Breaking News

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Masyarakat Indramayu Menjerit

Salah satu pangkalan penjual Gas Elpiji dikawasan Anjatan
INDRAMAYU - Semenjak di alihkan nya pengguna miyak tanah ke gas LPG, khususnya ibu rumah tangga dan industri kecil , gas elpiji menjadi kebutuhan penting untuk melakukan aktifitas memasak / berjualan, dan sudah menjadi  kebutuhan pokok yang tidak bisa di anggap remeh dan sudah menjadi ketergantungan.

Hal ini terbukti ketika terjadi kelangkaan gas LPG/ kenaikan harga gas LPG dengan spontanitas masyarakat banyak yang mengalami kepanikan .  Kenaikan harga dan kelangkaan  gas ini, sering terjadi  di wilayah Kabupaten Indramayu,  padahal Daerah Indramayu termasuk daerah penghasil sumber  miyak bumi terbesar   di  Indonesia bahkan tingkat  Asia, namun kenyataannya, Indramayu  seperti daerah yang tidak memiliki sumber kekayaan minyak dan gas bumi.     
          
Warmi (48), selaku ibu rumah tangga  Dusun Babakan Desa Anjatan Utara  Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu menuturkan ke  Awak media panturapos, ” saya merasa aneh  dengan harga gas LPG ukuran 3 KG harganya selalu berubah –ubah dan selalu berbeda antara eceran yang satu dengan yang lainya. Ada yang jual 20,22, sampai 25 ribu/ tabung. Untuk ukuran isi 3kg katanya ada subsidi dari pemerintah, nyatanya bebas dalam menjual.

Lanjutnya, “Yang menjadi pertanyaan bagi saya , Kenapa  di setiap pangkalan gas terdapat spanduk yang bertuliskan harga Rp 15.000/HET (harga eceran tertinggi ),tapi pemilik pangkalan tersebut malah menjualnya  diatas harga yang sudah di tentukan.

Lalu untuk siapa harga yang tertulis di spanduk tersebut ? saya mohon Pak,  bantulah kami sebagai masyarakat kecil  supaya bisa menikhmati  arti dari pada subsidi jangan hanya istilah saja yang menikhmati tetap pembisnis. Tuturnya.sabtu (10/12).
                                                                                                                                                                    Sementara itu, hal ini senada juga  di ucapkan oleh Sayim (60),  selaku tokoh masyarakat Desa Anjatan Utara ketika berbincang bincang dengan awak Media panturapos,  mengatakan “ Kami selaku tokoh masyarakat merasa terpanggil untuk turut serta  membantu masyarakat khususnya  Desa Kami, terkait permasalahan  dengan Harga Gas LPG yang tidak sesuai dengan peraturan menteri  ESDM No.26 tahun 2009, tentang penyediaan dan pendistribusian LPG.

Untuk itu kami berharap kepada pemerintah dan intansi -  intansi terkait  untuk segera SIDAK dan mengambil langkah tegas terhadap pemilik Pangkalan yang nakal, cabut SIUP nya  dan tegur pemilik PT, CV atau lainya.

Atau Dinas instansi terkait agar tidak mengirim lagi kepada pangkalan tersebut,  karena Gas LPG  sudah merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat pada umumnya dan dampaknya jika di biarkan akan merusak perekonomian masyarakat  secara luas, tegasnya.   
       
Sementara di tempat terpisah,    Ari (45),  Ketua LSM AP2HAM DAN TKI Mengatakan “ Setelah mendapat informasi dari berbagai  kalangan masyarakat khususnya pengguna gas LPG khususnya yang bersubsidi, kami akan menindak lanjuti keluhan masyarakat  dengan akan bertanya  secara langsung kepada DISPERINDAK (Dinas Perindusterian dan Perdagangan) kabupaten Indramayu yang membidangi sektor pengawasan pendistribusian Gas LPG 3 kg.

Agar Dinas tersebut melakukan  SIDAK langsung sesuai keinginan masyarakat dan bisa mengambil kebijakan  yang kiranya menguntungkan masyarakat, paparnya. ( Casita R )             
loading...

No comments