Indramayu


Cirebon


Subang


Home » » Tiga Gadis Pendaki Ciremai Pingsan di Ketinggian 2.050 Mdpl

Tiga Gadis Pendaki Ciremai Pingsan di Ketinggian 2.050 Mdpl

KUNINGAN.- Tiga orang remaja putri berusia 17 tahun terkapar pingsan di ketinggian sekitar 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl) lereng selatan Gunung Ciremai, tepatnya di Pos Arban, jalur pendakian Palutungan, Minggu 14 Agustus 2016 dini hari. Ketiga pendaki itu menurut petugas di pos pendakian jalur Palutungan, diketahui bernama Nurul Pratiwi, Vina Shefiana, dan Rosanti, anggota kelompok pendaki dari Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jatinyuat, Kabupaten Indramayu.

Sejumlah petugas Pengelola Pendakian Gunung Ciremai dan tim Ranger jalur Palutungan yang menolong dan mengevakuasi ketiga pendaki itu menyebutkan, ketiganya diketahui mengalami gejala hipotermia (kehilangan panas tubuh) sampai pingsan akibat kedinginan. Beruntung keberadaan mereka pagi itu sekitar pukul 1.30 WIB diketahui dan segera dilaporkan oleh beberapa orang pendaki rombongan lain kepada petugas di Pos PPGC Palutungan melalui pesan singkat telefon seluler.

Mendapat laporan tersebut, salah seorang petugas PPGC Palutungan Endun Abdulah yang sedang piket malam, segera mengontak dan memberangkatkan lima orang anggota Ranger menyusul ke Pos Arban. Dengan gerak cepat, sekitar pukul 2.30 tim ranger itu pun sudah mencapai Pos Arban dan menemukan ketiga pendaki tersebut, serta segera berusaha memulihkannya.

"Ketika itu, mereka kami temukan sudah berada di dalam tenda rombongan pendaki lain dalam keadaan masih terkulai lemas, tetapi sudah pada siuman dari pingsannya," ujar Oyo, salah seorang dari lima anggota ranger tersebut yang baru turun gunung sepulang menolong ketiga pendaki tersebut, di Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Minggu 14 Agustus 2016 sore.

"Alhamdulillah, setelah kami tangani, kondisi fisik mereka bisa pulih kembali. Malahan sekarang mereka sudah bisa berjalan kaki melanjutkan perjalanan turun ke sini bersama rombongannya disertai beberapa anggota ranger," ujar Oyo, menambahkan, ketiga pendaki itu sore itu sedang menempuh perjalanan turun dari Pos Cigowong (1.45 mdpl) menuju Dusun Palutungan.

Oyo dan sejumlah petugas PPGC Palutungan menyebutkan, ketiga pendaki itu berangkat mendaki Ciremai dari pos Palutungan Jumat 12 Agustus 2016 dalam rombongan pendaki Pramuka Kwartir Ranting Jatinyuat berjumlah 25 orang. Terdiri atas 21 anggota dan 4 orang pembina.

Pada Jumat malam, rombongan itu berkemah semalam di Pos Cigowong. Kemudian Sabtu 13 Agustus 2016 pagi mereka berangkat melanjutkan pendakian dan Sabtu sore itu mereka berhasil mencapai puncak Ciremai (3.078 mdpl). Sore itu pula, rombongan itu pun segera kembali turun menembus malam tujuan langsung ke Palutungan.

Diperoleh keterangan dalam perjalanan turunnya itu, ketiga pendaki yang kemudian pingsan tersebut, berjalan duluan berenam dengan dua orang pembina dan seorang rekan serombongannya. Namun, ketika rombongan pecahan itu tiba dan sedang beristirahat di Pos Arban, ketiga pendaki tersebut tadi mengalami kedinginan disusul kondisi fisik melemah, lalu secara berturut-turut ketiganya terkulai pingsan.

Oyo dan sejumlah petugas PPGC Palutungan menyebutkan setelah dicek pihaknya, perlengkapan dan logistik rombongan pendaki itu sangat terbatas. Bahkan, bekal makanan dan air minum mereka, sudah hampir habis. Selain itu sebagian besar anggota rombongan itu, termasuk ketiga pendaki yang pingsan tersebut tidak membawa jas hujan, dan pakainnya sudah pada basah karena memaksakan diri menerjang hujan.

Ketua PPGC Palutungan Diding Sukmana dan sejumlah pendaki yang sudah berpengalaman mendaki Ciremai, menyatakan, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat itu sementara ini terbilang aman untuk pendakian, tak terkecuali pada musim hujan. Terlebih bagi yang sudah terbiasa atau berpengalaman mendaki gunung. Dengan syarat, setiap pendakinya harus mempertimbangkan dulu kondisi fisik dan kesehatan, membawa bekal perlengkapan dan logistik memadai, serta memahami dan mengikuti tata cara aman mendaki gunung.

Diding dan anggota tim Ranger jalur Palutungan, menyebutkan, kasus-kasus kecelakaan pendaki, meninggal, sakit, dan pingsan di Gunung Ciremai, teramati pihaknya sebagian besar, dikarenakan pendaki atau rombongan pendaki bersangkutan, tidak membawa perlengkapan dan logistik yang memadai. Di samping itu, banyak juga yang dilatari kurangnya kekompakkan atau kurang saling memperhatikan kondisi fisik di antara anggota rombongannya. (Sumber Pikiran Rakyat)


2 komentar:

  1. butuh dana cuma bermodal 15.000 mari gabung di poker terpercaya hanya di ion_QQ,pin BB 58ab14f5.

    ReplyDelete
  2. F*a*n*s*B*E*T*I*N*G Aman dan terpercaya
    Info lebih lanjut : 5ee80afe :)

    ReplyDelete