Breaking News

Akun @Estiningsihdwi Sebut Pahlawan Nasional Kafir, NU: Kafir Bukan Hinaan, Begini Maknanya

JAKARTA  – Tokoh Nahdlatul Ulama, Gus Nuril Arifin mengimbau masyarakat beragama di Indonesia untuk tidak segera terpancing amarahnya jika disebut sebagai kaum kafir.

“Kafir ada yang mengartikan petani, karena menyembunyikan benih di dalam tanah. Ada yang mengartikan cat, krn tembok buruk ditutup dengan cat yang baik,” jelas Gus Nuril saat berbincang dengan Kriminalitas.com, Rabu (21/12/2016).

Ia melanjutkan, di daerah Jawa, orang menyebut kafir sebagai kapur. “Makanya kalau 17an orang sering mengecat tembok dengan labur atau kapur warna putih,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, dengan ilustrasi tersebut kafir dapat diartikan sebagai orang yang dengan sengaja menutup kebenaran.

“Saya tegaskan kata kafir itu bukan untuk umat beragama yang ber-Tuhan. Bukan hanya Islam, semua agama yang masih menyembah Tuhan itu tidak kafir,” tandasnya.

Ia menilai masyarakat Indonesia sekarang terlalu mudah bertindak dan tersinggung pada hal-hal yang belum diketahui pasti kebenarannya.

“Itu bodohnya orang yang mengatakan kafir dan orang yang tersinggung dikatakan kafir. Pahami dulu maksudnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) melaporkan pemilik akun Twitter @estiningsihdwi ke polisi karena diduga melakukan penyebaran kebencian melalui akun media sosial.

“Luar biasa negeri yang mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan, terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir. #lelah,” ujar Estiningsih dalam akun twitternya.

(kriminalitas.com)


loading...

No comments