Indramayu


Cirebon


Subang


Latest NEWS

Waduh, Habib Novel Sebut Jokowi Menyimpang Dari Ajaran Islam Dan Langgar Fatwa MUI

JAKARTA - Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) DPD DKI Jakarta, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin memprotes pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar persoalan politik jangan dicampur adukkan dengan agama, demi menghindari konflik antar umat.

Menurut Habib Novel, pernyataan Jokowi itu menyesatkan bahkan menyimpang dari ajaran agama Islam. Hal itu karena Jokowi telah melanggar Fatwah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 7 Tahun 2005.

"Jokowi yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Melanggar fatwa MUI, dikatakan (Jokowi) politik harus dipisahkan dari agama. Ini pernyataan sesat dan menyesatkan," kata Habib Novel kepada Netralnews, Minggu (27/3/2017).

"Padahal sudah jauh-jauh hari sudah difatwakan tahun 2005 nomor 7, sekularisme, pluralisme, liberalisme, itu bukan ajaran Islam, haram," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), meminta agar persoalan politik dipisahkan dari agama, demi menghindari konflik antarumat.

Pernyataan Jokowi ini kemudian mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Untuk meredam kesalahpahaman soal pernyataan Jokowi ini, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin kemudia mengklarifikasi.

Menurut Menag, konteks yang dimaksudkan Presiden adalah ingin memisahkan antara adanya motif dan akses buruk dari aktivitas politik dengan proses dan tujuan mulia dari agama.

"Hemat saya, Presiden ingin menegaskan bahwa tak boleh mencampuradukkan antara adanya yang buruk dari proses dan tujuan berpolitik dengan yang baik dari proses dan tujuan beragama," terang Menag, seperti dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Minggu (26/3/2017).

Menag yakin bahwa Presiden menyadari betul realitas bangsa Indonesia yang religius, yang warganya selalu melandaskan diri dengan nilai-nilai agama dalam menjalani kehidupan kemasyarakatannya. Apalagi, lanjut Menag, pernyataan Presiden itu juga diiringi dengan pesan bahwa perbedaan adalah anugerah Allah bagi Indonesia yang harus dijaga.

Presiden menurut Menag justru mengingatkan semua untuk menjadikan agama sebagai sarana menjaga dan merawat keragaman karena hal itu adalah anugerah Allah.


"Pernyataan beliau haruslah dilihat dari konteks dan perspektif di atas," pungkasnya. (netralnews)

Parah...!!! Gerombolan ‘Sumbu Pendek’ Kembali Akan Gelar Aksi Berkedok Agama, Untuk Copot Ahok Dari Gubernur DKI

JAKARTA – Forum Umat Islam (FUI) berencana melakukan Aksi Bela Alquran bertajuk “Al Maidah 51 Memanggil Anda” pada 31 Maret 2017 mendatang. Adapun agenda tersebut bertujuan agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dicopot dari Gubernur DKI Jakarta karena berstatus terdakwa.

“Karena kan begitu menurut Undang-Undangnya. Jadi kita cuma mau mengingatkan kalau memproses hukum jangan tebang pilih,” kata Ketua FUI Bekasi, Bernard Abdul Jabar saat dihubungi Kriminalitas.com, Senin (27/3/2017).

Rencananya, aksi akan diawali dengan salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, setelahnya mereka akan melakukan long march ke Istana Merdeka. “Jadi titik kumpulnya di Istiqlal untuk selanjutnya bersama-sama menuju Istana Negara,” tuturnya.

Saat disinggung soal rencana unjuk rasa di depan Istana Negara, Bernard berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberikan keadilan dan memastikan adanya penegakan hukum yang tegas dalam kasus Ahok.

“Ya kan kita mintanya (penegakan hukum) ke presiden,” bebernya.


Seperti diketahui, di media sosial beredar edaran Aksi Bela Alquran 313. Dalam edaran itu tertulis “Al Maidah 51 Memanggil Anda” dan “Copot Ahok Gubernur Terdakwa” lengkap dengan dasar hukumnya yakni Pasal 83 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. (KS)

Dhani: Ahok Dibela 90 Persen Lebih NU Dan Muhammadiyah Pengikut Jokowi

JAKARTA - Hasil riset yang dilakukan Ahmad Dhani terhadap jemaah Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukan, sebanyak 90 persen membela Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya sudah melakukan RISET ... Lebih dari 90% NU atau Muhammadiyah yang ikut GERBONG JOKOWI , meng Anugerahkan dan menyematkan " pembelaan " nya untuk Ahok..," kata Dhani lewat akun Facebook-nya, Kamis (23/3/2017).

Dukungan 90 persen kepada Ahok yang sampaikan Dhani, terkait perbedaan tafsir surat Al Maidah ayat 51 yang disinggung Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu, September 2016 silam, yang berujung pada penetapannya sebagai terdakwa.

"NU yang tidak ada urusan nya dengan DUNIA ... , ya lain lagi pendapatnya tentang AL Maidah 51," ungkap suami Mulan Jameela itu.

Atas hasil riset dan perbedaan tafsir surat Al Maidah ini, mantan calon Wakil Bupati Bekasi itu melontarkan sindiran kepada pembela Ahok yang berasal dari NU dan Muhammadiyah pendukung Jokowi.

"Ada benar nya Pepatah " Tak Kenal Maka Tak Ada URUSAN ". (Salah ya salah ) (Benar ya salah ) Tak Kenal Maka Tak Subyektif".Tak Subyektif berarti OBYEKTIF," ujar Dhani.


Seperti diketahui, Ahok didakwa menistakan agama terkait pidatonya di Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu yang menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51. Ia dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (netralnews)

Waduh...!! Jin Peliharaan Mbah Mijan Sampai Heran Dengan Tingkah Gerombolan Sumbu Pendek, Ahok Niat Membangun Jakarta Difitnah Mau Menghancurkan

JAKARTA - Banyaknya isu miring yang mengarah kepada calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), membuat paranormal Mbah Mijan ikut bersuara. Menurutnya, makhluk ghaib yang Ia pelihara pun sampai merasa heran dengan isu-isu yang dibangun di Pilkada DKI 2017 ini.

"Orang mau niat bangun Jakarta kok kesannya mau menghancurkan dunia, jin saya sampai heran!," ujar Mbah Mijan lewat akun Twitter pribadinya, Minggu (26/3/2017).

Salah satu serangan lawan yang dialamatkan kepada Ahok disebut Mbah Mijan, adalah isu SARA berupa imbauan untuk tidak memilih Ahok karena kafir dan bukan pribumi.

"Siapa yang berani bilang Ahok jadi Gubernur tidak kerja? | Yang mereka bilang, jangan pilih kafir jangan pilih cina, mentok di sini-sini aja," ungkapnya.

Hal itu menggelitik paranormal nyentrik ini. Sebab faktanya banyak orang yang tidak konsisten dalam menggaungkan isu SARA.

"Sering kali kita memvonis "tidak boleh" terhadap hal yang tidak kita pakai, tetapi tidak pernah mempermasalahkan apa yang sedang kita pakai," ujarnya.


"Boikot produk-produk kafir, sambil nyetir mobil dan tilpun-tilpunan pake produk buatan kafir, yang gak boleh itu, yang ini boleh lah," tandas Mbah Mijan. (Netralnews)

Hayo Luh...!! Eggi Sudjana Disebut Terseret Dalam Kasus Pajak

JAKARTA - Ketua Umum Partai Pemersatu Bangsa Eggi Sudjana mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (27/3/2017), siang. Pengacara ini ingin meminta penjelasan KPK mengenai bagaimana namanya bisa muncul dalam sidang kasus pajak yang menjerat pengusaha Ramapanicer Rajamohanan Nair.

"Dalam kesempatan ini saya ke KPK sebenarnya fokus kepada jaksa Saudara Taqdir Sehan yang menyebut nama saya dalam konteks kasus Handang Soekarno," katanya di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dalam persidangan pada Senin (20/3/2017), jaksa KPK membeberkan bukti yang menyebutkan nama artis Syahrini tertera dalam nota dinas Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno. Selain nama Syahrini, dalam nota tersebut juga tertera nama pimpinan DPR Fadli Zon, Fahri Hamzah, juga Eggi Sudjana.

Eggi tidak mengerti kenapa jaksa KPK membeberkan namanya dalam kasus tersebut. Semenjak itu, Eggi mendapatkan banyak pertanyaan dari kadernya.

"Jadi sudi kiranya saya datang ke KPK jaksanya atau komisionernya atau siapa sajalah, bisa menjelaskan dari KPK ini kenapa ada nama saya disitu," kata Eggi.

Menurut Eggi sebenarnya Soekarno menyebut namanya, kemudian Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Syahrini sebagai panutan dalam membayar pajak. Tapi dia tidak mengerti kenapa kemudian muncul diduga terindikasi kasus pajak.

"Disisi lain jaksa menerangkannya lain lagi, ada diduga melakukan tindak pidana pajak, ini kan menarik. Ini tidak benar dalam artian sebenarnya kan jadi keterangan palsu. Itu yang harus diseriusi saya kira," katanya.

Eggi mengatakan selama ini tidak pernah dimintai keterangan KPK dalam kasus tersebut. Eggi menduga jaksa KPK ingin mencemarkan namanya.

"Itu kan tidak fairlah saya kira. Sangat pencemaran dan itu fitnah. Ini yang saya kira harus tegas kepastian hukumnya. Jangan sampai cara kerja KPK jadi tidak profesional sementara di sisi lain yang secara hukum diperiksa tidak pernah," kata Eggi.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan akan menindaklanjuti informasi yang terungkap dalam persidangan.

"Saat ini tentu kami dalami info yang ada baik dalam penyidikan atau persidangan. Hal itu kami harapkan punya hal penting apalagi HS dalam waktu dekat dilimpahkan ke pengadilan," katanya di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Nama Eggi, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Syahrini muncul ketika Soekarno dimintai keterangan sebagai saksi. Di tengah persidangan jaksa KPK menunjukkan barang bukti berupa nota yang ditemukan dalam tas milik Soekarno. Tas tersebut disita KPK beberapa waktu lalu.

"Tujuan jaksa menunjukkan itu, ada dugaan wajib pajak yang ditangani oleh Handang, melakukan tindak pidana perpajakan sehingga dilakukan investigasi bukti permulaan," katanya.


Dalam kasus dugaan suap pegawai pajak, Rajamohanan didakwa menyuap Handang sebesar Rp6 miliar. Keduanya ditangkap dalam operasi tangkap tangan setelah terjadi penyerahan uang Rp1,9 miliar. (suara)

Nah Loh... Kata Kiayi Ma'ruf Amin: Dosa Semua Kalau Tak Ada yang Mau Salatkan Jasad, Makanya Jangan Ikut-ikutan Rombongan Sumbu Pendek

JAKARTA - Ketua Umum MUI yang juga Rais Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kyai Ma'ruf Amin ikut menanggapi maraknya spanduk berisi ajakan untuk tidak menyalatkan jenazah warga Jakarta pendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat. Ma'ruf mengatakan berdasarkan ajaran Islam, menyalatkan jenazah hukumnya fardhu kifayah.

"Kalau menurut ajaran Islam kan menyalatkan jenazah itu fardhu kifayah, jadi kalau sudah ada yang menyalatkan yang lain sudah bebas," ujar Ma'ruf di acara penutupan rapimnas Muslimat NU, Crowne Plaza Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Spanduk propaganda tersebut marak baru menjelang pilkada Jakarta putaran kedua yang diikuti pasangan Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ma'ruf menekankan menyalatkan jenazah merupakan hak masing-masing umat.

"Kalau ada orang tidak mau menyalatkan, haknya dia untuk dia tidak menyalatkan, tapi bahwa jenazah itu harus disalatkan, itu fardhu kifayah," kata dia.

Ketika ditanya apa hukumnya jika dalam suatu daerah tidak ada muslim yang mau menyalatkan jenazah, Ma'ruf menegaskan itu dosa.


"Dosa semua, kalau nggak ada yang salatkan dosa semua. Harus ada yang menyalatkan," kata Ma'ruf. (suara)

Mantap...!!! Diboikot Gerombolan ‘Sumbu Pendek’, Inul Tidak Mau Minta Maaf, Malah Melucu

JAKARTA - Inul Daratista tetap bersikap santai ketika tagar #BoikotInulDaratista menggema di sosial media. Tagar itu muncul setelah Inul dianggap telah melecehkan ulama dengan postingannya.

Alih-alih minta maaf, Ibu satu anak ini malah membuat postingan terbaru, yakni gambar dua ikan selar sedang digoreng di wajan antilengket.

Dalam gambar ikan selar itu diberi tulisan, "Tips goreng ikan yg baik adalah kepala ikan tidak boleh sejajar, takut ngobrol jd matengnya lama". Inul lalu memberi caption mimik wajah sedang tertawa geli.

Tagar #BoikotInulDaratista sempat viral setelah pelantun Arjuna Buaya itu memposting gambar berikut caption yang bikin marah haters-nya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Postingan yang sudah dihapus kembali oleh Inul itu memperlihatkan foto kolase dia bersama Ahok dengan empat sudut pandang berbeda ketika mereka mengisi program di Indosiar.

Ada foto mereka tengah berbincang serius hingga mereka kompak tersenyum ke arah kamera, sementara Inul mengacungkan "salam dua jari."

Dia memberi caption:

"Jangan Islam jadi benteng untuk hal politik hanya foto sampe komentar dengan bilang saya atheis emangnya kalian Islamnya bener???mata kalian gak lihat raja salman aja jiwa agamisnya tingkat tinggi masih saling menghormati jangan karena kalian pengen ganti pemimpin terus segala cara digunakan sampe mau dibayar amplopan dan nasi kotak juga saling gontok2an sesama islam muslim. Arep jadi opo"

"Kasihan padahal semua pasangan calon juga diundang sama Indosiar karena semua TV dapat jatah harus menghadirkan kedua paslon lah koq kalian ribut soak alim sok suci. kalian lihat pemimpin kalian yang kemaren kena kasus tuh sama wanita pa kabarnya?? lihat juga pasangan lain yg kasus buku di jerman ayoo kalo mau obok2an jangan sok pintar sadari aku tidak berpihak pada siapa2...,"


Maksud Inul ingin mengingatkan masyarakat agar berpikir jernih saat menanggapi Pilkada DKI Jakarta, dia malah diserang oleh anti-Ahok. (suara)

Ridho Irama Ajukan Rehabilitasi, Polisi Belum Bisa Kabulkan Dan Masih Pikir-pikir Dulu

JAKARTA – Penyidik belum tentu mengabulkan permintaan rehabilitasi yang diajukan pengacara Ridho Rhoma.

Wakasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Slamet mengatakan, pihaknya akan memeriksa dulu izin rehabilitasi yang diajukan putra pedangdut legendaris, Rhoma Irama itu.

“Kami teliti dulu surat-suratnya, apakah memenuhi prosedur atau tidak. Tak bisa dikira-kira apakah akan diberi izin atau tidak, terima suratnya aja belum,” kata Slamet kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Slamet mengatakan, meski menjadi pecandu narkoba, namun Ridho tak bisa serta merta diberikan izin rehabilitasi yang lokasinya berada di luar Rutan Polres Jakarta Barat.

“Kami kan mesti periksa dulu dia dapat dari mana dan menggali informasi penting lainnya. Jadi nanti berdasarkan fakta pemeriksaan, bukan asumsi apakah akan diberikan rehabilitasi atau tidak,” tuturnya.

Hingga saat ini, penyidik masih mencari bandar berinisial A yang menyalurkan narkoba kepada Ridho dan tersangka lainnya, MS (23).

Sebelumnya, Ridho ditangkap saat berada di Hotel Ibis, Daan Mogot, Sabtu (25/3/2017) dini hari. Dari penangkapannya, polisi menyita 0,7 gram sabu. Kemudian, polisi pun menangkap tersangka lain, MS (23) di sebuah apartemen di Jakarta Pusat.


Ridho dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan di bawah 5 tahun. Sementara MS dijerat pasal 114 sub pasal 112 Jo pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara. (KS)

Komentari Gesekan Selama Pilkada, Jokowi: Pisahkan Politik dengan Agama

JAKARTA – Saat meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membahas soal keberagaman Indonesia yang memilih berbagai macam suku, agama, dan ras.

Jokowi mengatakan bahwa keberagaman ini merupakan aset negara yang harus dilestarikan. Untuk itu, Presiden meminta agar seluruh masyarakat selalu menjaga kerukunan.

“Jangan sampai antarsuku, antaragama ada pertikaian. Jangan,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (25/3/2017).

Di kesempatan yang sama, Jokowi juga menyadari seringnya terjadi gesekan di tengah masyarakat. Gesekan-gesekan tersebut terutama kerap terjadi ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berlangsung.

“Inilah yang harus kita hindarkan. Jangan sampai dicampuradukkan antar politik dan agama, dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama mana yang politik,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta agar para ulama yang ada di Sumatera Utara terus menyebarkan ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin sehingga masyarakat Indonesia dapat memandang perbedaan yang ada sebagai sebuah kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Tanah Air.

“Saya hanya ingin titip, pada kita semuanya, utamanya para ulama agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan, kalau kita beragam, ini anugerah Allah bagi Indonesia. Kalau kita bisa merawat ini, ada kekuatan potensi besar, tetapi kalau kita tidak bisa jaga dan merawat, ada pertikaian itulah yang harusnya kita awal ingatkan, hindari karena semuanya anugerah Allah,” tutup Jokowi. (KS)



Waduh...!!! Ahmad Dhani Kembali Tuduh, Yang Benci GNPF MUI Adalah Ulamanya Jokowi

JAKARTA – Ahmad Dhani kembali menuai kontroversi di media sosial. Baru-baru ini, musisi yang juga pendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menulis sebuah tulisan yang lagi-lagi mendapatkan perhatian dari netizen.

Di dalam tulisan yang diunggahnya ke Facebook tersebut, Dhani mengkritisi para ulama yang mengeluarkan tudingan, bahwa GNPFMUI ditunggangi oleh politisi.

“Tuduhan paling keji di masa kini adalah menuduh bahwa GNPFMUI ‘ditunggangi Politisi’. Tuduhan ini bahkan lebih kejam dari pada kata-kata ‘istrimu ditunggangi Politisi’,” tulis Dhani dalam akun Facebook pribadinya, Minggu (26/3/2017).

Tak sampai di situ, Dhani pun tak segan-segan untuk menyebut pihak-pihak yang menurutnya telah mengeluarkan tudingan tak pantas tersebut.

“Kalo ada Ulama menuduh GNPFMUI ditunggangi Politisi, biasanya itu Ulama Golkar, PDIP, Nasdem, atau Hanura. Atau Ulama yang sempet foto bersama Jokowi,” pungkas Dhani dengan menambahkan kalimat penutup, “Renungan Minggu Pagi.”

Kontan tulisan tersebut mengundang reaksi dari beberapa netizen di Facebook. Di kolom komentar, sebagian pengguna media sosial menyebut Dhani sebagai sosok yang tak bisa menerima perbedaan.

“Kasian kemarin gak menang di Bekasi terus stresnya keluar… Sabar ya Dhani.. Bikin terus sensasi biar ga stres..” tulis Komang Prastin yang komentarnya mendapatkan dua ‘like’.

“KEJI klo janji potong burungnya ga jadi itu baru KEJI….” balas Anang Al-malik.

“Anggapan paling keji di masa kini adalah menuduh Ulama-Ulama yang bersebrangan dengan pemikiran pribadi dianggap SALAH. Kalo Politisi asal nuduh itu biasa. Tapi… Kalo musisi yang menuduh Ulama-Ulama yang berseberangan itu salah.. Pemerintah juga slalu dianggap salah… Itu pasti musisi yg sempet foto sama Prb, Fz, Fh, dan Rz,” tulis Gresi Haevy Sanjaya.

Dhani sendiri saat ini tengah terjerat kasus penyebaran kebencian. Kasus tersebut bermula dari sebuah cuitan di media sosial pribadi Ahmad Dhani yang menyebut pendukung Ahok adalah bajingan yang pantas diludahi.


Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan. (KS)

Wow... Ridwan Kamil Puncaki Survei Pilgub Jawa Barat, Deddy Mizwar Kalem

BANDUNG - Nama Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membayangi Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam survey terakhir yang dirilis Indo Barometer. Tapi Ridwan Kamil masih berada di puncak. “Ya biarin aja, terus kenapa?” kata Deddy Mizwar menanggapi hasil survey itu di Bandung, Jumat, 24 Maret 2017.

Deddy mengaku sudah membaca hasil survey Indo Barometer itu. “Baca sekilas. Biasa-biasa saja,” kata dia. Soal namanya di bawah Ridwan Kamil, Deddy menanggapi ringan. “Gak apa-apa. Biasa-biasa saja, kan belum bekerja ini semuanya.”

Menurut Deddy, langkahnya di pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 nanti bergantung pada dukungan partai. “Kalau sudah ada dukungan partai, sudah solid, baru begerak, saya sih gitu aja,” kata dia.

Deddy mengaku, komunikasi politik dengan partai sudah dilakukannya. “Komunikasi politik terus dijalankan, kan keputusannya ada di ketua partai di Jakarta,” kata dia.

Menurut Deddy, komunikasi itu dijalaninya tidak hanya pada pengurus partai di daerah tapi termasuk pucuk pimpinan partai. “Macam-macam, dari atas sampai bawah,” kata dia.

Deddy mengatakan, komunikasi yang dilakukannya tidak semata menyinggung soal pemilihan gubernur tapi, juga yang lain. Namun dia enggan membuka nama partai yang sudah intens berkomunikasi dengan dirinya. “Ntar aja lah, tar jadi ke geeran,” kata dia.
Simak juga :

Dia mengakui, salah satu pembicaraan itu termasuk soal dukungan partai. “Ya saling minta kan. Sudah di bahas di internal. Alhamdulillah kita dibahas di internal,” kata Deddy. Lagi-lagi dia enggan membocorkan nama partai tersebut.

Komunikasi politik juga diakuinya sudah dilakukan dengan nama kandidat yang sudah bermunculan. “Kang Emil (Ridwan Kamil) sudah, Dedi Mulyadi ketemu juga. Bu Netty sering ketemu. Pak Iwa (Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa), sering ketemu. Kita mah ketawa-ketawa aja, karena belum jelas mau ngobrolin apa, biasa-biasa aja,” kata Deddy.


Deddy mengaku tidak mau buru-buru melangkah karena pemilihan gubernur Jawa Barat menyusul langkah Walikota Bandung Ridwan Kamil mendeklarasikan diri bersama Partai Nasdem untuk berlaga di pemilihan gubernur. (tempo)

Anda Ingin Tahu... Kenapa Penis Manusia Nggak Punya Tulang? Ini Dia Jawabannya

PANTURAPOS.COM - Kalo lagi iseng, kadang penasaran nggak sih kenapa penis manusia nggak punya tulang? Hasil riset dari University College London ini mungkin bisa jawab rasa penasaran kamu. Tulang penis atau dalam istilah medis disebut dengan baculum, berdasarkan riset tersebut ternyata pertama kali berevolusi pada mamalia sekitar 145 dan 95 juta tahun lalu.

Pemimpin penelitian tersebut, Matilda Brindle, bilang kalo salah satu alasan kenapa penis manusia nggak bertulang adalah karena manusia nggak berhubungan seks cukup lama buat membutuhkan tulang.

“Nenek moyang primata dan karnivora memiliki baculum (tulang penis). Manusia cukup aneh karena termasuk satu dari sedikit primata yang nggak memiliki tulang penis,” kata Matilda, seperti dikutip dari The Independent.

Selain itu, menurut Matilda, primata yang berhubungan sex selama tiga menit atau lebih cenderung punya tulang penis yang lebih panjang dibanding dengan mereka yang ngelakuin hubungan seksual di bawah tiga menit.

“Durasi penetrasi manusia cenderung di bawah dua menit yang nggak di duga sebagian besar masyarakat,” jelas Matilda.

Hal ini sedikit beda dengan beberapa jenis hewan. Kamu tau hewan Aye-aye (Daubentonia Madagascariensis)? Spesies lemur nocturnal ini bahkan berhubungan seksual dengan durasi sekitar satu jam! Haha Karenanya, hewan ini memiliki baculum atau tulang penis yang sangat panjang, tapi nggak usah iri gitu dong, hehe

Selain itu, ternyata masih ada juga faktor lain yang berpengaruh. Matilda bilang kalo spesies yang punya tulang penis yang lebih panjang biasanya adalah spesies yang mengalami musim kawin serta punya sistem poligami. Hal yang umumnya nggak dilakuin oleh manusia.

“Sistem kawin poligami adalah situasi dimana jantan dan beberapa betina berhubungan satu sama lain seperti simpanse misalnya,” kata Matilda.

Nggak hanya itu, ketiadaan baculum atau tulang penis pada manusia adalah hubungan sex yang terjadi sepanjang tahun dan kurang kompetitif kalo dibandingkan dengan hewan lain.

Seperti simpanse misalnya yang hanya berhubungan sex selama tujuh detik sekali waktu, yang akhirnya memiliki baculum yang sangat kecil. Ada kemungkinan dorongan evolusi di kalangan simpanse buat kehilangan tulang penis. Akan tetapi monyet memiliki sistem kawin poligami seperti yang udah dijelaskan sebelumnya.

“Itu mungkin sebabnya manusia akhirnya kehilangan tulang penis. Karena kita menganut sistem monogamy,” kata Matilda.


Nah, sekarang udah tau kan? Nggak usah nebak-nebak lagi deh, hehehe.