Diduga Patah AS, Truk Gandeng Bermuatan Gandum Terbalik Di Pantura

INDRAMAYU – Diduga mengalami patah As,  Truk gandeng bermuatan gandum, Bernopol  B 9162 BF, yang dikemudikan oleh Herman warga Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon,  Selasa (27/9)  pagi terguling di jalan pantura patrol, tepatnya Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun akibat peristiwa tersebut,  membuat arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Cirebon, bahkan sebaliknya  mengalami kemacetan cukup panjang, sehingga pihak kepolisian terpaksa melakukan contra flow ( satu jalur), yang diarahkan pada lajur sebelah selatan. 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Pantura Pos,  peristiwa tergulingnya truk gandengan yang memuat gandum, menurut salah seorang warga di duga akibat mengalami patah as, sehingga laju kendaraan menjadi  tidak stabil dan mengakibatkan terbaliknya kendaraan bernomor polisi jakarta tersebut.

" Kemungkinan patah as, sebab laju kendaraan menjadi zig zag hingga terguling dijalur pantura tepat ditengah-tengah jalan ‘’ ucap Sujadi, warga setempat.

Sementara menurut pengakuan Herman, pengemudi truk gandeng naas tersebut kepada Pantura Pos menuturkan.  Sehabis melewati jembatan Bugel, laju kendaraannya menjadi tidak berimbang sehingga secara tiba-tiba kendaraannya terguling tepat ditengah jalan pantura.

" Tadinya sih normal-normal saja. Pas setelah melewati Jembatan Bugel, seperti ada sesuatu yang terlepas dibagian roda sehingga saya tidak bisa mengendalikannya, secara mendadak kendaraan yang saya bawa tiba-tiba terbalik ke jalan raya ‘’ ungkap dia.


Pantuan Pantura pos, peristiwa terbaliknya truk gandeng tersebut menjadi tontonan warga setempat. Proses evakuasi  kendaraan tersebut berlangsung sekitar satu jam lebih, hingga akhirnya bangkai kendaraan truk gandeng tersebut bisa diangkat untuk kemudian dibawa ke pos Aju Eretan kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.  ( Mansur kurdi ) 
loading...

Kawanan Perampok Berpistol Satroni Kantor FIF di Subang

SUBANG - Kawanan perampok berpistol menyatroni kantor leasing kendaraan bermotor, FIF Cipendeuy, Kabupaten Subang, Jabar. Para penjahat ini menyekap pegawai dan kepala kantor FIF. Uang puluhan juta rupiah digondol pelaku.

Aksi perampokan ini berlangsung Sabtu (24/9/2016) siang sekitar pukul 12.30 WIB. Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyebutkan para pelaku masuk ke dalam kantor dengan berpura-pura ingin menyetorkan uang. Mereka menghampiri Costumer Service lalu menodongkan senjata.

Berdasarkan keterangan saksi, kata Yusri, pelaku berjumlah empat orang. Keempatnya masuk menggunakan helm dan masker untuk menutupi wajahnya masing-masing.

"Mereka menodong menggunakan senjata api diduga Air Soft Gun dan melakukan penyekapan terhadap para karyawan sebanyak 7 karyawan termasuk kepala Post FIF Group Cipeundeuy," kata Yusri via pesan singkat.

Yusri menjelaskan, salah satu pelaku lalu menyuruh karyawan berinisial NS (22) menunjukkan tempat penyimpanan uang. Dari laci kasir itu, pelaku mengambil uang tunai senilai Rp 10 juta.

Pelaku lainnya juga, lanjut Yusri, menyuruh kepala kantor FIF berinisial A (37) untuk membuka laci di ruangannya kerja. Namun, pelaku hanya mengambil kunci mobil di atas meja kerja kepala kantor FIF.

"Kemudian pelaku keluar ruangan kepala dengan meninggalkan 1 pucuk senjata mainan Air Soft Gun jenis FN di bawah Laci," tutur dia.

Tidak puas dengan uang yang didapat, kata Yusri, para pelaku menyuruh karyawan bagian pencairan berinial NI (18) untuk membuka laci meja. Pelaku pun berhasil menguras uang senilai Rp 11,5 juta. Termasuk menggasak isi dompet kepala kantor dan seoarang karyawan.

"Para pelaku kabur meninggalkan kantor FIF menggunakan 2 unit sepedah motor dan sebanyak 2 orang diduga pelaku menunggu di luar menggunakan satu motor," ujar dia. (detikcom)
loading...

SI JAGO MERAH HANGUSKAN RUMAH WARGA CIPANCUH

INDRAMAYU -  Kebakaran hebat berlangsung di siang bolong jum’at (23/9) pukul 9.30 WIB,si jago merah membakar salah satu rumah warga,dusun gubang gading RT 09 rw 04 Desa Cipancuh Kecamatan Haurgeulis kabupaten Indramayu.

Warga setempat di kejutkan oleh amukan si jago merah yang telah melalap salah satu rumah warga. Masyarakat setempat yang masih kental sifat kegotong- royonganya  tidak tinggal diam , saling berdatangan bahu- membahu, untuk berusaha memadamkan kobaran api yang sedang melalap rumah korban, saat kejadian berlangsung  tidak ada korban jiwa, dan masyarakat berhasil  mencegah sambaran api yang hampir melalap tetangga  kanan- kirinya.  
                  
Menurut salah satu warga bernama Suparli menuturkan kepada Pantura Pos “ pada saat kejadiaan rumah tersebut dalam keadaan sepi mungkin sedang keluar rumah semua,tiba –tiba ada kobaran api yang sudah membesar sudah setinggi di atas genteng , dan saya langsung berteriak –teriak minta tolong ke warga lainya dan kami berusaha untuk  memadamkan nya, namun karena keterlambatan  dan keterbatasan alat sehingga kami tak berhasil untuk menyelamatkan barang –barang yang ada di dalam nya. Ungkap sumber. 
                                                                                                            
Yogie arief .S. Selaku petugas pemadam kebakaran  ketika di konfirmasi Pantura Pos menjelaskan” Kami terima informasi  insiden ini dari kepala cabang UPTD Cipta Karya  melalui pesawat seluler  pada saat kami selalu siaga berada di kantor  yaitu di Patrol.

Seketika itu juga kami minta alamat lokasi kejadian dan langsung meluncur beserta armada  dengan kecepatan maksimal ,namun karena keterlambatan informasi dan jarak tempuh  yang lumayan jauh sehingga kami tak berhasil untuk menyelamatkan aset – aset milik korban.

Kami lakukan memadamkan percikan- percikan sisa api yang masih menyala dan menyemprotkan keseluruh penjuru agar memastikan bahwa sisa api itu benar-benar padam. Lanjutnya “ dalam upaya ini sudah dua mobil pemadam yang kami turunkan  seandainya kurang, bisa kami datangkan lagi .tambahnya”.

Untuk sementara ini kami juga belum tahu sumber api awal pemicunya dari mana,lebih jelasnya kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman dan penyidikan atas peristiwa ini jelasnya.  
                                              
Sementara di tempat yang sama Moh.Sholeh SPd selaku korban menyampaikan “ Pada saat kejadian, saya sedang  mengendarai mobil, perjalanan menuju ke Indramayu,istri saya sedang mengantar ibu berobat ke pukesmas Haurgeulis ,anak saya sedang sekolah  sehingga di rumah sepi , peristiwa ini kurang tahu di picunya dari mana,apakah konsleting listrik ataupun lainnya.

Lanjutnya” dalam insiden ini,kami sekeluarga  mengalami kerugian kurang lebih empat ratus jutaan  rupiah, di tambah hangusnya uang tunai Rp. 40.000.000,- yang disimpan dibawah kasur tempat tidur, serta dokumen –dokumen penting  seperti : sertifikat tanah, izasah kami sekeluarga , BPKB mobil dan dua BPKB kendaraan motor, serta surat –surat lainnya.


Moh. Sholeh  menambahkan “ dari musibah ini saya berharap ,kepada pihak intansi terkait kiranya memberikan bantuan  kemudahan untuk pembuatan duplikat dokumen penting  yang kami miliki,dan saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan petugas pemadam kebakaran yang turut serta membantu keluarga kami atas insiden ini, semoga keluarga kami selalu di beri kekuatan dan bersabar, katanya. ( Casita .R )         
loading...

Koneksi PNS Tajir Pemilik 19 Mobil, Dari Petinggi Partai hingga Bupati

JAKARTA - Gaji Rohadi boleh Rp 8 jutaan per bulan, tapi PNS PN Jakut itu bisa hidup mewah. Mempunyai 19 mobil, proyek real estate hingga tinggal di dua unit rumah di The Royal Residence, Rohadi ternyata memiliki koneksi yang cukup baik, dari petinggi partai hingga bupati.

Berdasarkan catatan detikcom, Rabu (21/9/2016), koneksi Rohadi itu terlihat dari orang-orang yang diperiksa KPK sebagai saksi untuk Rohadi sepanjang Juni hingga September 2016. Salah satu yang diperiksa KPK adalah anggota Komisi II DPR Sareh Wiyono.

Di tubuh Partai Gerindra, nama Sareh cukup diperhitungkan dengan terbukti sempat menjadi Ketua Badan Legislatif DPR hingga diganti Supratman Andi Agtas pada awal 2016.

Perkenalan Rohadi-Sareh pertama kali saat Sareh menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) 2003-2006. Setelah Sareh pindah tugas, hubungan keduanya masih terjalin.

Dalam operasi tangkap tangan terhadap Rohadi pada tengah Juni 2016, KPK menemukan uang Rp 700 juta di mobil Pajero Rohadi. Versi Rohadi, uang itu uang miliknya yang sempat ia bawa ke ruang Sareh di Gedung Senayan. Saat itu Rohadi melihat ada kardus bekas di ruang kerja Sareh. Kardus itu lalu dipinjam Rohadi untuk menaruh duit Rp 700 juta yang dibawanya.

Sareh mengatakan tidak ada sadapan komunikasi dengan Rohadi. Sareh mengaku hanya ditanya penyidik KPK tentang kenal atau tidak dengan Rohadi.

"Weh, enggak ada! Ngarang-ngarang saja kamu nih!" kata Sareh dengan nada tinggi usai diperiksa di KPK.

Selain mempunyai koneksi dengan petinggi partai, Rohadi juga berkawan dekat dengan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance. Kedekatan mereka terlihat saat ibunda Rohadi meninggal dunia, Yance ikut memanggul keranda ibunda Rohadi.

Selepas Yance masuk penjara karena korupsi pembebasan lahan, Rohadi masih menjalin hubungan baik dengan istri Yance, Anna Sophanah. Di mana Anna menggantikan kursi suaminya sebagai Bupati Indramayu.

Kedekatan Rohadi dengan Anna semakin terungkap saat KPK memeriksa Anna pada Selasa (20/6) kemarin. Anna diperiksa KPK atas dugaan menerima mobil Pajero Sport bernopol E 104 ANA terkait izin pendirian Rumah Sakit Reysa yang dikelola Rohadi.

Saat keluar dari Gedung KPK, Anna tidak banyak berkomentar. Ia keluar sekitar pukul 19.35 WIB. Ia langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan gedung KPK.

"Tanya saja ke penyidik ya," ujar Anna.

Bagaimana nasib Rohadi? Ia siap-siap berurusan dengan KPK dalam cukup lama. Sebab ia dijerat dengan tiga kasus yaitu:

1. Kasus suap perkara Saipul Jamil. Rohadi sudah duduk di kursi dakwaan dan terancam 20 tahun penjara.
2. Kasus gratifikasi di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi. KPK sudah menetapkan sprindik di kasus ini.
3. Kasus pencucian uang terkait kekayaannya yang fantastis.

Apakah Anna menjadi saksi terakhir untuk Rohadi? KPK masih menutup rapat strategi penyidikan untuk mengungkap dugaan kejahatan yang dilakukan Rohadi.

"Saya tidak bisa konfirmasi apa saja yang telah KPK ketahui dari aset tersangka R. Tapi yang jelas dalam penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), salah satu target utamanya adalah mengembalikan aset-aset yang diduga dari hasil tindak kejahatan," ucap Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha.  (Detikcom)
loading...

KPK: PNS Tajir Pemilik 19 Mobil Juga Punya Hotel!

JAKARTA - Satu persatu kekayaan Rohadi terungkap. Setelah diketahui memiliki 19 mobil dan tinggal di rumah mewah di The Royal Residence, PNS di Pengadilan Jakarta Utara (PN Jakut) itu ternyata juga memiliki hotel. Kekayaan Rohadi dipaparkan di DPR.

"Ada hotelnya, waterboom, RS, mobilnya. Ini panitera. Bukan hakim agung, (bukan) hakim PN," kata pimpinan KPK, Laode M Syarif saat rapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2016). Tapi KPK belum membuka di mana lokasi hotel yang dimiliki Rohadi.

Rohadi ditangkap sehari setelah putusan Saipul Jamil. Ia ditangkap karena menerima suap Rp 250 juta dari pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia dan diduga uang itu untuk mengkondisikan perkara Saipul Jamil.

Dari penangkapan itu, KPK mengembangkan kasus dan menetapkan tiga sangkaan kepada Rohadi, yaitu:

1. Kasus suap perkara Saipul Jamil. Rohadi sudah duduk di kursi dakwaan dan terancam 20 tahun penjara.
2. Kasus gratifikasi di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi. KPK sudah menetapkan sprindik di kasus ini.
3. Kasus pencucian uang terkait kekayaannya yang fantastis.

"Orangnya kecil tapi networknya besar," sambung Laode.

25 Tahun lalu, Rohadi hanyalah sipir penjara yang tinggal di rumah petak di ujung gang Rawa Bebek, Bekasi. Kini hidup berubah menjadi konlomerat. KPK pun menerapkan pasal pencucian uang kepadanya karena mencium kekayaan Rohadi didapat dari hasil pencucian uang.

"Sumpah, saya baru sekali," kata Rohadi membela diri di depan majelis hakim atas kasus suap Saipul Jamil. (Detikcom)
loading...

Hary Tanoe Akan Kunjungi Petani dan Nelayan di Cirebon

CIREBON - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dijadwalkan berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat, untuk mengetahui secara langsung permasalahan dialami nelayan dan petani di sana.

"Pak HT akan datang ke Cirebon untuk saling bertanya jawab dengan nelayan dan petani pada tanggal 22 September 2016," kata Ketua Umum LBH Perindo, Ricky K Margono di Desa Gagasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Minggu (18/9/2016).

Ricky menuturkan, Hary Tanoe akan mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat kalangan bawah dan akan ditangani nantinya oleh kelompok kerja (pokja) tani dan nelayan. Program tersebut akan disampaikan pada Rapimnas di Jakarta pada Oktober 2016. "Yang jelas saat ini sudah ada pokja tani dan nelayan," tandasnya.
loading...

Tersangkut Isu Rohingya, Penghargaan Kemanusiaan Suu Kyi Diprotes

CAMBRIDGE – Pelajar dan kelompok Muslim memprotes terpilihnya pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi sebagai penerima “2016 Humanitarian of the Year” atau “Tokoh Kemanusiaan tahun 2016” dari Yayasan Harvard. Suu Kyi dianggap tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi masalah penyiksaan dan penganiayaan yang diterima warga Muslim minoritas Rohingya di negaranya.

Sejak menjadi orang nomor satu di Myanmar pada April lalu, Suu Kyi banyak dikritik oleh para aktivis karena gagal membantu etnis Rohingya yang tertindas di Myanmar. Penerima Nobel perdamaian itu hanya diam, tidak berkomentar atau melakukan apa-apa meskipun penindasan terus berlanjut.

Direktur hubungan eksternal Masyarakat Islam Harvard Anwar Omeish mengatakan organisasinya merasa pemberian penghargaan kemanusiaan untuk Suu Kyi adalah sesuatu yang mengejutkan. Bahkan, beredar kabar para pelajar Muslim telah merencanakan unjuk rasa menentang keputusan ini.

Tidak hanya dari komunitas Muslim Harvard, penolakan juga datang dari organisasi kemanusiaan yang berurusan dengan masalah Rohingya, Burma Task Forces USA. Dalam laman resmi dan Facebooknya, organisasi ini mem-posting pernyataan penolakan dan memberikan daftar alasan mengapa Suu Kyi tidak pantas menerima penghargaan tersebut.

“Pesan (dari pemberian penghargaan ini) adalah institusi pendidikan kami jauh lebih peduli terhadap apa yang ditampilkan di permukaan daripada kenyataan yang kompleks. Benar, Suu Kyi berjuang untuk demokrasi dan hal itu hebat, tapi ini bukanlah penghargaan untuk demokrasi, ini adalah penghargaan kemanusiaan,” kata Direktur Hubungan Burma Task Force USA, Jennifer Sawicz, sebagaimana dilansir Asian Correspondent, Minggu (18/9/2016).

Masalah warga minoritas Muslim Rohingya telah lama menjadi isu panas di Myanmar. Mereka telah tinggal di wilayah Rakhine selama beberapa generasi namun sampai saat ini statusnya masih belum diakui sebagai warga Myanmar dan dianggap sebagai orang luar.

Setiap tahunnya, puluhan ribu warga Rohingya melarikan diri dengan menggunakan perahu ke negara-negara di Asia Tenggara untuk menghindari penindasan di Myanmar. Sebagian dari mereka meninggal di perjalanan atau menjadi korban sindikat perdagangan manusia. PBB menganggap warga Rohingya dianggap sebagai kelompok etnis paling tertindas di muka bumi.(Okezone)
loading...

Ke Gubernur, Bupati Indramayu Minta Percepat Pembentukan Indramayu Barat

Ketua PPKIB
INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Hj Anna Sophanah meminta Gubernur Jawa Barat agar memprioritaskan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Indramayu Barat (Inbar). Hal ini menyusul sedang dilaksanakannya penyusunan dan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Desain Penataan Daerah Tingkat Provinsi oleh Pemprov Jabar.

“Alhamdulillah, Bupati sudah mengusulkan bahkan meminta kepada Gubernur supaya rencana pemekaran Kabupaten Indramayu diprioritaskan,” ungkap Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB), Sukamto SH, kepada Radar, Jumat (17/9).

Permohonan itu, lanjut dia, disampaikan secara resmi oleh Bupati Indramayu melalui surat dengan nomor: 1.20/1.208/Pem.Um tertanggal 10 Agustus 2016.

Selain berisi permohonan, dalam surat ber kop burung Garuda tersebut juga dilampirkan luas wilayah dan jumlah penduduk sebagai parameter pemekaran daerah.

Sementara pada surat yang lain bernomor: 135/1268./Pem.Um yang juga ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Bupati Hj Anna Sophanah menegaskan dukungan serta keseriusan Pemkab Indramayu terhadap rencana DOB Inbar juga tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu tahun 2016-2021.

Surat tertanggal 26 Agustus 2016 itu menindaklanjuti Surat Bupati Indramayu sebelumnya nomor:135/1265/Ta.Pem tanggal 27 Juli 1999 Perihal Persetujuan Pemekaran Kabupaten Indramayu Barat. Bupati menyatakan, surat yang dikeluarkan pada zaman mantan Bupati Ope Mustofa tersebut belum pernah dicabut dan sampai saat ini tetap mendukung pemekaran Kabupaten Indramayu menjadi dua.

“Kedua surat ini sudah dilayangkan ke Gubernur dan tembusannya diserahkan ke Menteri Dalam Negeri RI dan ketua DPR RI. Teman-teman dari PPKIB ikut mengawal. Sekarang kita tinggal menunggu kebijakan pusat saja soal pemekaran ini,” kata Sukamto.

Menurut dia, desakan agar pemekaran Kabupaten Indramayu menjadi prioritas dinilai sangat tepat. Pasalnya, selama ini Pemprov Jabar terkesan pilih kasih lantaran lebih mendahulukan Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Sukabumi Utara, dan Kabupaten Bogor Barat sebagai DOB. Padahal, rencana pemekaran Kabupaten Indramayu terbilang lebih lama diperjuangkan ketimbang ketiga daerah tersebut. “PPKIB dan Komisi A juga sudah menyampaikan protes kepada pemprov. Kenapa kami dianak tirikan,” tegasnya.

Sehingga dengan dilayangkannya kedua surat itu, pihaknya optimis pembentukan Indramayu Barat bakal menjadi perhatian Pemprov Jabar. Ditambahkan Sukamto, PPKIB dan masyarakat Inbar merasa bersyukur serta memberikan apresiasi atas komitmen Bupati Hj Anna Sophanah untuk terus membantu terwujudnya DOB Inbar.

Sukamto juga menyampaikan terima kasihnya kepada DPRD Kabupaten Indramayu melalui Komisi A yang terus memberikan support agar aspirasi rencana pemekaran Bumi Wiralodra segera terealisasi. (Radar Cirebon)
loading...

Cie..Cie..Dijenguk Aas Rolani, Tangan Rohadi Gemetar

JAKARTA- Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan keluarga tersangka korupsi untuk membesuk mereka di Rumah Tahanan (Rutan) KPK dan Rutan Guntur. Setiap keluarga yang akan berkunjung harus melapor ke kantor komisi antirasuah.

Jawa Pos (Radar Cirebon Group) melaporkan, sekitar pukul 08.00, keluarga tahanan sudah mulai berdatangan ke kantor KPK di Jl HR Rasuna Said. Mereka yang datang di antaranya keluarga Rohadi, panitera PN Jakarta Utara yang ditangkap karena suap putusan Saiful Jamil dan kasus gratifikasi.

Ada sekitar 11 anggota keluarga Rohadi dari Indramayu yang datang. Tapi hanya lima orang yang diperbolehkan masuk dan bertemu pegawai yang dikenal tajir itu. Lima orang yang boleh masuk itu antara lain Tosdja (ayah Rohadi), Aas Rolani (istri, penyanyi top tarling), Darim (kakak), dan Bambang (keponakan). Bambang mengatakan, Rohadi merasa tertekan di tahanan. “Tangannya gemetar,” terang Bambang.

Bagaimana dengan kabar bagaimana Rohadi ingin bunuh diri karena mengalami depresi? Bambang mengaku tidak menanyakan hal itu. Yang dia lakukan memberikan dorongan moril agar pamannya sabar dan tegar menghadapi persoalan itu.

Rohadi titip kepadanya dan keluarga untuk menjaga anak-anaknya yang berjumlah lima orang. Menurut Bambang, selama Rohadi ditahan, keluarga kompak menjaga dan mengasuh anak-anak pria yang mempunyai sejumlah usaha itu. Sampai saat ini, pihak keluarga masih shock.

Ayah dan istri Rohadi jarang makan. “Kadang hanya dua sendok saja,” paparnya. Rumah sakit milik Rohadi di Indramayu juga tutup. Padahal, rumah sakit itu milik bersama. Ada sekitar 41 orang yang mempunyai saham di tempat itu. Bambang tidak tahu bagaimana masa depan usaha dalam bidang pelayanan kesehatan tersebut.

Belum lama ini penyidik KPK melakukan penggeledahan dan penyegelan di RS Resya Cikedung. Penggeledahan dimulai sejak Sabtu malam (3/9) hingga penyegelan pada Minggu dini hari (4/9).

Ada beberapa ruangan di rumah sakit itu yang disegel.  Antara lain radiologi, ruang poli gigi, ruang direktur dan klinik kecantikan kulit. Aparat Desa Cikedung Lor dan anggota Polres Indramayu hadir saat proses itu berlangsung.

Seperti diketahui, selain menjadi tersangka kasus suap dari keluarga Saipul Jamil, Rohadi juga dijerat dengan pasal gratifikasi. Karena itu, penyidik KPK juga sudah menggeledah beberapa rumah dan apartemen milik Rohadi dan orang-orang dekatnya.

Rohadi memang diduga menerima gratifikasi saat masih menjadi panitera di PN Jakarta Pusat maupun PN Bekasi. “R (Rohadi) ditetapkan juga sebagi penerima gratifikasi,” ujar  Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha, baru-baru ini.

Pasal yang dijeratkan pada Rohadi ialah 12 huruf a atau pasal 11 atau pasal 12 huruf B UU Tipikor, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Salah satu gratifikasi yang diduga diterima Rohadi ialah sebuah mobil. Sebab KPK menyita sebuah mobil Rohadi pasca penetapan tersangka gratifikasi.

Penyitaan mobil Toyota Yaris itu dilakukan setelah KPK menggeledah aparteman Rohadi di Kelapa Gading Jakarta. Priharsa mengatakan, penyidik sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Antara lain rumah pribadi Rohadi di Desa Cikedung Lor, Indramayu. Tak hanya itu, tim KPK juga menggeledah rumah orang dekat Rohadi serta kantor Kecamatan Cikedung sekaligus rumah dinas Camat H Darim yang juga kakak kandung Rohadi.

Kasus Rohadi ini awalnya terbongkar dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Rohadi ditangkap setelah menerima uang Rp250 juta dari kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatulah dan pengacaranya Berthanatalia serta Kasman.

Suap diberikan dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara pencabulan yang dilakukan Saipul. Dalam perjalanannya, Rohadi diduga tak hanya bermain dalam kasus Saipul Jamil.(JPG)
loading...

Pria China Ramal Masa Depan Wanita dengan Sentuh Payudara

YUNAN - Seorang pria di China yang diyakini sebagai peramal membuat heboh pengguna media sosial di negeri Tirai Bambu. Sebab, pria itu meramal masa depan seorang wanita dengan cara menyentuh payudara si “klien”.

Aksi meramal dengan cara nyeleneh itu diabadikan seorang fotografer wisata, Xiao Yuwen, asal Yunan, China. Xiao juga merekam aksi peramal itu dalam video yang dia unggah di media sosial Miaopai.

Video klip aksi peramal itu diunggah Xiao di Miaopai pada 8 September 2016. “Keberuntungan dinyatakan dengan menyentuh payudara, pria ini mengambil keuntungan besar,” tulis Xiao melalui akunnya, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (17/9/2016).

Namun, posting-an Xiao tidak menyebutkan lokasi di mana video itu dia rekam. Dalam video singkat, pria berkacamata terlihat menyentuh payudara wanita.

Pria yang diyakini sebagai peramal itu membawa sepasang di dekatnya. Sedangkan wanita yang diramal terlihat menatap peramalnya dengan wajah bingung.

Sekelompok orang juga berada di sekitar pria yang meramal tersebut. Namun, tidak ada percakapan antara peramal dan wanita dalam video.

Video yang diunggah Xiao telah menarik hampir dua juta penonton dalam waktu kurang dari seminggu. Banyak pengguna media sosial berpikir tindakan peramal itu sudah terlalu jauh.

Salah satu pengguna media sosial Weibo—media sosial mirip Twitter—berkomentar; ”Ini menjijikkan”.

Sedangkan pengguna media sosial lainnya, menulis pertanyaan kritis; ”Apa yang terjadi jika seorang pria datang untuk diramal, akan dia masih menyentuh dadanya?.”

Praktik meramal umumnya terjadi di seluruh daratan China, Hong Kong, Taiwan dan beberapa wilayah di Asia Tenggara. Banyak yang percaya bagian tubuh tertentu bisa jadi petunjuk untuk melihat masa depan seseorang yang diramal.(Sindonews)
loading...

Pengacara Benarkan Ketua DPD RI Irman Gusman Ditangkap dan Sedang Diperiksa KPK

JAKARTA — Pengacara keluarga Ketua DPD RI Irman Gusman, Tommy Singh, membenarkan bahwa kliennya ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tommy baru bisa menghubungi Irman melalui sambungan telepon, tetapi belum bisa bertemu langsung.
"Masih di dalam. Saya baru komunikasi saja tadi dengan Pak Irman, tetapi belum selesai diperiksa," ujar Tommy di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Tommy belum bisa menemui Irman karena masih menjalani pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan pun belum diketahui karena Tommy belum bisa berkomunikasi langsung dengan pihak yang berwenang di KPK.
"Belum ada kepastian selesai kapan," kata Tommy.

Sebelumnya, Ketua Badan Kehormatan AM Fatwa tak membantah bahwa Ketua DPD Irman Gusman yang ditangkap tangan oleh KPK. Namun, menurut dia, bukan dirinya yang berwenang mengumumkan itu.

"Iya benar (Irman), tetapi saya tidak mau mendahului KPK," ujar Fatwa.
Fatwa menyambangi KPK untuk memastikan siapa anggota DPD RI yang ditangkap Sabtu dini hari itu.

Namun, Fatwa kembali dengan tangan kosong karena ditolak bertemu dengan pimpinan KPK.
Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan adanya anggota DPD RI yang ditangkap Sabtu dini hari. Ia enggan membeberkan lebih jauh soal itu.

Sejumlah orang yang ditangkap itu masih menjalani pemeriksaan intensif selama 1 x 24 jam. Rencananya konferensi pers KPK akan digelar sore hari ini. (Kompas.com)
loading...

Pemdes Bugis, Alokasikan DD Untuk Infrastruktur dan Jembatan

INDRAMAYU - Kucuran Dana Desa (DD) bersumber dari APBN tahun 2016 tahap pertama sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas PP No. 60 tahun 2014 tentang DD yang bersumber dari APBN.

Khususnya di Kabupaten Indramayu untuk tahap pertama 100% sudah tersalurkan, termasuk salah satunya Desa Bugis Kecamatan Anjatan. Bantuan alokasi Dana Desa direalisasikan untuk pembangunan insfrakstruktur dan pembangunan jembatan.

“Untuk bantuan ini saya realisasikan pembangunan jalan lingkungan dalam bentuk pengaspalan yang berlokasi di Dusun Sukatani dengan anggaran sebesar Rp. 278.350.000,- (dua ratus tujuh puluh delapan juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dengan hasil volume kerjaan panjang jalan 3,5 KM dengan lebar jalan 2,5 M dengan ketebalan dari mulai macadam, seplite dan abu 15 CM.” Ungkap H. Ato Sunarto selaku Kepala Desa Bugis.

Lanjutnya, “kemudian saya bangun juga 2 jembatan yaitu jembatan di Blok Lumalang dan jembatan Kalimasetan XX, sumber dananya sama dari termin pertama, sedangkan untuk pembangunan pengerasan jalan dalam bentuk penyirtuan giling basah yang berlokasi di perbatasan antara Desa Bugis dan Desa Mangunjaya dengan volume jalan panjang jalan 1,5 KM lebar jalan 4 M dengan ketebalan 15 CM.

Dana tersebut bersumber dari dana talangan yang insya allah penggantinya  dana tersebut bersumber dari Banprov, sementara untuk pembangunan jembatan di area persawahan Banen, Dusun Laban, dana tersebut masih menggunakan dana talangan dan sebagai penggantinya bersumber dari dana DD tahun 2016 tahap kedua.

Jembatan tersebut memakan anggaran sebesar Rp. 112.753.000,- (seratus dua belas juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu rupiah). Fungsi jembatan ini sebagai penghubung antara pesawahan Banen dengan jalan Bendung Salamdarma. Tujuannya agar untuk membantu para petani dalam menjalankan aktivitasnya dalam musim tanam dan musim panen.”

H. Ato menambahkan. “saya terpaksa melaksanakan program pembangunan dengan menggunakan dana talangan tujuannya agar menghindari kecemburuan sosial ditengah-tengah masyarakat desa saya, untuk itu dalam program ini saya libatkan lembaga-lembaga yang ada di desa seperti BPD, LPM, Karang Taruna dan tokoh masyarakat desa ini supaya berjalan lancar dan kondusif.

Sebab tanpa adanya dukungan dari mereka program apapun bentuknya tidak akan terwujud dan tak bermanfaat. Saya beserta jajaran perangkat desa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengucurkan dana desa dan juga kepada masyarakat desa bugis yang turut serta mendukung atas program-program kami, dan kami berharap untuk tahap kedua bantuan DD dan Banprov segera mungkin diturunkan lagi supaya program-program kami terus berkesinambungan.” Paparnya.

Ditempat yang berbeda, Waridin selaku pelaksana pekerjaan menyampaikan kepada Pantura Pos. “dalam pelaksanaan pekerjaan ini baik pekerjaan insfrakstruktur dan jembatan, kami kerjakan secara maksimal sesuai dengan standar anggaran yang ada, tentunya kami utamakan kualitas pekerjaan.

Alhamdulillah dalam pembangunan ini masyarakat antusias dan sambut baik karena pembangunan infrakstruktur dan pembangunan jembatan merupakan hal vital untuk menunjang akses perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat desa kami.” Jelasnya. (Casita R)

loading...

Kasus Panitera PN Jakut, Bupati Indramayu Akan Diperiksa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemunkinan untuk memeriksa Bupati Indramayu, Anna Sophanah terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, pemeriksaan ini akan dilakukan jika penyidik membutuhkan keterangan Anna untuk mengusut kasus pencucian uang Rohadi.

"Kalau penyidik membutuhkan keterangan dan ada relevansinya dengan itu (kasus Rohadi) bisa dipanggil," kata Yuyuk di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/9).

Berdasar informasi, Anna disebut menerima gratifikasi satu unit mobil dari Rohadi yang kini menjadi terdakwa penerima suap dari pedangdut Saipul Jamil. Mobil ini disebut diberikan kepada Anna sebagai imbalan terkait berdirinya Rumah Sakit Reysa Permata milik Rohadi.

Yuyuk mengakui, tim penyidik KPK saat ini tengah berada di Indramayu untuk mengumpulkan bukti-bukti kasus pencucian uang Rohadi. Termasuk menelusuri dugaan pemberian mobil kepada Anna.

"Penyidik sedang melakukan pemeriksaan di Indramayu terkait dengan kasus-kasus itu," ungkapnya.

Penyidik KPK diketahui telah memeriksa Kepala Desa Cikedung Lor, Unggul Baniaji yang menjadi lokasi berdirinya rumah sakit milik Rohadi. Unggul mengaku dicecar penyidik KPK mengenai pemberian mobil kepada Anna. Bahkan, Unggul mengakui sempat diminta mengantarkan mobil dari Rohadi untuk Anna.

"Saya baru tahu sekarang kalau mobil itu dari Rohadi dan akan diberikan kepada Bupati. Saat itu saya hanya datang untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Ibu Anna,” kata Unggul di Indramayu, Rabu (14/9).

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa Rohadi menerima suap dari pihak Saipul Jamil sebesar Rp 50 juta terkait penunjukkan Majelis Hakim yang menangani perkara Saipul. Selain itu, Rohadi juga didakwa menerima uang Rp 250 juta dari pihak Saipul berkenaan dengan vonis ringan yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Saipul.

Jaksa menjelaskan, Rohadi menerima uang sebesar Rp 50 juta dari Berthanatalia Ruruk Kariman, pengacara Saipul Jamil. Pemberian uang ini agar Rohadi menjadi perantara kepada Ketua PN Jakut, Lilik Mulyadi terkait penunjukkan susunan Majelis Hakim yang menangani perkara pelecehan seksual pria di bawah umur yang menjerat Saipul sebagai terdakwa.

Susunan Majelis Hakim akhirnya disusun, terdiri dari Ifa Sudewi selaku Ketua serta beranggotakan Hasoloan Sianturi, Dahlan, Sahlan Efendy, dan Jootje Sampaleng.

Kemudian uang Rp 250 juta diberikan Bertha kepada Rohadi untuk diteruskan kepada Ifa. Tujuan pemberian uang ini
untuk mempengaruhi Majelis Hakim yang dipimpin Ifa‎ agar menjatuhkan vonis ringan kepada Saipul.

Atas perbuatan tersebut, Jaksa mendakwa Rohadi melanggar Pasal 12 huruf a subsider Pasal 11 dan Pasal 12 huruf c subsider Pasal 12 huruf b lebih subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain suap dari pihak Saipul Jamil, Rohadi juga menjadi tersangka kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam kasus TPPU ini, KPK telah menyita satu unit mobil Mitsubishi Pajero, Toyota Yaris dan satu unit mobil ambulans. Tiga unit mobil itu disita lantaran diduga berasal dari tindak pidana korupsi. (sumber suara pembaharuan)
loading...

Betonisasi Jalan Pantura Lambat, Aktifitas Warga Terhambat

INDRAMAYU - Puluhan kendaraan terjebak macet di jalur pantura Patrol. Pasalnya, betonisasi jalur pantura patrol sampai berita ini di tulis, masih belum selesai, bahkan pantauan Pantura pos, saat ini tengah di lakukan betonisasi jalur sebelah utara.

Kendati demikian, kemacetan yang sempat terjadi tidak berlangsung lama, hanya selang beberapa menit kendaraan yang terjebak kemacetan bisa meneruskan perjalanannya kembali.

" Saya sudah hampir sepuluh menit terjebak kemacetan di jalur pantura Patrol ini. Alhamdulillah sekarang bisa lancar lagi " tutur Edwin Saputra, pengemudi mini bus kepada Pantura Pos.

Dari pantauan Pantura pos, kemacetan yang mengular panjang terjadi dari depan SPBU Patrol hingga depan Kantor Camat Patrol macet merayap. Namun, kemacetan tersebut terjadi di saat adanya penumpukan kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon.

" Kalau saat ini sih macetnya gak terlalu parah. Tapi kalau jelang malam pasti macetnya panjang sekali " ucap Badru, pengemudi armada trailer LPG, kepada Pantura Pos.

Sementara warga sekitar jalur perbaikan berharap, betonisasi segera dituntaskan, mengingat aktifitas warga menjadi terhambat, ditambah lagi dengan puluhan kendaraan yang terjebak kemacetan.

" Saya harus putar arah sampai depan kantor polsek patrol saat mau masuk kerja. Saya berharap mudah-mudahan segera rampung perbaikan jalan ini, supaya jam kerja saya tidak terlambat " Ujar salah seorang PNS Kecamatan Patrol. (Mansur kurdi / Suwarto)
loading...

Panitera Rohadi Akui Terima Rp50 Juta di Kasus Saipul Jamil

JAKARTA – Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Jakut) Rohadi hadir sebagai saksi persidangan terdakwa pengacara Kasman Sangaji, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, di Jl. Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 15 September 2016.

Di hadapan majelis hakim, Rohadi yang juga sudah dijerat KPK terkait suap pengaturan putusan perkara Saipul Jamil itu, mengakui sejumlah kesalahannya.

Mulanya, Rohadi mengaku pernah didatangi pengacara pedangdut Saipul Jamil, Berthanatalia Ruruk Kariman di ruang kerjanya. Bertha memberitahukan perkara Saipul telah masuk ke pengadilan.

"Pertama dia tanyain cucu saya. Di ruangan saya kasih Aqua. Semua kawan-kawan menyalami Bu Bertha, tanya kabarnya," kata Rohadi yang mengenal Bertha adalah istri Hakim Pengadilan Tinggi Bandung, Karel Tuppu.

Setelah 'berbicara, Rohadi pun mengecek berkas Saipul di ruang panitera pidana. Dia diberitahu sekretariat bahwa majelis hakim kasus Saipul Jamil sudah ditetapkan dengan komposisi majelis dipimpin oleh Wakil Ketua PN Jakut, Ifa Sudewi.

"Saya lihat sudah ada penetapan hakimnya Bu Wakil, Bu Ifa," kata Rohadi.
Namun, sampai di ruangannya, ia tak langsung memberi tahu Bertha. Selang beberapa hari, Rohadi menghubungi dan meminta Bertha yang dipanggilnya Bunda menemuinya lagi. Saat itulah, ungkap Rohadi, dia menawarkan agar Bertha memilih Hakim Ifa yang menyidangkan perkara Saiful.  

"Saya panggil, 'Bunda mendingan bunda pilih hakim saja. Siapa dek? Bu Wakil saja bunda.' Padahal saya sudah tahu penetapannya. Dia (Bertha) nanya, 'Berapa dek? 50 (juta) bunda,’" kata Rohadi.

Empat hari setelahnya, Rohadi dapat telepon dari Bertha. Dia mengatakan sudah di parkiran PN Jakarta Utara. Bertha yang menumpangi mobil Pajero Sport kemudian menyerahkan Rp50 juta kepada Rohadi.

"Uang 50 (juta) versinya bunda untuk penetapan hakim. Padahal saya sudah tahu. Saya memang berbohong. Saya perlu uang untuk keperluan saya sehari-hari saja Pak," kata Rohadi.

Untuk diketahui, Bertha dan Kasman Sangaji sebagai pengacara Saipul Jamil serta Samsul, kakak kandung Saipul didakwa memberi suap Rp300 juta berkaitan dengan perkara dugaan pelecehan seksual pria di bawah umur yang perkaranya di PN Jakarta Utara.

Uang suap itu diberikan dalam dua tahap. Pertama Rp50 juta dan kedua Rp250 juta. Kedua pemberian itu diberikan dengan maksud berbeda.

Disebutkan uang Rp50 juta diberikan kepada Rohadi, sebagai penghubung ke pimpinan PN Jakarta Utara, dengan maksud penunjukan majelis hakim yang menangani perkara Saipul.

Lalu suap Rp250 juta kepada Ketua Majelis Hakim Ifa Sudewi melalui Rohadi, dengan maksud memengaruhi amar putusan kepada Saipul. (sumber viva.co.id)
loading...

Bupati Indramayu Diduga Terima Gratifikasi dari Rohadi

Gambar Ilustrasi (panturapos)
INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Anna Sophanah diduga menerima gratifikasi dari Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rohadi atas pendirian Rumah Sakit Umum (RSU) Reysa Permata yang terletak di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dugaan gratifikasi yang diterima Anna ini menjadi bahan pertanyaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada sejumlah pejabat di Pemkab Indramayu. Mereka yang diperiksa diantaranya beberapa kepala desa dan pejabat di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, pada Rabu, 14 September 2016.

Kepala Desa Cikedung Lor, Unggul Baniaji, mengatakan keempat kuwu alias kepala desa yang diperiksa selain dia adalah Tiro (Kuwu Jatisura), Ahmad Subarjo (Loyang), Sutarma (Mundak Jaya) serta Sekretaris Camat Cikedung, Edi Rasdiana.

“Pemeriksaan itu terkait pemberian mobil dari Rohadi kepada Bupati Indramayu,” kata Unggul saat dikonfirmasi, Kamis (15/9/2016). Unggul mengaku sempat diminta mengantarkan satu unit mobil kepada Anna Sophanah setelah terpilih sebagai Bupati Indramayu untuk kedua kalinya.

“Saya baru tahu sekarang kalau mobil itu dari Rohadi dan akan diberikan kepada Bupati. Saat itu saya hanya datang untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Ibu Anna,” ujar dia. Lebih jauh, Unggul mengakui sejumlah aset milik Rohadi berada di wilayah desanya.

Hingga saat ini, KPK diakui telah menyegel rumah sakit milik Rohadi termasuk satu unit mobil ambulans di sana. Selain itu, Unggul menyebut KPK juga menyita aset milik Rohadi berupa dua unit mobil yakni Pajero dan Seperti diketahui, Rohadi dijerat tiga kasus oleh KPK.

Pertama, dia ditetapkan tersangka penerima suap pengaturan vonis pedangdut Saipul Jamil. Lalu, Rohadi dijerat kasus dugaan gratifikasi. Terakhir, Rohadi ditetapkan tersangka kasus pencucian uang.

Rohadi sendiri sudah dibawa ke meja hijau untuk kasus suap Saipul Jamil. Dia didakwa menerima uang Rp50 juta dari Saipul Jamil lewat pengacaranya, Berthanatalia. Kemudian, Rohadi juga didakwa menjadi perantara suap sebesar Rp250 juta untuk Hakim Ifa Sudewi.(sumber okezone)

loading...

Rohadi Gemar Beli Tanah di Indramayu

INDRAMAYU - Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yakni Rohadi gemar membeli tanah di Kabupaten Indramayu. Salah satunya tanah di atas bangunan RS Reysa Indramayu yang berlokasi di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kepala Desa Cikedung Lor, Unggul Baniaji mengaku tim KPK sudah dua minggu berturut-turut berada di Kabupaten Indramayu untuk melakukan pemeriksaan, penggeledahan, penyegelan dan penyitaan aset Rohadi yang berada di Indramayu.

"Sekarang saja masih dalam proses pemeriksaan empat kepala desa dan Sekretaris Camat, diantaranya Tiro (Kuwu Jatisura), Ahmad Subarjo (Loyang), Sutarma (Mundak Jaya) dan Sekretaris Camat Edi Rasdiana," terangnya, Kamis (15/9/2016).

Dikatakannya, Rohadi gemar membeli tanah warga. Di Desa Cikedung Lor saja, ada sekira 13 orang dengan luas tanah masing-masing 2,5 hektare yang dibeli tanahnya. Selebihnya, Rohadi juga membeli tanah di Desa Mundak Jaya, namun di wilayah ini Rohadi diketahui masih belum melunasi seluruh pembelian tersebut.

"Di luar itu, menyangkut pemberian mobil Pajero dengan nomor polisi B 104 ANA, saya tidak tahu bahwa itu dari Rohadi, saya hanya disuruh mengantarkannya saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, Rohadi diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di MA RI dan penerimaan gratifikasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau Pasal 12B UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (sumber okezone)
loading...

Aplikasi Ini Diklaim Bisa Komunikasi dengan Orang Mati

PANTURAPOS – Saat ini sudah banyak bermunculan aplikasi pesan instan. Namun kini ada aplikasi unik Spot Messaging. Aplikasi pesan instan video ini bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal.

Spot Messaging lahir dari sebuah rasa kesepian seseorang ditinggal oleh orang yang dicintainya.
Dikutip dari Rocketnews24.com, Rabu 14 September 2016, Spot Messaging dikembangkan oleh pria asal Jepang, Yoshiyuki Katori yang menderita setelah kematian mendadak pamannya.

Katori mengaku hari-harinya dilalui kesedihan usai ditinggal pamannya. Lantaran sangat kehilangan, Katori mengaku berharap bisa mendengar suara penghibur dari pamannya. Tapi sayangnya, sang paman tercinta sudah meninggal.

Akhirnya dia tercetus ide, bagaimana agar orang yang bernasib sama seperti dia, bisa melepas rindu dengan orang yang dicintai melalui aplikasi pesan instan video tersebut. Akhirnya lahirlah Spot Messaging.
 
Dia mengatakan Spot Messaging, juga bisa dimanfaatkan untuk mengenang orang tercinta di sekitar pengguna yang telah meninggal dunia.

Selain untuk berkomunikasi dengan orang mati, Spot Messaging juga bisa dimanfaatkan untuk membuat kejutan kepada orang tercinta, misalnya melamar pasangan atau memberikan kejutan ulang tahun.

Aplikasi ini akan bekerja, dengan memutar video rekaman orang tercinta. Kemudian sang pengguna nanti akan menerima pesan tertentu dan diarahkan untuk menuju sebuah titik yang punya nilai dan makna antara sang pengguna dan orang tercinta tersebut.

Spot Messaging juga sudah dikembangkan layaknya game populer Pokemon Go, yaitu mempertimbangkan teknologi augmented reality (AR).
Aplikasi Spot Messaging telah tersedia di Android dan iPhone pada akhir September tahun ini.
loading...

Mobil Pengantar Uang Dibegal Kelompok Bersenpi di Subang

SUBANG - Sebuah kendaraan jasa pengantar uang dibegal sekelompok orang tak di kenal. Kejadian terjadi sekira pukul 19.30 WIB, Rabu 14 September 2016 di Jalan Raya Mariuk-Jalan Cagak, Kabupaten Subang‎, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari keterangan saksi-saksi, kendaraan Suzuki APV warna putih bernomor polisi B 9895, milik perusahaan jasa pengantar uang, ‎malaju dari arah Subang menuju Bandung.

Sesampainya di Jalan Raya Mariuk kendaraan tersebut di pepet oleh kendaraan Toyota Inova lainnya warna hitam dengan nopol yang tidak diketahui hingga terjadi tabrakan‎ antar kedua kendaraan itu.

"‎Saat itu, salah satu penumpang dari mobil keluar dengan meletuskan senpi sebanyak dua kali dan menyuruh pengemudi serta penumpang yang ada di kendraan pembawa uang itu keluar.

Setelah para penumpang kendaraan tersebut keluar, satu orang pelaku yang menggunakan penutup kepala masuk ke kendaraan dan membawa dua orang penumpang ke arah Bandung," jelas Yusri melalui pesan singkatnya, Kamis (15/9/2016).

Dari hasil pemeriksaan saksi dan hasil olah tempat kejadian, ‎para pelaku diketahui menggondol uang sejumlah Rp4,5 miliar. Dalam kejadian ini, diduga pelaku berjumlah 10 orang, dengan perawakan tinggi.‎

Sementara itu, ciri-ciri dari kendaraan para begal ini yakni bewarna hitam dengan rusak di bagian belakang. "Kita juga temukan dua selongsong peluru, dari jenis pistol," jelas Yusri.

Saat ini Yusri mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan saksi serta melakukan penyisiran razia lalu lintas, guna menutup pergerakan pelaku. (sumber okezone)
loading...

KPK Kaji Perihal RS Milik Rohadi yang Bakal Dihibahkan ke Negara

JAKARTA - KPK saat ini sedang melakukan kajian untuk menghibahkan RS milik PNS Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rohadi, kepada negara. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah efisiensi dalam pengelolaan barang bukti.

"Jadi di banyak kasus, kita memang dalam pengelolaan barang bukti, yang efisien bagaimana. Tapi yang pasti bukan sekarang itu (pengambilalihannya)," ujar Ketua KPK, Agus Rahardjo di Hotel Royal Kuningan, Kuningan Persada Kav. 2, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).

Agus memberikan contoh pada saat KPK menyimpan barang bukti mobil mewah. Saat itu KPK kewalahan dalam hal ongkos perawatannya.

"Karena seperti barang bukti yang lalu-lalu, mobil mewah itu kalau kita pelihara terlalu lama, itu juga bebannya ke KPK loh," tutur Agus.

Satu hal yang alternatif ialah menjual barang bukti yang disita. Atau pilihan lainnya jika memang terbukti dalam pengadilan sebagai hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU), barang bukti tersebut terpaksa dirampas negara.

"Makanya kemarin kan kita ambil langkah-langkah, misalnya sapi. Sapi itu makanannya saja sudah mahal. Terus kita tanya kepada pemiliknya kan, bagaimana kalau kita jual? Kemudian itu nanti disimpan oleh alat bukti. Kemudian kita menerapkan ini nanti kemana ya sesuai keputusan pengadilan. Apakah ini memang hak Anda?" ucap Agus.

"Atau misalkan masuk ke bagian yang dirampas negara karena kita juga akan men-TPPU-kan," tambahnya.

Agus mengatakan bahwa sudah banyak contoh rampasan negara tersebut yang dikembalikan lagi kepada Pemda-pemda. Terkait Rumah Sakit milik Rohadi, lanjut Agus tidak menutup kemungkinan bila nantinya akan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan.

"Makanya kita sedang kaji. Di banyak tempat, yang sudah dirampas KPK malah dikembalikan ke Pemda kok. Ada. Apalagi kalau rumah sakit yang kita jaga, kemudian layanannya tidak terhenti. Apalagi kalau rumah sakitnya dibutuhkan di sana," tutur Agus.

"Ya kita, teman-teman menyelesaikan hal itu dengan cara yang efisien ya. Nanti langkah-langkah yang diambil, apakah kita limpahkan ke Kementerian Kesehatan, itu juga jadi satu alternatif. Jadi kita sedang kaji itu," imbuhnya.(sumber detikcom)
loading...

RS Milik Rohadi Tak Berizin, Pegawai Berhenti Kerja

INDRAMAYU - Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa 13 September 2016, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, menegaskan bahwa rumah sakit (RS) Reysa Indramayu, salah satu aset Rohadi, belum mengantongi izin, baik izin mendirikan bangunan maupun izin operasional.

Dedi mengatakan, pihaknya sudah empat kali diperiksa KPK, dua kali diperiksa di Indramayu, satu kali di Cirebon, dan satu kali di Jakarta. Saat dilakukan pemeriksaan, ia mengaku dicecar 14 pertanyaan oleh KPK.

"Selain saya, nanti akan ada dua pejabat Dinas Kesehatan Indramayu yang akan diperiksa oleh KPK," terangnya, Rabu (14/9/2016). Dedi menambahkan, selain belum mengantongi izin, RS Reysa juga memiliki syarat-syarat yang belum terpenuhi dan tidak sesuai.

Atas kejadian itu, semua pegawai memilih berhenti, dokter maupun bidan yang bekerja di RS Reysa milik Rohadi mencabut izin kerjanya dan pindah ke rumah sakit lainnya.

"Memang Kabupaten Indramayu membutuhkan 1.000 tempat tidur di rumah sakit, namun jika ada yang mendirikan RS harus layak dan diselesaikan semua syaratnya, jika tak sesuai, izin tak bisa diterbitkan," tukasnya.  (sumber okezone)
loading...

Serangan Tikus Mengganas di Indramayu

INDRAMAYU - Hama tikus semakin ganas menyerang persawahan di Kabupaten Indramayu pada musim tanam gadu kedua tahun ini. Akibatnya, para petani memperkirakan sekitar 1.000 hektare sawah di beberapa kecamatan wilayah barat mengalami gagal panen.

Salah seorang buruh tani di Kecamatan Sukra, Carodin (50), menganggap serangan tikus pada musim tanam gadu kedua tahun ini adalah yang terburuk. "Kalau dibandingkan beberapa musim tanam sebelumnya bahkan dari tahun lalu, serangan tikus yang sekarang memang sangat parah," katanya, Selasa 13 September 2016.

Menurut pantauannya, serangan tersebut setidaknya terjadi di beberapa desa kecamatan yakni Sukra dan Patrol. Kedua kecamatan itu diakui langganan terserang tikus. Padahal, persawahan seluas ribuan hektare di sana dianggap sangat subur sehingga kerap melakukan proses tanam hingga tiga kali setahun.

Carodin menjelaskan serangan tikus di desa Tegaltaman dan Sumuradem, Kecamatan Sukra terjadi mulai dari sebagian kecil hingga seluruh area sawah. Tikus-tikus tersebut, katanya, menyerang tanaman padi sejak masih baru ditanam hingga usia tanam selama dua bulan. Tak sedikit sawah yang akhirnya dibiarkan karena para petani tak mampu lagi memberantas tikus.

"Para petani sudah melakukan berbagai macam cara untuk memberantas tikus-tikus itu mulai dengan memagari dengan plastik, memberikan obat-obatan sampai dicampur oli segala tetap tidak mempan," kata Carodin. Para petani juga kerap bergotong royong memburu tikus-tikus tersebut hingga ke sarangnya.

Bahkan, para petani menurutnya juga sempat melakukan doa bersama dalam satu acara khusus beberapa waktu lalu. Doa bersama diharapkannya bisa mengurangi serangan tikus yang sudah dianggap sebagai bencana.

Para petani di sana mempercayai penyebab serangan tikus yang memburuk kali ini disebabkan proses tanam yang tidak serempak di wilayah Indramayu. Pasalnya, Carodin mengakui serangan tikus sudah terjadi sejak musim rendeng lalu meskipun dampaknya tidak terlalu buruk.

Petani lainnya, Rohmah (48) menyebut hasil panen padi di persawahan yang terserang tikus mengalami penurunan secara signifikan. "Pada panen gadu pertama dari satu hektar sawah mungkin hasilnya hanya 1,5 ton. Itu masih mendingan dari pada sekarang gagal panen sawahnya," katanya.

Akibat banyak pemilik lahan yang membiarkan sawah mereka, banyak buruh tani seperti Rohmah dan Carodin akhirnya menganggur. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa di antara mereka disebut rela mencari pekerjaan ke luar daerah. Sedangkan buruh tani perempuan seperti Rohmah memilih berjualan makanan tradisional rumbah.

Seorang petani yang mengolah sendiri sawahnya di samping pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Uap Desa Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, Carti (50) mengaku rugi. Dari satu kotak sawah seluas 300 bata miliknya, ia mengaku hanya mendapatkan gabah seberat empat kuintal pada panen musim gadu pertama. (Sumber Pikiran Rakyat)
loading...

Sambut Idul Adha, PT. BMU Qurbankan Dua Ekor Sapi

INDRAMAYU - Perusahaan yang bergerak dalam penimbunan dan pendistribusian gas elpiji, PT. Bhakti Mingas Utama (PT. BMU), Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu. Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1437 H, melaksanakan pemotongan hewan qurban berupa dua ekor sapi.

Pelaksanaan pemotongan hewan qurban merupakan tradisi yang biasa dilakukan setiap tahunnya oleh perusahaan tersebut.
Adapun untuk pendistribusian daging hewan qurban tersebut, di bagikan keseluruh masing-masing karyawan perusahaan elpiji sesuai daftar nama yang tercatat.

Menurut Sujana, salah seorang karyawan dari Seksi kebersihan kepada wartawan Pantura pos menuturkan, setiap tahun saat Hari Raya Idul Adha, ia mengaku mendapat jatah daging qurban dari perusahaan tempatnya bekerja, sebanyak satu kilo lebih.

" Alhamdulillah, setiap tahunnya saya sekeluarga bisa makan daging sapi dari pemotongan hewan qurban PT. BMU, tempat saya bekerja " tutur Sujana, ketika ditemui di lokasi pemotongan hewan qurban tersebut.

Senada di katakan Yasin, karyawan lainnya. Menurut Yasin, ia merasa bersukur masih mendapat jatah daging hewan qurban dari tempatnya bekerja.
Pantauan Pantura Pos, prosesi dari pemotongan hingga pembagian daging hewan qurban tersebut berjalan lancar dan kondusif. ( Mansur Kurdi )
loading...

Ini Pernyataan Perusahaan Terkait Perampokan BWS Cabang Patrol: Dana Nasabah Dijamin Aman

INDRAMAYU - Bank Woori Saudara (BWS) Kantor Cabang Pembantu Patrol, Indramayu, telah mengalami musibah perampokan Bank pada Jumat (9/9/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pelaku diperkirakan berjumlah 6 orang, menggunakan senjata api dan senjata tajam, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini telah ditangani pihak kepolisian setempat, kerugian bank masih dalam proses penyelidikan.

Bank Woori Saudara terus berkoordinasi dengan para pihak berwenang. Semua dana nasabah yang tersimpan di Bank Woori Saudara Kantor Cabang Pembantu Patrol dijamin keamanannya. Sehingga hal ini tidak perlu dirisaukan oleh nasabah Bank Woori Saudara Kantor Cabang Pembantu Patrol.

"Kami tegaskan bahwa keamanan dan keselamatan nasabah serta karyawan adalah prioritas Bank Woori Saudara. Demikian kami sampaikan pernyataan korporasi Bank Woori Saudara terkait dengan musibah perampokan di Bank Woori Saudara Kantor Cabang Patrol," kata pihak Corporate Secretary Departemen Corporate Communication PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906,Tbk (Bank Woori Saudara) dalam rilisnya, Jumat (9/9). (Red)
loading...

Berakhir Sedih! Kisah Kakek Gaul 63 Tahun, dari Menikahi Gadis 18 Tahun Hingga Masuk Tahanan

BONE - Kakek gaul dan kaya Hajir Nasir (63) asal Desa Masago Kecamatan Patimpeng, Bone, Sulsel, diciduk polisi.

Kakel gaul yang membuat heboh netizen karena menikahi gadis yang baru tamatan SMA, Milawati(18) itu, kini ditahan di Mapolres Bone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Watampone.

H Nasir terpaksa harus dipisahkan dengan istrinya setelah menabrak pejalan kaki hingga tewas.

"Betul bapak ditahan karena menabrak, Ia menabrak dengan menggunakan sepeda motor," ujar Milawati kepada TribunBone.com, Sabtu (3/9/2016).

Kakek Nasir diketahui menabrak pejalan kaki hingga tewas, Nonci (74), warga Dusun Parigi, Desa Pitung Pidange, Kecamatan Libureng, Sabtu (27/8/ 2016) lalu.

Korban sempat dirujuk di RSUD Wahidin Makassar, akan tetapi meninggal Kamis (1/9/2016).
loading...

Misteri Goa Cikahuripan, Tempat Penyiksaan Para Pejuang

PANTURAPOS – Bagi sebagian besar warga Jawa Barat atau yang berdekatan dengan wilayah Bandung dan sekitarnya, mungkin terasa tidak asing lagi dengan Gunung Tangkuban Perahu yang letaknya tepat berada diperbatasan antar Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.

Selain letaknya yang mudah dijangkau, Gunung Tangkuban Perahu juga menyimpan sejuta pesona bagi para pengunjung wisatawan, baik yang datang dari dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri.

Karena dipuncak Gunung tersebut terdapat sebuah obyek wisata yang bisa membuat wisatawan tergagum-kagum dengan pemandangan puncak diatasnya. Diatas puncak Gunung Tangkuban Perahu terdapat sebuah kawah gunung yang cukup besar akibat letusan gunung tersebut, dan bekas letusan kawah tersebut dinamakan Kawah Ratu yang mirip sebuah mangkuk raksasa.

Jalan Menuju Goa Cikahuripan
Namun siapa sangka dibalik keindahan kawah Gunung Tangkuban Perahu, dipuncak gunung itu juga menyimpan sebuah misteri yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya, yaitu sebuah Goa atau Bunker peninggalan zaman Belanda yang dibangun sekitar tahun 1937. Goa tersebut oleh masyarakat sekitar diberi nama Goa Cikahuripan.

Bunker peninggalan zaman Belanda tersebut kini oleh sebagian masyarakat sering digunakan untuk tempat mengalap berkah. Bahkan menurut juri kunci Gunung Tangkuban Perahu, Abah Yahya (56), acara ritual ngalap berkah di Goa Cikahuripan atau Bunker tersebut seudah berlangsung semenjak lama dan pengunjungnya datang dari berbagai penjuru, baik dari Bandung, Subang, Indramayu, Cirebon bahkan ada yang datang dari Banten, ujarnya.

Ketika tim Jejak Mistery dan Panturapos mencoba menyambangi tempat tersebut, waktu yang ditempuh hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari tempat Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu.

Sepanjang perjalanan menuju Goa Cikahuripan, selepas mata memandang dikann dan kiri perjalanan nampak pemandangan yang masih nampak asri dan alami. Diwaktu-waktu tertentu monyet-monyet liar kadang bermunculan bergelantungan dipohon-pohon besar.

Ketika tiba di Goa Cikahuripan, nampak terdengar geremicik air yang berasal dari bak penampungan yang berada tepat di Goa Cikahuripan. Lalu bersama dengan tim Jejak Mistery, kami mulai mengamati mulut Goa atau Bunker tersebut, dimana dimulut Goa tersebut tertera tulisan 1937.

Dengan bersama-sama tim JM kami mulai memasuki Goa tersebut, sesampainya di dalam Goa, tiba-tiba kami serasa melihat sebuah pemandangan yang membuat hati kami terenyuh sekali. Didalam Goa tersebut seakan kami melihat sebuah flashback kebelakang.

Dimana yang kami lihat, ditempat tersebut terlihat beberapa orang pribumi yang sedang disiksa oleh Kompeni Belanda. Nampak pribumi tersebut dikakinya dibelenggu dengan sebuah rantai yang cukup besar sekali dan terlihat badanya penuh dengan luka cambukan.

Lalu kami juga melihat seorang perempuan pribumi yang kaki sebelahnya seperti putus. Keika kami mencoba berkomunikasi dengan wanita tersebut, ia mengatakan bahwa kakinya tebas oleh Kompeni Belanda karena ia dianggap mata-mata oleh Kompeni.


Didalam Goa tersebut yang kami rasakan secara metafisik, nampak bau aroma anyir darah segar yang membuat perut kami mual-mual. Karena merasa sudah tidak kuat dengan pemandangan dan bau anyir tadi, akhirnya beserta tim memutuskan untuk segera keluar dari Goa tersebut. (ST)
loading...

Kisah Panitera Rohadi Saat Masih Tinggal dalam Rumah Sederhana di Gang Buntu

JAKARTA - Rohadi, petugas panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, terkenal sebagai orang kaya di Indramayu. Rohadi menjadi tersangka kasus suap vonis pedangdut Saipul Jamil.

Ketua RT 03/RW 10, Rawa Bebek, Bekasi, Mikun Prayitno, mengenal Rohadi sebelum hidupnya makmur.

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi itu, mulai tinggal di dekat rumah Mikun sejak awal 1990-an. Saat itu, Rohadi belum punya 18 mobil yang kini disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat tinggal di kawasan padat penduduk di kawasan satelit Jakarta, Ketua RT ini menyebut Rohadi tinggal pada satu rumah yang amat sederhana.

Saat Tribun mengunjungi kediaman Rohadi itu, bangunan itu jauh dari kesan mewah.

Rumah nomor 22 yang bercat putih itu berada di pojok gang buntu Jalan Kampung Rawa Bebek, Bekasi.

Sinar matahari tidak maksimal menyinari teras hunian yang menjorok kurang dari satu meter. Suasana lembab pun terasa di depan rumah yang berbagi tembok dengan tetangganya.

"Sekarang yang tempati rumah itu keponakannya Pak Rohadi, tapi alamat di KTP-nya masih disini. Kalau aslinya, dia tinggal di rumah barunya tidak jauh dari sini," kata Mikun saat ditemui di rumahnya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (7/9/2016).

Tempat tinggal Rohadi sebelum menghuni sel tahanan, memang berada sekitar dua kilometer dari alamatnya di KTP. Namun, dua bangunan itu tampak kontras.

Bangunan bercat oranye itu terletak di kompleks perumahan Harapan Baru Regency, Bekasi. Rumah berlantai satu itu memiliki teras yang luasnya sekitar lebih dari lima kali rumah sebelumnya. Pada ujung jalannya, tampak pula ada pos petugas pengamanan yang berjaga siang dan malam.

Baik tetangga dan petugas keamanan menyebutkan di rumah itu Rohadi tidak tinggal bersama keluarganya.

"Cuma dia (Rohadi), sopir, dan pembantu," sebut seorang petugas keamanan.

Supardri, istri Mikun, menuturkan semasa tinggal dekat dengannya, tersangka kasus dugaan gratifikasi itu belum menjadi panitera di pengadilan.

"Waktu itu dia sipir di (Lembaga Pemasyarakatan) Salemba," jelasnya.

Dalam kesehariannya pun Rohadi tampak sederhana. Bapak empat anak itu hanya diketahui warga sekitar memiliki satu unit sepada motor bebek Suzuki keluaran akhir 1980-an.

Saat itu belum ada sopir yang siap mengantar Rohadi ketika hendak bekerja atau bepergian.

"Kadang dia malah menumpang dengan teman waktu pergi atau pulang kerja," sebut Supardri.

Baru pada tahun 2003, Rohadi pindah rumah. Namun, dia tidak mengubah alamat di kartu identitasnya. Administrasi kependudukan juga masih diurusnya pada Mikun.

"Setiap pemilu dia masih nyoblos di sini," tutur Mikun.

Meski rumah sederhananya diberikan pada anggota keluarga lain, silaturahmi Rohadi dengan mantan tetangganya tetap berjalan.

"Walau cuma sebentar, dia datang kalau ada acara warga atau ada yang meninggal," kata Ketua RT tersebut.

Hanya saja, pasangan suami-istri itu tidak menampik ada peningkatan kemakmuran yang signifikan pada Rohadi sejak 2003.

Selain pindah ke tempat tinggal yang jauh lebih mewah, setiap datang ke tempat tinggal lamanya dia selalu diantar mobil.

"Kalau datang ke sini, sopirnya parkir di depan (gang). Dia masuk jalan kaki, kan gang ini tidak muat mobil," ujar Mikun. (Sumber Tribunnews)
loading...

Rohadi Sering Bantu Tetangganya yang Kesulitan Ekonomi

JAKARTA - Selain dikenal kaya, Rohadi, petugas panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang jadi tersangka kasus kasus suap vonis pedangdut Saipul Jamil, juga dikenal baik oleh tetangganya.

Seorang Ketua RT 03/RW 10, Rawa Bebek, Bekasi, Mikun Prayitno mengatakan, beberapa kali Rohadi membantu warga yang ditimpa kesulitan.

Hal serupa dilontarkan petugas keamanan dekat rumah Rohadi di Harapan Baru Regency.

Dua dari beberapa petugas keamanan yang Tribun temui menceritakan mereka cukup sering diantarkan makanan atau kopi.

"Kadang tukang becak dekat sini juga dia bagi uang," ungkap petugas keamanan yang tidak bersedia menyebut namanya.

Karena kebaikannya, mereka tidak menyangka Rohadi tertangkap tangan KPK karena menerima suap.

Saat ini, rumah Rohadi di Harapan Baru Regency tampak sepi. Spanduk yang tertulis tangan "Dikontrakan" terpasang di pagarnya bersama dengan nomor telepon.

Pagar bagunan itu tampak tergembok, meski lampu depan rumah dibiarkan menyala pada sore hari. Satu unit sepeda motor Honda yang menurut petugas keamanan biasa dipakai sopirnya, terlihat terparkir di halaman.

"Terakhir yang masuk ke rumah itu petugas dari KPK, mereka geledah. Setelah itu tidak ada yang berani masuk, juga setahu saya belum ada yang berminat untuk menyewa rumah itu," ujar petugas keamanan kompleks perumahan tersebut, Rabu (7/9/2016).

Seperti diberitakan, Rohadi, petugas panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, terkenal sebagai orang kaya di Indramayu. Rohadi menjadi tersangka kasus suap vonis pedangdut Saipul Jamil.

Ketua RT 03/RW 10, Rawa Bebek, Bekasi, Mikun Prayitno, mengenal Rohadi sebelum hidupnya makmur. Tersangka dugaan tindak pidana korupsi itu, mulai tinggal di dekat rumah Mikun sejak awal 1990-an.

Saat itu, Rohadi belum punya 18 mobil yang kini disita Komisi Pemberantasan Korupsi.

Saat tinggal di kawasan padat penduduk di kawasan satelit Jakarta, Ketua RT ini menyebut Rohadi tinggal pada satu rumah yang amat sederhana. Saat Tribun mengunjungi kediaman Rohadi itu, bangunan itu jauh dari kesan mewah.

Rumah nomor 22 yang bercat putih itu berada di pojok gang buntu Jalan Kampung Rawa Bebek, Bekasi. Sinar matahari tidak maksimal menyinari teras hunian yang menjorok kurang dari satu meter. Suasana lembab pun terasa di depan rumah yang berbagi tembok dengan tetangganya.

"Sekarang yang tempati rumah itu keponakannya Pak Rohadi, tapi alamat di KTP-nya masih disini. Kalau aslinya, dia tinggal di rumah barunya tidak jauh dari sini," kata Mikun saat ditemui di rumahnya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (7/9/2016).  (Sumber Tribunnews)
loading...

Pakai Kaus Palu Arit, Pegawai Pemkab Sumba Dijemput TNI

SUMBA BARAT – Seorang perempuan yang diketahui adalah pegawai honorer di Kantor Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dijemput oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah melakukan senam pagi di halaman kantor Pemkab, Jumat, 9 September 2016.

Pegawai honorer berinisial MR tersebut diamankan Kodim 1607 setelah sempat menggunakan kaus dengan logo palu arit pada saat senam pagi.

Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Arm Sumanto mengatakan bahwa pegawai honorer tersebut awalnya senam pagi bersama PNS di Pemkab Sumbawa Barat.

Saat dia menggunakan kaus palu arit, koleganya sempat menegur. Lalu MR kembali ke rumah berencana mengganti kaus tersebut. Namun saat meninggalkan lokasi senam, dia disusul aparat TNI yang mendatangi kediamannya.

MR lalu sempat diinterogasi oleh pihak Kodim. Dia menjelaskan bahwa kaos berwarna merah dengan logo palu arit berwarna kuning itu adalah oleh-oleh dari temannya BY yang baru kembali dari Vietnam, Juli lalu.

Baju logo palu arit tersebut dinilai aparat identik dengan lambang PKI.(Sumber Viva.co.id)
loading...

CTP Sebut Reza Artamevia Terjerumus Hubungan Seks Menyimpang Gatot

JAKARTA - Gatot Brajamusti dilaporkan oleh seorang wanita berinisial CTP (26) dengan dugaan tindak pemerkosaan. Saat diperiksa polisi, CTP juga menyeret nama Reza Artamevia.

Saat diperiksa oleh penyidik Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (9/9) kemarin, CTP menceritakan dirinya pernah diajak berhubungan badan dengan Gatot. Namun, hubungan seks yang diminta Gatot dinilai menyimpang.

"Antara Reza dengan klien kami, dilakukan itu, perbuatan seks menyimpang (sesama jenis). Juga istrinya (Dewi) itu," ucap pengacara korban, Rhony Sapulette.

Belum lagi, Gatot juga pernah mengajak Reza dan CTP untuk melakukan hubungan seksual. Rhony mengatakan, mereka bisa melakukan itu karena efek setelah mengisap aspat yang belakangan diketahui adalah sabu.

"Mereka bisa saja itu dengan di bawah sadar karena aspat itu," ujar Rhony.

Saat dikonfirmasi, Ramdan Alamsyah sebagai pengacara Reza menanggapi pengakuan CTP dengan santai.

"Ya ada bukti nggak? Kalau ada bukti nggak masalah, lihat aja, itukan ada hukum ya terserah. Yang namanya korban mau mengatakan apapun haknya dia," jawab Ramdan saat dihubungi melalui telepon.

CTP ini disebut oleh pihak pengacara Gatot adalah mantan istri kliennya. Meskipun CTP membantah dirinya pernah dinikahi oleh sang guru spiritual.(Sumber Detikcom)
loading...

Hadiri Pernikahan Ketiga Mahfudz Siddiq, Fahri: Jodoh Adalah Misteri

JAKARTA - Mahfudz Siddiq telah menjalani pernikahan ketiganya, mantan anggota KPI Agatha Lily kini resmi jadi istrinya. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang hadir dalam resepsi pernikahan menyampaikan ucapan selamat dalam sambutannya.

"Saya tadi dari Istana setelah pelantikan Ketua BIN Budi Gunawan, masih ada acara lain tapi saya harus hadir karena Pak Mahfudz Siddiq dan isteri adalah orang yang mempertemukan saya dengan isteri saya 20 tahun lalu.

Saya kenal beliau sebagai senior di UI dan akhirnya saya juga memutuskan menikah dengan mahasiswa fakultas kedokteran UI yang beliau perkenalkan kepada saya," kata Fahri mengenang masa lalunya disambut tepuk tangan tamu undangan resepsi pernikahan yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2016) malam ini.

Fahri kemudian memuji sosok Mahfudz sebagai guru dan sahabatnya. Ia menyebut Mahfudz sebagai sosok pekerja keras. "Kami telah melalui bersama perjuangan kami sebagai aktivis reformasi sampai sekarang menjadi politisi," katanya.

Ia kemudian bercerita tentang perbedaan pernikahannya dengan pernikahan ketiga Mahfudz Siddiq ini. Dengan sedikit candaan, Fahri pun mendapat tepuk tangan tamu undangan.

"Memang beda pernikahan beliau dengan kami dulu. Dulu kami menikah sebagai anak pernikahan kami diatur orang tua dan tamu kami kebanyakan tamu orang tua, sekarang beliau menikah sebagai orang dewasa dan pernikahan diatur sendiri. Pak Mahfudz dan isterinya juga adalah orang terkenal sehingga tamunya juga teman sendiri," katanya.

"Tapi apa pun, malam ini adalah salah satu fase dalam kehidupan manusia yang punya banyak sisi dan misteri," imbuhnya.

Fahri menutup pidatonya dengan doa untuk kedua mempelai. "Agama mengatakan bahwa jodoh adalah salah satu dari misteri itu, maka malam ini kita berkumpul untuk menyaksikan perjalanan selanjutnya dari sahabat kita Pak Mahfudz dan ibu Agatha Lily.

Semoga ALLAH karuniakan kepada mereka perjalanan yang semakin lapang dan cinta kasih sayang semakin mendalam. Mari kita berdoa bersama agar malam ini menjadi keberkahan bagi kita semua dan pasangan baru ini khususnya," tutupnya.

loading...

KAPOLRES : RP 84 JUTA KERUGIAN YANG DI ALAMI BWS PATROL

 
INDRAMAYU - Kasus perampokan Bank Woori Saudara (BWS) Desa / Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu yang terjadi sekitar pukul 09.00 pagi, Jum'at (9/9). Sedikit demi sedikit mulai terungkap. 

Menurut Kapolres Indramayu AKBP H. Eko Sulistyo Basuki SIK.SH. MH kepada wartawan mengatakan. Pelaku perampokan berjumlah sekitar enam orang, melakukan aksinya setelah karyawan Bank BWS baru saja membuka kantor sekitar pukul 08.00 -09.00.

Dijelaskan Kapolres, dalam aksinya ke enam pelaku melumpuhkan terlebih dahulu empat orang nasabah yang sedang melakukan transaksi beserta tujuh orang karyawan plus satu orang petugas security.

" Menurut saksi mata yang kami mintai keterangannya, pelaku berjumlah sekitar lima sampai enam orang, kesemuanya masuk ke dalam kantor BWS Patrol ini, kemudian mengacak-acak isi brankas dan membawa kabur uang sisa saldo sebesar Rp 84 Juta.

Setelah melakukan aksinya, ke enam pelaku langsung kabur dengan menggondol uang hasil rampokan sebesar Delapan puluh empat juta rupiah tersebut. Kebetulan pasca perampokan, anggota kami dari Kepolisian sektor Bongas sedang melintas di depan Kantor Bank BWS Patrol, kemudian di hentikan oleh karyawan Bank BWS untuk minta pertolongan.

Anggota kami (Polsek Bongas-red) kemudian menghentikan laju mobil patrolinya,  selanjutnya memberikan pertolongan pertama terhadap korban " Beber Kapolres.

Di tambahkan Kapolres, kasus perampokan tersebut sementara masih terus di dalami untuk mengungkap identitas para pelaku.


Beliau juga menghimbau, kepada masyarakat terutama masyarakat Indramayu, bila mana ingin mengambil uang di bank di minta untuk memberitahukan kepada pihak kepolisian guna di lakukan pengawalan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan. ( Mansur kurdi / Suwarto )
loading...

Bank Woori Saudara Patrol, Di Rampok Siang Bolong

INDRAMAYU - Kasus perampokan di siang bolong kembali terjadi. Kali ini menimpa Bank Woori Saudara (BWS) Desa Patrol Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.

Menurut informasi yang berhasil di himpun Pantura Pos menyebutkan, aksi perampokan yang terjadi sekitar pukul 09.00 pagi, Jum'at (9/9), dilakukan lima orang pelaku dengan mengendarai tiga kendaraan sepeda motor.

Dari hasil informasi  sementara yang didapatkan Pantura Pos, pelaku berjumlah lima orang langsung melakukan aksinya mengobok-obok isi brankas BWS tersebut. Petugas security yang mengetahui kejadian tersebut, tidak bisa berbuat apa-apa karena jumlah perampok yang lebih banyak.

Hingga pelaku lebih leluasa melaksanakan aksinya setelah berhasil melumpuhkan petugas security dan 12 orang karyawan Bank lainya dengan cara mengikat tangan korban.
Dan Sàmpai berita ini di turunkan, sementara belum diketahui jumlah kerugian yang di alami BWS Patrol.

Kapoles Indramayu AKBP H. Eko Sulistyo Basuki, SIK.SH.MH di dampingi Kapolsek Patrol Kompol Ginting Sumantri,  meninjau langsung TKP. Namun, sementara belum bisa di konfirmasi.


Lebih lanjut Pantura Pos mendapat informasi, pasca melakukan aksinya, lima orang pelaku perampokan Bank BWS Patrol dengan mengendarai tiga unit sepeda motor, melarikan diri ke arah selatan. Saat ini kasus perampokan tersebut masih dalam penyelidikan polres Indramayu. (Mansur kurdi / Suwarto )
loading...

MU Tertarik Datangkan Irfan Bachdim Dan Andik Vermansyah

SURABAYA - Penampilan gemilang Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim bersama tim nasional Indonesia dalam laga uji coba internasional dengan Malaysia membuat manajemen Madura United (MU terpukau. Dua pemain ini menjadi buah bibir masyarakat Indonesia.

MU pun berniat mendatangkan pemain yang saat ini bermain di liga Malaysia dan Jepang tersebut. Apalagi dukungan dari masyarakat Madura begitu besar agar MU datangkan dua pemain itu.

"Sebelum pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia, terdapat beberapa pengusaha Madura yang meminta agar Andik Vermansyah di pulangkan ke Madura," terang Presiden MU, Achsanul Qosasi, Rabu (7/9/2016).

Tidak tanggung-tanggung, sejumlah pengusaha asal Madura siap membayar kontrak kedua pemain tersebut jika Madura United berhasil merekrutnya. Sehingga manajemen mengutus manajer Haruna Sumitro untuk merayu keduanya.

"Mereka yang akan bayar kontrak Andik jika bisa bergabung dengan Madura. Itu juga yang menjadikan Manajer sejak kemarin berangkat ke Solo untuk merayu Andik Vermansyah dan juga Irfan Bachdim," imbuh AQ.

Untuk diketahui, saat ini Andik Vermansyah tercatat sebagai pemain Selangor FA, Malaysia dan bermain di Liga Super Malaysia. Sementara Irfan Bachdim saat ini bermain untuk Consodale FC di Divisi Dua, Japan League. (Sumber Okezone)
loading...

Ini Penampakan Metro Kapsul Buatan Subang

JAKARTA - Sebuah kendaraan mirip minibus dengan 8 roda terparkir di halaman luar gedung pameran Jakarta Convention Center (JCC) di Senayan, Jakarta. Kelirnya dominan putih, dengan logo visit Indonesia terpampang di body yang masih mulus.

Kacanya hitam terlihat masih anyar, dengan 2 tangga diletakkan di samping pintu masuk. Ini kendaraan metro kapsul besutan PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka) yang dibuat di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Saat memasuki bagian dalam metro kapsul ini, kursi cukup lenggang. Dengan kursi warna biru muda dengan ukuran dan bentuk yang hampir sama dengan kursi di KRL, lengkap dengan pegangan tangan untuk penumpang berdiri.

Metro kapsul ini dikendalikan dari jarak jauh, sehingga kecepatan sampai pintu otomatis dikontrol dari jarak jauh. Ini membuat bagian depan dan belakang metro kapsul terasa lebih longgar lantaran tidak ada ruang untuk pengemudi.

Jika dilihat dari bentuknya, maka metro kapsul ini hampir serupa dengan skytrain yang jadi moda transportasi penghubung antar terminal di Bandara Changi Singapura.

Direktur Operasi Trekka, Leonnardo Feneri mengungkapkan, metro Kapsul berbentuk seperti bus dengan 8 roda namun digerakkan dengan listrik dengan trek khusus di atas beton layang (elevated) di ketinggian 6 meter. Sementara tenaga penggeraknya adalah listrik seperti halnya kereta commuter.

Dengan lebar kapsul 2,2 meter dan panjang 9 meter, satu kapsul made in Subang ini sendiri bisa mengangkut 50 penumpang sekali jalan. Dalam sekali perjalanan, satu setidaknya ada 4-5 Metro Kapsul yang berjalan beriringan sehingga bisa mengangkut setidaknya 200-250 penumpang dengan jalur elevated (melayang).

Leonnardo menuturkan, metro kapsul sudah diuji coba di atas trek di bengkel produksinya di Subang. Pihaknya saat ini baru mulai mempersiapkan tender pengadaan moda transportasi umum di sejumlah kota.

"Kita baru mulai ikut tender di beberapa kota yang menyediakan transportasi publik seperti Jakarta, Bandung, dan lainnya," kata Leonnardo kepada detikFinance, Kamis (8/9/2016).

Dia mengklaim, keunggulan metro kapsul yakni konten lokalnya yang mencapai 95%. Serta tidak memakan banyak tempat untuk pendirian tiang penyangga treknya yang hanya berdiameter 1 meter.

"Trek yang kecil membuat biaya konstruksi kita ketimbang LRT lebih murah. Selain itu konten lokal kita bisa dikatakan lebih tinggi dan dikembangkan oleh insinyur dalam negeri," terang Leonnardo.

Sebagai informasi, metro kapsul sendiri dikembangkan oleh konsorsium dari 5 perusahaan yakni Trekka, PT PP (Persero), PT Kereta Kapsul Manufaktur (MMM), PT Indoserako Sejahtera, dan PT Metro Putra Perkasa.(Sumber Detikcom)

loading...