Bupati Anna Sophana Hadiri Peresmian Program PLPBK di Kecamtan Haurgeulis

INDRAMAYU -  Hj Anna Sophanah menghadiri penyelenggaraan kegiatan sekaligus pengesahan angaran (PLPBK). Dan sekaligus menjelaskan  Nilai Angaran  pembangunan BKM Amanah atau PLPBK Di Desa Haurkolot Kecamtan Haurgeulis Kab Indramayu.

Untuk wilayah Kecamtan Haurgeulis dialokasikan dana Rp. 5 Milyar anggaran dari APBD. Di jelaskan oleh  Asep Kusdianti selaku camat Haurgeulis dan H. Didi Supriadi Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, bahwa   Perencanaan Anggaran BKM atau PLPBK meliputi paving blok dan pengaspalan di Desa Haurkolot, Sukajati, Wanakaya, Kertanegara, Haurgeulis.

 Hj Anna sophanah selaku bupati indramayu Bangga dengan adanya program ini, dan ucapkan Alhamdulilah jalan  sudah enak, bersih, rapi seperti di suasana perkotaan, dan sudah selasai semua dalam perbaikannya. Hal tersebut Bupati indramayu Hj Anna Sophanah, menjelaskan ke seluruh Mayarakat blok buyut ds haurkolot rt 15 rw 05 dan rt 16 rw 06.

Dalam pengesahan proyek ( PLPBK ), paparan Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah Indramayu ingin lebih maju. Waktu dulu seperti perkampungan, setelah ada Program PLPBK menjadi seperti perkotaan.

Bupati indramayu Hj Anna Sophanah memaparkan ke masyarakat. Program ini patut kita jadikan contoh dan hargai dengan baik. Tadinya Desa yang tertinggal kini sekarang dengan adanya program Plpbk. Menjadi Desa yang maju tidak menjadi Desa tertinggal lagi.

Hj Anna Sophanah menyampaikan terakhir ke pada masyarakat Blok buyut Desa Haurkolot Kec Haurgeulis Kab Indramayu. Jaga dan Rawat supaya tetep rapih, bersih dan Higinis. Pesan Hj Anna Sophanah. (Anjar)


loading...

Kejaksaan Indramayu Di Desak Segera Usut Kasus Laporan Dugaan Korupsi Kuwu Sleman

INDRAMAYU - Sejumlah tokoh masyarakat Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu mendesak kepada aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri Indramayu untuk segera mengusut dan menindaklanjuti laporan dugaan korupsi uang negara yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Desa Sleman dalam hal ini oknum Kuwu Narwedi, yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut pihak pelapor, Nurcahya (39) mengatakan, ia bersama tokoh masyarakat Desa Sleman meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Indramayu untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dana Desa dan Bantuan Provinsi ( Banprov) tahun 2015 yang dilakukan oleh Kuwu Narwedi, yang nilainya sekitar hampir 600 Juta.

“ Pihak kejaksaan jangan sampai main-main dalam mengusut kasus ini, karena jika kasus dugaan korupsi ini diabaikan, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di wilayah Indramayu. Nurcahya meminta agar Kuwu Narwedi segera dipanggil dan diperiksa secepat mungkin, tegasnya lagi.

“ Kalau sampai pihak Kejaksaan Negeri Indramayu main-main dan tidak segera memeriksa terlapor, maka kami akan menindaklanjutinya ke institusi hukum yang lebih tinggi, yaitu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung.

Lebih lanjut, Nurcahya berkeinginan supaya situasi Desa Sleman cepat kondusif,  maka ia meminta kasus dugaan korupsi ini cepat diproses dan cepat disidangkan di Pengadilan, sehingga masyarakat Desa Sleman nanti jadi tahu, apakah pihak terlapor berbuat korupsi atau tidak, tegasnya lagi.

Kita lihat dan tunggu saja dalam kurun waktu minggu-minggu ini, jika laporan kami tidak segera ditindaklanjuti untuk diproses, maka kami beserta masyarakat  akan secepatnya mendatangi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang ada di bandung, pungkasnya. (Team)


loading...

Ormas & LSM Cirebon Bersatu, Desak Polisi Usut Tuntas Premanisme Saat Istighosah

CIREBON – Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Cirebon mengutuk keras tindakan premanisme yang terjadi dalam kegiatan Istighosah yang dilaksanakan oleh Aliansi Cirebon Bersih (ACB), Senin (28/11/2016) di Depan Kantor Bupati Cirebon.

Bahkan, Ormas dan LSM ini meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku pelemparan serta akator intelektual yang diduga menyuruh penyerangan tersebut.
Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Kabupaten Cirebon, Agus Supriadi dalam konfrensi pers dihadapan beberapa wartawan menyatakan, kegiatan istighosah ini seharusnya didukung oleh semua pihak.

Pasalnya, Agus menilai kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk mendoakan agar Kabupaten Cirebon bersih ini sangat bagus ditengah keadaan nasional yang dianggap kurang kondusif. “Saya sebagai pribadi dan juga sebagai Ketua GRIB menyatakan mengutuk keras pelemparan dan premanisme yang terjadi.

Kenapa acara istighosah yang seharusnya didukung demi kebaikan bersama malah dilempari oleh sejumlah oknum. Kembali lagi, saya sebagai umat muslim, sangat tidak terima dengan tindakan yang terjadi ini,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, Agus juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah yang terkesan membiarkan pelemparan terjadi. Padahal, Agus melihat pelaku pelemparan berada di halam Kantor Bupati Cirebon.

“Peserta istighosah itu berada di depan Kantor Bupati dan menghadap utara. Sedangkan, pelaku pelemparan itu berada di selatan yang artinya itu ada di dalam halaman Kantor Bupati. Ada apa ini dan mereka itu siapa? Apakah memang orangnya penguasa atau siapa sehingga seenaknya melakukan pelemparan kepada jamaah istighosah. Seorang ulama yang terkena lemparan itu dan dari situ saya menyatakan tidak terima,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga, Agus menegaskan pihaknya akan ikut serta pada semua aksi yang dilakukan oleh Aliansi Cirebon Bersih. Bila perlu, kata dia, pasukan GRIB di wilayah Kabupaten Cirebon akan ikut serta mengamankan peserta aksi.

“Jujur saja, awalnya kita ini tidak ikut dalam aksi. Tetapi, setelah mendengar dan melihat kejadian pelemparan ini, maka kita memutuskan akan ikut serta karena demi mempertahankan agama islam yang sudah dinodai dengan tindakan premanisme tersebut. Kedepannya, kita akan ikut serta dalam aksi dan bila perlu saya sendiri ikut turun,” terangnya.

Senada, Ketua Ormas Laskar Merah Putih, Agustinus menyatakan tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh oknum ormas tersebut tidak bisa diterima. Dirinya menegaskan pelemparan tersebut sudah sangat melecehakn agama islam. “Ini jelas sudah penistaan agama islam dan saya sangat mengutuk tindakan premanisme tersebut,” singkatnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua GNPK dan Pemuda Panca Marga Kabupaten Cirebon, Hamzah Hariri menyebutkan kegiatan istighosah ini merupakan tindakan legal yang sudah dilindungi oleh perundang-undangan.

Akan tetapi, dirinya juga menyatakan heran dengan sikap pemerintah daerah yang justru mempercayakan keamanan kepada preman dan bukan aparat penegak hukum. “Kenapa Satpol PP dan kepolisian justru berada di luar dan yang di dalam (halaman kantor bupati, red) adalah preman. 

Ini jelas menunjukkan ketidakpercayaan pemerintah kepada dua institusi tersebut karena lebih memilih preman yang mengamankan daripada keduanya. Mereka yang melakukan pelemparan itu sudah melampaui batas karena kita sendiri sudah dilindungi hukum dalam melakukan penyampaian aspirasi,” katanya.

Sementara itu, Wahana Anak Negeri Indonesia (Wani) Kabupaten Cirebon menilai tindakan yang terjadi kali ini merupakan settingan dari sejumlah actor. Oleh karena itu, dengan bukti yang ada selama istighosah, maka dugaan adanya actor intelektual sangat besar.

“Kita lihat sendiri bagaimana hal tersebut terjadi. Tidak mungkin kalau tidak ada yang menggerakan dan menyuruh melaukan pelemparan. Maka dari itu, selain kita minta pelaku pelemparan ditangkap, kita juga ingin diungkap siapa dalang dari semua ini,” ungkap Ayiep M Rifki selaku perwakilan Wani.

Dilanjutkan Koordinator aksi, Qorib Magelung Sakti, pihaknya sudah melakukan pelaporan terhadap tindakan yang dilakukan oleh para preman. Bahkan, dirinya menegaskan akan segera memberikan tembusan ke Polda Jawa barat dan Mabes Polri.

“Bagaimana tidak disebut preman kalau kegiatan istighosah saja dilempari oleh mereka. Apalagi kalau kita diam, maka bukan tidak mungkin kita akan lebih ditindas. Maka dari itu, saya sendiri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan saya tegaskan lagi, kegiatan seperti ini tidak akan berhenti dan akan terus kita lakukan,” ungkapnya.

Dukungan sendiri bukan hanya datang dari Ormas dan LSM dari Kabupaten Cirebon saja, Lembaga Bantuan Hukum PBNU ikut mendukung langkah hukum yang ditempuh oleh aliansi terhadap pelemparan yang melukai tiga orang jamaah.

“Siapa yang bertanggung jawab, itulah yang memiliki kewenangan atas Kantor bupati. Maka, kalau ada anggapan adanya intelektual leader atas kasus ini,hal tersebut tidak bisa disalahkan. Dengan kata lain, kita juga sudah mengarahkan para korban melakukan pelaporan dan di visum et repertum sebagai emnguat laporan,” terang Waswin Janata.

Meskipun demikian, Waswin meminta kepada semua pihak untuk tidak keluar dari koridor awal pergerakan dibentuk. Dia menyebutkan, tujuan utama dari gerakan ini adalah pengusutan dugaan Gratifikasi yang terjadi di RSUD Arjawinangun dan juga pembentukan panitia khusus oleh DPRD Kabupaten Cirebon terkait gratifikasi tersebut.

“Kita tidak ditunggangi oleh kepentingan apapun dan kelompok manapun. Kita ingin Kabupaten Cirebon bersih dan dua tuntutan itu yang menjadi landasan pergerakan kami. Terkait adanya insiden yang terjadi, itu diluar keinginan kami dan bahkan kita sendiri sangat tidak terima kalau aksi kami malah dilempari.

Sebagai tanah islam, tidak seharusnya kejadian itu terjadi dan kita yakin pendiri Kabupaten Cirebon juga tidak akan terima apabila melihat langsung kejadian tadi pagi,” tandasnya.

Pantauan dilapangan, ada beberapa ormas dan LSM lainnya yang menyatakan ikut mendukung langkah ACB. Ormas/LSM yang dimaksud itu diantaranya GMBI, Repdem dan beberapa tokoh masyarakat lainnya.


Jabarpublisher.com
loading...

Usai Ketemu Sunjaya, MUI Kab Cirebon: Tidak Ada Penistaan Agama

CIREBON – Kericuhan yang terjadi saat istighosah yang digelar Aliansi Cirebon Bersih (ACB) di depan kantor bupati, Senin (28/11), ke depan diharapkan tidak terulang lagi. Semua pihak diminta menahan diri. Pemerintah daerah juga diminta untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon menyayangkan adanya pelemparan. “Harusnya kegiatan positif itu direspons baik semua pihak,” ujar salah satu pengurus PCNU Kabupaten Cirebon, Habib Tolkhah Nawawi, Selasa (29/11).

Abah Tolkhah- sapaan akrab Habib Tolkhah Nawawi- meminta masyarakat yang menginginkan perubahan di Kabupaten Cirebon bisa menahan diri. Artinya, kata dia, jangan mudah terpancing. Ketenangan harus tetap dijaga agar suasana Kabupaten Cirebon selalu kondusif. “Kami harap masalah ini tidak menimbulkan perpecahan,” tuturnya.

Dia juga meminta pemerintah daerah tidak tutup mata atas kejadian tersebut. “Kondisi seperti ini, kepala daerah harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Harus ada upaya jelas dan cepat agar dampaknya tidak meluas,” pesannya.

Terpisah, MUI Kabupaten Cirebon menyatakan tidak ada unsur penisataan agama dalam insiden tersebut. “Saya khawatir masyarakat yang tidak tahu persoalannya kemudian menganggap ini sebagai penistaan agama,” tegas Ketua MUI Kabupaten Cirebon KH Bahrudin Yusuf usai bertemu Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, kemarin.

Pengurus MUI Kabupaten Cirebon lainnya, KH Wawan Arwani mengajak semua pihak menjadikan Cirebon tetap aman dan kondusif. “Banyak hal yang bisa dilakukan untuk kebaikan Cirebon, ketimbang kita gontok gontokan,” ujar Wawan.


Radarcirebon.com
loading...

Dalam Apel Akbar Nusantara Bersatu, Aher: Masyarakat Harus Tetap Bersatu!

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat ‎Ahmad Heryawan mengajak masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi isu-isu perpecahan saat ini. Hal itu disampaikan dalam orasi apel "Nusantara Bersatu", di Lapangan Gasibu, Rabu 30 November 2016.

Menurut dia, Indonesia ditakdirkan sebagai negara yang unik. Indonesia memiliki ribuan kepulauan, suku bangsa, dan bahasa daerah. Meski beragam, kata dia, semua harus sepakat untuk mengatakan bahwa semuanya satu bangsa, satu tanah air, satu bahasa yaitu Indonesia.

"Sejarawan Jerman pernah bilang soal Indonesia. Dia heran ternyata ada negara yang memiliki keragaman bisa seperti Indonesia bersatu. Sejarawan Jerman bangga dengan Indonesia, masa kita enggak," ujar dia.

Pendiri bangsa, Soekarno menurut dia, luar biasa dengan menciptakan empat pilar kebangsaan sebagai dasar negara Indonesia Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. "Pancasila sebagai dasar negara, jelas kita yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, dan persatuan Indonesia," kata dia.

Menurut Heryawan, keberagaman merupakan fitrah dari Tuhan. Bukan untuk saling bertikai, membenci, tapi harus bersatu. Keberagaman adalah fitrah.

"Kalau tidak beragam tidak indah. Allah swt menciptakan keberagaman dan persamaan. Sama-sama manusia, tinggal di bumi. Betul ada perbedaan tapi sebanyak apa pun perbedaan tetap persamaan lebih banyak. Dua kesimpulan, pada saat perbedaan Allah mentakdirkan persamaan kita lebih banyak dari perbedaan, jadi kita harus tetap bersatu," tutur dia.


Pikiranrakyat.com
loading...

Korban Acara Sunatan Masal Minta Keadilan

INDRAMAYU - Ketika menelusuri dan menanyakan masalah sunatan masal, yang di selengarakan tahun lalu, yang  diadakan di bulan oktober 2015 di Desa Gabus Kulon Blok Kertajaya/Blok Buwer. Ternyata masih menyisakan masalah.

Untuk menindak lanjuti masalah sunatan masal ini, Panturapos menemui lansung ayah korban sunatan masal yang bernama Turnata, di Rumahnya  blok Buwer/blok Kertajaya Desa Gabus Kulon rt 15 rw 06 Kec Gabus Wetan. Korban bernama  Sendi Suhendra, usia kurang lebih 7 tahun.

Sendi Suhendra menjadi korban akibat sunatan masal, dan menderita gangguan telinga, menjadi tidak bisa mendengar, mata tidak bisa melihat, mulut tidak bisa bicara, Dan semua bandan pun tidak normal dan tidak bisa beraktivitas selama berbulan - bulan.

Hanya bisa terbaring di tempat tidur dan hanya merasakan merintih kesakitan. Bahkan tidak bisa makan dan minum. Sampai menjadi meninggal dunia. Dan kasus ini, langsung di tindak lanjuti lagi selama berbulan bulan tidak ada kabar apa - apa.

Dan Baru ada panggilan ke polres pada hari Rabu tanggal 11-05-2016 jam 10:51  oleh Karyanto SH. selaku Reskrim di polres indramayu. Setelah itu Turnata ayah korban di beri 5 pertanyaan, oleh karyanto SH selaku Reskrim polres indramayu.

Turnata menjelaskan kepada pihak reskrim, sampai dari acara pertama sunatan masal, dan sampai terjadinya kecacatan fisik pada Sendi dan sampe meninggal dunia.

Dan dari semua panitia Penyelenggara, tidak ada Ucapan atau  Belasungkawa kepada keluarga korban sunatan masal, tutur Turnata, menjelaskan kepada Pantura Pos. Diketahui dalam program sunatan masal tersebut bertindak sebagai penyelenggara program sunatan masal Ibu sutinem selaku Kepala Sekolah SDN 1 Gabus Wetan, yang  Sekolahnya di pakai untuk sunatan masal.
Disamping itu ada uud selaku panitia penyelenggara sunatan masal, sekaligus dari Penyelenggara acara Ulang Tahun PGRI di Kecamatan Gabus Wetan Kabupaten Indramayu.

Rencananya mereka akan di panggil satu persatu ke Polres Indramayu untuk di minta keterangan oleh Karyanto SH, selaku Reskrim polres indramayu.  Dan kemungkinan besar panitia yang lain juga akan mendapat panggilan dari pihak Kepolisian.

Turnata, memaparkan kepada Panturapos, memohon dengan sanget kepada pihak kepolisian Indaramayu, sebagai penegak hukum, tolong segera usut masalah dan kasus ini sampai dengan selesai.

“ Saya berharap dari pihak penegak hukum secepatnya menindak lanjuti dengan serius “,  dan di sini bukan dari sisi hukumnya saja tapi dari segi  ke perikemanusiannya yang kita ambil.


Karna mereka bukan hewan, yang bisa seenaknya di biarkan. Mereka manusia seperti kita juga,  Ujar Turnata, sambil meneteskan air mata ketika memaparkan ke Pantura Pos. ( Anjar )
loading...

Pemcam Gantar Peringati Hari Korpri Ke 45

INDRAMAYU - Pada hari selasa (29/11) telah di laksanakan peringatan hari KORPRI yang mana di di hadiri jajaran,aparatur kepemerintahan. Muspika, guru di Kecamatan Gantar.

Sekmat Sujadi. SH. memaparkan tentang ulang tahun KORPRI ke 45, di mana ia menerangkan tentang  pemberantasan praktek korupsi dan pungli di Negeri ini. Dan bangsa indonesia menjadi momok di ego setrial,ego torial,ego politik.

Segenap anggota KORPRI di manapun yang sedang bertugas dengan ini kita dapat memperingati Hari jadi KORPRI yang sedang dan sudah mengemban tugas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada negara bangsa, dan rakyat di seluruh penjuru dan tanah air dan dunia.

Saya Apresiasikan tentang tema peringatan hari ulang tahun KORPRI ke 45. "KORPRI adalah bersama, KORPRI meneguhkan Netralitas dan meningkatkan propesionalisme aparatur sipil Negara"

Dan sangat tepat semangatnya dalam menyambut pesta Demokrasi, pemilihan umum kepada daerah serentak tahun 2017. Jadikanlah momentum pilkada serentak 2017 sebagai ajang ujian atas Netralitas saudara-saudara.


Ujian untuk menerapkan panca Pratsetya, KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok, maupun Individu. Melaikan pengabdian Anggota KORPRI. hanya kepada negara, Bangsa dan Rakyat. (Anjar)
loading...

Pembelaan Ahmad Dhani Soal Nama Hewan & Tuduhan Hina Jokowi

JAKARTA - Musikus Ahmad Dhani mengatakan dia tidak bermaksud menghina Presiden Joko Widodo dalam orasinya ketika menghadiri demonstrasi pada Jumat, 4 November 2016. Aksi unjuk rasa itu bertujuan meminta pemerintah Jokowi menuntaskan proses hukum terhadap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dengan dugaan penistaan agama Islam.

Ditemani Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ahmad Dhani mengklaim orasinya dalam unjuk rasa besar itu justru bertujuan mengedukasi peserta. "Saya ingin bilang Presiden A***g, tapi tidak boleh. Saya ingin bilang Presiden B*i, tapi tidak boleh," kata Ahmad Dani ketika mengulangi petikan orasinya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 28 November 2016.

Ahmad Dhani mengaku dia ingin mengedukasi massa demonstran yang berteriak melontarkan kata-kata hinaan kepada Presiden Jokowi. Ahmad Dhani menyebutkan orasinya hanya untuk mengingatkan orang-orang di bawah podium untuk tidak berkata seperti itu. "Justru sebetulnya saya ingin mengedukasi demonstran," ujar calon Wakil Bupati Bekasi itu.

Menurut Ahmad Dhani, ada seorang ahli hukum yang akan membelanya di pengadilan jika dia ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Karena itu, ujar Ahmad Dhani, dia berani muncul di hadapan publik sekarang. "Saya dapat pesan pendek yang katanya dia tidak melihat ada unsur pidana dalam kasus itu. Dia bilang akan membela saya di pengadilan," ucap Ahmad Dhani.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menambahkan, jangan sampai ada diskriminasi apalagi kriminalisasi dalam menangani perkara yang menyeret Ahmad Dhani. Dia pun meminta tidak ada standar ganda dari polisi dalam menangani kasus. "Yang satu buru-buru dijadikan tersangka tanpa gelar perkara, yang satu kok sepertinya sulit," tutur Fadli, merujuk kasus yang menimpa Ahok dan Buni Yani.

Perwakilan Laskar Rakyat Joko Widodo (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo) sebelumnya melaporkan Ahmad Dhani ke Kepolisian Daerah Metro Jaya karena diduga melecehkan Jokowi sebagai kepala negara dalam orasinya dalam unjuk rasa 4 November 2016. "Kami sudah serahkan bukti visual berupa video, selanjutnya polisi yang menangani," kata Ketua Umum LRJ Riano Oscha, 7 November 2016.

Kelompok relawan Jokowi tersebut, kata Riano, melaporkan Ahmad Dhani dengan Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Bunyi pasal tersebut adalah "Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan hukum di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan “.


Tempo.co
loading...

Jika bendera China sengaja dikibarkan di Maluku merupakan ancaman RI

JAKARTA  - Ketua Komisi I DPR F-PKS Abdul Kharis Almasyhari meminta pemerintah mengusut tuntas masalah pengibaran bendera China di Pulau Obi, Ternate, Maluku Utara. Menurutnya, apabila pengibaran itu adalah kelalaian pihak PT Wanatiara Persada maka kejadian ini patut disayangkan.

"Kejadian itu harus diusut tuntas agar tidak terjadi lagi. Jika karena kelalaian dan ketidaktahuan petugas perusahaan maka hal ini sangat disesalkan," kata Abdul saat dihubungi, Senin (28/11).

Abdul menilai pengibaran bendera China ini sebagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan Indonesia andai dilakukan secara sengaja. "Jika ada kesengajaan maka hal ini merupakan bentuk ancaman terhadap kedaulatan bangsa Indonesia, hal ini harus ditindak tegas," tegas dia.

Seperti diketahui, bendera China berkibar di Pulau Obi, Ternate diturunkan pada 25 November lalu. Saat itu tengah hendak dilakukan peresmian Ground Breaking Ceremony Projek Smelter, PT Wanatiara Persada.

Penurunan bendera di lokasi acara dilakukan personel security PT. Wanatiara, sedangkan bendera berkibar di dermaga penurunannya turut dibantu oleh Sertu Marinir Agung Priyantoro agar bendera tidak menyentuh tanah.

"Proses menurunkan bendera Tiongkok berjalan aman dan lancar," kata Kadispenal Laksamana Pertama, Gig Jonias Mozes Sipasulta kepada merdeka.com, Minggu (27/11).


Merdeka.com
loading...

Proyek Senderan Irigasi Di Desa Kroya Asal Jadi

INDRAMAYU - proyek pembangunan irigasi di setiap titik masih asal-asalan. Seperti yang dilihat, Pembuatan sisi tanggul hanya di tempel, dan tidak di bongkar sebagian bagunan yang lamanya. di atasnya hanya di tambal dengan bangunan baru.

Sementara anggaran tersebut cukup lumayan besar. Ketika dari panturapos meninjau lansung ke lokasi pembangunan irigasi ternyata ada kuli bangunan saja, dan tidak ada mandor atau pun pelaksana.

Hal yang terkecil pun, papan Anggaran tidak ada. Apa lagi pelaksana yang setiap saat media panturapos datang mau konfirmasi tidak ada di tempat.

Selain itu, pembangunan irigasi blok Ranca Kitiran Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Seperti yang di utarakan masyarakat setempat, memang benar bangunan lama di sulap menjadi bangunan baru.

walaupun masyarakat banyak yang komplain dan menegur ke PPL Kroya, mengenai bangunan yang di duga asal jadi. Sepertinya tidak di hiraukan oleh pelaksana Proyek Irigasi pengairan tersebut.

Padahal pemerintah mengeluarkan Anggaran APBD, untuk meningkatkan pembangunan Irigasi, yang mana di butuhkan oleh masyarakat sekitar. Sehingga dengan adanya pembangunan Irigasi tersebut , masyarakat sekitar tidak kekurangan air dan keterlambatan air untuk masuk ke lahan pertanian.

Panturapos saat mengkonfirmasi tokoh masyarakat Desa Kroya, Kecamatan  Kroya, Kabupaten  Indramayu, ada himbauan  dari Tokoh Masyarakat, tolong kepada Bupati Indramayu, Hj Anna Sophanah, agar segera menindak kepada PT/CV yang terlibat proyek tersebut.

Dan mereka juga meminta kepada pihak Dinas terkait, agar pencairan dana untuk proyek ini ditahan dulu sebelum adanya perbaikan pekerjaan yang sesuai dengan bestek, ujar tokoh masyarakat itu lagi. (Anjar)


loading...

Yaah...Baru satu Tahun, Jalan Hotmix Sudah Hancur

INDRAMAYU - Insfratruktur jalan yang merupakan modal bangkitnya roda perekonomian warga, menjadi prioritas utama dalam segi pembangunannya, untuk itulah dalam realisasi pembangunannya diharapkan sesuai ketentuan yang berlaku, serta lebih mengutamakan mutu dan kualitas yang bagus, ketimbang keuntungan materi belaka.

Namun, pemandangan miris terlihat di Jalan penghubung milik Dinas PU (Pekerjaan Umum, red) / Pemkab, yang terletak di Blok Surabata, Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu.

Sepanjang hampir 1,5 Kilo meter, kondisi jalan yang baru satu tahun di hotmix tersebut,  kini kondisinya sudah rusak parah. Lubang besar dengan ukuran bervariasi dengan lebar + 20 Centi meter, serta kedalaman + 10 Centi meter. Mengancam keselamatan pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

" Semestinya pihak kontraktor harus memperhitungkan hasil serta kualitas, supaya hasil pembangunan jalan ini bisa awet serta tahan lama. Jangan karena mementingkan keuntungan pribadi, keselamatan pengguna jalan menjadi terancam " ucap Iing A.R, salah seorang pengendara motor ketika ditemui Pantura Pos, Senin (28/11).

Dikemukakan dia, kerusakan jalan penghubung tersebut, imbasnya menghambat aktifitas warga dan tersendatnya roda perekonomian.

Hal senada, dituturkan Ino, warga setempat kepada Pantura Pos. Menurut dia, proyek hotmix yang di laksanakan melalui program Juksung (Petunjuk langsung, red) tahun 2015 tersebut. Terkesan mubazir dan menghambur-hamburkan uang rakyat. Pasalnya kata dia, baru seumur jagung kondisinya sudah mengalami kerusakan cukup parah.

" Kondisi sepanjang badan jalan yang dipenuhi lobang besar, ditambah lagi tidak adanya lampu PJU (Penerangan Jalan Umum, red) dimalam hari, sangat mengancam keselamatan pengendara motor yang melintas dilokasi ini.

Baru satu tahun, perbaikan jalan penghubung ini sudah rusak parah. Saya sebagai warga tidak habis pikir, mengapa pihak pemborong lebih mementingkan keuntungan materi daripada mutu serta qualitas, anggaran yang digunakan buat perbaikannya kan berasal dari uang rakyat, jadi tolong jangan asal-asalan saja dalam membangunnya " tegas dia.

Ditambahkan Ino, untuk kedepannya, warga meminta ada perhatian serius dari Pemkab dan dinas terkait, sehingga kenyamanan warga dalam beraktifitas tidak lagi terganggu dengan jalan yang rusak tersebut.

" Mudah-mudahan segera ada perbaikan lagi. Supaya awet dan tahan lama, di usahakan agar di cor beton saja " pinta dia.

Terpisah, Ketua LSM Aliansi Indonesia Kabupaten Indramayu, Taufik Ambarih mengatakan. Semua pihak diharapkan tidak saling menyalahkan siapapun, terkait kerusakan jalan tersebut. Dia berharap, dalam pembangunan berikutnya, mutu serta qualitasnya harus lebih baik dari sebelumnya.


" Ini sebagai pembelajaran saja, mudah-mudahan kedepan, dalam realisasinya harus lebih baik lagi, serta lebih mementingkan hajat orang banyak " Harap Taufik. (Mansur Kurdi).
loading...

Tumpukan Sampah Di Desa Sukajati, Ganggu Kenyamanan Warga

INDRAMAYU - Masyarakat dan apartur Desa Sukajati merasa risi dan terganggu dengan adanya pembuangan sampah di blok sukajati jaln KI Hajar Dewantara No 3 Haurgeulis Indramayu. Yang mana baumya semakin hari semakin sangat tidak enak dan busuk baunya.

Dan entah Kenapa setiap ada pengaduan masalah tempat sampah yang berada di blok desa sukajati ini dari Dinas Kebersihan belum menindak lanjuti masalah tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan umum yang mana jalan tersebut menjadi tempat tempat lalu lalang siswa/siswi sekolah dan warga sekitar.

Ketika dari Media Online Pantura Pos datang untuk konfirmasi masalah pembuangan sampah di Desa Sukajati dan langsung bertemu dengan Bapak Kuwu Sukajati. Beliau memaparkan kepada Pantura Pos tentang sampah yang berada di sebelah Desa Sukajati.

Sebenarnya dari saya juga selaku kuwu di desa Sukajati tidak mengharapkan adanya sampah di sini, dan tidak setuju dengan adanya tempat sampah di desa Sukajati apalagi sampe di bikin bak sampah, saya merasa risi dan tidak senang dan tidak setuju  mengenai sampah dan bak sampah tersebut.

Tumpukan Sampah Yang Busuk dan Bau
Lebih lanjut Kuwu Sunaryo mengatakan, Saya juga sudah tegur kepada Dinas Kebersihan mengenai tempat sampah yang berada di Desa Sukajati. Jawaban Dinas Kebersihan,/ pak Iyang “tenang pa sampah tersebut setiap hari saya bersihkan dan saya angkut supaya tidak menambah menumpuk.

Pokonya satu hari beres sampah tidak berserakan kemana-mana dan tidak menyebabkan bau yang tidak sedap” Ujar bapak Iyang Selaku yang biasa membereskan sampah yang berada di desa Sukajati Kec Haurgeulis Kab Indramayu.

Ternyata tuturkata  dia tidak sejalan dengan pembicarakan kepada saya tempo hari , sewaktu berkordinasi dengan saya selaku kuwu Desa Sukajati. Setelah di tegur kenapa masih belum beres saja malahan sampah semakin banyak dan semakin hampir menutupi bahu jalan. dan  Dia menjawab Kepada Saya Selaku Kuwu Desa Sukajati Kec Haurgeulis Kab Indramayu. karna kurang ARMADA untuk mengankut sampah yang semakin hari terus bertambah banyak dan bau yang tidak enak.

Dan tidak yang diharapkan oleh saya selaku kuwu di desa Sukajati.  malah sampah itu main banyak dan makin menumpuk. Padahal di tempat tumpukan sampah tersebut sudah ada bacaan JANGAN BUANG SAMPAH DI SINI, tetep sampah makin banyak dan menumpuk dan hampir menutupi bahu jalan dan menyebabkan bau yang tidak sedap/enak.

Saya selaku Kuwu Desa Sukajati Berharap kepada dinas Kebersihan tolong bersihkan sampah dan benahi tempat sampah yang dimana layak untuk pembuangan sampah yang benar. Dan saran saya selaku kuwu Desa Sukajati kepada dinas Kebersihan jangan ada lagi dan melihat tumpukan sampah di sekitar Desa sukajati yang mana semakin hari semakin menumpuk dan makin menyengat baunya. Dan bak sampah yang berada di area sampah tolong ditidak adakan selamanya. Apa Bila Diminggu-minggu ini tidak Habis Maka akan Di Bonkar PAKSA dan Di STOP.


Saya ingin Desa Sukajati ini bersih dari tumpukan tumpukan sampah yang di lihat kurang bagus dan kotor. Di hadapan masyarakat desa sukajati dan warga sekitar. Ucapan terakhir saya Selaku Kuwu Sukajati tolong untuk Dinas Kebersihan segera menertibkan pembuangan sampah yang benar dan teratur demi kesehatan bersama. (Anjar )
loading...

Warga Tersiksa Dengan Layanan PDAM Indramayu

INDRAMAYU - Hampir tiga hari pasokan air dari PDAM Tirta Darma Ayu (TDA) unit Anjatan, untuk warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu tidak ngocor. Hal itu berimbas pada terhambatnya aktifitas warga terutama ibu- ibu di saat pagi hari, ketika akan beraktifitas MCK (Mandi, Cuci dan Kakus, red).

Pantauan Pantura Pos, tidak ngocornya pasokan air dari PDAM TDA unit Anjatan tersebut, terjadi di saat dini hari hingga menjelang siang hari. Begitu juga terkadang disore hari. Menurut beberapa orang warga ketika ditemui Pantura Pos menuturkan. Semestinya harus ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum pasokan air tersebut berhenti ngocor. Yang pastinya menurut warga, di saat pagi hari adalah saatnya aktifitas dimulai, warga berharap segera ada tindak lanjut dari pihak PDAM TDA unit Anjatan.

" Mau mandi susah, mau BAB juga susah. Mending kalau yang dekat dengan Masjid ataupun mushola tidak terlalu khawatir. Coba bagi warga yang hanya mengandalkan dari pasokan air PDAM pasti jadi bingung. Saya minta jangan hanya tarif saja yang di naik kan, pelayanan terhadap konsumen juga harus ditingkatkan, seperti saat sekarang air PDAM sering macet " ungkap Baung, warga Desa Sukahaji kepada Pantura pos, Minggu (27/11).

Senada, Iyon, warga lainnya mengatakan. Macetnya pasokan air dari PDAM bukan hanya kali ini saja terjadi. Namun di katakan dia sudah berulang-ulang kali.

" Kalau air PDAM tidak ngocor jadi bikin terhambat aktifitas saya. Untung cuma mampet di saat pagi saja tidak sampai malam. Saya mah cuma warga, tidak paham ada kendala apa di sananya (Kantor PDAMnya, red), yang terpenting pelayanan dari PDAM jangan sampai terhambat lagi " Harap dia.

Sementara itu ditempat terpisah, warga Kecamatan Gabuswetan juga mengeluhkan dengan kondisi kualitas air PDAM, karena hampir seminggu ini warga yang berada dikecamatan tersebut tidak bisa memakai pasokan air PDAM lantaran airnya yang keruh mirip comberan.

Agus (35), warga Desa Gabus Kulon mengatakan kepada panturapos, “ kondisi air PDAM disini kotor banget, keruh seperti comberan “, katanya. Sehingga warga disini tidak bisa menggunakan dan mengkonsumsi air PDAM. 

Kami betul-betul tersiksa dengan kondisi ini, ujar Agus lagi. Sampai berita ini di tulis belum di konfirmasi ke pihak PDAM Indramayu, di karenakan masih hari libur. (Mansur Kurdi / Red)
loading...

PBNU sebut Salat Jumat di jalan tak sah setelah analisa kitab kuning

INDRAMAYU - Ketum PBNU Said Aqil Siradj kembali menegaskan tidak sah melakukan Salat Jumat di jalan. Hal ini diutarakannya menyusul rencana aksi unjuk rasa susulan 2 Desember nanti yang rencananya menggelar Salat Jumat di jalan protokol.

"Menurut NU (Nahdlatul Ulama) menganalisis dari kitab kuning itu tidak sah. Tidak sah Salat Jumat kecuali di bangunan, yaitu masjid," ucap Said di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (27/11).

Said menjelaskan, sekalipun tidak ada bangunan untuk Salat Jumat atau masjid di wilayah tersebut hancur cukuplah masyarakat menunaikan Salat Zuhur empat rakaat seperti biasa sebagai pengganti.

"Seandainya masjid itu hancur karena gempa bumi atau longsor maka Salat Zuhur 4 rakaat," ujarnya.

Said mengatakan, ketimbang melakukan aksi demo kembali dan Salat Jumat di jalan, bahkan dia menganjurkan masyarakat melakukan aktivitas kegiatan mereka seperti biasa. Alasannya, ikut serta aksi unjuk rasa hanya akan menguras energi dan waktu.

Terlebih lagi, imbuh Said, tujuan aksi tersebut saat ini sedang diproses oleh Bareskrim Mabes Polri dan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), terduga atas perbuatan penistaan agama telah ditetapkan sebagai tersangka 16 November lalu.

"Jangan berdemo, risiko nya besar. Habis waktu, energi, uang, tenaga. Menurut saya toh tuntutannya lagi diproses yang kita harapkan yaitu Basuki Tjahaja purnama diproses hukum, dan ini sedang berjalan. Apalagi?" pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menegaskan salat Jumat di jalan tidak sah. Selain itu, salat Jumat di jalan saat demo 2 Desember akan mengganggu ketertiban umum.

"Salat Jumat di jalan itu tidak sah menurut Imam Syafii dan Imam Maliki. Kalau imamnya di masjid dan kalau keluar-keluar enggak apa-apa. Terus sengaja dari rumah mau salat Jumat di tengah jalan, salatnya aja enggak sah. Belum lagi mengganggu ketertiban, ganggu kepentingan orang lain," kata Said Aqil di sela-sela Kongres XVII Muslimat NU, di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (24/11).

Dia menegaskan hal itu sudah dibahas oleh para kiai NU. Hasilnya, pelaksanaan salat Jumat di jalanan tidak sah.

"Iya, kiai-kiai yang bahas dari kemarin. Sudah ada. Bukan melarang, saya hanya meluruskan fatwa enggak ada kaitannya dengan pilkada, Ahok, enggak ada kaitannya. Pokoknya salat Jumat di jalan, kapanpun, dimanapun, enggak sesuai menurut Iman Syafii. (Salat) Jumat harus ada di dalam bangunan. Yang sudah diniati untuk salat Jumat di sebuah desa atau di sebuah kota," jelasnya.


merdeka.com
loading...

Cimplo Hijau Cikedung untuk Penangkal Bala

INDRAMAYU – Bulan Safar pada perhitungan kalender Qomariyah, masyarakat menyebutnya pula sebagai Bulan Bala. Di bulan ini, penduduk pedesaan di Bumi Wiralodra menggelar tradisi selamatan dengan membuat kue cimplo (apem, red).

Uniknya, seiring berjalannya waktu warna cimplo tidak hanya didominasi putih. Di Kecamatan Cikedung, warga setempat membuat kue cimplo dengan beragam variasi warna.

“Yang paling terkenal adalah kue cimplo hijau, ini khas Cikedung,” ujar Muslimah, ibu rumah tangga asal Desa Cikedung Lor kepada Radar, kemarin.

Pembuatan kue cimplo hijau ini, lanjut dia, tidak jauh berbeda dengan yang lain. Dibuat dari tepung beras, lalu disuguhkan dengan gula merah yang sudah dicairkan dengan campuran blondo (kaldu dari santan, red). Warna hijau karena ditambah dengan daun pandan.

Ciri khas lainnya cimplo dari Cikedung ini adalah perpaduan gurih dan lembut di mulut, dipadu legitnya gula merah. “Lebih empuk dan bagian luarnya tidak mengeras,” ujar dia.

Untuk santannya pun dibikin dari kelapa tua yang diparut secara konvensional. Sebab memarut kelapa dengan mesin parut akan menghasilkan kuantitas blondo yang berkurang. “Jika kelapanya masih muda, kualitas blondonya kurang baik, gurihnya kurang terasa,” terang ibu tiga orang anak ini.

Saat ditanya kapan mula-mula tradisi kue cimplo di bulan Bala dimulai, Muslimah mengaku tidak tahu. Tapi apa yang dia dengar, membuat kue cimplo dapat menghindari segala musibah yang ada di bulan bala. Dengan kue cimplo, warga percaya bahwa dapat terbebas dari berbagai jenis penyakit.

“Terlepas dari itu semua, kalau saya dan keluarga bulan Bala ini momennya berbagi. Apalagi sehabis panen, syukuran, selamatan. Itu saja,” tutupnya.


radarcirebon.com
loading...

Jika 3 Kali Mangkir, Saksi Kasus Ahmad Dhani Bisa Dipanggil Paksa

JAKARTA — Polda Metro Jaya telah melayangkan surat panggilan kepada para saksi dalam kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo oleh Ahmad Dhani. Namun, dari delapan orang yang dipanggil, hanya Eggi Sudjana yang memenuhi panggilan.

Selain Eggi, orang-orang yang akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut di antaranya Rizieq Shihab, Amien Rais, Munarman, Ratna Sarumpaet, Mulan Jameela, dan Ahmad Dhani.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pihaknya akan segera melayangkan surat pemanggilan berikutnya.

"Kita tunggu nanti jadwalnya kapan. Belum tahu tanggalnya," ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/11/2016).

Awi menjelaskan, jika mereka tetap tidak datang dalam surat panggilan ketiga, maka polisi bisa menerbitkan surat perintah membawa secara paksa.

"Kalau panggilan kan seperti biasanya ya, panggilan itu sampai tiga kali. Yang ketiga itu bisa dengan surat perintah membawa," ucap dia.

Pemeriksaan para saksi itu dilakukan untuk menindaklanjuti pelaporan dari Laskar Relawan Jokowi (LRJ) dan Projo yang melaporkan Ahmad Dhani karena diduga menghina Presiden Jokowi saat berorasi pada demo 4 November.

Laporan yang dibuat oleh LRJ dan Projo tertuang dalam laporan polisi bernomor, LP /5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 7 November 2016. Dalam laporan tersebut, polisi menyertakan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.


Kompas.com
loading...

Polda Jabar Mulai Selidiki Kasus Dugaan Penghinaan Pancasila oleh Habib Rizieq

BANDUNG - Polda Jabar sudah menerima pelimpahan dari Bareskrim Polri soal kasus dugaan penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Kini persoalan tersebut dalam penyelidikan Polda Jabar.

Kasus ini dilimpahkan karena locus delicti atau tempat kejadiannya ada di wilayah Jabar. Habib Rizieq dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

"Locusnya di Bandung. Kami sudah menerima pelimpahan itu belum lama ini. Jadi sekarang kami masih mempelajari," ucap Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Imam Raharjanto kepada wartawan di sela-sela acara Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) di Hotel Grand Aquila, Jalan Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Jumat (25/11/2016).

Imam menjelaskan, Polda Jabar tengah melakukan penyelidikan soal kasus tersebut dengan cara mengumpulkan informasi dan data. Penyelidik bergerak mengecek lokasi, mencari siapa saja yang waktu itu ada di tempat, dan petunjuk lainnya.

"Nanti dikumpulkan bahannya, setelah itu kami gelar untuk menentukan apakah bisa naik ke penyidikan atau tidak. Jadi, sekarang proses penyelidikan untuk mencari ada atau tidaknya unsur pidana," tutur Imam.

Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq ke Bareskrim Polri, Kamis (27/10) lalu. "Saya datang sebagai Ketua Umum PNI Marhaenisme melaporkan Habib Rizieq Ketua FPI perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan martabat Dr. Ir Soekarno sebagai Proklamator kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama Republik Indonesia," kata Sukmawati Soekarno di Bareskrim Polri di Gedung KKP Bahari II, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Dalam video, disebutkan Sukmawati, Habib Rizieq yang juga merupakan Imam Besar FPI itu menyatakan 'Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di Pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di Kepala'.

FPI menilai pelaporan Sukmawati merupakan bentuk pengalihan isu. Jubir FPI Munarman mengatakan laporan tersebut tidak memenuhi unsur pidana.

"Secara teknis hukum itu laporan tidak bisa memenuhi unsur pidana. Karena pasal-pasal yang dijadikan laporan itu tidak sesuai untuk peristiwa yang dilaporkan," ujar Jubir FPI Munarman ketika dikonfirmasi, Kamis (27/10).


Detik.com
loading...

Masyarakat Desa Salamdarma, Sambut Baik Penghotmixan Jalan

INDRAMAYU - Pembangunan infrastruktur jalan, kian giat dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Bina Marga, salah satunya pengaspalan (Hotmix) di ruas jalan Desa di wilayah Kecamatan Anjatan Desa Salamdarma.

Tepatnya di Dusun Karanganyar yang menghubungkan dengan Desa Lempuyang, dengan panjang ± 1,10 Km, dan Lebar 3m dengan ketebalan 2 – 3 Cm, dengan pelaksana Abud dan Tohwan dari panjang tersebut ada penambahan dari Desa 360 m.

Menurut Kepala Desa (Kuwu) Desa Salamdarma H. Lili Muslikh saat ditemui di Kantor Desanya 23/11/16, “Proyek Juksung (Petunjuk Langsung) dari Pemerintah panjangnya hanya 650 m.

Tetapi ini kebijaksanaan dari saya sendiri selaku kuwu Desa Salamdarma, maka panjang tersebut ditambah 360 m dan Dananya menghabiskan Rp. 60.000.000,- itu pun anggarannya dari saya pribadi.

Dan kalau jalannya sudah bagus maka aktifitas masyarakat menjadi lancar dan perekonomian makin meningkat tajam, sehingga Desa Salamdarma menjadi Desa yang sejahtera, aman, adil dan damai”. Tuturnya.
Begitu juga menurut beberapa warga yang berhasil dihimpun  Pantura Pos beberapa hari yang lalu, “Kami atas nama warga masyarakat Desa Salamdarma, mengucapkan banyak terima kasih kepada Kuwu H. Lili Muslikh karena dengan kepemimpinannya beliau pembangunan di Desa Salamdarma ini meningkat tajam.


Dan kami semua sebagai warga masyarakat Desa Salamdarma mengharapkan untuk kedepannya di tahun 2017 pembangunan makin ditingkatkan lagi”. Ungkap beberapa warga. (SUWARTO)  
loading...

Desa Bugel Gelar Tradisi Sedekah Bumi

INDRAMAYU - Sedekah bumi adalah suatu acara adat yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rizki melalui bentuk segala hasil bumi. Tetapi ada yang unik dalam acara ritual Sedekah Bumi yang diadakan di Desa Bugel Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.

Pasalnya acara transisi adat sedekah bumi tersebut dilakukan dari Kantor Desa Bugel sampai ujung Desa Bugel atau tepatnya di Dusun Plawad, diarak Tumpeng Nasi Kuning dan hasil bumi lainnya setinggi 1 m dengan dikawal ratusan masyarakat Desa setempat termasuk pihak MUSPIKA Kecamatan Patrol dengan diiringi Drumband dari MTs Ma’arif Bugel An-Nur.

Sehingga menambah meriah dalam acara Sedekah Bumi tersebut, dan yang lebih meriah lagi dengan diadakannya Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Ki Dalang Anom Arsono dari Cipedang Jubleg Kecamatan Kroya.

Menurut beberapa warga saat dikonfirmasi awak media online Pantura Pos 23/11/16,  “Kami atas nama masyarakat Desa Bugel sangat berterima kasih kepada Kuwu Ansori dan MUSPIKA Kecamatan Patrol karena adat Sedekah Bumi ini harus dilestarikan karena ini merupakan warisan budaya adat leluhur yang perlu dijaga jangan sampai budaya adat ini kalah dengan masuknya budaya – budaya barat yang merusak moral generasi bangsa, kami sebagai warga masyarakat sangat mendukung acara sedekah bumi tersebut”. Ungkap beberapa warga.

Hal senaa diungkapkan Kuwu Ansori 23/11/16,  “Kami atas nama Pemerintah Desa Bugel mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut mendukung dalam acara tradisi sedekah bumi ini.


Dan kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Perangkat Desa dan Pihak Kecamatan beserta jajarannya termasuk juga ucapan terima kasih kepada Kapolsek Patrol Kompol Ginting Sumantri, SH beserta anggotanya yang turut serta demi terlaksananya acara tradisi adat sedekah bumi ini, semoga acara adat sedekah bumi ini terus dilestarikan sepanjang zaman”. Katanya. (SUWARTO)   
loading...

Proyek Penggalian Kabel Telkom Di Duga Abaikan Ijin Lingkungan

INDRAMAYU - Aktifitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk usaha , baik swasta atau BUMN,pada dasarnya harus memiliki ijin lingkungan, di lakukan pada awal sebelum pekerjaan tersebut di mulai, sehingga langkah –langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif akan terkontrol, sesuai yang diatur dalam pasal 4 no 27 tahun 2012 tentang ijin lingkungan.

Akan tetapi hal ini telah terjadi pengabaian dengan  proyek penggalian kabel telkom di sepanjang jalan raya Patrol Haurgaulis yang meliputi  Kecamatan Patrol, Kecamatan  Anjatan , Kecamatan Haurgeulis. Proyek tersebut telah mengabaikan ijin lingkungan baik kepada pemerintah desa setempat maupun kepada masyarakat sekitarnya yang depan halamanya terkena penggalian kabel , padahal proyek tersebut nantinya dapat keuntungan dari masyarakat, yang di dapat dari  pengguna persawat telkom.
                                                   
Apandi (39), selaku  masyarakat Desa Anjatan Utara ketika  berbincang –bincang dengan awak media PP menyampaikan, ” saya tak habis pikir proyek yang sudah lama dan sudah biasa mengerjakan  di lingkungan masyarakat , tidak ada toleransi, seolah –olah kami sebagai masyarakat ,tidak di hiraukan, boro –boro ijin secara tertulis,  ijin lisan pun tidak.

Ya minimal permisi  terhadap kami yang di depan  halaman walaupun tanah yang di gali milik negara, coba kalau terjadi apa –apa terhadap pengguna jalan, mau tidak mau kita sebagai makhluk sosial merasa terpanggil untuk membantunya.                                                                                                                                                                
Sementara  dari salah satu Pamong Desa dari Desa limpas  hal senada di sampaikan nya,  “ memang bener-benar pelaksana lapangan ini tidak ada pengertiannya sama sekali , di anggapnya diam berarti tdak mengerti , saya juga baru tahu terhadap pemborong seperti ini, biasanya yang saya tahu seperti di wilayah Kabupaten Subang,  ijin ke desa tuh ada minimal tembusan surat.

Biar kalau ada terjadi apa –apa kita sebagai pemerintah desa bisa membantunya, terutama dari gangguan masyarakat yang jail atau oknum masyarakat yang iseng, supaya proyek mereka aman dan kondusif. Inimah malah menghindar.

Coba kalau masyarakat komplen terhadap bekas galian yang tidak di rapikan , apa lagi sekarang di musim hujan , limbah galiannya itu sangat licin dan mengganggu  aktifitas pengguna jalan serta mengganggu ke indahan pemandangan yang punya halaman depan jalan, ungkapnya  rabu( 9/11).     
                                                                                                                                        
lebih lanjut,  “ saya sarankan untuk pelaksana lapangan, agar di mengerti  terhadap kegiatanya , tolonglah patuhi aturan sebagai mana yang di atur sama undang –undang lingkungan, jangan sampai pekerjaan tersebut di stop sama masyarakat karena melalaikan aturan terseb ut.pungkasnya.                                                                                                                                                                                     

Sementara itu,  Agus selaku pelaksana lapangan ketika  di tanya PP mengatakan  “ Memang benar saya belum ijin ke setiap pemerintah desa , Cuma saya sudah ijin sama PU Bina Marga  di Indramayu, saya juga bingung , untuk kesana –sini nya , uang makan saja  sering telat ,mungkin pekerjaan ini akan saya berhentikan dulu, mengingat  bos saya keuangannya menipis, jelasnya . (Casita R ).                        
loading...

Pembangunan Irigasi Desa Babakan Jaya Di Kerjakan Oleh Pemborong Fiktif

INDRAMAYU - Pembangunan infrstruktur pertanian dalam bentuk tembok penahan tanah ( TPT ), di Dusun kandang haur RT 03 RW 01 , Desa Babakan Jaya kec. Gabus Kabupaten Indramayu jawa barat. Di duga di kerjakan melenceng dari bestek.

Menurut informasi dari sejumlah masyarakat setempat menuturkan ke media Panturapos , “ Program ini awal nya kami mengajukan usulan, kepada Pak Kuwu untuk segera di bangun saluran air di kanan –kiri jalan mengingat di kala musim hujan air menggenang di badan jalan , bahkan sampai masuk ke teras rumah.

Akhirnya dari usulan tersebut dalam proses  memakan waktu kurang lebih satu tahun, barulah sekarang terealisasikan setelah  ada SIDAK  dari salah satu anggota dewan  tingkat II Kab.Indramayu   yaitu   Ibu Siti.

Selang beberapa hari  setelah ada intensi mendadak( Sidak )  barulah terealisasikan , tapi sayang nya  dari pemerintah kabupaten Indramayu  melalui tangan panjangnya dalam bentuk program penunjukan langsung  ( juksung ) , tidak memberikan kejelasan kepada masyarakat setempat.

Cuma dengar katannya sih dari Cipta Karya  yang sebagai pelaksana lapangannya saudara pak Mustofa, itupun tahu berdasarkan informasi dari pekerjanya,sementara bendera yang di gunakan Sub Kontraktor  tidak jelas karena tidak ada papan informasi , sehingaga volume yang dikerjakan fiktif , besar anggaran dan sumber dananyapun tak jelas  ,tapi yang pasti sumberdananya dari uang rakyat, ungkapnya.

Lanjutnya, ” Yang sangat di sayangkan bagi kami ,dalam tekhnik pengerjaannya di kerjakan tidak sesuai standar maksimal ,seperti pengerjaan galian untuk pemasangan pon dasi  sebelum pemasangan lining batu tidak di gali dulu Cuma di bersihkan rumputnya saja, sehingga tidak ada untuk pemasangan batu dasar, pemasangan lining batu Cuma ketinggian 40 cm terhitung dari 0 pasangan.

Pembentukan siaran pada lining batu di kerjakan asal , topi atas / ban-banan dan lacian tidak rapih/ asal jadi. Yang lebih aneh lagi acuan untuk ketinggian pasangan di ambil dari badan jalan naik 15 cm, sehingga setelah jadi saluran terlihat badan jalan tersebut mirip dengan sungai yang sudah di buat ( TPT ) hal inilah yang membuat kecewa bagi kami sebagai masyarakat.

Akibat tidak ada pengawasan  secara langsung selama berlangsungnya pengerjaan, yang seharusnya jalan lebih tinggi dari saluran kok ini malah terbalik,apakah karena tidak  ada konsultan, sehingga pengerjaannya semaunya sendiri? karena tidak ada yang mengarahkan dalam segi tekhnisi nya ,paparnya.

Tambahnya lagi,  “ harapan kami sebagai tokoh masyarakat di dusun ini agar kedepan untuk pembangunan bentuk apapun kalau bisa di kerjakan sistem padat karya  sehing ga kami bisa di libatkan langsung dalan pengerjaanya.

Insya allah,  hasil yang di kerjakan akan lebih baik dari pada pekerjaan  sekarang, karena kalau kami dilibatkan langsung pasti ada rasa tanggung jawab  mengingat yang nantinya kami juga yang menikmati, pungkasnya.


Sementara dari beberapa pamong desa Babakan Jaya ketika ditemui PP di kantor desa nya  menuturkan “ kami tidak tahu pak, ada pekerjaan TPT, di dusun kandang haur, karena tidak ada koor dinasi. Terus terang kalau pekerjaan juksung sudah biasa pemborongnya tidak pernah memberi informasi , awal pengerjaan tidak tahu selesainyapun tidak tahu.jelasnya . ( Casita R )                                                 
loading...

Oknum Ustadz, Diduga Cabuli Santri Dibawah Umur

INDRAMAYU - Semenjak terkuak nya  kasus pemerkosaan  di bawah umur  , yang dilakukan oleh oknum Ustad berinisial Jhr ( 30 )ta beralamat Desa Anjatan Baru Kec. Anjatan Kab . Indramayu Jawa barat.Terhadap korban DN (14 )Ta dengan alamat dusun karang malang  Desa Anjatan Kec. Anjatan pada hari kamis ( 3/11 ). Keluarga korban  langsung sontak  kaget di penuhi rasa dendam ,spontanitas hari itu juga datang ke kantor POLRES Indramayu guna melaporkan peristiwa tersebut.

Menurut  Caralim selaku orang tua korban ketika di konfirmasi awak media PP di rumahnya menuturkan “ Dengan kepolosan nya anak saya menceritakan kejadiannya kepada saya, awal nya anak saya suruh menginap di rumah pelaku , untuk menemani  istrinya yang baru melahirkan.

Tujuannya untuk bantu – bantu , dan di temani juga sama Warih yang sama-sama santriwatinya juga dan rupanya kebaikan saya di luar dugaan, di maafaatkan oleh oknum , untuk  memenuhi asrat birahinya, mengingat istrinya belum bisa di melayani seksualnya.

Pada  jum’at malam (01/01)2016, ketika sedang tidur bersama teman nya  tiba- tiba tengah malam anak saya di bangunkan oleh oknum untuk pindah kamar, dengan polosnya Ia mengikutinya kemudian di paksa untuk melayani nafsu  setan nya, dengan cara mulutnya di sumpal dengan kain agar tak bisa teriak.

Setelah melakukan aksi bejatnya, anaku mungkin  di ancam sama pelaku  sehingga esoknya tak bercerita kepada saya tentang kejadian semalam , karena saya anggap tak ada peristiwa ,  ya..,akhirnya besok malamnya lagi, saya suruh menginap lagi, ternyata dilakukan hal yang sama , berturut- turut sampai  tiga malam.

Dan ke empat malam nya  anak saya mogok gak mau menginap di rumah pelaku  alasan cape, tentunya saya  tak berani memaksanya. Lanjutnya “semenjak peristiwa itu, anakku banyak diam nya gak seperti semula mungkin mengalami  depresi, dan itupun terbongkar  ketika di bujuk sama kakaknya. Dalam waktu selang beberapa bulan  tepat nya pada hari minggu ( 11/09)2016, sehari sebelum hari raya Idul Adha, aib itu terbongkar.

Tentunya kami sekeluarga merasa di lecehkan oleh oknum tersebut. Dan sementara ini saya percayakan se penuhnya kepada pihak penegak hukum untuk melakukan proses penyidikan, agar segera di tangkap secepatnya bila sudah terbukti  status sebagai tersangka, pungkasnya.   
       
Sementara Suja’i  selaku orang tua angkat pelaku, ketika di konfirmasi di kantor Kecamatn Haurgeulis telah membantah atas tuduhan terhadap anak angkatnya “Tuduhan terhadap anak saya itu tidak benar,mana mungkin anak saya melakukan perbuatan bejad , karena latar belakang pendidikan agamanya sangat kuat, itu hanya isu, itu ulah pihak ketiga .

Saya juga setelah mendengar isu itu beredar, keluarga saya langsung menaruh intel untuk menangkap siapa penyebar fitnah ini . dan kalau terbukti tidak benar saya akan lapor balik . jelasnya. Jum’at (11/11).
                                                        
Sedangkan nenurut LSM Lembaga Anti Korupsi (LAKRI ) Mengatakan “ Kalau bukan dia pelakunya lalu siapa? Tolong tunjukan pelaku lainnya, kasus ini akan saya kawal sampai tuntas , karena sudah merusak  masa depan anak bangsa dan akan saya adukan juga ke komnas ham ,atas perbuatan pelaku tersebut  karena sudah melanggar UU  no. 35 tahun 2014, perubahan atas UU NO.23 Tahun 2002 Tentang perlin dungan anak .  

Pasal 82:
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).


(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).   Pungkasnya. ( Casita )
loading...

Ada Isu Makar Pada Aksi 2 Desember, GP Ansor Jabar Siaga

BANDUNG -  Aksi 2 Desember 2016 dinilai tak lagi relevan dengan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Terkait hal tersebut, DPW GP Ansor mengintruksikan pimpinan cabang di Jabar untuk menghargai proses hukum yang tengah berjalan.

"Ahok sudah menjadi tersangka, hargai proses hukum yang sudah dilakukan aparat kepolisian. Kita umat islam awasi supaya proses berjalan dengan baik dan semua pihak dapat keadilan," kata Sekretaris PW GP Anshor Jabar,Johan Jauhar Anuari, di kantor DPW NU, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Senin (21/11).

Ketua umum PP GP Ansor, kata Johan, telah menegaskan jika aksi 2 Desember itu diisukan untuk melakukan makar. Atas dasar itu ia melarang kader GP Ansor untuk terlibat dalam aksi 2 Desember 2016.

"Isunya akan ditumpangi kaum radikal untuk gulingkan pemerintah yang sah," kata Johan.

Johan mengatakan, pihaknya pun menyatakan siaga sampai 2 Desember 2016. DPW GP Ansor Jabar pun siap mengamankan Jabar dari aksi makar.

"Bagi kami negara kesatuan republik Indonesia itu final dan harga mati tidak ada kata lain," pungkasnya.


rmol.com
loading...

Polisi Akan Minta Keterangan Amien Rais dan Rizieq Shihab Terkait Kasus Ahmad Dhani

JAKARTA — Polda Metro Jaya berencana memanggil sejumlah saksi yang menghadiri aksi unjuk rasa pada 4 November 2016. Pemanggilan tersebut adalah untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penghinaan kepada Presiden RI Joko Widodo dengan terlapor Ahmad Dhani.

Adapun orang-orang yang akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut di antaranya Rizieq Shihab, Amien Rais, Munarman, Eggi Sudjana, Ratna Sarumpaet, Mulan Jameela, dan Ahmad Dhani.

"Iya betul, mereka dimintai keterangan untuk kasusnya Ahmad Dhani yang dilaporkan oleh Riano Oscha, laporannya tanggal 7 November lalu. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan tanggal 24 November nanti," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Senin (21/11/2016) malam.

Awi menjelaskan, rencananya penyidik dari Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan meminta keterangan para saksi tersebut pada Kamis (24/11/2016).

Pemeriksaan dilakukan untuk menindaklanjuti pelaporan dari Laskar Relawan Jokowi dan Projo yang melaporkan Ahmad Dhani karena diduga menghina Presiden Jokowi saat berorasi pada demo 4 November.

Dalam laporan tersebut polisi menyangkakan Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

"Jadi pasalnya 207 KUHP penghinaan terhadap suatu penguasa. Penguasa di sini sifatnya umum sih ya, mulai dari lurah sampai presiden ya penguasa," ucap Awi.

Dhani dilaporkan oleh Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin (7/11/2016) dini hari.

Laporan yang dibuat oleh LRJ dan Projo tertuang dalam laporan polisi bernomor LP /5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 7 November 2016.


Kompas.com
loading...

Fatwa Ahok Picu Masalah, PBNU Minta MUI Direformasi

JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Imam Aziz menilai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus segera direformasi. Pasalnya sejumlah masalah keagamaan yang muncul belakangan ini justru berasal dari MUI.

"MUI harus direformasi baik secara kelembagaan maupun fatwa yang dikeluarkan," ujar Imam dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Senin (21/11).

Secara kelembagaan, kata Imam, banyak masyarakat yang belum memahami secara jelas posisi MUI sebagai lembaga agama di Indonesia. Selain itu, belum ada juga batasan pasti soal fatwa yang selama ini dikeluarkan MUI.

Salah satunya adalah fatwa MUI soal dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Imam, fatwa tersebut mestinya tak jadi acuan dalam memproses hukum kasus Ahok. Sebab, fatwa hanya menjadi pedoman bagi masyarakat tertentu dan bukan menjadi produk hukum formal.

"Fatwa ini sebenarnya tidak ada kedudukannya di konstitusi. Tapi kadang jadi acuan aparat," katanya.

Di samping itu, langkah yang dilakukan kepolisian untuk memeriksa Ahok juga dinilai telah cukup.

Tak jarang fatwa yang dikeluarkan MUI, menurut Imam, dianggap sebagai acuan mutlak yang harus ditaati. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan di masyarakat.

"Jadi harus dijelaskan pula soal aturan internal MUI yang bisa diakses oleh masyarakat agar tidak terjadi kebingungan," ucapnya.

Sejak MUI pada 11 Oktober mengeluarkan fatwa bahwa Ahok melakukan penistaan agama, gelombang massa menuntut sang petahana dipenjara semakin membesar. Meski Ahok telah meminta maaf, ribuan demonstran turun ke jalan pada 14 Oktober dan 4 November. Rencananya, aksi demo berlanjut pada 2 Desember.


cnnindonesia.com
loading...

Mesum dengan Istri Sopir, Ketua DPRD Sijunjung Diarak ke Kantor Desa

PANTURAPOS  -  Ketua DPRD Sijunjung, Sumatera Barat, berinisial MR (57) digerebek warga karena berbuat mesum dengan wanita yang bukan istrinya. MR pun sempat diarak warga ke kantor kelurahan.

Kapolres Sijunjung AKBP Dodi Pribadi mengatakan peristiwa itu bermula saat sekitar 200 warga menggerebek MR dan pasangan mesumnya di Kompleks Perumahan Pemda Simpang Pangeran Muaro, Sijunjung, Jumat (18/11/2016) sekitar pukul 20.45 WIB kemarin.

"Penggerebekan dipimpin oleh saudara Rustam, garim (merbot, red) Masjid Nurul Hidayah," kata Dodi , Minggu (20/11/2016).

Rumah yang digerebek itu merupakan rumah DY, yaitu rumah dinas PNS Sopir DPRD inisial N yang merupakan suami DY. Saat penggerebekan berlangsung, MR dan DY ditemukan di dalam kamar dan tertangkap tangan sedang berbuat mesum.

"(Suami DY) sedang berada di Padang mengantar atlet," ujarnya.

Dilanjutkannya, warga lalu membawa keduanya ke Kantor Wali Nagari (kantor keluarahan, red) Muaro dan disidang secara adat oleh perangkat nagari (desa) dan ninik mamak (tokoh adat).

"Pada pukul 22.00 WIB kedua pelaku baru bisa dievakuasi dari TKP menuju kantor Walinagari Muaro dan disidangkan secara adat. Massa dari TKP bergeser ke kantor Wali Nagari. Kondisi massa tidak bertambah dan tetap kondusif," tuturnya.


Detik.com
loading...