Breaking News

Karena Ada Tol Cipali, Rumah Makan Di Gantar Jadi Sepi

INDRAMAYU - Keberadaan Jalan tol Cipali yang menghubungkan ruas jalan jakarta – Palimanan, ternyata mempunyai dampak yang serius bagi masyarakat Indramayu. Bukan hanya di jalan Pantura saja dampak yang bisa dirasakan, ternyata dampak keberadaan tol Cipali juga mempengaruhi para pengusaha warung makan yang ada di kawasan Indramayu bagian selatan.

Salah satu rumah makan yang paling terkena imbas adalah rumah makan Dini, sebuah rumah makan yang terlatak di kawasan Desa Sanca, Kecamatan Gantar.

Menurut penuturan dari pemilik rimah makan tersebut, kini omset penghasilan rumah makanya jadi turun drastis dan sepi pengunjung. Menurut pemilik rumah makan tersebut, para sopir langgananya kini sudah banyak tidak mampir ke rumah makanya, karena mereka kebanyakan pada lewat tol Cipali, ujarnya.

Masih menurut ibu tersebut, dulu sewaktu belum ada tol Cipali, halaman parkir rumah makanya hampir tidak pernah sepi dari kendaraan mobil, tapi kini yang mampir dirumah makanya hanya beberapa saja, kayanya hampir 60 persen langganan saya hilang, kata ibu lagi dengan raut wajah memelas.

Dampak keberadaan jalan tol Cipali memang sangat mempengaruhi aktifitas ekonomi di kawasan kabupaten Indramayu, baik yang berada dikawasan utara maupun kawasan selatan.

Padahal jika saja Pemerintah Kabupaten Indranayu mampu menelaah potensi yang ada dikawasan Indramayu selatan, sebetulnya kawasan Indramayu selatan bisa menjadi kawasan industri seperti yang ada di Kabupaten Subang.


Karena kebetulan, secara geografis antara kawasan industri Di Subang dengan wilayah Indramayu selatatan itu satu jalur, yaitu berada di kawasan jalur jalan alternativ Caikamaurang – Subang. Namun sepertinya pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu sampai saat ini masih kurang jeli dalam hal menggali potensi yang ada di daerahnya. (ST)  
loading...

No comments