Indramayu


Cirebon


Subang


Latest NEWS

Hore...!!! Desa Bugis Terima Bantuan Mobil Siaga Dari Pemkab Indramayu

PANTURAPOS.COM - Pemeritah Desa Bugis Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, telah menerima bantuaan dari Pemerintah Kabupaten berupa satu unit jenis minibus merk suzuki APV warna hitam, mobil siaga desa ( MSD ), tersebut diterima beberapa hari yang lalu.
     
Kuwu Bugis H. Ato Sunarto saat ditemui wartawan " panturapos online" dikantor Desanya ( 16/10 ) mengatakan, kami atas nama pemerintah Desa mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu khususnya kepada bupati Hj. Anna sophanah yang telah memberikan bantuan berupa mobil siaga desa, mobil siaga ini dapat menjadi solusi apabila ada kebutuhan warga yang  mendesak dan kami juga akan merawat mobil siaga ini dengan baik karena bisa jadi mobil siaga tersebut oprasionalnya 24 jam, hal ini demi kepentingan masyarakat, ungkapnya.


Dikatakan beberapa warga, kami masyarakat Desa Bugis sangat senang sekali Desa kami mendapat bantuaan mobil, jadi kalau ada apa apa baik orang sakit, maupun ibu ibu mau melahirkan kami sudah tidak menyewa mobil lagi karena ada mobil siaga inikan demi kepentingan warga,dan mobil siaga tersebut sebagai fasilitas oprasional yang disediakan untuk memberikan pelayanan terhadap warganya, tutur beberapa warga. (SUWARTO)

Weleh...!!! Menjelang PILWU Serantak, Paranormal Banyak Order Dari Para Calwu

PANTURAPOS.COM - Pemilihan kuwu serentak yang akan diselenggarakan diwilayah Kabupaten Indramayu kini sudah memasuki tahapan nomor urut, dan persaingan juga sudah terlihat jelas demi menarik simpati warga dengan berbagai macam cara yang mereka gunakan.

Dalam pelaksanan pemilihan kuwu tersebut calon kuwu ( calwu ) tentunya akan mendatangi orang pintar atau paranormal untuk memenangkan dalam pertarungan demi menduduki orang nomor satu didesanya.
      

Menurut paranormal asal Desa Patrol Kecamatan Patrol yang namanya minta dirahasiakan beberapa hari yang lalu menuturkan kepada wartawan " panturapos online " dirinya sering didatangi sama calon calon kuwu untuk diminta bantuaanya agar dalam pemilihan nanti mereka dapat memenangkan pemilihan tersebut, adapun biaya tarif kami tidak menargetnya yang penting sukses dulu nanti juga ada imbal baliknya, katanya. (SUWARTO)

Ladalah...!!! Gara – gara Uang Seratus Ribu, Pendukung Calon Kuwu Tampar Dan Cekik Warga

PANTURAPOS.COM - Situasi menjelang pemilihan Kepala Desa ( kuwu ) yang akan dilaksanakan secara serempak pada hari rabu tanggal 13 Desember 2017 diwilayah Kabupaten Indramayu rupanya situasi sudah memanas, hal tersebut sudah terbukti terjadi diwilayah Kecamatan Anjatan tepatnya didesa Salamdarma.

Berdasarkan pengakuan dari korban berinisial TL saat memberikan keterangan kepada wartawan  " panturapos online  " rabu ( 11/10 ) dirinya diberi uang dari calon kuwu ( calwu ) Rp. 100.000 ( seratus ribu rupiah ), korban yang sehari hari sebagai kuli serabutan tersebut, diduga memihak kepada calon kuwu yang lain, sehingga pendukungnya yang berinisial KS ( pelaku ) warga Dusun Kandangsapi 2 Desa Salamdarma menampar dan memukul wajah sikorban bukan itu saja merasa kurang puas pelakupun mencekik leher korban, tuturnya.

Dalam perkara kasus tersebut kini sudah dilaporkan kepihak penegak hukum yakni Polsek Anjatan dan tersangka bisa dikenakan pasal 352 ( penganiyaan ringan ) KUHP, dengan acaman pidana penjara paling lama tiga bulan.


Menurut beberapa warga Salamdarma dirinya berharap agar pihak kepolisiaan  bertindak cepat dan tegas karena bagimanapun juga dikawatirkan akan menjadi komplik horisontal antara sesama para pendukung sehingga akan mengganggu dan membikin ricuh jalannya pemilihan Kepala Desa, kami semua warga mengharapkan pilwu ini berjalan aman dan damai dan tidak ada gejolak dimasyarakat,ungkap beberapa warga. (tim)

Menjelang Pilwu Serentak, Pemkab Indramayu Harus Berani Berantas Miras

PANTURAPOS.COM - Perda minuman keras ( miras )  No 15/2006 harus benar benar ditegakan, karena ini sumber masalah sosial dimasyarakat apalagi menjelang pemilihan kuwu serentak, dengan ditegakannya Perda miras tersebut diwilayah hukum Polres Indramayu akan berdampak positif terhadap pelaksanaan pemilihan kuwu yang akan digelar serentak pada tanggal 13 Desember 2017 mendatang.

Menurut beberapa warga Desa Salamdarma Kecamatan Anjatan saat dijumpai wartawan " Panturapos online " beberapa waktu yang lalu, kami sangat resah karena ada saja baik anak muda maupun pendukung calon kuwu tertentu yang mabuk minuman keras, kami mohon kepada pihak penegak hukum agar minuman keras segera diberantas, apalagi sekarang ini menjelang pemilihan kuwu, yang kami khawatirkan akan menimbulkan komplik sesama pendukung dengan didorong miras tadi, sekarang saja sudah banyak yang mabuk mabukan sehingga membikin gaduh dan resah warga sekitar.

Dikatakan lebih lanjut kami mohon kepada Kapolsek Anjatan sudi kiranya memberantas minuman keras baik ditoko toko maupun diwarung warung, jangan sampai pemilihan kuwu ini tercoreng dengan adanya konflik dimasyarakat sehingga mengganggu jalannya pelaksanaan pilwu, apalagi sekarang ini situasi sudah memanas kami atas nama masyarakat Desa Salamdarma Kecamatan Anjatan menginginkan pemilihan kuwu ini yang aman dan damai demi kepentingan bersama sehingga Demokrasi berjalan lancar dengan rasa persaudaraan dan kebersamaan, ungkap beberapa warga. ( Tim )



Pihak RSUD Indramayu Ajukan Permohonan Maaf, Semoga Pelayanan Kepada Rakyat Miskin Makin Baik

PANTURAPOS.COM - Pihak RSUD Indramayu akhirnya memberikan permohonan ma’af kepada Media Massa atau Pers terkait permasalahan yang sempat mencuat dan menghebokan di bumi wiralodra, yaitu tentang permasalahan perselisihan antara awak kuli tinta dengan pihak RSUD Indramayu, berikut permintaan permohonan maaf dari pihak RSUD

Kami Segenap Pimpinan Dan Karyawan RSUD Indramayu
Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Media Massa/Pers Apabila :

1. Peristiwa perampasan handphone milik anggota Pers/Journalis Harian Umum Suara Cirebon yang dilakukan oleh staf RSUD Indramayu dianggap kurang berkenan
2. Pelayanan publik yang diselenggarakan di RSUD Indramayu kurang maksimal
3. Keterbukaan Informasi Publik sesuai Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 yang disediakan oleh pihak RSUD Indramayu

TTD.
dr. LISFAYENI

PLT. DIRUT RSUD INDRAMAYU

Walah...!!! PILWU di Kecamatan Anjatan Sepi Peminat, Ada Apa Ya...

PANTURAPOS.COM - Pemilihan Kepala Desa yang akan diselenggarakan pada hari rabu tanggal 13 Desember 2017 mendatang tentunya akan meria, karena pemilihan Kuwu tersebut secara serentak dikabupaten Indramayu, diikuti 138 Desa dari 30 kecamatan.
       
Dari sekian Desa tentunya calon kandidat setiap Desanya ada yang melebihi batas dan harus ada seleksi maksimal lima orang calon untuk maju dalam pemilihan kepala Desa ( Kuwu ), dari beberapa Kecamatan dikabupaten Indramayu menurut pantauan wartawan " panturapos online " peminat yang kurang dalam mendaftarkan diri untuk bersaing dipilwu tersebut terutama diwilayah dapil enam yaitu diwilayah Kecamatan Anjatan yakni Desa Cilandak Kidul, calonnya ada tiga, Desa Kedungwungu calonnya ada tiga, Desa Wanguk calonnya ada dua dan Desa Salamdarma calonnya ada dua, hal ini beda dengan wilayah wilayah Kecamatan lain dikabupaten Indramayu.
        

Menurut beberapa keterangan warga yang berhasil dihimpun " wartawan panturapos " beberapa hari yang lalu, memang pendaftaran gratis tetapi biaya untuk menarik simpati para pemilih harus mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah, salah satu contoh didesa Salamdarma Kecamatan Anjatan persaingan sudah ketat, padahal waktu masih lama jadi para peminat untuk mendaftarkan diri pikir pikir dulu kemungkinan dana untuk mengaet masyarakat perlu dana ratusan juta bahkan bisa mencapai milyaran rupiah.Ungkap beberapa warga. (Suwarto)

Supaya Pelaksanaan PILWU Serentak Tidak Ribut, PANPILWU Harus Bersikap NETRAL

Ilustrasi Pilwu Serentak di Indramayu

PANTURAPOS.COM - Implementasi pemilihan kepala Desa yang akan diselenggara serentak di Kabupaten Indramayu sudah memasuki tahapan pendaftaran bakal calon atau balon Kepala Desa, tercatat ada138 Desa dari 30 Kecamatan di Kabupten Indramayu, dalam pelaksanaan pemilihan kuwu tersebut telah diatur dalam Perda no 5 tahun 2017 tentang penyelenggara pemilihan kuwu.

Menurut pemerhati Pilwu Ato Suharto, bagi para panitia pemilihan kuwu ( Panpilwu ) harus bisa mempedomani aturan aturan yang ada, sehingga dalam menjalankan tugasnya panitia pilwu sesuai dengan aturannya dengan demikian penyelenggara pilwu berjalan dengan baik.


Dikatakan lebih lanjut, jangan sampai panitia penyelenggara pilwu ada ketimpangan atau berat sebelah dalam hal ini panitia harus bersikap netral jangan sampai ada keberpihakan salah satu calon, sehingga dapat memperkeruh suasana yang dikawatirkan akan terjadi gesekan gesekan diantara para pendukung, hal tersebut dapat mengganggu jalan Pemilihan Kepala Desa yang nantinya akan merugikan kita semua dalam ajang pesta Demokrasi ini ?. (SUWARTO)

Gara – gara Bidan Judes, Nasib Dirut RSUD Indramayu Tinggal Menunggu Seminggu Lagi

PANTURAPOS.COM - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Bisma Panji Dewantara merespon positif atas polemik yang terjadi antara Wartawan versus RSUD Indramayu. Pihaknya segera melakukan koordinasi dan memanggil Dirut RSUD Indramayu, dr Lisfayeni dalam rapat kerja untuk dikonfirmasi kebenaran masalah yang ada. Menurutnya, buruknya kinerja RSUD Indramayu dan perilaku anak buahnya, bidan Irta yang tidak sopan dan arogan harus dipertanggungjawabkan oleh pimpinannya.

“Semua tuntuan wartawan dan LSM saya akomodir. Kami segera melangkah dan melakukan upaya nyata dan kerja konkrit agar masalah yang ada segera mendapat titik terang dan jawaban. Khusus untuk korban keluarga pasien Supinah, kami akan buat surat resmi hari ini juga ke Direktur RSUD Indramayu agar uang jaminan Rp 2,5 juta segera dikembalikan pihak keluarga korban, Warsito ,”terang Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Bisma Panji Dewantara didampingi anggotanya, Ali Akbar, Selasa (26/9) saat menerima tim negosiasi perwakilan dari wartawan dan aktivis LSM di gedung DPRD Indramayu ruang Muspida.

Ditegaskan Bisma, semua pasien yang datang ke RSUD Indramayu agar diperlakukan sama, tidak boleh ada diskriminasi dan beda pelayanan baik kepada warga miskin maupun yang kaya, baik pasien yang menggunakan BPJS, SKTM maupun dengan pasien umum lainnya. Persamaan dalam pelayanan ini merupakan standar wajib yang dilakukan pihak Rumah Sakit sesuai UU kesehatan 36/2009, pasal 32 ayat 2. Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien atau meminta uang muka.

“Bagi pimpinan fasilitas pelayan kesehatan atau tenaga kesehatan yang melanggar pasal 32 ayat 2 itu bisa dipenjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta. Jika menyebabkan kematian karena pelanggaran ditolak, dipenjara maksimal 10 tahun denda paling banyak Rp 1 milyar. Masalah kesehatan untuk masyarakat ini tidak main-main sangat sensitive dan perlu diperhatikan, jangan dianggap sepele” kata Bisma yang juga anggota fraksi PKS.

Terkait tindakan bidan Irta yang dinilai tidak sopan dan arogan, pihaknya segera merekomondasikan agar yang bersangkutan segera dipindah tugas.  “Lewat kekuatan politik, kami bisa rekomkondasikan bidan Irta untuk segera dipindahtugaskan, termasuk jabatan Plt Dirut RSUD Indramayu, dr Lisfayeni. Kami minta waktu satu minggu untuk masalah ini,”tegas Bisma.  

Bisma juga berjanji akan sesering mungkin melakukan sidak turun ke lapangan memonitor pelayanan RSUD Indramayu, untuk melihat langsung kondisi RS, pelayanan terhadap pasien dan kinerja pegawai RS. “Untuk persoalan hukum mas Ade Irawan yang dirampas HP nya, kami serahkan sepenuhnya ke jajaran Polres Indramayu untuk mengusut tuntas tanpa pandang bulu,”tambah Bisma.

Ketua, Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia, (AJII) Kabupaten Indramayu yang juga Kordinator Umum/penanggungjawab orasi, Raskhana S Depari mengaku gembira atas respon positif dari Komisi II DPRD Indramayu. Pihaknya mengacungkan jempol atas keberanian sikap ketua komisi II dalam meyikapi polemik yang sekarang menjadi viral antara wartawan versus RSUD Indramayu.


Pihaknya akan ikut terlibat langsung mengawal perkembangan masalah ini. Janji-janji dan pernyataan ketua komisi II, Bisma akan dipantau terus agar tidak “masuk angin”. “Kami percaya, lembaga legeslatif ini bisa komitmen dan punya kekuatan lewat jalur politiknya, apalagi ini menyangkut hajat orang banyak yakni soal kesehatan warga miskin, pelayanan publik dan keadilan untuk wartawan, ”terang Raskhana. (Realese Kiriman SC)

Wah Parah...!!! Para Camat Indramayu Nggak Pernah Hadiri Acara Yang Digelar GP ANSOR

PANTURAPOS.COM - Event Ansor bershalawat yang di laksanakan oleh GP. Ansor Lohbener pada jum'at (22/9) dan di hadiri ratusan undangan dari berbagai Desa serta Kecamatan di Kabupaten Indramayu berjalan dengan khidmat dan penuh barokah, namun sangat di sayangkan undangan yang di sampaikan oleh GP. Ansor kepada Pimpinan Musyawarah Kecamatan (muspika) hanya di hadiri oleh petugas TNI dan Polri.

Ketua GP. ANSOR Indramayu Miftahul Fatah saat sambutannya dalam acara tersebut mengecam para Camat yang tidak pernah hadir dalam kegiatan-kegiatan yang di prakarsai GP. Ansor Indramayu "Saya mengecam para Camat yang tidak pernah mau hadir pada kegiatan ke- NU-an terutama kegiatan-kegiatan yang di gagas oleh GP. Ansor Indramayu, kita sudah berpuluh kali melayangkan surat undangan kepada para Camat, namun sampai hari ini undangan tersebut tidak kunjung di respon, padahal kegiatan yang di lakukan oleh GP.

Ansor dari zaman Indonesia belum merdeka hingga saat ini tidak pernah bertentangan dengan hukum agama dan dirgama, bahkan GP. Ansor telah jelas mampu membangun sinergi yang sangat baik dalam berbangsa dan bernegara, namun sangat di sayangkan ketika para Camat di undang oleh pihak lain, maka kmungkinan besar para Camat akan datang, apalagi acaranya adalah hiburan" tegasnya


Kecaman yang di tujukan kepada para Camat, juga di lanjutkan oleh para kader Ansor dan Banser yang merasa bahwa para Camat tidak menghargai sama sekali upaya baik yang dilakukan oleh GP. Ansor Indramayu, para kader Ansor dan Banser juga akan membuat catatan bagi para Camat yang tidak mau hadir pada kegiatan ke-NU-an apalagi yang di prakarsai oleh GP. Ansor. (Redaksi)

Nah Loh...!!! Buntut Perampasan HP Milik Wartawan, Organisasi Jurnalis Indramayu Siap Gelar Aksi

PANTURAPOS.COM - Perseteruan antara journalis indramayu versus pihak RSUD Indramayu berbuntut panjang. Ketua Aktivitas Jurnalistik Independen Indonesia (AJII) Kabupaten Indramayu, Raskhana S Depari menegaskan, akan turun ke jalan menyoroti adanya tindakan kekerasan yang menimpa wartawan. Menurutnya, tindakan arogan yang dilakukan oknum bidan RSUD Indramayu, Irta ini dianggap keterlauan dan sudah penghinaan terhadap profesi pers. “Kita pasti demo, kita sudah siapkan semua rencana, alat peraga dan pelengkapan lainnya untuk demo, hari Senin (25/9) nanti. Demo, harga mati,”tegas Raskhana yang juga dipercaya sebagai Koordinator Lapangan, unjukrasa nanti.

Dalam tuntutannya pihaknya tetap bersitegas agar Bupati Indramayu, Hj Anna Sophana segera mencopot Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu Hj. Lisfayeni dari jabatannya. Desakan ini mengingat, dr Lisfayeni dianggap bertanggungjawab atas ulah oknum Bidan Irta, pegawai RS tersebut yang diduga berani merampas HP milik Kabiro HU Suara Cirebon, Ade Irawan.

Menurutnya, kesalahan anak buahnya harus ditanggug oleh pimpinanya, apalagi perbuatan oknum bidan Irta ini sudah menyalahi aturan. “Kita sudah rapat bersama, kita turun kejalan hari Senin (25/9) dengan rute berkumpul dikantor AJII jalan Siapem Indramayu, lalu kita melewati arah jalan DI Panjaitan dan berputar kearah jalan Murah Nara tempat RSUD Indramayu.

Kita kemudian Orasi di Kantor Bupati Indramayu dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Indramayu, dan orasi kita tutup ke Polres Indramayu untuk memberikan berkas demo dan pelaporan kasus perampasan HP dengan kekerasan yang dialami wartawan, Ade Irawan,”tegas Raskhana yang berjanji Jumat (22/9) surat pemberitahuan aksi unjuk rasa akan dikirim ke Polres Indramayu dan sejumlah wadah organisasi kewartawanan di Indramayu.. 

Suara lantang dan kecaman tegas disampaikan Korda LSM Pelopor Indramayu, M Nanang Supriyadi. Dirinya bersama semua anggotanya yang menyebar disetiap kecamatan akan ikut mendukung turun kejalan bersama aktivis jurnalis menyuarakan stop kekerasan jurnalis. Dirinya menilai, kinerja Dirut RSUD Indramayu gagal karena tidak menghargai wartawan serta dianggap gagal memenej karena buktinya dilapangan para petugasnya tidak sopan dan arogan kepada keluarga pasien, bahkan berani merampas HP milik Ade Irawan yang digunakan untuk merekam oknum bidan Irta saat marah-marah, arogan dan tidak sopan.

Lebih lanjut pihaknya meminta, Bupati Indramayu dan unsur dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) segera melakukan sidak melihat fakta buruknya pelayanan pasien di RSUD Indramayu.

“Keburukan yang mengakar ini patut untuk dibongkar untuk kebaikan semua, caranya, yang pertama ada perombakan pegawai disana yang dimulai dengan Bupati segera mencopot Dirut RSUD dan oknum-oknum pegawai yang dianggap bermasalah,”jelas Nanang.

Nanang juga menyayangkan ucapan Dirut RSUD Indramayu yang dianggap gegabah dan asal bunyi, menurutnya Dirut itu adalah pejabat publik yang omongannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Mereka ngomong ke satu media Online bahwasannya, saudara Chong Soneta yang saat itu datang ke RS memaksa dan mengintimidasi pihak jaga RS agar pasien Supinah bisa dipulangkan.

Padahal faktanya tidak demikian, yang bersangkutan tidak memaksa begitu Dirut Lisfayeni bilang, pulangnya ditunda besok, dan memang buktiya pasien pulangnya besok siangnya. Yang lebih parah, perkataan dr Lisfayeni yang menuding wartawanSC ini menilep uang jaminan dari pasien Rp 2,5 juta. “Bukti kwitansi pembayarannya ada kok, masa dituduh nilep uang.Tolong hati-hati dalam memberikan keterangan dan jangan fitnah. Ini sudah fitnah dan masuk pidana murni yang perlu ditindaklanjuti,”terangnya.

Siswo Prayitno, anggota PWI Indramayu yang turut hadir dalam rencana rapat demo mendukung adanya demo nanti, Menurutnya, demo menyuarakan kebebasan pers yakni ancaman perampasan dengan kekerasan yang menimpa Ade Irawan adalah wajar. Kita tunjukan kekuatan, kita demo, pasti. Apa pihak RS yang kuat apa kita insan pers ,”sambung Siswo.

Tindakan oknum bidan Irta yang arogan, tidak sopan dan gegabah berani merampas HP wartawan yang sedang liputan ini mengundang tanda tanya besar rahasia dibalik perampasan HP ini, dan itu sama saja menggambarkan buruknya RSUD Indramayu yang tak mau terekpos. Apalagi, saya tahu sendiri, ternyata benar pasien yang habis di cesar, Supinah dirawat di lorong ruangan gedong Gincu 3, yang menggambarkan buruknya pelayanan dan tidak manusiawi.

“Kami mendesak agar pimpinan di RSUD Indramayu tegas memberikan tindakan kepada anak buahnya yang bersikap arogan. Kalau tidak bisa, yah jelas pimpinan dan anggotanya bersekongkol dalam kejahatan ini, kita layak untuk melawan dan setuju kita demo. #Save Journalist,”kritik Wangidin ST, Ketua Bidang Pembelaan Wartawan di HIPWI (Himpunan Insan Pers Wartawan Indonesia) Kabupaten Indramayu dan Agus Suherman, aktivis anti korupsi Indramayu.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu keluarga pasien yang dirawat di RSUD Indramayu merasa geram dengan kelakuan petugas piket, bidan Irta yang dianggap arogan. Selain tidak sopan, bidan Irta kerap marah-marah sama keluarga pasien sehingga membuat pelayanan buruk. Bukan hanya kepada pasien, Bidan Irta ini juga berlaku arogan terhadap wartawan yang juga sekaligus Kabiro HU. Suara Cirebon, Ade Irawan.

Sikap arogansi bidan Irta ini ditunjukan kepada keluarga pasien Supinah dan Kabiro HU Suara Cirebon, Kamis (14/9) saat keduamya menanyakan perihal kondisi pasien yang diajukan untuk proses kepulangan pasien Supinah. "Ngapain dirawat lama-lama disini, wong dirawatnya aja dilorong rumah sakit. Padahal, istri saya ini adalah pasien yang melahirkan dengan proses cesar, bahkan anak saya yang dilahirkan meninggal dunia dalam proses persalinan cesar. Saya terpaksa mengajukan pulang karena pelayanan disini sangat buruk,"terang Warsito, warga Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi-Indramayu yang tak lain adalah suami dari pasien Supinah.

Menurutnya, istrinya yang sempat dirawat diruang ICU selama 6 hari, begitu sudah selesai di cesar, dipindahkan ke ruang Gedong Gincu 3. Namun petaka datang, petugas diruang ini yang tak lain adalah bidan Irta sikapnya semenjak mereka masuk diruangan Gincu 3, tidak sopan dan berlaku arogan kepada semua pasien disini termasuk istrinya. "Kami kecewa dengan pelayanan yang buruk ini, makanya kami tak betah dan lebih baik istri saya bawa pulang. Ini sungguh buruk, masa pasien habis dicesar ditempatkan dilorong ruangan gedong gincu. Kami kwatir, setelah anak saya mati saat proses kelahiran, malah istri sayanya yang memburuk karena disini ga terurus dengan baik dan pelayanannya sangat buruk,"terang Warsito.


Puncaknya, arogansi sikap bidan Irta ini saat Kabiro HU Suara Cirebon mendatangi ruang ini untuk mengambil gambar bidan Irta yang marah-marah tidak sopan dan menghina Pers lewat HP-nya. Bidan Irta langsung marah sambil merampas HP milik Kabiro, bahkan tangan Kabiro Ade Irawan sempat dipukul dan dicakar karena mempertahankan HP yang mau dirampas Irfa, hingga baju lengan Kabiro Ade robek. "Perkataan bidan Irta ini sangat menghina pers dan perlakuan bidan Irta yang marah-marah ke keluarga pasien ini menunjukan bukti bahwa bidan Irta ini sangat arogan. Kami mengutuk keras perbuatan bidan Irta ini dan tidak terima karena sudah menghina dan menghalang-halangi tugas Pers,"tegas Kabiro, Ade Irawan. (Kiriman chong soneta)