Bupati Subang Ojang Sohandi Terancam 20 Tahun Penjara

BANDUNG.- Bupati Subang non-aktif Ojang Sohandi terancam hukuman 20 tahun penjara. Selain itu, harta Ojang senilai Rp 60 miliar terancam disita negara.

Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu 31 Agustus 2016. Ojang yang memakai kemeja putih duduk di kursi pesakitan didampingi penasehat hukumnya, Rochman Hidayat.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Longser Sormin itu, Ojang didakwa jaksa KPK dengan dakwaan berlapis. Dia tidak hanya didakwa gratifikasi dan korupsi BPJS Kabupaten Subang. Bahkan, Ojang didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Selama kurun waktu 2011 hingga 2016, kekayaan Ojang mencapai Rp 60 miliar lebih.

Berkas dakwaan untuk orang nomor satu di Kabupaten Subang itu sebanyak 48 halaman dengan 4 dakwaan berbeda. Tim JPU KPK yang dipimpin Fitroh Rohcahyanto membacakan dakwaan secara bergiliran.

Dalam dakwaan pertama, Ojang dijerat dua pasal sekaligus, yakni pasal 5 ayat (1) dan pasal 13 UU Tipikor Jo 55 ayat (1) kesatu, Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Dakwaan kedua pasal 12 B UU tipikor, Jo Pasal 65 ayat (1) KUHpidana.

Dakwaan ketiga pasal 11 UU Tipikor. Kemudian dakwaan keempat pasal 3 UU RI No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan tindak Pidana pencucian uang Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Dalam paparannya, JPU menyebutkan, perbuatan terdakwa Ojang Sohandi dan Jajang Abdul Kholik, serta Lenih Marliani (berkas terpisah dituntut 3 tahun) pada 31 Maret dan 11 April 2016 memberikan Rp 200 juta kepada Fahri Nurmallo dan Deviyanti Rochaeni (berkas terpisah) agar meringankan tuntutan Jajang Abdu Kholik.

Tidak hanya itu, Ojang pun pada 1 Oktober 2012 hingga 9 April 2016 di rumah dinas hingga kantor Bupati Subang, dan beberapa tempat lainnya telah beberapa kali menerima uang atau barang yang diduga sebagai gratifikasi atau suap.

Di antaranya menerima Rp 6,190 miliar dari Kabid Pengadaan dan Pengembangan Pegawai BKD Heri Tantan Sumaryana, 1 unit Mobil jeep dan uang tunai Rp 190 juta dari Plt Kadinkes Subang Elita Budiarti, Rp 1,35 miliar, serta uang tunai Rp 9,590 miliar melalui ajudannya, Rp 17,600 miliar melalui Direktur Utama BPR Subang Abdul Rosyid, dan Rp 420 juta melalui Wakil Ketua I DPRD Subang, Hendra Purnawan.

"Ojang menerima uang tersebut selama periode 2012-2013 dan 2013-2018. Totalnya terdakwa menerima Rp 38,293 miliar," ujarnya.

Sebagai seorang bupati, seharusnya terdakwa tidak melakukan perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagaimana diatur dalam pasal 4 UU No 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih. Apalagi, semua pemberian itu berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai kepala daerah.

Ojang, pada Oktober 2011 sampai April 2016, telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan berupa perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharaga atau bperbuatan lain atas harta kekayaan yakni membelanjakan atau membayarkan sejumlah uang seluruhnya Rp 60.323.796.000.

”Itu patut diduga merupakan hasil tindak pidana pencucian uang,” katanya.

Terdakwa beberapa kali membelanjakan uang tersebut dengan membeli tanah, kendaraan dengan nama orang lain, serta membiaya kegiatan-kegiatan lainnya yang dilakukan oleh terdakwa.(Sumber Pikiran Rakyat)
loading...

Terbelit Kasus Korupsi, Gerindra Harus Pertimbangkan Pencalonan Sandiaga Uno

JAKARTA - Partai Gerindra harus berpikir ulang mengusung Sandiaga Uno sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 mendatang. Sebab, Uno kerap disebut-sebut dalam berbagai korupsi dan skandal dengan artis Dewi Persik.

Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto mengatakan, calon yang harus diusung harus benar-benar clear atau tanpa cacat. Sebab, kalau sampai cacat hal ini bisa fatal bagi partai.

Jika calon banyak masalah ini akan sangat rawan dan bisa menjadi serangan dari kubu lawan. Tentu ini akan mematikan langkah bagi cagub itu sendiri,” kata Sugiyanto saat dikontak, Selasa malam (30/8).

Gerindra, kata dia, juga diingatkan bahwa Sandiaga juga disebut-sebut terlibat dalam sejumlah kasus suap.

"Gerindra harus mempertimbangkan kembali untuk mengusung Sandiaga Uno sebagai cagub. Karena untuk DKI ini harus orang-orang yang teruji track recordnya, bebas dari masalah baik etika maupun hukum. Jika ini dipaksakan, akan merugikan Gerindra di pemilu 2019 nantinya,” ujarnya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta agar penegak hukum untuk kembali memeriksa bakal calon Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dalam dugaan kasus korupsipembangunan Depo Minyak Pertamina di Banten, yang merugikan negara US$6,4 juta. "Penegak hukum harus berani dan kasus ini harus tetap jalan. Jangan dipetieskan,” kata Boy.

Dia tekankan, semua orang yang dianggap tahu dalam kasus itu harus dimintai keterangan. Penegak hukum jangan tebang pilih. Apalagi, Sandiaga akan maju di Pilkada DKI.

"Ini harus dibuka kepublik, agar jelas bagaimana kasusnya. Jangan sampai jika terpilih, justru akan menjadi beban bagi dirinya apalagi bagi rakyat Jakarta,” tandasnya. (Sumber Rakyat Merdeka)
loading...

Pemda Lalai, Situs Makam Keramat Syekh Danuwarsih Dirusak

CIREBON – Perusakan situs makam Buyut Jago atau Keramat Sumber Kahuripan Syekh Haji Danuwarsih mengundang keprihatinan banyak pihak. Perusakan situs dilakukan orang tak dikenal (OTK), Selasa (23/8) lalu.

Apalagi, situs itu belum masuk daftar sejarah di Kabupaten Cirebon. Padahal, empat orang yang dimakamkan di situs tersebut berjasa besar dalam perkembangan Islam di Jawa Barat.

Kelompok Pemerhati Sejarah dan Budaya A priyatna mengatakan, pemerintah daerah harusnya bisa menjaga situs-situs berserjarah di Kabupaten Cirebon. Sebab, itu sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah sebagai kepanjangan dari pemerintah pusat harus bisa menjaga sejarah bangsanya. Kalau tidak, maka sejarah bangsa Indonesia akan hancur. Sehingga generasi muda kita tidak tau tentang sejarah terdahulu,” jelas Priyatna saat ditemui di gedung NU Sumber, Rabu (31/8).

Menurutnya, keberadaan makam yang tidak jauh dari pusat pemerintah Kabupaten Cirebon itu berperan penting mebesarkan agama Islam. Apalagi, Syekh Danuwarsih merupakan guru dari Syekh Syarif Hidayatullah.

“Adanya Syekh Syarif Hidayatullah atau yang biasa dikenal sunan Gunungjati tentu ada sejarahnya. Nah, ini adalah salah satu sejarah penyebaran agama Islam pulau Jawa dan Cirebon,” kata dia didampingi Ketua Lembaga Studi Daerah (Lesda) Cirebon Raya, Abdurrohim.

Menurutnya, kejadian perusakan situs makam Keramat Sumber Kahuripan Syekh Haji Danuwarsih ini menjadi pukulan telak pemerintah daerah. Karena tidak bisa menjaga sejarah.

“Walaupun empat makam itu berada di tanah keraton atau perorangan, ketika memiliki sejarah pemerintah daerah harus bisa mempertahankan semuanya. bila perlu tanah itu dibeli pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, menindalanjuti persoalan ini dengan mendatangi Keraton Kanoman dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).

Kelompok Pemerhati Sejarah dan Budaya, Rahmatullah Alwi, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, meski keberadaan situs itu dikelola swasta, pemerintah daerah harus mengetahui mana-mana saja situs bersejarah yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Bila perlu dilakukan inventarisasi lagi. Perlu diketahui situs makam keramat yang berada di jalan Sunan Drajat RT 02 RW 05 Kelurahan/Kecamatan Sumber, itu adalah situs tertua di Cirebon. Tentunya kami selaku generasi muda sangat prihatin dengan kondisi situs kramat itu (Buyut Jago, red),” tegas Alwi.

Atas kejadian perusakan itu, pihaknya akan mengawal sampai tuntas. Karena masalah perusakan situs bukan main-main.

“Kami upayakan agar situs itu ditetapkan sebagai cagar budaya. Karena sudah menjadi kewenangan pemerintah untuk tidak membiarkan sesuatu yang memiliki nilai sejarah, termasuk situs makam kramat itu,” tandasnya. (Sumber Radar Cirebon)
loading...

Anggota Dewan Kritik Kinerja PD BWI

INDRAMAYU – Perusahaan Daerah Bumi Wiralodra Indramayu (PD BWI), mendapat kritikan dari anggota DPRD Indramayu, hal itu akibat dari PD BWI tersebut terus mengalami kerugian hingga mencapai sekitar 1 milyar pertahunnya.

Hal tersebut dikatakan oleh, H.Abdul Rohman anggota DPRD Indramayu Fraksi PDI Perjuangan, jika PD BWI itu sama sekali tidak mendatangkan keuntungan untuk daerah, apalagi banyak merugikan APBD yang nilainya mencapai milyaran rupiah.

“Di antara empat Badan Usaha Milik Daerah, memang yang paling parah itu adalah BWI,” ungkapnya, Rabu (31/08).

Dikatakannya, jika BWI akan rugi terus, seharunya dihentikan alokasi anggaran penanaman modal untuk investasi ke BWI yang setiap tahunnya masih masuk Rp 12 milyar.

“Perusahaan ini sudah tidak sehat, kok investasi dimasukan lagi, mestinya diamputasi atau di likuidasi,” cetusnya.

Menurutnya, pada 2016 saja BWI mengalami kerugian mencapai Rp 900 juta di bidang usaha Rice Center, akibat banyaknya tenaga kerja yang tidak profesional dan ada banyak orang titipan di PD BWI tersebut.

“BWI ini memang salah satu bagian dari penopang PAD, itu juga menjadi lahan penghancur APBD kita,” tandasnya.

Sementara itu menurut, Moh.Solihin anggota DPRD Indramayu, Fraksi PKB menuturkan terkait BUMD di Indramayu, pihaknya meminta agar BWI untuk sementara di tutup, dikarenakan tidak ada manfaatnya kepada masyarakat secara umum.

“Butuh kebijakan bupati yang berani untuk mengambil sikap tegas dalam rangka mereformasi BUMD,” pungkasnya. (Sumber Cirebontrust)
loading...

Sudah 8 Bulan Lubang Jembatan Bojong Menunggu Korban

INDRAMAYU – Jembatan Bojong di Gang Bongas, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur rusak parah. Jembatan di atas Kali Gempol mengalami bolong dengan diameter yang cukup lebar. Jika tak segera diperbaiki, akses menuju beberapa desa di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Bongas terancam putus. Pasalnya, lubang jembatan sepanjang sekitar 12 meter dan lebar 4 meter tersebut tepat berada di tengah-tengah dengan diameter 1×1,5 meter.

“Untuk mobil kecil sementara bisa lewat, kalau truk sudah gak bisa,” ucap Yadi, warga setempat kepada Radar, Rabu (31/8).

Dia mengungkapkan, kerusakan jembatan mulai terjadi sejak delapan bulan lalu. Awalnya diameter lubang masih kecil, namun lama kelamaan makin melebar dan hanya meninggalkan kawat besi sebagai kerangka jembatan. Batu aspalnya sudah amblas terbawa air sungai..

Oleh warga lubang jembatan itu lantas ditutup dengan plat besi untuk menghindari jatuhnya korban. “Sudah beberapa kali ada motor yang terposok ke dalam lubang. Kalau malam disini gelap, gak ada penerangan,” sambung Yadi.

Tono warga lainnya mengungkapkan, jembatan Bojong memang kerap kali mengalami kerusakan dan telah diperbaiki oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu tahun 2012 lalu. Tapi baru 4 tahun, jembatan kembali rusak.

Dia menduga, kerusakan jembatan itu juga disebabkan kualitas kontruksi bangunan yang rendah sehingga tidak mampu menahan berat kendaraan yang melewatinya.

“Dulu malah kerusakannya sangat parah. Jembatan tidak bisa dilewati. Warga, terutama yang memiliki kendaraan roda empat harus menggunakan jalur memutar sekitar tiga kilometer melewati jalur lain,” tandas dia. (Sumber Radar Cirebon)

loading...

Makan Di Plaza Yogya Pamanukan, Bikin Kesal

SUBANG - Para penikmat makanan kuliner yang berada dikawasan utara Subang hendaknya berhati-hati ketika mau mencoba menu jajanan di Plaza Yogya Pamanukan, pasalnya manajemen pelayanan di plaza terbesar di kawasan Pamanukan tersebut kerap membuat pengunjungnya kesal dan jengkel.

Seperti diceritakan oleh salah seorang pengunjung yang bernama Andi (32), warga yang tinggal di kawasan Pamanukan tersebut mengaku merasa kesal jika mengajak keluarga menikmati makanan dilantai atas Plaza tersebut.

Karena menurut Andi, manajemen pelayananya tidak begitu profesional dan tidak memanjakan para pengunjung. Dikatakan oleh Andi, puncak kekesalannya tersebut terjadi ketika itu ia bersama keluarganya hendak makan di area jajanan dilantai atas Plaza Yogya Pamanukan.

Ketika hendak pesan makanan, ia harus mencari Kasa (tempat pembayaran-red) yang jaraknya sedikit jauh dari tempat makanya. Lalu setelah selesai membayar baru ia bisa dilayani oleh penyaji makanan.

Dan setelah menu makanan tersaji, bukan pengunjung dibuat santai dan nyaman, ketus Andi lagi. Karena pada saat kita sedang asyik makan dan ingin minum, ternyata air minum tidak juga disediakan oleh tempat penyaji makanan tersebut, malah ketika minta minum, disuruh membeli sendiri dan membayar di tempat Kasa.

“ Betul-betul semprul tuh pelayanan di area makan Plaza Yogya Pamanukan, masa pada saat sedang makan dan pengen minum, harus bolak-balik ke Kasa pembayaran, “ kesalnya. Harusnya tempat penyaji makanan itu harus tanggap dong untuk menyediakan minuman, bukan malah kita diombang-ambingkan disuruh kesana kemari, hardik Andi lagi.

Panturapos yang mencoba mengkonfirmasi tentang keluhan pengunjung kepada petugas Kasa, dan dijawab oleh petugas tersebut, “ saya mah hanya bawahan kang, segala aturan itu sudah diatur oleh pihak manajemen Plaza Yogya “, katanya. (ST)
loading...

Bronjong Leuwinangka Jebol Lagi

SUBANG - Bronjong tanggul sementara di bendung Leuwinangka Kelurahan Dangdeur Kecamatan/Kabupaten Subang jebol lagi. Akibatnya pasokan air melalui jaringan irigasi yang diperuntukan mengairi ribuan hektar areal sawah di tiga kecamatan menjadi terhenti.

Dari informasi dan pantauan, Senin, 29 Agustus 2016, bagian bronjong yang jebol lokasinya di dekat pintu pengatur air menuju saluran irigasi. Bronjong tersebut jebol, Minggu, 28 Agustus 2016, pagi bersamaan melonjaknya debit air akibat tingginya curah hujan sejak, Sabtu malam hingga Minggu. Jebolnya bronjong, tanggul darurat di bendung Leuwi Nangka tersebut sudah terjadi berulangkali. Tahun ini sudah dua kali jebol, sebelumnya terjadi di bulan Maret lalu. Namun bagian bronjong yang jebol beda lokasi, ketika itu posisinya berada di tengah-tengah.

Air dari bendung Leuwinangka itu diperuntukan bagi memenuhi kebutahan air areal sawah lebih dari empat ribu hektar, tersebar di tiga Kecamatan. Akibat jebol pasokan air ke areal sawah di Kecamatan Subang, Pagaden dan Pagaden Barat menjadi terhenti.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Asep Haryana saat dihubungi membenarkan pihaknya mendapat informasi bronjong tanggul Leuwi Nangka jebol lagi. Kondisi itu akan berpengaruh terhadap pengairan ribuan hektar sawah di tiga kecamatan. "Sedikit banyak pasti ada pengaruh, apalagi kalau suplai airnya terhenti total. Cuma pengaruhnya seperti apa kami belum mendapat informasi lebih lanjut," katanya.

Dikatakannya, pengaruh ke tanaman tergantung usianya. Namun dari informasi umumnya usia tanaman musim tanam gadu relatif tak membutuhkan pasokan air terlalu banyak. Malahan banyak di antaranya sudah panen. "Kalau buat tanam gadu, fokusnya menyelamatkan tanaman yang belum panen, bagaimana caranya bisa sampai panen. Untungnya sekarang walaupun kemarau, curah hujan masih tinggi sehingga cukup membantu," katanya. (Sumber Pikiran Rakyat)
loading...

Rombongan Pengemis Ini Datang dengan Mobil Grandmax

CIREBON  – Jumlah pengemis di Kota Cirebon semakin banyak. Bahkan tidak sedikit pengemis itu berasal dari luar kota dan dikoordinir, di-drop dengan sistem antar jemput.

Seperti yang terlihat Rabu pagi (31/8), segerombolan pengemis, yang semuanya ibu-ibu berbaju lusuh dan sobek, turun dari mobil Daihatsu Grandmax bernopol B, di Jl Merdeka Kota Cirebon. Mereka turun satu persatu. Tak lama kemudian, mereka menyebar ke berbagai arah tujuan dengan berjalan kaki. Tetapi ada juga beberapa pengemis yang duduk-duduk dulu di dekat mobil sebelum pergi dengan jalan kaki.

Selain di Jl Merdeka, ada juga warga Cirebon yang melihat mereka sering diturunkan di Jl Kesambi dan sekitar Terminal Harjamukti. “Rupanya yang datang ke Kota Cirebon ini bukan semobil dua mobil, tapi banyak yang diturunkan di sejumlah sudut Kota Cirebon,” kata Abah Hadi, warga Kota Cirebon yang mengaku prihatin atas fenomena kiriman pengemis ini.

Saniah, salah satu pengemis yang ditemui  mengaku, pekerjaan pengemis sudah dilakoninya sejak 3 tahun terakhir. Hasilnya pun cukup lumayan bila dibandingkan dengan menjadi asisten rumah tangga. “Jam 10 pagi kadang dapat Rp80 ribu mas, itu kalau lagi sepi,” katanya.

Itu pula yang membuat Saniah ketagihan kerja sebagai pengemis. Perempuan berusia 50 tahunan itu mengaku setiap hari paling sedikit dapat Rp150 ribu, sampai jam 4 sore. “Nanti dipotong buat biaya angkutan antar jemput pulang,” ujar Saniah.(sumber Radar Cirebon)
loading...

Copot Syahrul Yasin, Nurdin Halid Jadi Plt Ketua DPD Golkar Sulsel

JAKARTA - Syahrul Yasin Limpo dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan digantikan oleh Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Apa alasan pencopotan ini?

"Ya sudah (diganti). Pak Nurdin Halid jadi Plt DPD Sulsel," ucap Ketua DPP Golkar Eni Maulani Saragih saat dikonfirmasi detikcom, Senin (30/8/2016).

Eni menjelaskan pergantian ini hal yang wajar karena DPD Golkar Sulsel sudah saatnya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk menentukan pengurus baru. Masa jabatan Syahrul Yasin sudah habis.

"Bukan hanya Pak Syahrul Yasin, tapi semua yang sudah waktunya Musda," ujar anggota komisi VII DPR itu.

Eni tak merinci alasan lain pencopotan Syahrul Yasin Limpo itu. Pasalnya, meski akan Musda, mestinya tak harus dicopot karena dengan sendirinya tergantikan kader lain di Musda. Terlebih, jika dikaitkan bahwa Syahrul bukanlah loyalis Novanto saat Munas lalu.

"Semua penyegaran, jadi harus Musda. DPD Jatim sudah duluan Musda, yang lain segera karena sudah waktunya," kata Eni. (Sumber Detikcom)
loading...

Jumlah Penerima Kartu Tani Di Indramayu Masih Sedikit

INDRAMAYU - Kementrian Pertanian membuat program kartu tani bagi para petani di dua daerah, yakni Indramayu Jawa Barat dan Sleman Yogyakarta. Pelaksana tugas Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangan Daerah Indramayu, Agus Mulyono menjelaskan kartu tersebut sebagai identitas bagi para petani yang akan diberi bantuan pemerintah.

Menurut informasi dari Dinas Pertanian setempat, Agus menyebut jumlah penerima kartu tani selama lima tahun ke depan di Indramayu sebanyak 23 ribu orang. “Hingga lima tahun ke depan target penerimanya sebanyak 23 ribu orang. Tahun ini baru tersalurkan 7.000 di antaranya,” kata dia, Senin, 29 Agustus 2016.

Ia menjelaskan, kartu tani berbeda dengan asuransi pertanian yang sudah ada. Agus menegaskan kartu tersebut nantinya digunakan untuk menerima bantuan perrtanian dari kementrian terkait tanpa dipungut biaya. Program tersebut diakui baru terfokus di dua daerah, salah satunya Indramayu.

Menurut pengetahuannya, petani di Indramayu didominasi penggarap atau buruh tani. Para petani yang menerima kartu tersebut tersebar di 31 kecamatan wilayah Indramayu. “Program kartu tani ini merupakan pengembangan dari asuransi usaha tani padi, ada syarat-syarat lagi untuk mendapatkan kartu ini,” kata Agus.

Salah satu persyaratannya, kata dia seperti penggarap yang bekerja minimal untuk dua hektar sawah dan sebagainya. Ia membandingkan, kartu tani dalam aplikasinya sama seperti Kartu Indonesia Sehat atau Kartu Indonesia Pintar. Agus mengatakan penjelasan yang lebih rinci ada di dinas terkait.

Menanggapi program tersebut, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Indramayu Sutatang menganggap jumlah penerima kartu tani di Indramayu harusnya lebih banyak. Ia beralasan, jumlah petani di daerahnya lebih banyak dari daerah lain sesuai dengan luas area pertaniannya.

Dari pengamatannya selama ini, terdapat setidaknya 30 ribu hektar sawah di Kabupaten Indramayu yang selalu terkena puso setiap tahun. Jumlah tersebut menurutnya bisa jadi pertimbangan kementrian dan dinas pertanian dalam menentukan jumlah penerima kartu tani.

“Kalau bisa ditambah jumlahnya karena bila dihitung dari 30 ribu hektar sawah yang sering puso itu saja, jumlah petani yang terkena dampaknya mencapai 60 ribu petani,” kata Sutatang menjelaskan. Ia menyebut jumlah kelompok tani di daerahnya saat ini mencapai sekitar 2.000 kelompok. Sebagian di antaranya diakui masih memerlukan bantuan pemerintah.

Dengan jumlah penerima kartu tani yang sedikit, ia khawatir bisa menimbulkan kecemburuan petani lain yang tidak mendapatkannya. Lebih lanjut, Sutatang juga berharap program kartu tani bisa benar-benar tersalurkan kepada sasarannya. (Sumber Pikiran Rakyat)
loading...

Polri Siap Antisipasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2017

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia siap mengantisipasi pelaksanaan pilkada serentak pada tahun 2017 meski ada kerawanan di beberapa daerah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Agus Rianto di Jakarta, Selasa, mengatakan kerawanan dalam persaingan selalu ada, tetapi Polri terbukti bisa mengendalikan situasi.

"Pemilihan presiden (Pilpres) lalu juga dikatakan rawan, tetapi alhamdulillah, berkat kedewasaan pemilih, pemahaman masyarakat dan semua yang terlibat di dalamnya, pilpres bisa berlangsung dengan lancar," kata Agus.

Namun, dia melanjutkan, polisi menyadari bahwa tidak semua rencana bisa berjalan dengan mulus di lapangan. Ada saja "riak-riak" yang terjadi di masyarakat.

"Ada saja pihak yang memprovokasi dan mempengaruhi masyarakat. Akan tetapi, kami akan melakukan upaya maksimal mengantisipasi hal itu," tutur Agus.

Sebelumnya, Penelitian Indeks Kerawanan Pilkada 2017 yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), menunjukkan adanya kerawanan di tujuh daerah yang melaksanakan Pilkada tahun 2017.

Provinsi Papua Barat, Aceh dan Banten adalah tiga provinsi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dalam pelaksanaan pilkada, yakni masuk dalam skala 3,00 hingga 5,00 (skala kerawanan maksimal).

Sedangkan empat provinsi lainnya, yakni Sulawesi Barat, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, dan Gorontalo masuk dalam kategori kerawanan sedang, yaitu skala 2,00 hingga 2,99.

Sementara itu, tidak ada provinsi yang dinyatakan masuk dalam kategori kerawanan rendah, dengan skala 0 hingga 1,99. (Sumber Antara)
loading...

Desa Mekarjati, Geliat Membangun Infrastruktur

INDRAMAYU - Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis kini terus bergeliat membangun berbagai infrastruktur fisik yang ada di Desa.

Beberapa Gang dan jalan kini mulai digarap dengan pembangunan pengaspalan, begitu pula dengan program pengerasan jalan, kini sedang dikebut oleh Pemerintah Desa dibawah kepemimpinan Kuwu Aming.

Disela-sela pengerjaan pengaspalan, Kuwu Aming mengatakan, saat ini Pemdes Mekarjati sedang melakukan pengerjaan pengaspalan dibeberapa titik ruas jalan, salah satunya titik ruas jalan Gang Kecap.

Sudah sejak lama jalan di Gang Kecap ini belum tersentuh pengaspalan, dan ditahun ini dijalan tersebut mendapatkan prioritas utama pengaspalan, tutur Kuwu Aming.


Dikatakan juga oleh Kuwu Aming, atas nama Pemerintah Desa mengucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasi serta masukan dari seluruh komponen masyarakat, sehingga pembangunan infrastruktur di Desa yang dipimpinya bisa berjalan dengan lancar dan sukses. (ST)
loading...

Bantuan DAU Ditunda, Program Pemkab Subang Terancam

SUBANG - Pemerintah pusat menunda Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp225 miliar ke Pemprov Jabar. Kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian DAU tahun anggaran 2016.

Satu Kabupaten di KKKJabar yang terkena penundaaan DAU itu adalah Kabupaten Subang. Dalam empat bulan ke depan, Pemkab Subang yang biasanya mendapat kucuran dari pemerintah pusat sekitar Rp60 miliar, dengan keluarnya kebijakan tersebut, Pemkab Subang gigit jari.

Mengomentari soal ini, Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih tampak kaget. Raut muka Imas yang semula tampak ceria selepas pelantikan 103 pejabat, tiba-tiba berubah wajah serius. "Kita rapatkan segera," kata Imas singkat.

Sementara Kepala Bappeda Subang Komir Bastaman menyebutkan, dampak terbesar dari ditundanya DAU itu adalah mengancam program pembangunan di Subang. "Dampaknya jelas ke pembanguan infrastruktur," kata Komir.

Sebeluamnya, Pemkab selalu mendapatkan suntikan dana segar dari Pemerintah Pusat. Dari DAU itu diantaranya direalisasikan untuk pembangunan infrastrktur di Subang. Dengan kebijakan Pemerintah Pusat tersebut, sejumlah program pembangunan yang tertuang dalam 5 Gapura terancan terhambat.(sumber Tinta Hijau)

loading...

Desa Majasari Ingin Wujudkan Klaster Usaha Berbasis Peternakan

INDRAMAYU – Sudah menjadi juara pertama lomba desa tingkat nasional tidak membuat Kuwu Majasari Wartono berpuas diri. Wartono masih ingin memiliki kluster usaha berbasis peternakan dan pertanian.

Untuk mecapai itu, Pemdes Majasari menggandeng Yayasan Anak Nusantara (Antara) dan Balai Besar Peningkatan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Menurutnya, kluster usaha ini perlu dibangun untuk memaksimalkan potensi desa dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Potensi pertanian dan peternakan yang saat ini sudah berkembang harus dimaksimalkan dengan baik.

Misalnya saja, untuk sektor peternakan, daging sapi tidak dijual begitu saja. Tetapi juga diolah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis.

“Kami ingin mencetak wirausaha baru yang produktif. Sehingga masyarakat Majasari ini lebih produktif dan mampu menghasilkan produk yang meledak di pasaran,” jelasnya.

Untuk sektor pertanian dan perkebunan, masyarakat diolah untuk membuat makanan dengan hasil-hasil kebun. Sementara para ibu di Desa Majasari juga dilatih untuk membuat kerajinan tangan dalam bentuk rajutan.

Sehingga ke depan masyarakat Majasari menjadi lebih mandiri. “Kluster ekonomi ini nantinya akan berisi produk-produk olahan dari warga,” jelasnya. (Sumber Radar Cirebon)
loading...

Pangkas Biaya Perjalanan, Dana Desa Tetap Utuh

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memastikan anggaran dana desa Rp46,9 triliun tidak mengalami perubahan pada APBN Perubahan (APBN-P) 2016. “Dana desa tidak dikurangi,” ujar Mendes PDTT Eko Sandjojo usai menghadiri pertemuan di kantor Kementerian Pertanian, kemarin (29/8).

Menurut dia, pemangkasan anggaran yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam APBNP 2016 tidak menyasar dana desa. Melainkan, anggaran di kementerian desa yang tidak memungkinkan diserap hingga akhir tahun ini. “Dipotong Rp2 triliun, tapi dana desa tidak dikurangi,” ungkap kader PKB ini.

Sebelumnya Menkeu melakukan pemangkasan dana desa sebesar Rp2,8 triliun dalam APBNP 2016. Langkah itu dilakukan karena ada daerah yang diperkirakan tidak mampu memenuhi persyaratan penyaluran laporan realisasi dana desa tahap sebelumnya. Pemotongan anggaran diperlukan mengingat kondisi ekonomi global belum pulih sepenuhnya sehingga berimbas pada penerimaan negara.

Menyikapi hal itu, Eko menuturkan bahwa spirit pemotongan itu lebih mengarah pada keinginan pemerintah untuk mengefektifkan program yang belum menjadi prioritas di setiap kementerian. Selain itu, juga untuk menghemat pengeluaran biaya operasional. “Jadi dengan spirit pemotongan itu, market jadi lebih konviden, rupiah menjadi lebih kuat dan dunia usaha bisa lebih berkembang,” tuturnya.

Kemendes PDTT sebelumnya telah melakukan refocusing anggaran dengan memangkas beberapa anggaran. Di antaranya biaya perjalanan, biaya operasional, dan program-program yang belum menjadi prioritas di 2016. Refocusing tersebut berhasil mengalokasikan 90 persen anggaran kementerian untuk program-program strategis. Salah satunya pembangunan 200 pasar desa kawasan. (Sumber Radar Cirebon)

loading...

Gedung SDN Batusari Pagaden Tidak Layak Pakai

SUBANG - Dunia pendidikan di Kabupaten Subang sepertinya perlu mendapatkan perhatian serius. Hal ini ditandai dengan ditemukannya sejumlah gedung sekolah yang kondisinya cukup memprihatikan.

Salahsatunya adalah SDN Batusari di Kampung Bunut Desa Pangsor, Kecamatan Pagaden Barat. Sedikitnya tiga ruang kelas di sekolah ini kondisinya rusak berat.

Kepala SDN Batusari, Edi Saprudin membenarkan hal tersebut. Menurut Edi, sudah lama sekolah yang dipimpinnya tak mendapatkan bantuan perbaikan. Padahal kondisinya sudah tidak layak pakai. Meski membahayakan siswa, proses belajar mengajar tetap dilakukan.
“Kita punya dua lokal gedung, satu lokal tiga ruangannya rusak berat yaitu kelas 4, 5 dan kelas 6. Kita ingin segera ada perbaikan, agar KBM bisa berjalan lancar dan siswa tidak merasa was-was,” ujarnya.

Edi mengaku petugas dari Seksi Sarana dan Prasarana Bidang TK/SD pernah mensurvei sekolahnya.
“Ya kita pengennya tahun ini Disdik memprioritaskan SDN Batusari untuk diperbaiki,” tuturnya.(Sumber Pasundan ekspres)
loading...

Mantan Pamong Desa, Rampok Rumah Di Kandanghaur

INDRAMAYU – Unit Reserse Kriminal Polsek Kandanghaur berhasil mengungkap kasus perampokan di rumah pasangan suami istri, H. Tas (53) dan Hj Mar (77), Desa Soge, Kecamatan Kandanghaur. Petugas juga berhasil membekuk pelakunya, yang ternyata adalah mantan aparat Desa Soge, Rantam (39) dan  rekannya Tono (31) warga Desa Drunten, Wetan, Kecamatan Gabus Wetan. Keduanya kini diamankan di Mapolsek Kandanghaur.

Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistyo Basuki SIK SH MH, melalui Kapolsek Kandanghaur Kompol Gustaf Sipayung SH, membenarkan pihaknya telah menangkap pelaku pencurian dan kekerasan di rumah H Tas. Penangkapan terhadap kedua orang itu dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan.

“Mereka berhasil kita tangkap di rumahnya masing masing, Sabtu (27/8) kemarin. Dalam proses penangkapan tidak ada perlawanan, sehingga keduanya mudah kita amankan. Keduanya kini masih menjalani proses pemeriksaan,” ujarnya, didampingi Kanit Reskrim Ipda Kardiyah, kepada Radar, Minggu (28/8).

Menurut Gustaf, salah satu dari kedua pelaku tersebut, yakni Rantam adalah mantan aparat desa Desa Soge.   Pihaknya kini mengejar pelaku lainnya, karena dari pengakuan kedua tersangka, aksi perampokan itu dilakukan bersama rekan lainnya yang kini buron. “Identitasnya sudah diketahui, dan kini petugas sedang melakukan pengejaran,” kata mantan Kapolsek Anjatan dan Arahan itu.

Ddiberitakan, sebuah rumah yang dihuni pasangan suami istri lanjut usia, H Tas (53) dan Hj Mar (77) di Desa Soge, Selasa (23/8) dini hari disatroni perampok. Namun dalam aksinya itu, pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang tersebut gagal membawa kabur harta benda korban. Sebelum kabur, pelaku sempat membacok kedua korban, sehingga H Tas dan istrinya Hj Mar, harus dilarikan ke rumah sakit. (Sumber Radar Cirebon)

loading...

Kampungnya Dihina lewat Video,TKI Indramayu Marah Besar

INDRAMAYU - TENAGA kerja Indonesia (TKI) Indramayu yang berada di Korea, Hongkong dan Taiwan sedang marah besar. Penyebabnya, ada TKI lain berasal dari Jawa Timur meng-upload video yang isinya menghina daerah dan orang Indramayu.

TKI di Hongkong yang melecehkan orang Indramayu itu bernama Sri Utami Juminten atau Uut Rondo. Entah apa sebanya Uut begitu marah, melecehkan orang Indramayu.

Dalam video itu, Uut menyebut Indramayu identik dengan pelacur. Dalam video lengkapnya Uut malah kerap menyebut kata-kata yang tidak pantas.

Uut tidak sekali dua kali membuat video yang menghina orang Indramayu. Dari data yang ada di youtube, Uut meng-upload-nya beberapa kali dengan isi yang berbeda. Itu yang membuat TKI Indramayu merasa tersinggung.

“Semua TKI Indramayu yang ada di Korea, Hongkong dan Taiwan marah besar. Bahkan ada yang TKI Indramayu yang ada Korea mau ke Hongkong mau cari anak itu,” kata Aziz, TKI asal Haurgeulis.

Menurut Aziz, TKI Indramayu yang ada di Korea seperti dirinya berusaha mencoba menjaga nama baik daerah. Jadi, ketika ada orang lain yang melecehkan daerahnya, bersama rekan-rekan sesama TKI Indramayu sangat tersinggung.

“Apalagi yang melecehkan itu tidak tahu apa-apa soal Indramayu,” kata Aziz ketus. (Sumber Radar Cirebon)
loading...

Widodo C. Putro Pertanyakan Pergantian Wasit di Tengah Pertandingan

SAMARINDA - Pelatih Sriwijaya FC, Widodo C. Putro, tak habis pikir dengan pergantian wasit di tengah pertandingan saat melawat ke markas Pusamania Borneo FC. Sebab, wasit dalam kondisi baik-baik saja. 

Duel antara Sriwijaya dengan PBFC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (27/8/2016), berakhir imbang 2-2. Dalam laga itu melayang delapan kartu kuning dengan tuan rumah dihadiahi lima kartu kuning hingga mereka harus kehilangan satu pemain, Jad Noureeding, di menit 45. 

Widodo mengaku kecewa dengan pertandingan penutup putaran pertama Torabika Soccer Championship di markas PBFC itu. Mantan pelatih nasional Indonesia itu menilai pertandingan tersebut membuat para anak asuhnya tidak merasa aman sepanjang pertandingan.

Dia menilai wasit yang bertugas memimpin pertandingan tidak mampu melindungi para pemain, khususnya para pemain muda yang ada di lapangan. Bahkan, terlihat beberapa pelanggaran keras justru tidak mendapat sangsi tegas dari wasit.

"Apalagi pergantian wasit yang dinilai tidak masuk akal, selama saya menjadi pemain belum pernah melihat ada wasit diganti ditengah pertandingan dalam kondisi sehat, dan masih bertugas di lapangan, ada apa ini," kata Widodo.

Dari sisi hasil pertandingan, Widodo puas dengan permainan anak asuhnya dan mampu mencuri poin di kandang PBFC.

"Saya bersyukur pemain saya tidak terpancing emosinya sehingga masih bisa bermain normal dan meraih poin di kandang PBFC," kata Widodo.

Sementara itu, pelatih PBFC Dragan Djukanovic mengaku tidak habis pikir dengan kepemimpinan dua wasit yang memimpin pertandingan kali ini. Pelatih asal Montenegro ini menilai dia selalu dirugikan keputusan wasit selama enam bulan menangani tim PBFC. 

"Setiap pekan kemenangan kami selalu dirampok oleh wasit, pergantian wasit yang kami minta bukan untuk menguntungkan tim kami, kami bersyukur tim kami tetap bermain semangat dan normal sehingga meski hanya dengan 10 pemain kami bisa menahan imbang tim tamu," kata Dragan. (Sumber Detikcom)
loading...

Jalan Provinsi Di Hotmix, Warga Gantar Sambut Gembira

INDRAMAYU - Pasca pembangunan insfratruktur jalan milik provinsi di wilayah Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu tahun lalu. Kini, Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu tengah melaksanakan penambalan jalan berupa pengaspalan sepanjang kurang lebih tiga kilo meter, perbaikan jalan dengan pengaspalan,  terus dikebut oleh Dinas Bina Marga.

Menurut H. Badrawi, pelaksana lapangan kepada Wartawan Panturapos mengatakan. Pengerjaan pengaspalan jalan trans provinsi sudah sekitar tiga hari pengerjaannya dilaksanakan. Pihaknya akan terus melaksanakan pengaspalanö sesuai target yang sudah ditentukan.

" Sudah tiga hari pengaspalan jalan provinsi diwilayah Kecamatan Gantar ini kami laksanakan. Insya Allah, semuanya akan sesuai jadwal yang telah di tentukan " Jelas H. Badrawi, pelaksana lapangan kepada Pantura pos, Minggu (28/8).

Jalan Provinsi Trans Gantar
Sementara dari masyarakat setempat menyambut baik upaya pengaspalan yang dilaksanakan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu. 
Menurut masyarakat, pengaspalan jalan trans provinsi tersebut, sebagai bentuk perhatian dari Pemkab dan Dinas terkait.

" Kami atas nama warga Desa Sanca, mengapresiasi positif atas upaya yang dilakukan Pemkab Indramayu berserta Dinas Bina Marga serta H. Badrawi selaku pelaksana lapangan.

Tak lupa juga kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bupati Hj. Anna Sophana, yang telah membuktikan janjinya untuk memperbaiki Insfratruktur jalan di desa Sanca ini  " Ucap Enjuh, warga setempat.

Senada disampaikan Ato, salah seorang pengendara motor. Menurut Ato, sudah hampir satu tahun pasca di bangunnya jalan provinsi tersebut, warga merasakan kenyamanan dalam berkendaran.

" Sekarang mah jalan provinsi di desa sanca ini sudah nyaman untuk di lalui.
Kalau dulu, kerusakan jalan ini bikin perut sakit " ungkap dia.


Pantauan Panturapos, pengasapalan jalan provinsi tersebut masih terus di kebut pelaksanaannya. H. Badrawi berharap, hasil pengerjaan yang ia lakukan, bisa di rasakan oleh semua warga yang melintas. (Mansur kurdi/Suwarto).
loading...

Luas Tanam Ketigaan Meningkat

INDRAMAYU - Luas tanam padi musim gadu kedua di Indramayu meningkat beberapa kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Indramayu memperkirakan luas tanam ketiga tahun ini di Indramayu sudah mencapai 100 ribu hektar dari yang biasanya seluas 20 ribu hektar saja.

Pemerintah daerah setempat menurut Wakil Ketua KTNA Indramayu, Sutatang menargetkan luas tanam kali ini sebanyak 150.072 hektar. “Tapi petani mengkhawatirkan serangan tikus yang biasa terjadi saat musim tanam gadu kedua,” katanya saat dihubungi Minggu, 28 Agustus 2016.

Dari pantauannya di lapangan, wilayah pertanian yang sedang melakukan persemaian dan tanam kali ini antara lain Kecamatan Tukdana, Bangodua, Sukagumiwang, Haurgeulis dan lainnya. Biasanya, tanam ketiga hanya dilakukan petani di tiga kecamatan di antaranya saja.

Proses tanam yang tidak serentak dianggap beresiko memicu serangan hama tikus. Sutatang mengatakan, jangkauan serangan tikus bisa mencapai satu kilometer. Itu artinya, tikus yang menyerang berasa dari daerah lain yang sudah tanam sebelumnya. Ia menilai, ancaman serupa terjadi di semua wilayah Indramayu.

Selain itu, Sutatang menilai proses tanam ketiga setiap tahun selalu terkendala suplai air ke sawah-sawah warga. “Suplai air dari saluran sekunder biasanya tidak sampai ke jaringan usaha tani. Tahun ini petani tertolong dengan kondisi cuaca kemarau basah sehingga sawah-sawah mereka bisa terairi,” kata Sutatang.

Ia menganggap perhatian pemerintah kurang maksimal dalam membangun fasilitas pengairan bagi lahan pertanian. Menurut Sutatang, pemerintah harusnya jangan hanya merevitalisasi saluran air hingga tingkat sekunder tapi juga hingga ke sawah-sawah petani. Ia memprediksi kondisi saluran air ke sawah-sawah wilayah Indramayu rusak hingga 60 persen di antaranya.

Dengan kondisi saluran air yang tidak optimal ditambah ancaman hama tikus, Sutatang memperkirakan target luas tanam yang ditentukan pemerintah baru bisa terealisasi pada Desember 2016 mendatang. Sementara itu, wilayah yang melakukan tanam ketiga juga meminta bantuan pupuk tambahan kepada pemerintah daerah.

“Kalau itu sudah dirapatkan beberapa waktu lalu. Petani meminta bantuan pupuk sebanyak lima kuintal per hektar,” kata Sutatang menambahkan. Ia berharap hasil produksi padi pada musim gadu kedua bisa meningkat dari yang sebelumnya maksimal enam ton per hektar menjadi tujuh ton per hektar seperti saat musim rendeng 2016 lalu. (Sumber Pikiran Rakyat)
loading...

Setahun Diperkosa Teman Facebook, Siswi SMK Hamil Sembilan Bulan

KOTIM - Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, sebut saja Melati (16) harus menanggung malu lantaran hamil di luar nikah. Usia kandungannya bahkan sudah mencapai sembilan bulan. 

Ia menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh Kusyudi (28) pria yang baru dikenalnya via Facebook.

Korban disetubuhi oleh pelaku dengan cara paksa sejak September 2015 lalu. Namun keluarga korban baru mengetahuinya, dan langsung melaporkan perbuatan bejat Kusyudi ke Mapolsek Antang Kalang, Minggu 28 Agustus kemarin.

Orangtua korban baru mengetahuinya lantaran sang anak tinggal indekos. “Pelaku sudah kami amankan, dan saat ini masih dalam pemeriksaan mendalam,” ujar Kapolsek Antang Kalang, Ipda Husin, di Mapolsek Antang Kalang, Senin (29/8/2016). Kronologis kejadian bermula ka;la pelaku mendekati korban via Facebook.

Awalnya saat Melati pulang sekolah pelaku sering mendatanginya, dan berbincang sambil bercanda. Setelah beberapa waktu, merekapun semakin akrab. Keakraban itu dimanfaatkan pelaku untuk melampiaskan nafsu bejatnya tersebut.

Di mana Melati dipaksa untuk melayani pelaku berhubungan intim dengan cara memaksa. Jika korban berani menolak, pelaku mengancam akan nekat melakukan apa saja apalagi jika sampai perbuatan nistanya itu terbongkar. 

"Pemerkosaan itupun sering kali dilakukan oleh pelaku, setiap kali mereka berdua bertemu. Dan semuanya korban di bawah ancaman. Apalagi korban jauh dari keluarga karena dia ngekos," tutur Ipda Husin. Sang ayah yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu langsung melaporkannya ke Mapolsek setempat.(Sumber Okezone)
loading...

Film Baridin Ratminah Segera Kembali Diputar di Bioskop Cirebon

CIREBON – Ada kabar baik bagi masyarakat Cirebon yang belum sempat menonton pemutaran film legenda Baridin Ratminah. Dalam waktu dekat, film Baridin Ratminah kembali diputar di CGV Blitz, Grage City Mall.

Seperti yang disampaikan produser film Baridin Ratminah, Dian Susanti. Menurutnya, CGV Blitz meminta film Baridin Ratminah kembali ditayangkan.

Hal itu karena melihat animo masyarakat Cirebon yang antusias dengan pemutaran film Baridin Ratminah. Bahkan, tidak sedikit masyarakat Cirebon yang belum menonton penasaran film Baridin Ratminah kembali diputar di bioskop.

“Kami memang mendapatkan undangan dari CGV Blitz untuk membuat kontrak pemutaran film Baridin Ratminah. Kontrak dengan CGV Blitz menunggu teman budayawan atau manajer,” ujar wanita yang juga pemeran Mbok Wangsih itu.

Karena itu untuk pemutaran ke depan, CGV Blitz dengan manajemen film Baridin Ratminah akan membuat kontrak. “Kami juga meminta untuk memperjelas kontraknya. Karena CGV Blitz yang meminta maka kontraknya pun pasti sudah jelas,” katanya.

Sebelumnya, film Baridn Ratminah hanya diputar sehari, Kamis (25/8) di CGV Blitz Grage City Mall. Menurut Dian, karena yang meminta bukan Blitz, melainkan manajemen film Baridin Ratminah.

Dian menambahkan, banyak apresiator yang sudah menonton mempertanyakan ending film Baridin Ratminah. Dalam film tersebut memang endingnya belum semuanya selesai dan belum jelas.

“Karena setelah ini kami membuat film lanjutannya. Yang mana, menceritakan tentang pasca Ratminah yang sudah dikemat Baridin,” imbuhnya. (Sumber Radar Cirebon)
loading...

Gadis Lugu, Disukai Makhluk Ghaib Buto Sengkala

INDRAMAYU - Warti merupakan sosok gadis lugu yang tinggal diwilayah Desa terpencil di Indramayu, sejak masih kecil ia terkenal anak yang pendiam dan pemalu, karena hal tersebutlah terkadang ia sering duduk melamun dan menyendiri di depan rumahnya.

Entah mungkin karena sering melamun atau menyendiri, menyebabkan Warti mendapat perhatian dari sosok makhluk halus. Ceritanya ketika sewaktu kecil, sehabis pulang mengaji, warti melihat sosok penampakan makhluk berwujud tinggi besar hitam dengan disekujur tubuhnya dipenuhi dengan bulu, tapi wajahnya mirip seperti kera, ketika melihat sosok penampakan tersebut Warti merasa aneh, dalam pikiranya dia menduga-duga itu sosok manusia atau bukan.

Pada awalnya kehidupan warti seperti biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu, keganjilan pada diri warti muncul setelah ia mulai menginjak rumah tangga. Ketika ia melangsungkan pernikahanya dengan suami yang pertama, tiba-tiba suaminya meninggal dunia tanpa sebab penyakit yang jelas.

Begitu pula ketika ia melangsungkanpernikahanya dnegan suami yang kedua, sang suami meninggal dengan cara menderita sakit selama bertahun-tahun dan anehnya sakit yang diderita oleh suami keduanya tersebut tidak bisa terdeteksi oleh Dokter.

Pernah saudaranya menanyakan kepada orang pintar perihal nasib yang menimpa diri warti, dijelaskan oleh orang pintar tersebut bahwa setelah nanti suaminya sudah  tewas sebanyak 7 kali, barulah suami yang ke 8 akan berjalan normal seperti biasa kata orang pintar tersebut.

Jadi intinya setelah warti menikah tujuh kali dan ketujuh suaminya sudah tewas, barulah warti terbebas dari cengkraman ghaib buto sengkala.

Singkat cerita, waktu itu tepat malam jum’at kliwon, kami dari Panturapos dan tim Jejak Mistery Indramayu mendatangi kediaman warti ditepi sebuah sungai Ciwidara. Ketika kami memasuki rumah warti, aura mistis berhawa panas langsung menyergap kedatangan kami. Dengan beberapa sanak keluarga warti kami ngobrol-ngobrol dulu sambil menikmati segelas kopi dan sebatang rokok.

Setelah itu tanpa pikir panjang, kami langsung menerapi warti yang semenjak semula mimik wajahnya seperti orang yang tidak suka dengan kehadiran kami. Sejurus kemudian dengan kekuatan yang kami miliki, kami kerahkan seluruh kekuatan untuk mengusir makhluk ghaib yang bersemayam ditubuh warti.

Secara astral sosok ghaib tersebut beretampang seperti buto sengkala dimana perwujudanya wajahnya seperti kera, dengan bulunya yang panjang dan lebat disekijur tubahnya dan sosoknya tinggi besar hampir setinggi rumah warti.

Ketika kami coba mendorong keluar sosok ghaib tersebut dari tubuh warti, terlihat warti seperti orang yang kesurupan, suaranya menggeram dan mimik wajahnya persis seperti kera. Beberapa saat lamanya warti seperti menirukan seekor kera, namun dengan kekuatan maksimal kami mencoba mengusir makhluk tersebut dan memutuskan ikatan ghaib yang terjadi antara Buto Sengkala dan warti.

Walalupun diawal ada perlawanan dari Buto Sengkala, namun akhirnya karena merasa panas, sosok ghaib buto sengkala tersebut mau keluar dari tubuh warti, beserta dengan bala tentaranya. Setelah itu warti kembali siuman, dan ketika kami bertanya merasakan apa, dia tidak ingat apa-apa.


Cuma ketika sedang terjadi proses penyembuhan, dia seperti melihat sebuah kaki besar yang dipenuhi dengan bulu. Itulah proses penyembuhan ibu warti yang disenangi atau dsukai oleh makhluk ghaib buto sengkolo, mudah-mudahan warti bisa sembuh total dan bagi calon suaminya kelak akan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. (ST)
loading...

Ahmad Dhani Minta SBY Rayu Wiranto Agar Tak Dukung Ahok

JAKARTA - Musisi Ahmad Dhani kembali melontarkan pernyataan yang tak disangka-sangka terkait Pemiluhan Gubernur DKI Jakarta 2017. Kali ini dia berharap agar Ketum PD SBY merayu Menko Polhukam Wiranto agar tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kontestasi politik tersebut.

"Saya berharap Pak SBY menghadap Menko Polhukam Wiranto. Bukan untuk disuruh mundur tapi karena justru di sini saya harapkan Wiranto jadi pahlawan di ujung usianya, kembali ke jalan yang benar. Saya harap Wiranto mendengar SBY, enggak mendukung Ahok di Pilgub 2017," kata Dhani saat ikut mendeklarasikan dukungan untuk Yusril Ihza Mahendra di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (28/8/2016).

Sebelum menjadi Menko Polhukam, Wiranto merupakan Ketum Hanura yang sempat mendeklarasikan dukungan untuk Ahok. Kini Wiranto non-aktif dari jabatan parpol.

Sementara itu SBY di mata Dhani merupakan purnawirawan Jenderal TNI seperti Wiranto. Dhani yakin SBY bisa meyakinkan Wiranto.

Padahal hingga saat ini SBY dan partainya belum mendeklarasikan dukungan kepada siapa pun untuk Pilgub DKI 2017. "Mudah-mudahan SBY mau berkorban untuk ketemu Wiranto," ucap Dhani.

Dalam deklarasi dukungan kali ini memang hadir Ketua DPD Demokrat DKI Nachrowi Ramli. Namun kehadiran Nachrowi untuk mewakili Badan Musyawarah Betawi, bukan PD.

"Saya rasa sudah sah Ahok dijadikan bahaya laten di Indonesia. Ahok ini bahaya laten. Kita enggak perlu takut bahwa Ahok di-back up Presiden Jokowi, antek komunis," ucap Dhani. (Sumber Detikcom)

loading...

Gaji 21.000 Pendamping Desa Macet, Ini Penyebabnya

JAKARTA – Persoalan pendamping desa belum sepenuhnya tuntas. Setelah proses rekrutmen yang dinilai sarat politisasi, para pendamping yang dikontrak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada 2015 lalu itu juga mengalami masalah pembayaran.

Terhitung 1 Juni 2016 atau sejak 3 bulan lalu, 21.000 pendamping desa hasil seleksi gelombang I 2015 belum menerima bayaran. Honor mereka macet lantaran Kemendes PDTT selaku kementerian penanggung jawab pinjaman (executing agency) belum melengkapi persyaratan pinjaman (loan) ke World Bank (Bank Dunia) Jakarta.

”Minggu depan kami akan bertemu kepala perwakilan Bank Dunia,” ujar Mendes PDTT Eko Sandjojo seperti yang dilansir Jawa Pos (Radar Cirebon Group).

Penundaan pembayaran itu merujuk surat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tertanggal 11 Agustus. Dalam surat itu, Direktur Pengelolaan Kas Negara Kemenkeu meneruskan surat dari Bank Dunia.

Surat itu isinya meminta seluruh kepala kantor pelayanan perbendaharaan negara untuk menunda pembayaran gaji fasilitator PNPM pedesaan. Fasilitator yang dimaksud itu saat ini menggunakan nomenklatur (penamaan) pendamping desa.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid menuturkan, penundaan honor 21 ribu pendamping desa sudah dibahas bersama seluruh stakeholder. Selain Kemenkeu, pihak terkait lainnya adalah Bappenas dan BPKP.

”Kami sudah rapat berulang kali dengan WB (Wolrd Bank/Bank Dunia, red), intinya data sudah mau rampung,” jelasnya.

Taufik mengatakan, alasan penundaan honor dari pihak Bank Dunia itu hanya masalah persyaratan yang belum lengkap. Persyaratan yang dimaksud yaitu terkait list data pendamping desa dari semua provinsi hasil rekrutmen 2015.

Saat ini, kata dia, daftar pendamping itu sudah diproses masing-masing satuan kerja (satker) provinsi. ”Minggu depan selesai data yang diminta WB (Bank Dunia, red),” janjinya.

Disinggung soal fasilitator PNPM yang tertulis dalam surat penundaan honor, Taufik menyebutkan tidak ada kaitannya. Dia menegaskan, Bank Dunia hanya meminta list pendamping agar dana pinjaman yang selama ini digunakan untuk membayar honor tersebut bisa kembali dicairkan.

”Yang agak lambat dari provinsi sehingga ditunda gaji, bila selesai nanti surat akan dicabut,” ungkapnya.

Terpisah, Koordinator Barisan Nasional Pendamping Desa (BNPD) Luqman Sulistyono menilai, penundaan pembayaran honor tersebut merupakan kelemahan Kemendes PDTT dari sisi administrasi.

Menurut dia, persoalan itu terjadi lantaran Kemendes belum mengubah nomenklatur loan dana pembayaran honor tersebut dari fasilitator PNPM ke pendamping desa. ”Dulu loan itu Kemendagri yang bertanggung jawab, terus diambil alih Kemendesa,” bebernya.

Luqman mengatakan, penundaan pembayaran itu berimbas pada tidak maksimalnya tugas fasilitasi dana desa yang dilakukan para pendamping di daerah. Dia menyebutkan, bayaran per bulan setiap pendamping desa berbeda-beda sesuai dengan golongannya.

Pendamping tingkat kabupaten (tenaga ahli), misalnya, menerima bayaran Rp 8 juta sebulan. Pendamping desa kecamatan Rp 3,5 juta/bulan dan pendamping lokal desa (PLD) Rp 2,2 juta/buan. (Sumber Radar Cirebon)
loading...

Warga Patrol Dambakan Halte Pemberhentian Bus

INDRAMAYU – Warga masyarakat Kecamatan Patrol saat ini sangat mendambakan halte tempat pemberhentian Bus untuk berteduh, ketika menunggu Bus yang akan menuju ke arah Jakarta.

Dari pantauan Panturapos, setiap harinya ratusan calon penumpang yang hendak menuju ke arah Jakarta bertumpuk disepanjang pinggir jalan dekat pertigaan Pasar Patrol.

Dauhulunya di tempat pemberhentian Bus tersebut berdiri warung-warung liar yang bisa digunakan calon penumpang untuk berteduh dari panas dan hujan, namun pasca dibongkarnya warung liar, calon penumpang Bus menjadi kebingungan untuk menghindari dari terjangan cuaca.

Waryono (47), salah seorang calon penumpang Bus yang hendak menuju ke Jakarta mengungkapkan keluhanya, “ sekarang tersiksa sekali kalau sedang menunggu Bus di Patrol, karena disepanjang tempat pemberhentian tidak ada tempat untuk berteduh, akibatnya banyak calon penumpang yang kepanasan dan kehujanan “, keluhnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Indramayu cepat tanggap dengan keluhan masyarakatnya, karena yang menunggu Bus disini bukan hanya warga Patrol saja, namun dari warga Kecamatan Anjatan dan Haurgeulis juga nunggu Busnya disini, tegas Waryono lagi.


Panturapos yang mencoba menghubungi Kepala UPTD Cipta Karya Haurgeulis melalui ponsel, belum bisa mendapatkan informasi, karena ponsel Kepala UPTD Cipta Karya sedang tidak aktif. (ST)
loading...

150 Hektare Sawah untuk Kembangkan Mina Padi

INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pertanian dan Peternakan tertarik mengembangkan sitem pertanian save and grow atau intergrasi sawah dan kolam ikan. Sebagai langkah awal, Distannak Indramayu berencana menerapkan sistem tersebut di lahan pertanian seluas 150 hektar.

Kepala Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Distannak Indramayu Abdul Muin mengharapkan program pertanian tersebut bisa meningkatkan penghasilan petani. “Rencananya sistem seperti ini akan dilakukan mulai September 2016. Targetnya meningkatkan perekonomian petani tentunya,” kata dia seusai mengunjungi kelompok tani di Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu, Jumat, 26 Agustus 2016.

Abdul menyebutkan sistem save and grow atau yang dikenal juga dengan sebutan mina padi, akan diterapkan di wilayah pertanian tujuh kecamatan seperti Kecamatan Indramayu, Bongas, Anjatan dan lainnya. Untuk menerapkan sistem tersebut, ia mengatakan lahan yang dipilih memiliki suplai air melimpah di dekat sungai atau saluran pembuangan air.

Menurut penilaian Abdul, sistem save and grow yang baru diterapkan sekelompok petani di Kecamatan Kertasemaya bisa menjadi alternatif petani lain di daerahnya. “Sistem ini bisa menghemat biaya produksi para petani karena bahan yang digunakan dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar mereka, bukan dibeli dari toko,” katanya menjelaskan.

Dalam program pengembangan sistem tersebut, pihaknya diakui telah melakukan sosialisasi kepada para petani di desa terkait. Abdul mengatakan prgram tersebut dibiayai APBNP. Ke depan, ia berharap para petani bisa lebih mandiri melanjutkan sistem pertanian tersebut.

“Di Indramayu ini sebenarnya belum ada yang menggunakan sistem pertanian organik murni. Baru beberapa petani yang menggunakan sistem sem organik,” kata Abdul menambahkan. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya minat petani adalah kesulitan menjual padi organik ke pasaran.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan FIELD Indonesia Widyastama Cahyana, program save and grow yang dikembangkannya bersama Badan Pangan Dunia (FAO) baru di dua daerah yakni Indramayu dan Pasuruan. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar di dua lokasi tersebut terutama sumber pengairan dan cara petani menghidupkan ekosistem sawah masing-masing.

“Kalau di Indramayu ini sumber airnnya dari saluran irigasi dan warnanya keruh kalau di pasuruan daerahnya berbukit-bukit sehingga airnya itu dari sumur-sumur dalam tanah,” kata Widyastama. Ia memastikan sistem tersebut nantinya akan menguntungkan pemerintah daerah setempat.(Sumber Pikiran Rakyat)
loading...

Paguyuban Putra - Putri Dadap, Gelar Upacara Kemerdekaan

INDRAMAYU - Dengan sebutan Baro buntung yang terletak di desa dadap blok prapatan, Kecamatan Juntinyuat, yang sebagian besar masyarakat  Desa Dadap bermata pencaharian sebagai nelayan.Bersama sekelompok putra puitri dadap membentuk Gerakan yang di namakan Paguyuban putra putri Dadap.

Desa dadap mempersiapkan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-71 RI dilakukan sejak pukul 07.00 AM WIB. Mereka mengadakan upacara didepan TPI lama baro buntung diatas lahan pembuangan sampah yang disulap menjadi kegiatan pengibaran sang saka merah putih. 

Upacara dilakukan sejak pukul 08.20  WIB., namun antusias pengikut upacara bendera sangat tinggi, meski tiang pengibaran bendera Merah Putih tidak memakai besi kokoh hanya dari bambu, putra putri yang bertugas sukses mengibarkan bendera ke pucuk tiang bambu yang diringi lagu Indonesia Raya oleh para peserta upacara. 

Inspektur upacara ade Wahyu, dan pembina Upacara Bpk Usyanto Arsa. Upacara yang sederhana selama 30 menit yang diikuti ratusan anak-anak dan orangtua, dan setelah upacara panitia paguyuban putra putri dadap menyiapkan tarian lekukan topeng yang konon katanya untuk mengingat tarian adat khas Jawa Barat.

Bukan itu saja, panitiapun memamerkan salah satu benda bertuah yaitu Keris yang di bawa oleh ketua panitia bernama Husen, di mana keris itu tidak melupakan jasa-jasa pahlawan Aria wiralodra / majapahit dan keris itu di berikan kepada PEMDES Dadap sebagai wujud kepedulian terhadap benda keris yang hampir punah di era reformasi ini.

 “merdekaaa…merdekaa..?! salah satu aktifis dadap sambil mengangkat tangan kiri nya, Kemerdekaan ini bukan milik Orang-orang Berdasi saja tapi milik kita semua, Ini bentuk kita mencintai dan menghomati jasa pahlawan dan mari kita bangkitkan semangat nasionalisme berfikir ideologis dengan tidak membuang sampah sembarangan tegasnya dan mengaku sangat bangga dengan gerakan paguyuban putra putri dadap. (Ansori)

loading...

SMPN 1 Anjatan, Sosialisasikan Program WJLRC

INDRAMAYU - Dalam Upaya menumbuh kembangkan budaya baca, Gubernur jawa barat pada tahun 2014  mencetuskan gagasan, West Java Leader’s Reading Challenge ( WJLRC )Harapannya untuk meningkatkan minat baca, yang di tujuhan kepada seluruh elemen bangsa,agar bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas ,seperti  yang sudah diterapkan di setiap kantor desa,di seluruh provinsi Jawa barat, sudah ada ruang  pojok  baca , sumber buku- bukunya di peroleh  dari bantuan gubernur jawa barat.Dan tentunya untuk para leadership seperti ,kepala desa,kepala dinas,camat, bupati, gubernur bahkan presiden . karena membaca adalah kunci mencari ilmu. 
 
Ciptono  spd yang mewakili kepala sekolah SMPN 1 Anjatan Kec.Anjatan Kab. Indramayu Prov. Jawa barat ketika dikonfirmasi oleh awak media Panturapos, menuturkan” Pada hari ( 13/8)sedang di laksanakan kegiatan sosialisasi WJLRC DAN Gerakan Literasi sekolah( GLS ) yang pesertanya melibatKan seluruh siswa-siswi di sekolah ini . 

Kami pihak sekolah selalu mendukung  program –program tersebut , baik dari kemendikbud maupun dari pem prov,dan program ini merupakan terobosan di dunia pendidikan,  untuk mendorong  anak didik kami,  dalam meningkatkan  minat baca, mendengar,menulis sehingga bisa juga untuk meningkatkan keterampilan  berdiskusi , dalam komunitas sekolah  dan keluarga, sehingga perlu  adanya dukungan dari pihak orang tua siswa karena tanpa dukungan dari mereka hasilnya kurang baik.

Sebab di sekolah punya keterbatasan waktu.,ciptono menambahkan “ Mengenai sistim  kegiatanya saya serahkan ke guru  masing –masing pendamping, sebagai motivator ,bertanggung jawab merekam kemajuan para peserta, untuk memotivasi,mengevaluasi dan melaporkan kegiatan tersebut.” Tuturnya.

Sementara  menurut Tosikin Spd selaku guru/ pendamping di sekolah tersebut  memaparkan “untuk program  gerakan literasi sekolah (GLS)program nasional  sudah diterapkan semenjak penerimaan siswa baru , sedangkan untuk program West Java Leader’s Reading Challenge ( WJLRC )baru minggu ini di terapkanuntuk kegiatanya,seperti biasa sebelum belajar ke materi pokok pelajaran, dianjurkan 5 menit untuk membaca alquran,5 menit  di lanjutkan menyayi bersama,  lagu indonesia raya, setelah itu diberikan waktu 15 menit untuk kegiatan literasi,artinya anak di kasih bacaan, yang sifatnya cerita / dongeng.

Setelah selesai membaca harapannya siswa bisa merangkum dan menjelaskan ke yang lainnya isi dari apa yang pernah di bacanya, dan untuk penilaiannya tidak di masukan ke nilai akademis,tapi untuk menguji kemampuan siswa dalam  penampilan dan keterampilan berfikir dan mencari bakat dari siswa  menjadi seorang leader’s.dan tentunya kamipun sebagai pendamping ikut juga  membaca.

Dan tugas kami  sebagai pendamping,agar memberi laporan sebulan sekali / tri wulan,yang nantinya akan di bentuk tim oleh pendamping karena 10 bulan targetnya 24 buku yang sudah di baca sama siswa, dan harapanya orang tua siswajuga bisa memotivasi kegiatan ini. Dan insya allah nanti akan di buat pojok warung baca di setiap kelas .”jelasnya.
 
Pada saat yang berbeda salah satu siswa kelas tujuh  yang  bernama Bima bintang samudra dengan kebanggaannya, menyampaikan ke RB “ Saya sekolah di sini  atas kemauannya sendiri dan di dukung orang tua saya,saya masuk sekolah ini tidak semudah apa yang di bayangkan, tentunya harus di dukung dengan nilai –nilai yang memenuhi syarat standar  sekolah ini.

Mengingat sekolah ini mempunyai  kedisiplinan  yang tinggi , dan memiliki guru yang baik,seingga sangat menunjang bagi saya untuk  menjadi siswa yang baik ,harapan saya tentunya menjadi seorang anak yang bisa membagakan kedua orang tua saya. Katanya. (Casita)
loading...

Dewan Akan Monitoring Pelaksanaan Dana Desa

INDRAMAYU - Dalam rangka untuk mengamankan pelaksanaan Dana Desa serta sejauh mana penyerapan serta penerapanya di Desa, rencananya anggota Dewan Kabupaten Indramayu akan melakukan monitoring dilapangan dengan cara turun langsung mengecek pelaksanaan pembangunan fisik di Desa – Desa yang ada di seluruh Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, Estim Enting. Dijelaskan oleh Enting, bahwa rencananya sekitar awal bulan september ini ia bersama rekan-rekan lainya akan turun langsung kelapangan dan memonitoring pelaksanaan Dana Desa yang dikerjakan oleh Pemerintah Desa.

Enting berharap dengan adanya pengawasan dari para anggota Dewan ini, pelaksanaan pembangunan fisik yang bersumber dari dana APBN bisa berjalan dengan semestinya dan monitoring ini bisa kita jadikan semacam evaluasi serta menyerap berbagai persoalan dilapangan, tegas Enting lagi.

Sementara itu Sekretaris Umum Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI), Kuwu Wartono menyambut dengan baik akan rencana anggota Dewan yang akan melakukan monitoring pelaksanaan Dana Desa dengan turun langsung ke lapangan.

Menurut Wartono yang baru saja Desanya menyabet juara I dalam lomba Desa tingkat nasional, monitoring dan pengawasan itu memang perlu dilakukan asal dilakukan sesuai dengan porposi dan profesional. Monitoring tersebut nantinya bisa kita jadikan bahasan dan evaluasi bersama antara pihak legislatif dengan Pemerintah Desa, ujarnya.

Karena Pemerintah Desa juga tentunya memerlukan ulur saran dan masukan dari semua pihak demi sukses dan lancarnya pelaksanaan pembangunan Desa, pungkas Wartono lagi. (ST)



loading...

Mobil Truck Pengusaha Kayu Di Gondol Maling

INDRAMAYU - Mobil truck seorang pengusaha kayu asal Kecamatan Haurgeulis yang bernama Hj. Janati, semalam hilang digondol maling. Peristiwa hilangnya mobil truck tersebut lokasinya di pabrik pembelahan kayu blok sawoan dan diperkirakan waktu terjadinya antar jam 4 subuh, sewaktu orang akan mulai beraktifitas kerja.

Ardi (38), yang rumahnya kebetulan dekat dengan pabrik pembelahan kayu, mengatakan kepada Panturapos, jika kejadian hilangnya mobil truck tersebut sekitar waktu subuh, karena menurut informasi dari penjaga pabrik itu, sewaktu masih jam 3 malam, mobil masih ada digarasinya, besar kemungkinan pada saat penjaga pabrik tertidur, kawanan maling tersebut beraksi, ujarnya.


Kawanan pencuri kendaraan bermotor di wilyah Haurgeulis, memang kondisinya sudah sangat meresahkan masyarakat, karena semenjak tahun lalu, masyarakat sering kehilangan kendaraan. Namun walaupun kasus pencurian kendaraan marak, nampaknya pihak Kepolisian atau penegak hukum belum juga bisa mengungkap pelakunya. (ST)
loading...

Rumah Camat Cikedung Ikut Digeledah KPK

JAKARTA - KPK terus mendalami kasus korupsi panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rohadi alias RD. Panitera yang menerima suap dari keluarga pedangdut Saipul Jamil tersebut kini juga dijerat dengan pasal gratifikasi. Penyidik KPK juga sudah menggeledah beberapa rumah dan apartemen milik Rohadi dan orang- orang dekatnya.

Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan dalam perkembangan penyidikan, Rohadi kembali ditetapkan sebagai tersangka. “R (Rohadi) ditetapkan sebagi penerima gratifikasi,” ujar Priharsa. Rohadi diduga menerima gratifikasi saat menjadi panitera di PN Jakarta Pusat maupun PN Bekasi.

Pasal yang dijeratkan pada Rohadi ialah 12 huruf a atau pasal 11 atau pasal 12 huruf B UU Tipikor, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Salah satu gratifikasi yang diduga diterima Rohadi ialah sebuah mobil. Sebab KPK menyita sebuah mobil Rohadi pasca penetapan tersangka gratifikasi.

Penyitaan mobil Toyota Yaris itu dilakukan setelah KPK menggeledah aparteman Rohadi di Kelapa Gading Jakarta. Priharsa mengatakan, penyidik sudah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Antara lain rumah pribadi Rohadi di Desa Cikedung Lor, Indramayu. Tak hanya itu, tim KPK juga menggeledah rumah orang dekat Rohadi serta kantor Kecamatan Cikedung sekaligus rumah dinas Camat H Darim yang juga kakak kandung Rohadi.

Sementara pantauan Radar Indramayu, proses penggeledahan berlangsung hingga Jumat dini hari (26/8) sekitar pukul 01.30. Penggeledahan mendapatkan pengamanan ketat dari petugas kepolisian Polres Indramayu. Sejumlah dokumen disita oleh petugas KPK kemudian dimasukan ke dalam koper untuk dibawa ke Jakarta.

Kuwu Cikedung Lor, Unggul Baniaji mengatakan dirinya tak mengetahui pasti proses penggeledahan tersebut. Dia hanya sempat dihubungi petugas KPK yang sedang melakukan penggeledahan. Unggul membenarkan penggledahan tidak hanya di rumah Rohadi, tapi juga di kediaman Darmo, orang dekat Rohadi, dan rumah dinas Camat Cikedung, Darim. “Jam 01.30 dini hari tadi baru selesai dan mereka (KPK, red) pamitan pulang,” ujarnya kepada Radar.

Sementara Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistyo Basuki SIK SH MH saat dihubungi Radar membenarkan penggeledahan tersebut. Dalam penggeledahan, pihaknya menerjunkan sejumlah personilnya untuk melakukan pengamanan. “Kami diminta untuk mengamakan dan mengawal proses penggeladahan. Sebanyak 10 personil yang kita terjunkan dalam pengamanan itu. Proses penggeladahan berjalan lancar,” ujar Eko.

Kasus Rohadi ini awalnya terbongkar dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Rohadi ditangkap setelah menerima uang Rp250 juta dari kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatulah dan pengacaranya Berthanatalia serta Kasman.

Suap diberikan dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara pencabulan yang dilakukan Saipul. Dalam perjalanannya, Rohadi diduga tak hanya bermain dalam kasus Saipul.(Sumber Radar Cirebon)
loading...

Putri Ghaib Penunggu Peti Emas

INDRAMAYU - Seringkali mengganggu orang yang sedang lewat bahkan menampakan wujudnya kepada bebrapa orang, membuat tergelitik team jejak mistery Indramayu dan Panturapos untuk menelusuri keberadaan makhluk halus yang berada dipertigaan blok karang mingkrik Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeuis. 

Beberapa masyarakat sekitar yang berhasil ditemui menuturkan bahwa dipertigaan blok karang mingkrik sering kali mengganggu atau menggoda orang yang lewat didaerah itu. Seperti dituturkan oleh Warsadi (20), dirinya pernah melihat penampakan sosok tinggi besar dengan wajah yang cukup menyeramkan ketika lewat dipertigaan tersebut.
 
Lain halnya apa yang dituturkan oleh Yana (18), ia menceritakan sewaktu masih duduk dibangku sekolah menengah pertama, ia dan temanya yang ketika itu sedang ada kegiatan sekolah untuk menjelajah kampung dibuat kaget oleh penampakan seorang putri dengan pakaian gaun pengantin warna putih dan didepanya ada sebuah peti yang isinya berbagai macam perhiasan emas, intan dan berlian, perhiasan didalam peti tersebut mengeluarkan kilauan cahaya yang sangat menyilaukan, tutur yana.

tergelitik oleh cerita tersebut, Panturapos beserta team jejak mistery merasa tertarik untuk melakukan penelusuran di pertigaan blok karang mingkrik. dari Basecamp jejak mistery kami berangkat pukul 00.30 wib dengan berjalan kaki, dan tiba dilokasi sekitar pukul 01.00 wib. Sektar 50 meter sebelum sampai lokasi, kami mencoba menyatukan daya cipta, rasa dan karsa untuk membuka tirai ghaib yang menyelimuti pertigaan karang mingkrik.

ketika telah sampai pada titik hening, tersingkaplah alam astral ditempat tersebut, terlihat oleh mata bathin kami sebuah bangunan mirip istana kuno. Didepan bangunan istana tersebut nampak sosok putri dengan pakaian seperti gaun pengantin warna putih sedang berdiri. Selain itu ada juga penampakan sosok tinggi besar dengan tubuh berwarna merah dan dari mulutnya keluar taring seperti penari leak dari Bali, dari aroma tubuh makhluk tersebut tercium bau amis yang membuat perut terasa mual.

Komunikasi ghaibpun terjadi antara kami dengan sosok putri bergaun pengantin, dan dari hasil komunikasi ghaib yang berhasil kami lakukan, didapat keterangan bahwa maksud dari putri tersebut memperlihatkan lantakan emas dalam peti, maksud dan tujuanya adalah ingin memancing manusia supaya tertarik dengan harta yang ia bawa, dan setelah tertarik ia akan melaporkannya kepada Nyi Roro Kidul untuk membuat perjanjian pesugihan.

Setelah komunikasi ghaib selesai, selanjutnya kami melakukan pembuktian dengan cara pendeteksian oleh orang yang belum terbuka mata bathinya. Salah seorang peserta bernama Baron mencoba mendeteksi keberadaan makhluk halus ditempat tersebut, dengan dibimbing oleh team metafisik jejak mistery. Setelah beberapa menit melakukan konsentrasi, Baron merasakan tanganya agak panas dan berat, dan tiba-tiba dalam pandangan mata bathinya seperti melihat sosok bayangan putih yang sedang duduk sambil mengenakan sebuah tongkat. (ST)
loading...