Breaking News

Kalau mau Tahu, Begini Syarat KPU DKI Mendiskualifikasi Ahok

JAKARTA  – KPU DKI Jakarta akan mendiskualifikasi calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, jika pengadilan memvonis Ahok bersalah karena menista agama. “Tapi, kalau masih banding, belum berkekuatan hukum tetap, berarti masih nunggu sampai tidak ada proses hukum lagi,” ujar Ketua KPUD, Sumarno kepada GATRAnews di Jakarta Pusat (16/12).

 Menurut Sumarno, pembatalan calon berlaku maksimal 30 hari sebelum pemungutan suara. Pembatalan calon juga tidak mempengaruhi pasangan calonnya untuk tetap berkompetisi karena diskualifikasi hanya berlaku pada terpidana. “Pembatalan pencalonan hanya berlaku pada yang bersangkutan saja. Yang bersalah kan Pak Ahok. Pak Djarot nggak,” katanya.

Sumarno mengatakan, calon wakil gubernur otomatis menjadi calon gubernur. Sedangkan partai pengusung akan mencari pengganti calon wakil gubernur.

 “Partai pengusung memiliki kesempatan untuk merubah komposisi paslon. Misalnya nanti dalam bulan-bulan ini ada vonis yang berkekuatan hukum tetap, Pak Basuki tidak banding, berarti sudah inkrah. Pak Djarot menjadi Cagub dan penggantinya menjadi Wacagub,” katanya.

 Saat ini proses persidangan Ahok masih tahap pembacaan dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum dan penyampaian nota keberatan (eksepsi). Terdakwa Ahok masih akan menjalani serangkaian tahapan sidang seperti mendengarkan keterangan saksi, pembacaan tuntutan dan pembelaan atau pledoi, sampai kemudian turun vonis hakim.

(gatra.com)


loading...

No comments