyak syiar agama dan meningkatkan kebersamaan. Fatwa pelarangan penggunaan atribut non muslim ditujukan kepada umat Islam sehingga tidak digunakan.

“Kita harapkan kepada saudara kita yang mempekerjakan masyarakat muslim baik di toko, perusahaan dan lainnya untuk mematuhi fatwa itu dengan tidak mengharuskan para karyawan maupun karyawati memakai atribut yang dillarang oleh agama islam”, paparnya.

Untuk itulah, masyarakat yang tergabung dalam ormas islam menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwajib. Jika ditemukan adanya perusahaan yang mengharuskan pegawainya yang muslim menggunakan atribut non muslim agar disampaikan ke MUI atau kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Sampaikan ke kami atau aparat terdekat agar dapat kita selesaikan dengan baik-baik agar kerukunan dan harmonisasi yang ada tetap terjaga”, imbuhnya.


(rri.co.id)
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments