Mengungkap Tabir Ghaib Pabrik Gula Gempol Cirebon

Indramayu - Ekspedisi Komunitas Tembus Pandang di pabrik gula gempol Cirebon sungguh merupakan pengalaman yang cukup menantang sekaligus juga menyenangkan. Berawal dari proses perizinan yang agak njelimet juga ada semacam sedikit tantangan dari sesepuh disana untuk bisa membuktikan makhluk ghaib apa saja yang bersemayam disana.

Tepat pukul 23.00 Wib, kami dari team ekspedisi Komunitas Tembus Pandang bergegas dari basecamp menuju lokasi ekspedisi Pabrik gula gempol, daerah Palimanan kabupaten Cirebon. Sesampainya dilokasi ekspedisi oleh petugas keamanan disana kami harus mengurus izin pemberitahuan dulu mulai dari tingkat Desa hingga tingkat Kepolisian Sektor ( Polsek ), padahal sebetulnya pada siang harinya kmai telah melayangkan surat izin kegiatan kepada kepala keamanan di pabrik gula tersebut, namunentah kenapa kami juga harus menempuh perizinan hingga tingkatan Polsek.

Sedikit perdebatanpunterjadi antara kami dengan pihak kepolisian, namun setelah kmai terangkan maksud dan tujuan Komunitas Tembus Pandang hanya sekedar untuk melakukan investigasi dan membuktikan mitos ditempat tersebut, akhirnya kami diberikan izin untuk melaksanakan acara Ekspedisi di tempat tersebut.

Tempat pertama yang kami sambangi adalah sebuah cerobong asap raksasa yang menjulang sangat tinggi, menurut mitos yang berkembang dimasyarakat, didalam cerobong yang pernah digunakan tempat uji nyali sebuah stasiun televisi swasta kono katanya bersemayam sosok ghaib Nyai Brintik, Ki jalu dan beberapa makhluk ghaib lainya.

Di dekat cerobong asap raksasa kami serombongon berhenti disitu, dijelaskan oleh team metafisik Komunitas Tembus Pandang, bahwa didalam cerobong tersebut nampak ada sosok Nyai Brintik yang sedang duduk-duduk diaatas cerobong, dan ada juga sosok Ki Jalu yang kalau dilihat secara seksama wujud asli Ki Jalu tersebut berwujud seekor ular raksasa yang membelit cerobong asap tersebut.

Selanjutnya kami melakukan mediumisasi, dengan memasukan makhuk ghaib penghuni cerobong tersebut kedalam tubuh salah seorang peserta ekspedisi. Maka masuklah sosok Ki Jalu kedalam tubuh salah seorang peserta. Ketika ditanya sejak kapan menghuni tempat tersebut, Ki jalu menjawab dia berada ditempat tersebut sudah ribuan tahun sebelum cerobong tersebut dibuat, berbagai informasi kami dapatkan dari makhluk ghaib tersebut mengenai keberadaan makhluk ghaib yang menempati cerobong asap.

Selanjutnya kami menyambangi sebuah bangunan bekas gudang penyimpanan tebu, dalam pandangan mata bathin, didalam bekas gudang tersebut dihuni oleh tiga sosok ghaib dengan perawakan tinggi besar, tingginya hampir sama dengan tinggi bangunan gudang tersebut, yaitu sekitar 15 meter. Ketiga ghaib tersebut terlihat sedang membentuk formasi berputar sambil tangan mereka diletakan pada pundak teman-temanya. Melihat kedatangan kami, nampak dari sorot matanya yang merah dan tajam, mereka merasa terganggu.

Selanjutnya kami menyambangi sebuah bekas rumah tua yang sudah tidak dihuni lagi, menurut penuturan salah seorang petugas keamanan yang menjaga tempat tersebut, rumah tua tersebut pernah juga dijadikan acara uji nyali oleh sebuah televisi swasta. Beberapa team mencoba memasuki rumah tua tersebut, nampak didalam ruangan rumah tua tersebut banyak sekali sosok kuntilanak dan sosok gendoruwo dengan bulu disekujur tubuhnya yang lebat.

Selanjutnya kami menyambangi sebuah lokasi yang menurut penuturan warga setempat sangat wingit dan angker, yaitu sebuah sumur tua yang terletak dibagian belakang pada lokasi pabrik gula. Kamipun bergegas menuju sumur tua yang usianya sudah mencapai ratusan tahun, namun anehnya air didalam sumur tersebut hingga kini masih tetap ada.

Setelah tenang sejanak, didalam sumur tua tersebut nampak dihuni oleh sepasang ular raksasa yang dikepalanya terdapat mahkota terbuat dari emas. Oleh salah seorang petugas keamanan disana dijelaskan bahwa dulu sewaktu ada acara televisi swasta disini, sang ustadz pemandu acara tidak berani melakukan mediumisasi disini entah denagn alasan apa.

Mendengar penjelasan seperti itu, semakin membuat penasaran kami untuk menguak tabir keghaiban yang ada disumur tua tersebut. Maka proses mediumisasipun kami lakukan untuk mengorek keterangan. Karena jumlah ghaib yang ada pada sumur tua tersebut ada dua, maka kami siapkan dua orang untuk dimediumisasi.

Ketika masuk ketubuh peserta mediumisasi, nampak tubuh peserta mediumisasi kolat-kalet seperti seekor ular. Ketika kami tanyakan namanya, kedua ghaib tersebut enggan untuk menyebutkan namanya. Lalu kami tanyakan mengenai wujud asli sebenarnya kedua ghaib tersebut dan dijawab bahwa wujud asli kedua ghaib tersebut adalah sebuah sebilah keris yang warnaya agak kehitaman.

Didapat informasi juga dari ghaib ular, bahwa didalam sumur tua banyak simpanan emas, intan dan berlian. Ia menawarkan kepada siapa jika menginginkan benda-benda berharga tersebut tinggal minta saja. Selanjutnya kami menanyakan siapakah sebenarnya penguasa ghaib di pabrik gula tersebut, dijawab oleh ghaib ular bahwa pengusanya adalah Iblis.

Setelah dirasa cukup mencari informasi, kedua peserta mediumisasi secepatnya kami sadarkan, selanjutnya kami istirahat sambil ngobrol santai di pos keamanan di pabrik gula tersebut. Dan tanpa disangka aparat kepolisian yang sedari tadi mengikuti kami ketika mengadakan ekspedisi , meminta Komunitas Tembus Pandang untuk berkunjung ke kantor Posek Palimanan, karena menurut penuturan dari bebrapa petugas kepolisian yang bertugas disana, hal-hal yang ganjil kadang sering terjadi dikantor kepolisian tersebut.

Setelah obrolan santai selesai, kami serombongan langsung menuju kantor Polsek Palimanan untuk menguak tabir ghaib disana, nantikan saja cerita ekspedisi kami di Polsek Palimanan yang kantornnya ternuata bekas sebuah rumah sakit pada waktu zaman Belanda. (Sukardi Al Sahid)


loading...

Disukai Makhluk Ghaib Buto Sengkala

Indramayu - Warti merupakan sosok gadis lugu yang tinggal diwilayah Desa terpencil di Indramayu, sejak masih kecil ia terkenal anak yang pendiam dan pemalu, karena hal tersebutlah terkadang ia sering duduk melamun dan menyendiri di depan rumahnya.

Entah mungkin karena sering melamun atau menyendiri, menyebabkan Warti mendapat perhatian dari sosok makhluk halus. Ceritanya ketika sewaktu kecil, sehabis pulang mengaji, warti melihat sosok penampakan makhluk berwujud tinggi besar hitam dengan disekujur tubuhnya dipenuhi dengan bulu, tapi wajahnya mirip seperti kera, ketika melihat sosok penampakan tersebut Warti merasa aneh, dalam pikiranya dia menduga-duga itu sosok manusia atau bukan.

Pada awalnya kehidupan warti seperti biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu, keganjilan pada diri warti muncul setelah ia mulai menginjak rumah tangga. Ketika ia melangsungkan pernikahanya dengan suami yang pertama, tiba-tiba suaminya meninggal dunia tanpa sebab penyakit yang jelas. Begitu pula ketika ia melangsungkanpernikahanya dnegan suami yang kedua, sang suami meninggal dengan cara menderita sakit selama bertahun-tahun dan anehnya sakit yang diderita oleh suami keduanya tersebut tidak bisa terdeteksi oleh Dokter.

Pernah saudaranya menanyakan kepada orang pintar perihal nasib yang menimpa diri warti, dijelaskan oleh orang pintar tersebut bahwa setelah nanti suaminya sudah  tewas sebanyak 7 kali, barulah suami yang ke 8 akan berjalan normal seperti biasa kata orang pintar tersebut. Jadi intinya setelah warti menikah tujuh kali dan ketujuh suaminya sudah tewas, barulah warti terbebas dari cengkraman ghaib buto sengkala.

Singkat cerita, waktu itu tepat malam jum’at kliwon, kami mendatangi kediaman warti ditepi sebuah sungai Ciwidara. Ketika kami memasuki rumah warti, aura mistis berhawa panas langsung menyergap kedatangan team Komunitas Tembus Pandang. Dengan beberapa sanak keluarga warti kami ngobrol-ngobrol dulu sambil menikmati segelas kopi dan sebatang rokok.

Setelah itu tanpa pikir panjang, kami langsung menerapi warti yang semenjak semula mimik wajahnya seperti orang yang tidak suka dengan kehadiran kami. Sejurus kemudian dengan kekuatan yang kami miliki, kami kerahkan seluruh kekuatan untuk mengusir makhluk ghaib yang bersemayam ditubuh warti, secara astral sosok ghaib tersebut beretampang seperti buto sengkala dimana perwujudanya wajahnya seperti kera, dengan bulunya yang panjang dan lebat disekijur tubahnya dan sosoknya tinggi besar hampir setinggi rumah warti.

Ketika kami coba mendorong keluar sosok ghaib tersebut dari tubuh warti, terlihat warti seperti orang yang kesurupan, suaranya menggeram dan mimik wajahnya persis seperti kera. Beberapa saat lamanya warti seperti menirukan seekor kera, namun dengan kekuatan maksimal aku mencoba mengusir makhluk tersebut dan memutuskan ikatan ghaib yang terjadi antara Buto Sengkala dan warti.

Walalupun diawal ada perlawanan dari Buto Sengkala, namun akhirnya karena merasa panas, sosok ghaib buto sengkala tersebut mau keluar dari tubuh warti, beserta dengan bala tentaranya. Setelah itu warti kembali siuman, dan ketika kami bertanya merasakan apa, dia tidak ingat apa-apa, Cuma ketika sedang terjadi proses penyembuhan, dia seperti melihat sebuah kaki besar yang dipenuhi dengan bulu. Itulah proses penyembuhan ibu warti yang disenangi atau dsukai oleh makhluk ghaib buto sengkolo, mudah-mudahan warti bisa sembuh total dan bagi calon suaminya kelak akan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. (Sukardi Al Sahid)

loading...

Jelajah Keangkeran Alas Roban, Batang, Jawa Tengah

Adakah perjalanan yang lebih menyeramkan yang melebihi perjalanan melewati Alas Roban? Zaman dulu Alas Roban terkenal angker, gung liwang-liwung, gawat keliwat liwat menjadi momok menakutkan bagi masyarakat ataupun sopir ketika melewatinya. Bagaimana dengan sekarang? Misteri apa sebenarnya yang menyelimuti hutan angker ini? Berikut catatan jelajah posmo.
Menuju Alas Roban dari Semarang, bisa ditempuh 2 jam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor. Hujan rintik-rintik mengiringi sepanjang perjalanan posmo, pada hari Kamis, 18 April. Setelah perbatasan Kendal di sebelah barat, alas itu bisa dicapai kira-kira lima belas menit perjalanan.
Ada dua jalur yang harus dipilih ketika sampai di Desa Kutosari. Kalau Anda melewati Alas Roban yang sebenarnya, maka ambil jalur kanan. Dari jalur sebelah kanan ini, jalur lurus yang ditempuh juga akan menemui muara 2 jalur lagi. Nah, jalur yang terkenal menyeramkan adalah jalur yang sebelah kiri.
Sebenarnya, saat ini jalur Alas Roban terbagi menjadi tiga. Jalur yang pertama melewati sisi selatan, dengan jalanan menanjak dengan beton putih. Jalur ini dimulai dari Desa Kutosari seperti yang disebutkan di atas. Jalan ini baru dibangun sekitar tahun 2000-an. Kemudian jalur yang kedua, ini dimulai dari Desa Plelen. Jalur dari Plelen ini bercabang dua. Jalur asli Alas Roban yang terletak di kiri. Sementara jalur yang kanan atau jalur yang ketiga, berada di sisi utara yang dibangun sekitar tahun 1990-an.
Posmo mencoba dulu melewati sisi selatan. Jalanan yang menanjak, dengan truk-truk besar menghadang. Tetapi jalur ini memang banyak sopir yang memilih karena jalan relatif tak berkelok-kelok tajam. Tetapi jarak tempuhnya sedikit agak jauh. Jarang sekali ada sepeda motor melewati jalan ini. Setelah mencoba jalan sisi selatan, posmo balik kanan. Mencoba jalur tengah. Jalur inilah, yang dulu merupakan jalur yang ditakuti.
Keangkeran Alas Roban memang sudah terkenal sejak dulu. Utamanya ketika dua jalur di sisi selatan dan utara belum dibangun. Setiap pengendara pasti mengalami peristiwa yang berbeda-beda ketika melewatinya. Hal ini karena memang jalanan yang turun-naik, menikung tajam, dengan kiri kanan terdapat tebing atau jurang.
Tetapi bukan itu sebenarnya yang menyeramkan. Dahulu, ketika akan lewat jalur ini akan melewati dua tantangan sekaligus. Tantangan pertama, tantangan yang kelihatan mata, yaitu adanya gerombolan penjahat dan bajing loncat yang siap menggasak barang bawaan apa saja. Dulu, karena rawannya, kendaraan yang melintas malam hari tidak berani. Untuk kendaraan yang datang dari arah timur atau Semarang berhenti di depan Pasar Plelen. Sementara dari arah barat atau Jakarta, istirahat di Banyuputih. Mereka baru berani melintasi jalan Alas Roban ketika pukul 05.00 WIB. Kalaupun ada yang berani melintas malam hari, harus menunggu kendaraan lainnya.
Tantangan yang kedua, tantangan makhluk halus, yaitu gerombalan berbagai makhluk halus yang siap ”menggoda” siapa saja. Godaan antara sopir yang satu dengan yang lain jelas berbeda. Dan godaan ini bisa berakibat fatal karena seringkali terjadi kecelakaan karena si sopir melihat sesuatu penampakan.
Jika menengok ke belakang, jalan raya Alas Roban hanya ada satu, yaitu Jalan Raya Poncowati. Jalan itu dibuat pada era pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36. Dia memerintah antara tahun 1808 hingga 1811. Dan untuk membangun jalan ini, ribuan orang Indonesia meninggal karena tak kuat. Orang-orang Indonesia dipaksa. Orang-orang yang meninggal tersebut kemudian dikubur begitu saja.
Namun demikian, Alas Roban memiliki peran penting jika dilihat dari sejarahnya. Kabupaten Batang dahulu dikenal sebagai kawasan Alas Roban yang masih sepi belum seramai pemukiman penduduk sekarang ini. Alas Roban dikenal dengan tempat para siluman, lelembut, dan garong (perampok). Pada zaman Pemerintahan Sultan Agung Mataram Islam sekitar tahun 1620-an, terjadi penolakan paham antara VOC dan Mataram yang sebelumnya menjalin diplomasi dalam kawasan dan penyediaan persenjataan.
loading...

Kepala Rutan Serang: Tidak Ada Perlakuan Khusus Untuk Wawan

Serang - Suami Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan selama 4 bulan dipindahkan dari Lapas Sukamiskin, Bandung ke Rutan kelas II Serang, Banten sejak 22 September lalu. Kepindahan Wawan atas permintaan Kejaksaan Agung.

Kepala Rutan Kelas II Serang Prihartati membenarkan informasi tersebut. Wawan kini sudah menghuni salah satu ruangan khusus terpidana korupsi.

"Kita terima hari Selasa lalu, sebelum Idul Adha, jam 2 siang. Saat ini Wawan ditempatkan di kamar nomor 14, isinya ada 14 warga binaan. Kami tempatkan bersama terpidana korupsi lainnya," ungkapnya, Minggu (27/9/2015).

Prihartati juga menegaskan bahwa Wawan tidak akan mendapat perlakuan khusus selama berada di Rutan Serang. "Tidak ada perlakuan khusus atau istimewa kepada Wawan selama menghuni di sini," tegasnya.

Menurut Prihartati, Wawan bukan dipindahkan melainkan dititipkan agar mempermudah jalannya proses persidangan yang membelitnya dalam kasus Korupsi pengadaan Alkes yang sudah menjerat sejumlah pejabat di Pemkot Tangsel dan pihak swasta.

"Ini hanya sementara, selama menjalani sidang saja. Tugas saya hanya menerima titipan. Itu saja," tukasnya.
loading...

Kantor PWI Garut Dibobol Maling

GARUT -  Sejumlah fasilitas perkantoran sumbangan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hilang dicuri maling, malangnya lagi kejadian ini justru terjadi di tempat yang biasanya tak pernah sepi dari pengunjung yang datang.

Kejadian ini tepatnya terjadi di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Garut, yang berada di wilayah Simpang Lima di Jalan Pembangunan Kabupaten Garut, pada Minggu (27/9/2015).

"Pintu utama dalam keadaan tergembok, dan hingga jam 03.00 sebelumnya keadaan masih ramai, karena di depan Kantor PWI masih banyak pemuda yang masih balapan motor, sehingga saya kira kejadian terjadi pada saat sesudah itu atau waktu subuh," kata Rendi Rahadian di lokasi.

Rendi mengatakan bahwa dialah yang pertama mengetahui bahwa kantor ini dibobol maling, setelah datang ke kantor sekitar pukul 09.00 pada Minggu (27/9/2015). saat dirinya mencoba mengambil tas miliknya yang ditinggal di kantor ini, namun saat mencari tasnya, ternyata tidak ada.

"Saya juga kaget setelah sadar tas saya hilang, ternyata sejumlah fasilitas lain pun raib, seperti monitor-monitor komputer, dua buah TV dan lainnya, begitu pula sebuah kamera SLR dan dua buah lensa panjang milik Noto Wibowo wartawan dari 9 TV," katanya.

Rendi juga menjelaskan setelah mengetahui kejadian ini, dia langsung menghubungi pihak Kepolisian, dan tak lama anggota Kepolisian Resor Garut pun datang untuk lakukan olah TKP.

"Setelah polisi lakukan olah TKP ternyata ada pecahan kaca di jendela samping sehingga diduga pelaku masuk lewat jendela samping dengan cara menghancurkannya terlebih dahulu, hal ini terjadi dikarenakan semua pintu di kantor ini terkunci rapat," ujarnya

Sementara itu Ketua PWI Garut, Aep Hendy yang merupakan wartawan dari Grup Pikiran Rakyat yaitu Kabar Priangan, menyesalkan kejadian nahas ini, padahal kata dia kantor PWI Kabupaten Garut, berada di tengah kota dan tidak pernah sepi dari orang yang lewat.

"Mungkin terjadi saat keadaan sangat sepi, dan pelaku ini sudah lama mengincar kantor ini, karena hebatnya si pelaku bisa tahu bahwa di kantor sedang tak ada yang menginap, padahal biasanya setiap hari beberapa wartawan menginap disini," ujarnya di tempat yang sama.

Belum lagi kata dia, barang-barang yang raib ini, sebagian merupakan sumbangan langsung dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, "Saya merasa tidak enak kepada Pak Gubernur karena ini sumbangan beliau untuk memajukan Pers Garut," katanya.

Sementara saat disinggung jumlah kerugian yang diderita, Aep mengatakan bahwa kerugian diperkirakan hampir mencapai Rp 30 juta akibat kejadian tersebut.

"Yang mahal itu kamera SLR milik saudara Noto belum lagi lensa-lensanya yang bisa lakukan zoom puluhan kali lipat, dan saudara Noto pun kini terpaksa belum bisa meliput karena kamera tersebut merupakan modal utama dia meliput peristiwa-peristiwa di Kabupaten Garut," ujarnya.

Dari data yang dihimpun di lokasi, bahwa barang yang hilang adalah 3 buah monitor komputer berjenis LCD 15 Inci, sebuah TV LCD 29 Inci, sebuah TV merk Sony 14 Inci, kamera SLR berikut dua buah lensa panjang, dan sebuah tas yang berisi dompet, KTP, SIM, STNK, atas nama Rendi Rahadian.

Sementara itu Kepala Kepolisian Resor Garut Arif Rachman mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas kasus pembobolan Kantor PWI Perwakilan Kabupaten Garut. "Saya sudah memerintahkan Kasatreskrim Polres Garut untuk segera melakukan olah TKP. Kasus pembobolan kantor PWI saat ini sedang kami tangani," ujarnya.
loading...

Polisi Selidiki Kematian Petani Anti Tambang di Lumajang

Lumajang - Aksi petani menolak aktivitas pertambangan besi di kawasan Watu Pecak, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung maut. Salah seorang petani dianiaya hingga tewas, seorang lainnya dalam kondisi kritis.

Dua warga tersebut yakni Salim (30) dan Tosan (40). Peristiwa pengaiayaan keduanya terjadi Sabtu (26/9) kemarin.

Salim tewas dengan kondisi luka parah di bagian wajah. Diketahui dia dianiaya dengan cara dilempari batu. Sedangkan Tosan menderita luka bacok di bagian kepala dan kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Dokter Haryoto Lumajang.

Kejadian tersebut berawal saat ratusan warga Selok Awar-awar Pasirian hendak mengusir alat berat tambang pasir ilegal di pantai Watu Pecak.

"Sebelum aksi dimulai, kedua korban yang merupakan korlap aksi didatangi oleh beberapa orang ke rumahnya masing-masing," kata salah seorang warga bernama Dodik.

"Salim dijemput dan diikat paksa oleh dua orang dan dibawa menggunakan motor dan dibawa ke jalan sepi dan dikeroyok hingga akhirnya tewas," kata Dodik menambahkan.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Petugas menemukan sejumlah batu yang diduga digunakan untuk melempari korban hingga tewas.

"Kita akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembantaian tersebut," kata Kapolres Lumajang AKBP Fadly.

Warga Tolak Tambang Pasir

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengecam keras aksi penganiayaan berujung kematian itu. Walhi mendesak polisi segera mengungkap pelakunya.

"Ini merupakan perbuatan biadab terhadap pejuang lingkungan. Kami ingin dalang dalam aksi tersebut diungkap!" kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur Ony Mahardika kepada detikcom.

Walhi turut mendesak Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Provinsi Jawa Timur agar menghentikan serta mencabut izin penambangan pasir besi di kawasan tersebut.

"Kami turut menyerukan solidaritas nasional untuk bersama-sama menyuarakan kasus pembantaian terhadap dua pejuang anti tambang ini," urainya.

Ditambahkannya, jika warga sudah sejak lama mengadukan aktifitas tambang pasir besi ini kepada Walhi. Dan segala upaya sudah dilakukan. "Namun di situ daerah paling sulit, karena keterlibatan oknum aparat. Dan memang banyak tambang dikelola secara personal," pungkasnya
loading...
loading...

Redaksi


Redaksi Media Online
PANTURA POS

Diterbitkan Oleh
CV. Jaya Gumilang
No SIUP : 12250/10-19/PK/IX/2014

Pemimpin Perusahaan
Dirlam Faturachman

Penasehat Hukum
H. Eri Isnaeni. SH

Pemimpin Redaksi
SUKARDI.ST

Wakil PemimpinRedaksi
Adhe Mashadie. SH

Sekretaris Redaksi
Indria Purnami

Ketua Redaksi
Mansur Kurdi

Redaksi
Husein
Ansori. SH
Suwarto
Kayat Sudrajat
Casita Rahardjo
Anjar Suratman
Rakhmat
Saudin 


Alamat Redaksi
Jl. Ahmad Yani Desa Kertanegara RT. 21 / RW. 10
Kecamatan Haurgeulis - Kabupaten Indramayu
Email Redaksi : redaksipanturapos@gmail.com

loading...

Polisi Tahan Oknum PNS Penganiaya Petugas Satpol PP



Bandung - Polisi menetapkan tersangka kepada pria inisial B yang menganiaya seorang petugas Satpol PP Kota Bandung Gin Garnadi. Oknum pegawai negeri sipil (PNS) tersebut sudah dijebloskan ke sel tahanan Mapolrestabes Bandung.


"Setelah melakukan penyelidikan berdasarkan alat bukti, kami menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini. Tersangkanya kami lakukan penahanan," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (25/9/2015).

Pertikaian berujung ke jalur hukum ini bermula saat Gin berjumpa dengan oknum PNS itu di Jalan Viaduct, Kota Bandung, pada Kamis (17/9/2015), sekitar pukul 23.00 WIB. Gin yang sedang tugas tiba-tiba diserang oleh B. Gin luka sobek di bagian leher akibat sabetan benda tajam diduga asbak alumínium.

Kasus tersebut dilaporkan Gin ke Mapolrestabes Bandung. "Tersangka (B) itu PNS," kata Ngajib.

Menurut Ngajib, hasil keterangan korban dan saksi kepada penyidik, perkara ini hanya melibatkan seorang pelaku. Bukti tersebut diperkuat pengakuan B.

"Jadi kasusnya bukan pengeroyokan, tapi penganiayaan. Motif sementara karena tersangka merasa tersinggung oleh korban," ujar Ngajib.

Oknum PNS bekerja di Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung ini disangkakan Pasal 351 KUHPidana yang ancamannya lima tahun penjara.


loading...

Debat ANDI vs TORA Memanas

INDRAMAYU- Debat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu yang diselenggarakan KPU Indramayu,  Rabu (16/9) malam di Aula Asrama Haji Indramayu berlangsung panas. Pada kesempatan itu, masing-masing paslon saling menyerang, bahkan beradu data dan argumentasi dalam mempertahankan pendapat masing-masing, bahkan mencuri cela untuk menjatuhkan lawan kandidat di hadapan pengunjung.
Pantauan “FC” menyebutkan,  debat publik yang dipimpin oleh Rektor Universtas Wiralodra (Unwir) Indramayu, Dr. Ujang Suratno tersebut terbagi dalam empat sesi. Di tiap sesi ada satu pertanyaan selama 3 menit dari masing-masing paslon dan membantah pendapat paslon lainnya dalam waktu 2 menit.
Tampak kedua kubu paslon sudah mempersiapkan yel-yel masing-masing. Paslon ANDI menggunakan yel yel nyanyian sayang ibu, sementara paslon TORA memilih salam dua jari.
Dalam perdebatan di atas panggung, Paslon TORA memperoleh giliran pertama mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh paslon ANDI dengan tema “Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kebangsaan” serta tema “Selaraskan Pembangunan Daerah dan Nasional”.  Namun pertanyaan yang disampaikan TORA kepada ANDI justru melenceng dari konteks bahasan dan menjadi bahan perhatian audiens.
Ketika incumbent tidak konsen menjawab pertanyaan TORA terkait banyaknya pengangguran dan lemahnya investasi berdampak pada keutuhan NKRI,  justru paslon ANDI tetap menjelaskan kiat-kiat dalam memperkokoh NKRI yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Karena ada kesempatan untuk membantah atau berkomentar atas pendapat paslon lain, jalannya debat cukup panas. Setiap jawaban mengundang komentar atau sanggahan. Karena itu, saling membantah pun tak terelakkan. Terutama ketika menyinggung posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu yang terendah kedua di Jawa Barat.
Masing-masing paslon sempat beradu argumen berdasar data yang dibawanya masing-masing. Paslon TORA tampak lebih menyerang dengan menyatakan Indramayu tidak mengalami kemajuan dibuktikan dengan IPM yang terendah di Jabar.
“Kemajuan apa yang dicapai dari visi Remaja Indramayu. Data dan angka membuktikan, bahwa IPM Indramayu terendah kedua di Jabar. Pendidikan amburadul, kesehatan tidak terurus dan daya beli masyarakat rendah, apa yang mau dilanjutkan,” tutur Cawabup Rasta dibenarkan Cabup Toto.
Sedangkan paslon petahana ANDI, relatif lebih bertahan. Terkait soal IPM, Cawabup Supendi dengan cepat mampu memberikan penjelasan panjang  menguatkan lontaran pertanyaan yang diserang paslon TORA dan kemudian dikuatkan Cabup Anna. Diungkapkannya, bahwa Indramayu justru mengalami kenaikan IPM tertinggi di Jabar, kondisi kehidupan masyarakat justru sudah lebih baik dari sebelum Visi Indramayu Remaja lahir.
“Posisi terendah bukan berarti tidak ada kemajuan. Justru Indramayu kenaikan IPMnya tertinggi. Hanya saja, ibarat mau berjalan ke Jakarta, daerah lain memulainya dari Cikampek, sedangkan Indramayu dari Cirebon. Tentu saja, posisinya akan selalu di bawah atau di belakang. Namun jika dicermati prosentase kenaikan IPM, justru tertinggi di Jabar,” tutur Anna.
Meski berlangsung cukup panas, bahkan termasuk perang yel yel pendukung, namun suasana keakraban tetap terjaga. Ditambah lagi, di sela-sela sesi debat, diselingi tampilan musik akustik. Debat berlangsung hingga pukul 23.00 WIB, atau sekitar tiga jam sejak dimulai pukul 20.00 WIB.
Ketua KPU Romdhon mengaku puas dengan debat pertama. Dia berharap, acara debat berikutnya pada Desember 2015 mendatang, akan berlangsung lebih hangat dan substansial. “Lumayan. Ada dialektika. Ini bisa menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat,” tutur dia.
loading...

Dugaan Pelanggaran Wabup Segera Diplenokan

INDRAMAYU- Ketua Panwaslu Kabupaten Indramayu, Supandi menegaskan bahwa dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Wakil Bupati Indramayu yang saat ini masih aktif, H. Supendi akan segera diplenokan.
Menurutnya, kasus dugaan pelanggaran kampanye ini masih dilakukan pengkajian lebih dalam di antaranya dengan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi tempat di laksanakanya kegiatan tersebut tepatnya di Desa Anjatan Utara,  Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.
“Proses dugaan pelanggaran ini masih berjalan dengan meminta keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian,” ujarnya kepada “FC”, Jumat (18/9).  
Dia mengatakan, setelah memanggil H. Supendi, pihaknya akan memintai keterangan sejumlah warga yang datang, termasuk panitia yang mengelar kegiatan tersebut.
“Kita akan segera plenokan secepatnya dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Dia mengakui, hasil pleno dugaan pelangaran kampanye ini awalnya akan keluar hari ini (kemarin,-red), namun demikian karena ada beberapa kendala dan kegiatan yang berbenturan, ditambah komisioner yang sedang ditugaskan ke Bandung, akhirnya pleno tertunda dulu.
Meski begitu, lanjut Supandi, pihaknya sudah mengomunikasikan hal itu dengan Gakumdu Kabupaten Indramayu.
“Kasus dugaan kampanye wabub ini apakah masuk dalam pidana ataukah bentuknya pelanggaran administrasi saja, kami masih mengkajinya,” ungkapnya. 
Namun demikian, Supandi menegaskan bahwa panwas akan bekerja pada porsinya dan kasus tersebut akan segera diproses dan ditindak lanjuti dalam waktu dekat ini.
Sebelumnya, Wakil Bupati Indramayu H. Supendi diduga telah melakukan pelanggaran administrasi karena melakukan pertemuan bersama warga di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Kamis (10/9) lalu.
Padahal, H. Supendi belum melakukan cuti secara prosedural dan masih menjabat sebagai wakil bupati di jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu. Panwaslu Kabupaten Indramayu sendiri telah memanggil H. Supendi untuk mengklarifikasikan temuan itu.
Karena berdasarkan pengamatan Panwascam Anjatan, dalam pertemuan itu ditemukan adanya atribut mulai dari mobil pribadi kemudian juga stiker pasangan ANDI, bahkan warga yang hadir pun mengenakan kaus bergambar pasangan ANDI.
Namun H. Supendi menyangkalnya. Dia berdalih pertemuan itu hanya untuk bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar. 
loading...

Rastawi Sowan ke Mantan Wakil Bupati

Indramayu – Calon wakil bupati Drs H Rastawiguna (Rastawi) terus melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh berpengaruh, baik di kalangan grass root maupun tokoh yang duduk di pemerintahan di tingkat pusat dan daerah.
Kali ini, cawabup pasangan Toto Sucartono SE MBA ini sowan ke H Dedi Wahidi, di Kampus Hijau Kaplongan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Minggu (20/9). Seperti diketahui, H Dedi Wahidi adalah Ketua DPW PKB Jawa Barat dan anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB. Beliau juga pernah menjabat Wakil Bupati Indramayu periode 2000-2005, berpasangan dengan Dr H Irianto MS Syafiuddin (Yance).
“Saya datang ke sini selain menghadiri penutupan Liga Santri Nusantara, juga mohon restu dari Pak Wahidi. Apalagi beliau juga pernah menjabat wakil bupati, mudah-mudahan bisa menular ke saya ilmunya,” ujar cawabup yang sering bikin sensasi ini.
Wakil Bendahara Umum DPP PKB ini mengatakan, H Dedi Wahidi merupakan kader PKB dari Indramayu yang cukup berhasil. Selain pernah menjabat wakil bupati Indramayu, juga telah dua kali berturut-turut dipercaya rakyat untuk duduk di DPR RI. Sehingga pantas untuk dijadikan panutan.
Sementara H Dedi Wahidi mengatakan, Rastawi merupakan kader PKB yang dipercaya oleh DPP untuk maju sebagai calon wakil bupati Indramayu 2015-2020. Untuk itulah, tuturnya, seluruh kader PKB harus mendukung pasangan nomor urut 2, Toto Sucartono SE MBA-H Rasta Wiguna (Tora). Wahidi berharap pasangan ini akan mampu melakukan perubahan di Indramayu.
“Keputusan mengusung Toto-Rastawi (TORA) merupakan rekomendasi dari DPP PKB. Jadi kita semua tentu akan mendukung dan siap memenangkan pasangan ini pada pilkada 9 Desember 2015 mendatang,” ujar lelaki yang popular dengan sebutan Dewa ini.
Terpisah, Ketua PCNU Indramayu, H Juhadi Muhammad SH, juga menyatakan siap mendukung dan memenangkan pasangan TORA. Juhadi mengaku yakin, pasangan ini akan mampu melakukan perubahan di Indramayu menjadi lebih maju dan sejahtera.
loading...

Ini Hasil Pertemuan Setya Novanto dan Raja Salman Usai Tragedi Mina


Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto diundang oleh Raja Salman bin Abdullah Aziz sebagaimana direncanakan sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Novanto menyampaikan soal perlunya perbaikan penyelenggaraan haji pasca tragedi Mina.

"Kita turut berduka atas kejadian insiden di Mina, kita doakan para korban diterima Allah SWT dan meninggal menjadi shuhada. Begitu pula saya doakan Raja Salman diberi kekuatan dan kesehatan oleh Allah," ucap Setya Novanto usai pertemuan dengan Raja Salman dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Jumat (25/9/2015).

Novanto diundang seorang diri oleh Raja Salman, tidak bersama rombongan DPR lain. Pertemuan itu berlangsung tertutup di Palace Mina bersama dengan tamu Raja Salman lainnya. Dalam pertemuan itu, Novanto menyampaikan perlunya perbaikan manajemen haji.

"Saya menyampaikan masukan tentang perlunya perbaikan penanganan dan evaluasi berkelanjutan manajemen ibadah haji," ujarnya.

Novanto juga menyampaikan usulan agar perbaikan itu melibatkan Organisasi Konferensi Islam Dunia (OKI) yang terdiri dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim, serta negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Ekonomi Dunia, The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors.

"Karena kita tahu jika ritual tahunan ibadah haji merupakan ritual besar yang memiliki dampak ekonomi yang tidak sedikit bagi negara-negara berkembang," tuturnya.

"Secara khusus, masukan tersebut saya sampaikan juga kepada Staf Khusus Raja Salman, Mansyur, dan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman," imbuh Novanto. 

Novanto memahami sepenuhnya otoritas Arab Saudi tidak tinggal diam dalam merespons insiden Mina dan insiden sebelumnya yang menimbulkan korban jiwa dari berbagai penjuru dunia, khususnya jamaah haji Indonesia.

Namun membentuk tim investigasi bersama yang beranggotakan negara-negara berpenduduk Islam seperti Indonesia, tentunya menjadi salah satu jalan untuk mempermudah penanganan insiden tersebut.

"Dalam pertemuan tersebut, saya juga menyampaikan permintaan pemerintah dan rakyat Indonesia terkait penambahan kuota haji yang saat ini sebesar 161 ribu, di mana sebelumnya 211 ribu," lanjut politisi Golkar itu.
loading...

JK Hadiri Sidang Umum PBB dan Sapa Sejumlah Pimpinan Negara

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mewakili Indonesia dalam sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). JK sempat menyapa beberapa pemimpin negara-negara sahabat.

Agenda JK hari ini di New York adalah 'UN Summit For the Adaptation of the Post-2015 Development Agenda di markas besar PBB, Sabtu (26/9/2015). Acara sidang ini dibuka dengan sambutan Paus Fransiskus.

Selanjutnya, ada sambutan singkat dari peraih nobel perdamaian, Malala Youtsafzai. JK ditemani oleh Menko PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Sidang umum PBB kali ini dihadiri oleh sekitar 150 kepala negara. JK sendiri menginap di Hotel Hilton yang berdekatan dengan gedung PBB. Saat hendak menuju sidang PBB, JK lebih berjalan bersama rombongan dan menolak menggunakan angkutan yang telah disediakan.

Saat memasuki ruang pertemuan, JK sempat menyapa pimpinan negara-negara sahabat seperti Perdana Menteri Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

JK juga menyempatkan salat Jumat berjamaah di PTRI New York bersama dengan umat muslim lainnya.
loading...

JK: Pergeseran di Tubuh Kepolisian Hal yang Wajar

Jakarta - Isu tentang pencopotan Kabareskrim Komjen Budi Waseso (Buwas) semakin kencang berhembus. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut tidak ada pencopotan Buwas, namun pergeseran di tubuh kepolisian hal yang lumrah.

"Ya kan gitu kan, biasa kan. Hal yang wajar kan. Saya punya eselon 1 dipindah. Menteri juga pindah-pindah biasa saja," ujar JK di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).
loading...