Polisi Selidiki Kematian Petani Anti Tambang di Lumajang

Lumajang - Aksi petani menolak aktivitas pertambangan besi di kawasan Watu Pecak, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung maut. Salah seorang petani dianiaya hingga tewas, seorang lainnya dalam kondisi kritis.

Dua warga tersebut yakni Salim (30) dan Tosan (40). Peristiwa pengaiayaan keduanya terjadi Sabtu (26/9) kemarin.

Salim tewas dengan kondisi luka parah di bagian wajah. Diketahui dia dianiaya dengan cara dilempari batu. Sedangkan Tosan menderita luka bacok di bagian kepala dan kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Dokter Haryoto Lumajang.

Kejadian tersebut berawal saat ratusan warga Selok Awar-awar Pasirian hendak mengusir alat berat tambang pasir ilegal di pantai Watu Pecak.

"Sebelum aksi dimulai, kedua korban yang merupakan korlap aksi didatangi oleh beberapa orang ke rumahnya masing-masing," kata salah seorang warga bernama Dodik.

"Salim dijemput dan diikat paksa oleh dua orang dan dibawa menggunakan motor dan dibawa ke jalan sepi dan dikeroyok hingga akhirnya tewas," kata Dodik menambahkan.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Petugas menemukan sejumlah batu yang diduga digunakan untuk melempari korban hingga tewas.

"Kita akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembantaian tersebut," kata Kapolres Lumajang AKBP Fadly.

Warga Tolak Tambang Pasir

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengecam keras aksi penganiayaan berujung kematian itu. Walhi mendesak polisi segera mengungkap pelakunya.

"Ini merupakan perbuatan biadab terhadap pejuang lingkungan. Kami ingin dalang dalam aksi tersebut diungkap!" kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur Ony Mahardika kepada detikcom.

Walhi turut mendesak Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Provinsi Jawa Timur agar menghentikan serta mencabut izin penambangan pasir besi di kawasan tersebut.

"Kami turut menyerukan solidaritas nasional untuk bersama-sama menyuarakan kasus pembantaian terhadap dua pejuang anti tambang ini," urainya.

Ditambahkannya, jika warga sudah sejak lama mengadukan aktifitas tambang pasir besi ini kepada Walhi. Dan segala upaya sudah dilakukan. "Namun di situ daerah paling sulit, karena keterlibatan oknum aparat. Dan memang banyak tambang dikelola secara personal," pungkasnya
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Recent Post