Misteri Goa Cikahuripan, Tempat Penyiksaan Para Pejuang

PANTURAPOS – Bagi sebagian besar warga Jawa Barat atau yang berdekatan dengan wilayah Bandung dan sekitarnya, mungkin terasa tidak asing lagi dengan Gunung Tangkuban Perahu yang letaknya tepat berada diperbatasan antar Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.

Selain letaknya yang mudah dijangkau, Gunung Tangkuban Perahu juga menyimpan sejuta pesona bagi para pengunjung wisatawan, baik yang datang dari dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri.

Karena dipuncak Gunung tersebut terdapat sebuah obyek wisata yang bisa membuat wisatawan tergagum-kagum dengan pemandangan puncak diatasnya. Diatas puncak Gunung Tangkuban Perahu terdapat sebuah kawah gunung yang cukup besar akibat letusan gunung tersebut, dan bekas letusan kawah tersebut dinamakan Kawah Ratu yang mirip sebuah mangkuk raksasa.

Jalan Menuju Goa Cikahuripan
Namun siapa sangka dibalik keindahan kawah Gunung Tangkuban Perahu, dipuncak gunung itu juga menyimpan sebuah misteri yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya, yaitu sebuah Goa atau Bunker peninggalan zaman Belanda yang dibangun sekitar tahun 1937. Goa tersebut oleh masyarakat sekitar diberi nama Goa Cikahuripan.

Bunker peninggalan zaman Belanda tersebut kini oleh sebagian masyarakat sering digunakan untuk tempat mengalap berkah. Bahkan menurut juri kunci Gunung Tangkuban Perahu, Abah Yahya (56), acara ritual ngalap berkah di Goa Cikahuripan atau Bunker tersebut seudah berlangsung semenjak lama dan pengunjungnya datang dari berbagai penjuru, baik dari Bandung, Subang, Indramayu, Cirebon bahkan ada yang datang dari Banten, ujarnya.

Ketika tim Jejak Mistery dan Panturapos mencoba menyambangi tempat tersebut, waktu yang ditempuh hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu.

Sepanjang perjalanan menuju Goa Cikahuripan, selepas mata memandang dikann dan kiri perjalanan nampak pemandangan yang masih nampak asri dan alami. Diwaktu-waktu tertentu monyet-monyet liar kadang bermunculan bergelantungan dipohon-pohon besar.

Ketika tiba di Goa Cikahuripan, nampak terdengar geremicik air yang berasal dari bak penampungan yang berada tepat di Goa Cikahuripan. Lalu bersama dengan tim Jejak Mistery, kami mulai mengamati mulut Goa atau Bunker tersebut, dimana dimulut Goa tersebut tertera tulisan 1937.

Dengan bersama-sama tim JM kami mulai memasuki Goa tersebut, sesampainya di dalam Goa, tiba-tiba kami serasa melihat sebuah pemandangan yang membuat hati kami terenyuh sekali. Didalam Goa tersebut seakan kami melihat sebuah flashback kebelakang.

Dimana yang kami lihat, ditempat tersebut terlihat beberapa orang pribumi yang sedang disiksa oleh Kompeni Belanda. Nampak pribumi tersebut dikakinya dibelenggu dengan sebuah rantai yang cukup besar sekali dan terlihat badanya penuh dengan luka cambukan.

Lalu kami juga melihat seorang perempuan pribumi yang kaki sebelahnya seperti putus. Keika kami mencoba berkomunikasi dengan wanita tersebut, ia mengatakan bahwa kakinya tebas oleh Kompeni Belanda karena ia dianggap mata-mata oleh Kompeni.


Didalam Goa tersebut yang kami rasakan secara metafisik, nampak bau aroma anyir darah segar yang membuat perut kami mual-mual. Karena merasa sudah tidak kuat dengan pemandangan dan bau anyir tadi, akhirnya beserta tim memutuskan untuk segera keluar dari Goa tersebut. (ST)
loading...

#Tags

Blogger
Disqus

2 comments

This comment has been removed by the author.

Apakah benar demikian?
goa pendek itu tempat penyiksaan?,
setelah beberapa waktu lalu saya berkunjung kesana, nampaknya itu bukan tempat penyiksaan, tetapi tempat atau pos penjagaan belanda di atas gunung.
melihat dibawahnya adalah kawasan kebun teh yang notabenenya adalah milik belanda.
karena di dekat gua terdapat sebuah cerobong asap lengkap dengan tempat pembakaran. yang mungkin itu sebagai alat untuk menyampaikan pesan.

http://www.fasyaelsyahid.com

Balas