Indramayu


Cirebon


Subang


Latest NEWS

Ngakak...!!! Dapat Mimpi, Lulung Yakin Ahok Divonis 4 Tahun Penjara

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD, Abraham Lunggana (Lulung) mengaku telah mendapat petunjuk dari Allah kalau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan divonis dua hingga empat tahun penjara atas kasus dugaan penistaan agama.

“Saya berdoa ke Allah “ini gimana, masa Al Maidah gak ada yang bela penegak hukum”, Allah katakan sama hati saya “ini palunya. Dan diketok palunya sama Pengadilan sebanyak 2 sampai 4 tahun,” kata Lulung saat dihubungi Kriminalitas.com di Jakarta, Minggu (7/5/2017).

Sembari menunggu ketok palu dari majelis hakim, mantan Politisi PPP ini selalu berdoa agar harapan masyarakat Jakarta, kiai dan ulama yang ikut aksi damai mendesak Ahok dipenjara dapat dikabulkan oleh Allah.

“Aksi-aksi ini selalu dijaga oleh Allah, malaikat,” tuturnya.

Karena aksi tersebut dikawal malaikat, Lulung menyebut apabila ada seorang Muslim memohon doa kepada Allah untuk meminta pertolongan, tentu akan dikabulkan.

“Allah akan mengirimkan seribu malaikat secara ber‎turut-turut. Allah akan mengabulkan permintaannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, perwakilan massa GNPF MUI pada Jumat (5/5/2017) lalu mengadakan unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Agung un‎tuk mendesak agar Ahok dipenjara.

Perwakilan massa pun bertemu dengan pihak Mahkamah Agung untuk menyalurkan aspirasinya itu. Mereka berharap, majelis hakim dapat menjatuhkan vonis tanpa ada intervensi dari siapapun. (ks)

Mantap...!!! Mahkamah Agung Ogah Turuti Permintaan Gerombolan GNPF untuk Penjarakan Ahok

JAKARTA – Mahkamah Agung tegaskan lembaganya tak mau diintervensi oleh siapa pun, apalagi sampai menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis bebas.

Menurut Juru Bicara MA, Suhadi, aksi massa sebesar apa pun tak akan mempengaruhi vonis hakim.

“MA hanya dengarkan aspirasi saja, kalau sampai meminta (Ahok tidak divonis bebas), itu jelas tidak mungkin,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Suhadi juga memperpersilakan beberapa perwakilan dari massa aksi yang bermaksud menemui pimpinan MA. Namun, hal itu bukan untuk memberikan desakan terhadap vonis Ahok. Nantinya, ada sekitar 10 perwakilan massa yang akan menyampaikan aspirasinya.

Aksi di Gedung MA pada Jumat (5/5/2017) ini sengaja dilakukan untuk menuntut mantan Bupati Belitung Timur itu dijebloskan ke penjara karena diduga sudah melakukan penistaan agama dengan mengutip Surat Al Maidah‎ ayat 51.


Seperti diketahui, vonis hakim atas kasus dugaan penodaan agama terhadap Ahok akan dilakukan pada Selasa (9/5/2017) di Auditorium Kementerian Pertanian.

Sontoloyo...!!! Lius Sungkharisma Bilang, Habib Rizieq Singa dari Allah Dan Simbol Perjuangan

JAKARTA – Di tengah gempuran teror dan proses hukum atas kasus yang menjeratnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab justru kebanjiran pujian. Salah satunya datang dari tokoh Tionghoa, Lius Sungkharisma yang menyebut ulama kontroversial itu sebagai singa dari Allah.

“Jangan pikir Habib Rizieq bakal takut. Ini singa dari Allah. Dahsyat ini, jarang orang seperti dia,” kata Lius kepada media di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Lius menyarankan agar Rizieq dijadikan simbol perjuangan dalam menegakkan akidah Islam, hukum dan keadilan.

“Dia menegakkan akidah Islam. Karena kan tuntutannya cuman tiga. Jangan lindungi penista agama, jangan beri ruang berkembangnya PKI dan jangan berikan negara untuk asing,” tuturnya.

Pria yang kerap menyatakan kekritisannya terhadap kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini yakin, jika pemerintah mampu memenuhi tiga tuntutan itu, niscaya negara ini akan aman dan damai.


“Kalau pemerintah bisa penuhi tiga tuntutan dari ulama, ulama akan balik ke pesantren. Tak akan balik ke jalan,” pungkas dia. (KS)

Koplak...!!! Habib Rizieq Katanya Gentlemen, Tapi Nggak Mau Pulang Untuk Hadapi Kasusnya

JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan tak akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo.

Sambo mengatakan, alasan keamanan menjadi faktor yang membuat pihaknya menyarankan agar Imam Besar FPI tersebut tak pulang ke tanah air.

“Karena kemanan Habib harus tetap dijaga. Habib sangat tidak aman kalau dia datang, kalau sudah aman beliau baru pulang,” tegas Sambo di Gedung Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Sambo menyebut salah satu indikasi bila keselamatan Rizieq tengah terancam yakni adanya bekas tembakan di kediaman Rizieq di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

“Faktanya kemarin ada sniper yang mengancam keselamatan Habib. Laskar nggak punya apa-apa, gimana mau jaga. Jadi kita minta Habib jangan pulang dulu sampai aman,” ucap Ketua Tamasya Al Maidah tersebut.

Dia membantah bila tindakan Rizieq itu dianggap sebagai upaya untuk melarikan diri karena Pembina GNPF MUI itu tengah terjerat banyak kasus di kepolisian.

“Oh tidak. Dia orangnya gentleman. Tidak ada dia menghindar dari semua kasusnya, yang penting ada jaminan dia aman. Kalau itu ada jaminan, kita akan jemput dia pulang,” ujarnya dengan nada tinggi.

Sambo menuding kasus-kasus tersebut adalah upaya kriminalisasi untuk membungkam Imam Besar FPI tersebut.

“Dia akan menghadapi kasus kalau dia tidak dikriminalisasi. Ini kasus yang sengaja dibuat untuk membungkam beliau dengan teror dan intimidasi,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Tim Advokasi GNPF MUI, Kapitra Ampera menyebut bila saat ini Rizieq tengah berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah.

Ia mengatakan kemungkinan Rizieq akan kembali ke tanah air setelah persidangan kasus dugaan penistaan agama usai dilakukan.


“Habib Rizieq di Mekah posisinya. Mungkin habis putusan Ahok (kembali ke tanah air),” kata Kapitra saat ditemui di Gedung Komisi Yudisial, Kamis (4/5/2017). (ks)

Demi Keadilan...!!! PGI Minta Polisi Segera Proses Kasus ‘Phone Sex’ Habib Rizieq

JAKARTA – Persekutuan G‎ereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendesak polisi untuk segera memproses hukum petinggi ormas yang kini tengah tersangkut kasus hukum, salah satunya adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang tersandung kasus konten cabul.

Menurut juru bicara PGI, Jerry Sumampouw, jika memang ada bukti hukum, maka polisi jangan menunda-nunda proses hukum, jika sudah sudah ada bukti pidananya.

“Ini juga penting, maka apapun yang terjadi, termasuk orang yang dikategorikan mengancam NKRI, kemudian harus ditindak secara tegas, penindakan ini harus sesuai dengan aturan yang ada,” kata Jerry kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

‎Jerry melanjutkan, pemeriksaan terhadap orang-orang seperti Habib Rizieq juga penting untuk memastikan apakah dia bersalah atau tidak. Apalagi, penyebaran konten cabul di media sosial sudah meresahkan masyarakat.

Makanya proses penindakan harus dilakukan. Ini prinsipnya. Jadi siapapun, harus taat hukum, tak bisa ditindak begitu saja, berati harus ada alasan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus pornografi berupa sex chat yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein ini sempat viral di dunia maya pada akhir Januari 2017 lalu. Polisi pun bertindak cepat dan meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.


Firza sendiri telah diperiksa saat ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua atas kasus dugaan pemufakatan makar, tetapi kini telah ditangguhkan. Saat ditahan, polisi menggeledah rumah Firza dan menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus pornografi tersebut. (KS)

Nah Loh...!!! PGI: Habib Rizieq Harus Segera Diproses Hukum Demi Kewibawaan Negara

JAKARTA – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyebut, penindakan terhadap sejumlah pentolan ormas garis keras sangat penting demi meningkatkan wibawa kepolisian.

Menurut juru bicara PGI, Jerry Sumampow, salah satu yang perlu dicermati adalah proses hukum terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang perlu berjalan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

“‎Jadi penindakan terhadap orang yang melakukan kekerasan verbal di ruang publik, itu penting untung meningkatkan kepercayaan masyarakat dan penegak hukum,” k‎ata Jerry kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Jerry menambahkan, dengan menindak orang atau tokoh ormas yang melanggar hukum, menunjukkan kalau polisi masih memiliki wibawa.

“Ini memperlihatkan kalau negara ini masih berwibawa. Makanya kelompok masyarakat atau orang orang yang melakukan kekerasan verbal lewat kata kata.,” tutur dia.

Sebelumnya, kasus pornografi berupa chat seks yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein ini sempat viral di dunia maya pada akhir Januari 2017 lalu. Polisi pun bertindak cepat dan meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan.


Firza sendiri telah diperiksa saat ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua atas kasus dugaan pemufakatan makar, tetapi kini telah ditangguhkan. Saat ditahan, polisi menggeledah rumah Firza dan menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus pornografi tersebut. (ks)

Nah Loh...!!! Diprediksi Anies-Sandi Bakal Tidak Bisa Wujudkan Kontrak Politiknya

JAKARTA – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Ikbal memprediksi pasangan Anies-Sandi akan sulit merealisasikan janji dan kontrak politik yang dilakukannya.

“Kontrak politik akan ditagih itu. Kalau dibiarkan oleh Anies, maka akan bahaya. Saya duga itu akan berat. Anies akan kedodoran,” ujar Said di Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Salah satu kontrak politik yang ditandatangani mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu adalah mengenai upah minimum bagi buruh.

Menurutnya, Anies akan cukup kesulitan dalam merealisasikan. Terlebih jika gubernur saat ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meneken upah minimum sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2017.

“Berkaca dari sebelumnya, Ahok selalu kontra dengan tuntutan buruh. Kalau diteken September, ini akan sulit. Kita tahu Anies-Sandi baru akan menjabat Oktober nanti,” imbuhnya.

Selain masalah upah, ia juga menyoroti kontrak politik reklamasi yang diteken Anies-Sandi.
“Reklamasi sama saja Anies ngelawan presiden,” tuturnya.


“Oleh karenanya, Anies-Sandi harus bisa memilah mana yang priorita. Tapi itu nggak gampang,” tutupnya. (ks)

Walah...!!! Habib Rizieq Kembali Fitnah, Sebut Ada Pemodal Paksakan Orang Kafir Jadi Gubernur

JAKARTA – Saat menyampaikan keterangan di sela-sela ibadah umrah di Mekah, Arab Saudi, Habib Rizieq menyatakan bahwa dirinya, bersama umat Islam, akan terus mengingatkan TNI untuk terus berpihak pada rakyat Indonesia.

“Setahu saya TNI itu punya Sapta Marga. TNI harus setia pada konstitusi. TNI tak punya pilihan kecuali bersama rakyat,” ujar Habib Rizieq, seperti terekam dalam video yang diunggah oleh Habiburrahman Bin Syawal Khan ke Facebook, Selasa (2/5/2017).

Habib Rizieq juga menjelaskan posisi dan fungsi TNI di tengah masyarakat. Menurutnya, TNI seharusnya berpihak pada rakyat.

“Kalau Presiden berseteru dengan rakyatnya, TNI harus berada di tengah untuk mendamaikan keduanya. Tapi kalau dua ini terus berseteru dan bisa mengganggu kestabilan negara, maka TNI harus berpihak kepada rakyat,” sambungnya lagi.

Selain itu, Habib Rizieq juga mengingatkan agar TNI dan Polri tetap setia pada rakyatnya dan tidak membela pihak-pihak yang memiliki kepentingan.

“Jangan membela pemodal. Di negeri kita ada pemodal. Ada pemodal yang ngatur-ngatur TNI, Polri, Menteri. Ada pemodal yang ingin memaksakan kehendak. Ada orang kafir dipaksa untuk menjadi gubernur di tengah rakyat Jakarta. Mereka ingin memaksakan kehendak mereka,” lanjut Habib Rizieq.

Ia pun mengajak semua umat agar menyelamatkan TNI dan Polri dari cengkeraman para pemodal yang ingin mengubah Indonesia sesuai dengan keinginan mereka.

“TNI bukan musuh kita, Polri bukan musuh kita, Pemerintah bukan musuh kita. Jadi kita mestinya menyelamatkan mereka, untuk dipisahka dari pemodal-peodal jahat. Insya Allah bisa kita kembalikan ke jalan benar,” ucap Habib Rizieq.

“Tapi kalau mereka sudah dirangkul sedemikian erat, apa boleh buat. Ulama harus menyelamatkan rakyat,” tutupnya.

Seperti diketahui, saat ini Habib Rizieq tengah berada di Mekah, Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah. Namun selain itu, Habib Rizieq mengaku bahwa dirinya sengaja berangkat ke luar negeri agar tak ditangkap oleh polisi.


“Sama dengan aksi 313. Kyai Khaththath, besok digelar aksi, malam ini ditangkap. Tujuannya apa? supaya aksi batal,” ucap Habib Rizieq singkat. (ks)

Mantap...!!! Sudah Kantongi Alat Bukti, Polisi akan Beberkan Isi Percakapan Chat Mesum Habib

JAKARTA – Pihak kepolisian menegaskan akan membuka seluruh isi konten yang ada di dalam ponsel Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang sudah disita polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, polisi telah memiliki bukti adanya komunikasi antara Rizieq dengan Firza Husein.

“Nanti akan dibuka semua di pengadilan,” kata Argo di Gedung Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Argo melanjutkan, tak tertutup kemungkinan, Rizieq dan Firza akan ditetapkan sebagai‎ tersangka jika barang bukti dan keterangan ahli kuat.

“Kita tunggu saja,” pungkasnya.


Sebelumnya, kasus penyebaran konten pornografi yang menyeret Habib Rizieq dan Firza ini mengegerkan publik. Dalam transkrip pembicaraan panas itu, terlihat bagaiamana orang yang diduga Rizieq sempat meminta Firza Husein untuk berhubungan badan di sebuah rumah kawasan Megamendung, Bogor.

Parah....!!! Ternyata Habib Rizeq Pura-pura Umroh Untuk Hindari Panggilan Polisi

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) akhirnya angkat bicara, terkait keputusannya untuk berangkat ke Mekah, Arab Saudi.

Dalam keterangan yang direkam dan diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Habiburrahman Bin Syawal Khan, Rabu (2/5/2017), Habib Rizieq mengaku bahwa dirinya sengaja pergi ke Mekah untuk menghindar dari pemanggilan polisi.

“Makanya ketika kita mau aksi 28 (aksi long march ke PN Jakarta Utara), saya segera cabut untuk umrah, supaya tidak ada saya disandera, sehingga teman-teman bisa turun dengan tertib, bagus, ratusan ribu yang turun. Insya Allah nanti tanggal 5 lebih banyak lagi yang turun untuk menegakkan keadilan,” ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq dalam keterangannya juga menjelaskan, bahwa dirinya selalu menjadi incaran dari pihak berwajib, jelang aksi-aksi unjuk rasa, khususnya Aksi Bela Islam yang marak belakangan ini.

“Saya selalu dipanggil ke mabes, dipanggil oleh Kapolri. Aksi 28 dipanggil. Kita mau ditekan supaya aksinya gagal, supaya aksinya batal. Begitu juga dengan aksi tanggal 5 besok. Mereka akan incar, mereka akan panggil, macam-macam mereka akan lakukan,” ujar Habib Rizieq dalam keterangannya saat berada di Mekah, Arab Saudi.

Habib Rizieq menyadari bahwa pemanggilan tersebut adalah untuk membuat gerakan-gerakan umat Islam di seluruh Indonesia menjadi lemah. Namun di kesempatan yang sama, ia mengingatkan agar umat Islam terus melanjutkan ikhtiarnya.

“Pokoknya aksi jalan terus. Gak ada urusan saya mau ditangkap, saya disandera, saya mau diperiksa. Gak ada urusan. Yang sudah kita buat aksi, jalankan itu aksi, supaya mereka tahu ini bukan kerjaan saya sendiri,” pungkasnya. (ks)



Horee...!!! Bukti-Bukti Lemah, Ahok Diprediksi akan Divonis Bebas

JAKARTA – Jelang hari penghakiman, terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diprediksi akan bebas dari vonis hakim‎.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho. Menurutnya, dari bukti-bukti yang ada, tak ada yang menyebut kalau Ahok sudah bersalah menistakan agama.

“Satu, karena konteks menodai dari bukti yang ada itu nggak ketemu-temu,” kata Hibnu kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Hibnu melanjutkan, ahli bahasa yang dihadirkan juga menyimpulkan kalau Ahok tak ada niat sama sekali untuk menistakan agama atau memecah-belah bangsa.

“Waktu itu kan katanya dari ahli bahasa, jaksa kan tuntutan itu memperatikan dari segi terminologi bahasa, kemudian dari segi hukum, niat tak muncul,” ujar Guru Besar ilmu Hukum Acara Pidana ini.

Artinya, niat untuk menista itu tak ada. Itu dari konstruksi hukum nggak masuk kalau seperti itu,” tutup Hibnu.

Seperti diketahui, Ahok akan menjalani siang vonis pada 9 Mei mendatang. Rencananya, akan aksi besar-besaran saat sidang yang berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian itu.


Ahok itu sendiri dituntut dengan pidana penjara 1 tahun dengan percobaan 2 tahun penjara. (ks)

Waduh...!!! Lius Sungkharisma Yakin, Kalau Ahok Akan Dipenjara Selama 3 Tahun, Udah Kaya Tuhan Aja Nih Orang...

JAKARTA – Tokoh Tionghoa, Lius Sungkharisma yakin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak akan divonis bebas saat sidang putusan kasus dugaan penistaan agama pada 9 Mei mendatang.

Bahkan Lius pun sudah membuat prediksinya sendiri. Menurutnya, Ahok akan divonis minimal 3 tahun penjara.

“‎Dihukum, pasti. Kalau maksimal, nggak. Tapi setengah dari maksimal itu saya yakin itu pasti. Nggak mungkin bebas. Kita nggak usah terlalu khawatir,” kata Lius kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Lius menambahkan, keyakinan ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang menyebut bahwa pelaku kasus penistaan agama ‎harus dihukum berat.

“Jadi saya masih yakin, kalau jaksa menuntut percobaan, tapi hakim akan menghukum dia penjara pidana,” tutur Lius.

Dia menambahkan, masih banyak orang adil di negara ini yang bakal menegakkan keadilan dengan memvonis Gubernur DKI Jakarta itu bersalah.

“Kasus reklamasi itu kan semua hakim menolak dan membatalkan izin yang Ahok bikin. Banyak orang adil di negara kita,” tutup pria yang aktif menyuarakan antikorupsi ini.

‎Ahok sendiri dituntut Jaksa sebesar 1 tahun percobaan 2 tahun penjara. Jaksa menilai, Ahok melakukan penistaan agama lantaran dibelakang upload video dari Buni Yani saat Gubernur DKI Jakarta itu memelintir Surat Al Maidah Ayat 51.


Sidang sendiri akan berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian pada 9 Mei mendatang. (ks)