Jaksa Dakwa Ahok Lakukan Penodaan Agama

JAKARTA  - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mendakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melakukan penodaan agama, atas pernyataannya soal Surat Al Maidah ayat 51.

Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono, di PN Jakarta Utara, Selasa (13/12), mengatakan, Ahok dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan bersifat permusuhan, penyalahgunaan ataupun penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

 Penodaan atau penistaan agama tersebut, menurut jaksa, dilakukan Ahok saat berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pramuka, Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, yang dihadiri sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, pejabat pemerintahan lainnya, dan tokoh masyarakat.

"Pada saat terdakwa mengadakan kunjungan kerja tersebut, terdakwa telah tercatat sebagai salah satu calon gubernur DKI Jakarta yang pemilihannya akan dilaksanakan pada Februari 2017," ujar jaksa.

Ketika menyampaikan sambutan, Ahok yang sudah menjadi calon gubernur DKI Jakarta itu, dianggap secara sengaja menyampaikan pernyataan soal pemilihan gubernur, khususnya tentang Surat Al Maidah ayat 51.

"Dengan sengaja memasukkan kalimat yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur tersebut dengan mengaitkan surat Al Maidah ayat 51," tandasnya. Atas perbuatan tersebut jaksa mendakwa Ahok melanggar Pasal 156 dan atau Pasal 156a KUHP.


Gatra.com
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments