Mantap, Jembatan Penghubung Dua Desa Di Anjatan Mulai DIbangun


PANTURAPOS - Jembatan penghubung dua Desa yakni Desa Salamdarma yang menghubungkan ke Desa Bugis Tua sedang dibangun, dalam pelaksanannya pembangunan tersebut merupakan bantuaan dari PPK irigasi Rawa 1 Bandung melalui Humas PT. TIRTA WIJAYA KARYA ( TIWIKA ), Wahyudin. SE.
     
Menurut Wahyudin.SE, Kamis ( 19/ 04 ),  pembangunan jembatan yang menghubungkan dua Desa tersebut merupakan pengajuaan masyarakat Bugis Tua kepada kami dan kami hanya memfasilitasi aspirasi dari masyarakat tersebut dan Alhamdulillah dikabulkan, akan tetapi andaikata pengajuaan tidak dikabulkan maka kami dari pihak PT. TIWIKA juga siap untuk memperbaiki jembatan, karena demi kepentingan bersama, ungkapnya.
     
Dikatakan rehab  pembangunan jembatan dengan cara corbeton atau betonisasi yang memakai kendaraan Truck mixer ini dengan panjang mencapai 25 Meter, Lebar 3 M,10 Cm dengan ketebalan 15 Cm dan besi beton yang digunakan juga dengan ukuran 12 mm sehingga jembatan akan menjadi kuat dan tahan lama.
     
Begitu juga menurut Kuwu Desa Bugis Tua Kecamatan Anjatan Muhammad Asep, kami atas nama pemerintahan Desa mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak pihak yang telah membantu demi suksesnya pembangunan jembatan ini, karena jembatan tersebut sangat dibutuhankan warga sekitar, dan merupakann akses penghubung kedua Desa, dan diharapkan dengan dibangunnya jembatan maka akan memperlancar sistem perekonomian warga. (SUWARTO)

loading...

Gemakan Kembali Keluarga Berencana Melalui Kampung KB


PANTURAPOS - Sejak dicanangkan secara nasional pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB di seluruh Kabupaten Indramayu telah menghasilkan puluhan Kampung KB. Hal tersebut terungkap ketika berlangsung Sosialisasi Kampung KB yang berlangsung di Aula BJB Indramayu, Rabu (11/04/2018).

Di Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus menciptakan Kampung KB di setiap kecamatan. Tercat pada tahun 2017 sudah terbentuk 32 Kampung KB yang tersebar di 31 kecamatan dan sebagai percontohan berada di Desa Karangmulya Kecamatan Kandanghaur, pada tahun 2018 ini akan dibentuk lagi sebanyak 62 Kampung KB dimana setiap kecamatan terdapat 2 Kampung KB yang berlokasi di 2 desa.

Wakil Bupati Indramayu, H. Supendi menjelaskan Kampung KB adalah suatu wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu, terdapat keterpaduan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis.

“Dengan sosialisasi Kampung KB, program KB diharapkan akan bergema kembali dan menjangkau masyarakat terutama yang berada di desa-desa, dusun-dusun di seluruh Kabupaten Indramayu. Prinsipnya program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” tegas Supendi.

Komitmen Pemkab  Indramayu terhadap KKBPK telah tertuang di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu tahun 2016-2021. Tiga isu strategis yang mendapat perhatian serius dalam bidang KKBPK di Kabupaten Indramayu adalah masih tingginya pernikahan  usia dini pada kelompok usia 15-19 tahun, masih tingginya angka perceraian,  dan masih tingginya angka kelahiran total.

“Dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi program Kampung KB tingkat Kabupaten Indramayu ini seluruh stoke holder dan pemangku kepentingan agar berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program Kampung KB yang dilakukan secara sistemik dan sistematis, sinergis dan integratif,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Indramayu. Wahidin, mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan satu kesatuan bahasa, pandangan dan gerak langkah di dalam memahami dan mengimplementasikan dalam pembinaan dan pengembangan konsep Kampung KB di lokasi Kampung KB, serta membangun komitmen seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan program Kampung KB.

“Kegiatan ini dihadiri oleh tim kordinasi teknis, camat, kepala UPTD atau korlap, serta unsur PKK yang semuanya berjumlah 217 orang. Insya Allah Kampung KB di beberapa kecamatan segera terwujud,” kata Wahidin. (Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Indramayu)

loading...

Bupati Indramayu Melayat Ke Kediaman Kuwu Kodorih


PANTURAPOS - Kepergiaan Kuwu Desa Wanguk Kecamatan Anjatan Kodorih, membawah luka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa tersebut, pasalnya Almarhum yang dikenal dekat dengan masyarakat dan selalu mementingkan kepentingan rakyatnya diatas kepentingan pribadi, tentunya patut dicontoh bagi Kuwu Kuwu yang lain, bukan saja di Kabupaten Indramayu akan tetapi diseluruh wilayah Nusantara.
      
Dalam prosesi pemakaman beliau Saptu ( 07/ 04 ) , baik masyarakat, pejabat muspika berduyun duyun menghantarkan Almarhum Kodorih ketempat peristirahatan yang terakhir, ribuaan pelayat memenuhi jalan arah Hargeulis- Patrol, sehingga kemacetanpun tak terhindarkan akibat banyaknya pelayat yang menghantarkan ketempat TPU Desa Wanguk Kecamatan Anjatan Kabupateb Indramayu.
     
Semasa hidupnya beliau sangat dicintai rakyatnya, sehingga dalam Pemilihan Kuwu serentak beberapa bulan yang lalu di Kabupaten Indramayu Almarhum Kodorih bersaing sama rivalnya yaitu istrinya sendiri, dikarenakan tidak ada kandidat lain, dan beliau terpilih kembali untuk memimpin Desa Wanguk, tapi sayang Allah berkehendak lain, dan beliau telah meninggalkan kita semua, ungkap beberapa warga.
     
Ungkapan rasa belasungkawa pun disampaikan Bupati Indramayu H. Anna Sophanah saat melayat kekediaman Almarhum Kuwu Kodorih Minggu ( 08/ 04 ), kedatangan beliau disambut  keluarga dan istri Almarhum Komariyah, dan H.Anna Sophanah mendoakan semoga Almarhum khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan kekuatan dan ketabahan. (SUWARTO)

loading...

Nelayan Desa Sukahaji dan Desa Bugel Minta Diperhatikan Pihak PLTU II

PANTURAPOS - Masyarakat nelayan dua Desa yakni Desa Sukahaji dan Desa Bugel Kecamatan Patrol, menuntut pihak PLTU Indramayu bertanggung jawab atas alat tangkap ikan ( jaring ) yang rusak terkena kapal oprasional yang bersandar diarea kapal keruk PLTU.
     
Hasil musyawarah yang diadakan ditempat pelelangan ikan ( TPI ) Sukahaji Kamis ( 5/04 ) dihadiri dari pihak staf Humas PLTU, Diskanla, Dinas Perhubungan, Polairud, Kuwu Sukahaji dan masyarakat nelayan baik dari Desa Sukahaji maupun Desa Bugel Kecamatan Patrol.
      
Dalam kesempatan tersebut pihak PLTU yang diwakili staf humas Soleh telah memberikan ganti rugi secara simbolis kepada nelayan yang mengalami kerusakan alat penangkap ikan atau jaring, yang disaksikan beberapa pejabat terkait yang hadir dalam acara masyawarah di TPI Sukahaji.
      
General Manajer PT. PJB UBJOM PLTU Indramayu melalui staf Humas Soleh, mengatakan, pemberian ganti rugi alat tangkap ikan atau jaring nelayan ini merupakan bentuk responsif dari pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ), karena pihak PLTU mendapat.pengaduaan dari nelayan melalui pengurus TPI, H. Thamrin dan dari pihak Pemerintah Desa Sukahaji.
      
Disamping itu juga menurut Kuwu Sukahaji H. Aan Supriyanto dalam sambutannya, dirinya berharap atas nama Pemdes dan masyarakat nelayan agar pihak PLTU memperhatikan dampak dari adanya Pembangkit Listrik Tenaga Uap, karena dengan adanya PLTU masyarakat nelayan Sukahaji maupun nelayan Bugel kesulitan mencari ikan dalam arti tangkapan ikannya mengurangi, dan kami berharap agar pihak PLTU memperhatikan nasib nelayan, apalagi beberapa tahun selama PLTU berdiri masyarakat nelayan dan juga Pemdes didua Desa belum pernah mendapatkan CSR, untuk itu kami berharap pihak PLTU memberikan CSR karena bagaimanapun juga semua ini dampak dari PLTU dan ini semua demi kepentingan bersama. (SUWARTO)
loading...

Warga Bongas Apresiasi Positif Rencana Normalisasi Sungai

Gambar Ilustrasi Normalisasi

PANTURAPOS - Rencana proyek normalisasi kali diwilayah Kecamatan Bongas akan segera terlaksana, karena pembangunan proyek normalisasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat petani, sektor pertaniaan merupakan mayoritas mata pencariaan masyarakat sekitar dan merupakan sektor yang sangat dominan diwilayah Kabupaten Indramayu.
      
Seperti diungkapkan Humas PT. TIRTA WIJAYA KARYA.( TIWIKA ) Wahyudin. SE. Selasa ( 03/04 )." pelaksanaan normalisasi kali ( sungai ), yang mencakup wilayah Kecamatan Bongas meliputi tiga Desa, seperti dari BBS 1, Desa Cipedang BBS 2. Desa Sidamulya, BBS 3 dan 4, Desa Kertajaya Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu, Insya Allah akan segara dinormalisasi sehingga aliran kali tersebut akan lancar karena selama ini sektor pertaniaan yang sangat dibutuhkan masyarakat petani adalah disisi pengairan.
      
Menurut  warga Kertajaya Caswan dan Dasuki, kami sangat senang sekali apabila kali atau sungai kecil ini dinormalisasi, sehingga saluran airnya akan menjadi lebar dan pengairannya menjadi lancar, bagi kami sebagai masyarakat petani sangat setuju dengan adanya normalisasi ini, dan kami mengucapkan banyak terimakasih baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan juga Pelaksana proyek normalisasi.ungkap beberapa warga. (SUWARTO)

loading...

Wow, Ada KUA Abal – Abal Di Desa Cilandak Lor


PANTURAPOS - Perkawinan adalah sesuatu yang sakral, untuk itu dalam prosesnya juga harus melalui tahapan - tahapan yang sesuai yang berlaku baik secara agama maupun negara. Tapi, Oknum Modin (Wakil Lebe) di Desa Cilandak lor, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, selama bertahun - tahun melakukan kegiatan uang merusak citra Kantor Urusan Agama (KUA) dan pihak Pemdes. Pasalnya, Oknum Modin yang biasa dipanggil lebe IS, warga Blok Wideng, Desa Cilandak Lor, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu itu sering menikahkan pasangan suami istri dikediamannya. 

Dari penelusuran PANTURA POS, senin (26/3), Lebe IS, menikahkan pasangan pengantin di duga dengan cara ilegal. Bahkan, menurut keterangan dari yang bersangkutan (Lebe IS), dari setiap menikahkan, dirinya memasang tarif antara Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. 

Disamping itu, pekerjaaannya yang sering menikahkan pasangan pengantin itu tanpa sepengetahuan Pemdes dan petugas dari Kantor KUA Anjatan. 

" Saya sering diminta tolong oleh masyarakat untuk menikahkan pasangan calon pengantin, apakah itu anaknya, keponakannya atau saudaranya. Memang dari setiap pernikahan, saya mematok tarif dari Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu, ini semata - mata niat saya untuk menolong masyarakat " ungkap dia. 

Ketika PANTURA POS menanyakan tentang keabsahan buku nikah yang dikeluarkan olehnya. Lebe IS mengakui bahwa buku nikah yang dia serahkan kepada pasangan pengantin tersebut adalah Aspal (Asli tapi Palsu, red). 

" Buku nikah yang berasal dari saya memang statusnya Aspal (Asli tapi palsu). Namun, saya juga sudah sering menyarankan kepada pasangan yang hendak menikah supaya melalui prosedur yang berlaku. Bahkan saya juga tak tinggal diam untuk membantu klien saya, yang berstatus Duda atau janda, agar nanti bisa mendapatkan Akte Cerai (AC) dari pengadilan agama (PA) " ucap dia. 

Namun, apapun alasannya, kegiatan yang acap kali dilakukan Lebe IS tersebut, jelas - jelas telah melanggar administrasi negara. Sesuai Undang undang No 1 tahun 1974 tentang perkawinan yang salah satu poinnya berbunyi setiap kegiatan perkawinan /pernikahan wajib tercatat dalam buku administrasi negara, sebagai dokumen yang sah. (Mansur Kurdi) 

loading...

WARGA APRESIASI POSITIP PEMBAGIAAN BERAS RASTRA DI DESA BUGIS RAYA.


PANTURAPOS - Sebanyak 719 warga penerima mamfaat yang mendapat Pembagiaan beras sejahtra ( Rastra ), Desa Bugis Raya Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, bantuan sosial atau bansos di Desa Bugis Raya tersebut  tersebar dibeberapa Blok atau Dusun sebanyak 719 keluarga penerima mamfaat ( KPM ), bantuaan beras Rastra diterima langsung yang bersangkutan dan beras yang dibagikan dalam program bansos pangan rastra  sepuluh kilogram dan beras Rastra sudah layak dikonsumsi oleh masyarakat karena berasnya putih dan bagus.
      
Menurut Kaur Kesra Ustad, Kosim Pasya. MA.  saat dikompirmasi panturaposonline , Kamis ( 22/03 )" Alhamdulillah masyarakat di Desa Bugis Raya sangat berterimakasih dengan adanya bantuaan beras Rastra atau beras sejahtera karena masyarakat tidak lagi menebus beras tersebut, tidak seperti program raskin, karena program Rastra ini sangat membantu masyarakat kecil atau keluarga penerima mamfaat ( KPM ).
Bantuaan program bansos pangan beras sejahtra ( rastra ), berjalan dengan aman dan tertib dan masyarakat atau keluarga penerima mamfaat sebanyak 719 dan masing masing menerima sepuluh kilogram beras yang masih dikemas rapat, dan juga tampa dipungut biaya apapun, dan teknis pembagiaanya juga tertata rapi sehingga memudahkan bagi warga yang menerima beras pangan keluarga sejahtera.
      
Secara terpisah diungkapkan beberapa warga yang mendapat beras pangan Rastra, sekarang sudah beda beras Raskin sama beras Rastra karena sekarang mah tidak menebus lagi, jadi kami tidak ada biaya apapun dan berasnya juga sangat bagus tidak seperti pada saat penerimaan beras Raskin beras yang kami dapat kurang bagus, kalau sekarang berasnya putih, dan kami sangat senang menerima beras bantuaan dari pemerintah tersebut, ungkap beberapa warga. (SUWARTO)

loading...