Breaking News

Ini Alasan Tenaga Kerja Tiongkok Banjiri Indonesia

JAKARTA - Serbuan tenaga kerja asing asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia menjadi kekhawatiran belakangan ini. Meningkatkanya jumlah tenaga kerja asal Tiongkok karena investasi di negeri tirai bambu itu mencapai titik tertinggi.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf menjelaskan, iklim investasi di Tiongkok berkembang pesat, butuh banyak tenaga kerja untuk menggerakkan perekonomian. Karena itu, Tiongkok melakulan ekspansi ke sejumlah negara dengan investasi yang lebih rendah, salah satunya Indonesia.

Tiongkok memiliki tingkat pengangguran sebesar lima persen, atau sekira 40 juta orang dari total jumlah penduduk 1,4 miliar jiwa. Pemerintah Tiongkok berkepentingan mengurangi tingkat penangguran dengan menyebar tenaga kerja ke sejumlah negara.

 "Di China pembangunan infrastruktur sudah banyak, duit banyak, maka mereka ekspansi ke negara lain, tanam investasi menggunakan pekerja dari mereka," kata Dede dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12).

Dede menambahkan, bukan hanya Indonesia yang diserbu tenaga kerja asal Tiongkok. Negara-negara berkembang di Afrika dan Asia Tenggara juga menjadi tujuan utama tenaga kerja asal Tiongkok. "Kalau ke Amerika Serikat sudah tidak bisa. Amerika sudah memproteksi ekonominya. Bukan hanya kita, negara Afrika seperti Angola, Zimbabwe juga dimasuki tenaga kerja Tiongkok", ujar dia.

Selain itu, membanjirnya tenaga kerja asal Tingkok disebabkan adanya kebijakan visa bebas kunjungan. Kemenkumham mencatat ada 1.993 warga negara Tiongkok yang menyalagunakan visa kunjungan untuk bekerja di Indoneasia. Sebanyak 1.836 orang sudah dideportasi, dan 126 orang sudah diproses di pengadilan.

Indonesia menerapkan visa bebas kunjungan ke 169 negara. Kebijakan itu buat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing. Indonesia masih tertinggal jauh dengan Malaysia soal jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah Joko Widodo menargetkan 12 juta kunjungam wisman tahun 2016, saat ini jumlah wisman yang baru masuk ke Indonesia baru 8 juta orang.


(jitunews.com)
loading...

No comments