5 Penyebab Rasa Sakit Saat Berhubungan Seks

PANTURAPOS - Seks sering dianggap sebagai pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan. Namun, kenyataannya tidak selalu apa yang Anda pikirkan. Mungkin ada saat-saat ketika rasa sakit saat seks bisa merusak semua kesenangan dan membuat Anda berdua gagal mencapai klimaks. Hampir 3 dari 4 wanita di dunia mengalami nyeri selama bercinta sesekali selama hidup mereka. Keluhan sakit saat seks ternyata bukan masalah di ranjang yang semata terbatas pada perempuan, karena banyak pria juga melaporkan alami rasa sakit saat berhubungan seks.

Namun, jangan sepelekan rasa sakit ini. “Sakit adalah cara tubuh untuk memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Ini adalah isyarat untuk berhenti sejenak untuk mencari tahu apa yang terjadi,” kata Debra Herbenick, PhD, seorang peneliti kesehatan seksual di Indiana University di Bloomington, dilansir dari Prevention.

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat seks?

Rasa sakit saat seks, atau sesudahnya, dapat disebabkan oleh berbagai hal. Tinjau beberapa alasan di bawah ini untuk melihat apakah mereka menggambarkan kondisi kesehatan Anda saat ini atau Anda dapat mendiskusikan kecurigaan Anda dengan dokter, jika Anda tidak yakin apa sumber rasa sakit Anda.

1. Stress dan masalah psikologis lainnya
Dari hari ke hari, Anda memiliki 1001 tugas dan kewajiban harian yang perlu Anda selesaikan. Dan ternyata, tanpa disadari, segala stres dan kecemasan ini dapat menjadi pihak ketiga dalam keharmonisan kamar tidur Anda. Jika stres dibiarkan menumpuk, kinerja tubuh juga akan terganggu sehingga dapat menyebabkan berbagai macam masalah fisik, psikologis, dan emosional — salah satunya keluhan hubungan seks yang menyakitkan.

Solusi: Hilangkan stres sebelum mulai bercinta, misalnya dengan saling memberikan pijatan romantis, yoga, meditasi, atau makan malam santai nan romantis.

2. Penyakit yang Anda idap
Sejumlah infeksi genital bisa membuat sesi bercinta menjadi tidak nyaman. Yang paling umum adalah herpes genital, gonore, trikomoniasis, sariawan, klamidia, dan infeksi ragi. Nyeri saat berhubungan seks pada wanita mungkin merupakan tanda dari masalah ginekologi, seperti menopause, kista ovarium, peradangan panggul, atau endometriosis.

Selain itu, infeksi saluran kencing (ISK) dan irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyebab lain dari nyeri selama bercinta yang mungkin jarang disadari banyak orang. Jika Anda memiliki gejala IBS umum — kram usus, sembelit siklik, dan/atau diare — di samping keluhan ranjang Anda, keduanya mungkin terkait satu sama lain. Sensasi terbakar yang berasal dari ISK juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks.

Solusi: Periksakan ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengeluhkan sakit saat seks, keluar cairan yang tidak biasa, gatal, atau sakit di sekitar alat kelamin Anda, dokter dapat merekomendasikan Anda untuk menjalani tes penyakit kelamin menular.

3. Masalah pada alat kelamin
Wanita dapat mengalami rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks, baik dalam vagina atau lebih dalam di area panggul. Nyeri pada vagina dapat disebabkan oleh vaginismus, suatu kondisi dimana otot-otot vagina menutup erat sehingga membuat penetrasi jadi menyakitkan atau tidak mungkin.

Pria juga bisa memiliki masalah yang sama ini. Jika kulup ketat, penetrasi bisa menyakitkan, seperti kulup didorong kembali – disebut phimosis. Ketika kulup terjebak di belakang kepala penis dan tidak dapat ditarik ke depan. Ini disebut paraphimosis. Kondisi seperti hipospadia, priapismus, penyakit Peyronie, prostatitis, atau bahkan sekadar luka mikroskopik di penis bisa menjadi penyebab dari hubungan seksual yang menyakitkan. Selain itu, penis dapat menjadi sangat sensitif setelah orgasme dan ejakulasi, yang dapat membuat hubungan seks ronde selanjutnya bisa terasa menyakitkan.

Dalam beberapa kasus, ketidaknyamanan selama penetrasi adalah hasil dari reaksi alergi akibat cairan vagina/penis, pelumas spermisida, kondom lateks atau produk seperti sabun dan sampo juga bisa menjadi penyebab lain dari keluhan sakit saat seks. Dalam kasus tersebut, sabun atau krim sarat dengan pewangi dan bahan kimia sehingga menyebabkan peradangan dan gatal-gatal pada alat kelamin Anda.

Solusi: periksakan ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jika alergi ternyata adalah penyebabnya, Anda mungkin dapat menggunakan kondom untuk mencegah kulit bersentuhan dengan cairan genitalia.

5. Kurang pelumas dan foreplay
Anda bisa saja langsung menuju acara utamanya, namun jika Anda tak cukup “basah”, penetrasi akan cukup terasa menyakitkan — baik untuk pria dan wanita. Plus, jaringan vagina tidak akan cukup terlumasi untuk siap menghadapi penetrasi selama 5 sampai 7 menit setelah Anda terangsang. Rasa sakit selama berhubungan seks juga bisa timbul akibat salah posisi atau kurangnya rangsangan seksual.


Solusi: Pastikan Anda memiliki persediaan pelumas seks siap siaga setiap kali akan berhubungan seks (cek di sini untuk cari tahu alternatif rumahannya). Jangan lupa juga untuk memanfaatkan sesi foreplay demi mempertajam hasrat seksual Anda dan pasangan.

Untuk beberapa orang, berciuman dan berpelukan bisa jadi cukup ampuh untuk mulai meng-gas dorongan seksual. Lainnya mungkin dapat mulai terangsang dengan menonton film porno bersama atau stimulasi oral. Memahami manuver apa yang baik untuk Anda dan pasangan adalah kunci untuk memulai proses alami darah mengalir lancar ke alat kelamin, yang meningkatkan pelumasan dan kesempatan orgasme.


Jika Anda mengalami sakit saat seks yang terasa hingga melumpuhkan atau frekuensinya sangat sering, Anda harus mengunjungi penyedia layanan kesehatan. Penting untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi kronis yang dapat menyebabkan rasa sakit Anda. Dokter juga dapat membantu Anda mengatasi masalah dengan respon seksual Anda.
.
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

No comments