Indramayu


Cirebon


Subang


Latest NEWS

Waduh...!!! Lagi – lagi Si Rizieq Tebar Fitnah, Dia Tuduh Jaksa Lindungi Ahok

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab alias Habib Rizieq mengaku kecewa dengan keputusan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) satu tahun penjara, dengan masa percobaan dua tahun dalam kasus dugaan penistaan agama.

Melalui akun Twitter pribadinya @RizieqSyihabFPI, Rizieq menilai sejak awal persidangan jaksa telah melindungi Ahok.

"Penjarakan Ahok … !!! Sejak Awal, Jaksa Lindungi Ahok!," tulis Rizieq di akun Twitter-nya, Jumat (21/04/2017).

Cuitan Rizieq pun disambut warganet dengan berbagai komentar. Berikut beberapa komentar warganet.

Sebelumnya Jaksa Agung M Prasetyo membantah tudingan intervensi dalam tuntutan Ahok. Menurutnya, Ahok tidak terbukti melakukan tindak pidana penistaan agama.

Dalam kasus ini, kata dia, kejaksaan dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) berusaha objektif. Termasuk mengenai tuntutan satu tahun dengan masa percobaan dua tahun terhadap Ahok. Karena ada juga yang menginginkan Ahok bebas.

Sekedar diketahui, jaksa penuntut umum mengenakan Pasal 156A KUHP untuk menjerat Ahok. Pasal itu berbunyi "pidana penjara selama-lamanya lima tahun dikenakan kepada siapa saja yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia".

Sedangkan Pasal 156 KUHP yang digunakan JPU untuk menuntut Ahok menyebutkan barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggunakan Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk menuntut terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (nn)

Wow...!!! Ahok Ucapkan Selamat Hari Bumi, Netizen Mendoakannya Jadi Presiden

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ucapkan selamat hari Bumi. Pria yang bisa disapa Ahok ini melalui akun twitternya @basuki_btp mengajak semua manusia untuk menjaga lingkungan karena menurut dia menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan.

“Menjaga lingkungan artinya menjaga kehidupan. Jangan sia-siakan pemberian Tuhan karena seumur hidup kita selalu di sini. Selamat Hari bumi”, tulis Ahok di akun twitternya, Sabtu (22/4/2017).

Cuitan mantan orang nomor satu di Ibu Kota ini direspon para warganet atau netizen, di antara mereka ada juga yang mendoakan Ahok menjadi presiden untuk dua kali periode.

@KaunangAndreas: Slmt Hari Bumi Pak Ahok yg selalu membumi

@MasdianaSimamo2: Semangat terus ya pa Ahok ....

@mutyara_pane: Buat saya pemenangnya adlh pak Ahok, mereka lah yg kalah krn mereka msh ke hausan kedamaian,lihat aja status di media sosial mrk msh menghjt.

@jovitaaimei76: selamat hari bumi pak lanjutkan yg terbaik smp blm Oktober semangat pak

@ariefcahyono007: selamat hari bumi pak,semoga bumi selalu melindubgi kita..tetap semangat pak

@AbdiVadil: selamat ..smoga bpk sll sehat dan ttp semngat ..

@Timurbkx: PAK AHOK. DEMI PELURUSAN SEJARAH KELAK. TOLONG BANTAH KLAU MEMANG TDK BAGI2 SEMBAKO. SY YAKIN PAK AHOK TDK SEBODOH ITU. JGN DIAM PAK, TKS

@AmaliaCandraya2: Menghentikan reklamasi di DKI adalah salah satu upaya menjaga kehidupan.

‏@luhatdjuk: baik aja kalah, kalau menang jkrt rusuh, pemerintah repot, presiden pusing akibat ulah org2 yg merasa suci

@Widodo08072016: Pak ahok banyak wilayah di indonesia yang butuh figur bapak...padamu luar biasa

@arion_samm: Semangat trus pak Ahok.. Tuhan merencanakan yg terbaik buat Bapak..

@AnngraeniH: trm ksh p ahk ats krj krs d splin hsil krya nyta p ahok ttp d hti kmi sllu dkng ahok mnng atw klh bgi kmi p ahok ttp d hti skss sllu

@Ellisyaerawaty1: Terimakasih pak ahok telah mmberikan khidupan layak untuk orang2,, yg tdk prnh merasakan hak dan milik ny

AmoraSasty: Semangat terus pak @basuki_btp semoga Tuhan sllu memberkahi bapak dgn kesehatan,panjang umur dan mkin membumbung tinggi kesuksesannya aamiin

@ErnieCh3: Pak Ahok,, love you full,, bpk ttep dihati kami warga jakarta,,dr mlm sblm nyoblos saya berdo'a utk bpk di dlm sholat,,sehat trus ya pak.

@three_neil: Tuhan akan memberikan yg lebih baik lgi utk pak ahok sekeluarga,selamat hari bumi smg smua penghuni bumi ini damai & sejahtera


@Flyingskull2: sabar pak Ahok, saya perhatikan lebih banyak yg sayang bapak, mudah2an bapak presiden berikutnya n 10 tahun berturut turut, amin. (nn)

Koplak...!!! Kata Lieus: Habib Rizieq Bisa Angkat Republik Ini Keluar dari Keterpurukan

JAKARTA - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), harusnya merangkul Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Sebab dikatakan Lieus, Habib Rizieq adalah sosok yang luar biasa dan memiliki potensi mengangkat republik ini keluar dari keterpurukan.

"Kalau itu dilakukan oleh pemerintah, Habib Rizieq ini sosok yang potensial mengangkat republik ini keluar dari keterpurukan. Dia punya potensi kuat untuk memperbaiki kondisi negeri ini," kata Lieus kepada Netralnews.com, Minggu (23/4/2017).

Selain itu, Lieus juga menyebut, ada tiga hal yang menjadi perjuangan Habib Rizieq selama ini. Salah satunya adalah soal penegakan hukum yang seadil-adilnya bagi terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

'Tuntutannya cuma tiga 'jangan lindungi penista, jangan berikan ruang PKI berkembang, jangan jual negara ini kepada asing. Kesenjangan yang begitu jurangnya begitu dalamnya, kita perbaiki sama-sama," ujar Lieus.

Lebih jauh tokoh Cina yang tak mau lagi disebut Tionghoa ini mengungkapkan, Habib Rizieq tak hanya tokoh bagi umat Islam, namun juga panutan bagi seluruh rakyat Indonesia.


"Habib Rizieq ini sosok yang luar biasa, luar biasa, tokoh yang bisa mempersatukan semua golongan. Dia bisa mempersatukan semua golongan. Dia bukan hanya tokoh agama Islam, tapi dia adalah tokoh bangsa," tutupnya. (nn)

Dianggap Tak Berani Tetapkan Habib Rizieq sebagai Tersangka, Begini Jawaban Polisi...

JAKARTA – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes  Raden Prabowo ArgoYuwono membantah jika penyidik tidak memiliki keberanian menjadikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq sebagai tersangka.

“Itu keliru,” ujar Argo secara singkat saat dihubungi Kriminalitas.com, Minggu (23/4/2017).

Argo memastikan, penetapan Rizieq sebagai tersangka masih menunggu waktu yang tepat.

“Kita tunggu waktu saja,” tegasnya.

Argo membantah ketika disinggung adanya orang kuat di balik FPI.

“Enggak ada itu,” tutup mantan Kepala  Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur ini.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menganggap sepak terjang Rizieq yang kerap memobilisasi massa dengan mengatasnamakan agama dianggap sudah meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.

Selain itu, kasus pelecehan terhadap Pancasila yang ditangani Polda Jawa Barat tidak jelas meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.


Bahkan, tiga kasus yang melilit Rizieq yaitu penistaan agama, jenderal berotak hansip dan kasus mesum yang ditangani Polda Metro Jaya terkesan jalan di tempat. (ks)

Inggat...!!! Yang Menginginkan Ahok Di Penjara Itu Adalah Gerombolan Yang Sakit Hati

JAKARTA – Sejumlah ormas Islam dikabarkan akan menggelar Aksi Bela Islam saat sidang tuntutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, mereka tidak setuju dengan tuntutan ringan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sosiolog Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan, salah satu alasan sejumlah massa aksi tak henti-hentinya meminta Ahok dipenjara murni lantaran perasaan kecewa karena hukum yang tak adil.

“Itu karena sakit hati. Persoalan penistaan agama ini hanyalah puncak dari persoalan besarnya yaitu ketidakadilan. Setiap hari kita saksikan bagaiamana aparat tak berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Devie kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Devie mengatakan, saat ini banyak perkara hukum yang tumpul ke atas namun tajam ke bawah, contohnya saja seperti kasus yang menjerat Ahok.

Lihat, dalam kasus-kasus yang berbeda bagaimana hukuman menyasar rakyat miskin. Orang tua yang bagaimana yang misalnya mengambil kayu saja dihukum seberat beratnya. Sedangkan, kita dipertontonkan bagaimana koruptor yang memiskinkan masyarakat hanya dihukum dalam jangan waktu sedikit,” tutur Devie.

Dia melanjutkan, akumuluasi kekecewaan ini kemudian, berbalut dengan isu SARA yang kemudian meledak dalam kasus penistaan agama.

Saya melihat penistaan agama ini bukanlah tujuan masyarakat, tujuan masyarakat ini adalah memastikan aparat keamanan bertindak seadil-adilnya bagi publik dengan contoh yang telanjang,” tuturnya.

Seperti kasus korupsi, mencuri hal-hal yang tetap salah dihukum berat, tetapi bagi kelompok elit dihukum ringan,”‎ tutup Devie.

Seperti diberitakan sebelumnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menggalang kekuatan untuk kembali mengerahkan massa agar Ahok segera dipenjara terkait kasus dugaan penistaan agama. Mereka menilai, tuntutan kepada mantan Cagub DKI itu sangat rendah sehingga perlu dikurung di jeruji besi agar tak berulah kembai.


Aksi seperti ini sudah berlangsung berkali-kali dengan tuntutan yang sama, yakni memenjarakan Ahok. Padahal, mantan cagub DKI itu sudah kalah dalam Pemilukada, sehingga tak mungkin jadi gubernur DKI lagi untuk periode mendatang. Belum jelas, kapan aksi demo ini akan berlangsung. (ks)

Waduh...!!! Dalam Kasus Makar, Tommy Soeharto Minta Diperiksa di Rumah, Enak Banget Ya...

JAKARTA – Anak bungsu Presiden Soeharto yakni Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto meminta enggan diperiksa di Polda Metro Jaya atas kasus dugaan makar. Sebaliknya, dia meminta polisi untuk melakukan pemeriksaan di rumahnya sendiri.

Kabid Humas Podla Metro Jaya, Kombes Raden Argo Prabowo Yuwono menilai permintaan Tommy tidak melanggar ketentuan.

“Boleh-boleh saja,” kata Argo saat dihubungi Kriminalitas.com, Minggu (23/4/2017).

Dia membantah jika Polda Metro Jaya dianggap mengistimewakan putra mantan almarhum Presiden Soeharto tersebut. Menurutnya, wajar saja jika Tommy meminta diperiksa di rumah atau bahkan di kantornya karena kesibukannya sebagai pebisnis.

“Kalau memang sibuk, yang kami lah yang datang untuk memeriksa,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan beberapa hari ini, Argo mengaku kalau penyidik belum menemukan keterlibatan Tommy dalam kasus makar. Sebelumnya, dia diduga mendanai para pelaku makar untuk menjalankan aksinya.

“Tidak ada (mendanai makar),” tutup mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur ini.

Sekadar informasi, Tommy Soeharto dikaitkan dengan kasus rencana makar setelah polisi menengkap Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein. Tommy disebut-sebut berperan sebagai penyandang dana makar dan dijuluki Pangeran Cendana.


Firza merupakan salah satu tersangka kasus dugaan pemufakatan makar bersama 10 tokoh lainnya. Dirinya diamankan saat menjelang aksi demo 2 Desember 2016 lalu atau bernama aksi 212.

Nah Loh...!!! Tak Berizin, Polda Metro Larang Acara Internasional Khilafah Forum Yang Diadakan

JAKARTA – Polisi melarang adanya kegiatan Internasional Khilafah Forum 1438 Hijriah.

Acara yang rencananya digelar pada Minggu (23/4/2017) di Balai Sudirman, Jakarta Selatan ini mengusung tema ‘Khilafah Kewajiban Syari’i Jalan Kebangkitan Umat’.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, acara yang digagas Hitzbut Tahrir ini tak berizin. Menurutnya, pihak penyelenggara tak pernah meminta perizinan ke polisi.

“Pada prinsipnya PMJ tidak mengizinkan kegiatan itu, sampai sekarang belum ada izinnya,” kata Argo di Gedung Humas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (22/4/2017).

Argo mengatakan alasan penolakan itu antara lain karena kegiatan itu melibatkan banyak massa.‎ Namun, Argo enggan menjawab bahwa acara itu akan ada potensi pemufakatan jahat atau makar.

“Sampai saat ini belum ada perizinan, kami putuskan tidak mengeluarkan izin. Intelijen punya data berkaitan itu,” tutupnya.


Beredar kabar, setelah acara ini ditolak di Jakarta, sejumlah massa langsung pindah ke kawasan Bogor. (ks)

Terkait Foto Porno Bersama Cewek, Dan Bisa Merusak Moral, Aryo Djojohadikusumo akan Dipolisikan

JAKARTA – Gerakan Nasional Negara Darurat Moral akan melaporkan anggota komisi DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo ke polisi terkait beredarnya foto syurnya.

Koordinator GNNDM, Yandrico Putra mengatakan, rencananya Aryo akan dipolisikan pada Selasa (25/4/2017) di Polda Metro Jaya.

“Kami mau meminta ke polisi untuk mengecek keaslian foto. Kami juga akan mendesak polisi mencari pengedar pertama foto tersebut. Karena kan gak layak juga kalau dikonsumsi masyarakat,” kata Yandrico kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Yandrico mengatakan, jika benar Aryo ada di dalam foto bugil itu, maka pihaknya akan mendesak polisi untuk mengambil langkah hukum.

“Kami ingin pelaku yang sudah mempermalukan DPR ini diproses hukum,” imbuhnya.

Tak hanya ke polisi, Yandrico juga akan melaporkan Aryo ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

“Kami sadar kalau ini permasalahan moral bisa merusak, makanya kalau foto ini asli, kami ingin minta polisi dan MKD untuk memanggil Aryo,” tutupnya.

Dalam foto yang beredar di internet, terlihat seorang pria yang mirip Aryo melakukan swafoto bersama wanita di depan cermin tanpa mengenakan busana. Kuat dugaan foto tersebut diambil di sebuah kamar hotel. Dalam foto lainnya, pria itu melakukan swafoto yang sama namun dengan wanita yang berbeda.


Foto selanjutnya lebih menantang, pria tersebut berfoto dengan dua wanita sekaligus, lagi-lagi tanpa busana. (ks)

Mantap...!! Sekjen FUI Segera Diseret ke Pengadilan

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya tengah menyiapkan berkas perkara Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath agar segera disidangkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, menuturkan, selain Al Khaththath, polisi juga mempersiapkan berkas empat orang lainnya yakni ZA, IR, V dan M.

“Berkaitan kasus yang diduga makar, Pak Al Khaththath dan kawan-kawan saat ini sudah pemberkasan. Tahap berkas, kalau selesai segera dikirim ke kejaksaan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (23/4/2017)

Saat ini, lanjut Argo, sudah sekitar 10 orang yang telah diperiksa penyidik untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Dalam hal ini, Argo tak dapat memastikan kapan berkas tersebut siap sehingga Al Khathtaht segera disidangkan


“Secepatnya dilimpahkan ke kejaksaan,” tutupnya. (ks)

Wow Mantap...!! Forma NTT Minta Ahok Maju Pilgub NTT, Ternyata Ahok Banyak Juga Penggemarnya

JAKARTA - FORUM Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) Pencinta Ahok meminta Basuki Tjahaja Purnama maju dalam pemilihan gubernur NTT 2018 mendatang.

Permintaan ini disampaikan Ketua Forma NTT, Doktor Fritz Fios melalui siaran persnya di Jakarta, Jumat (21/4). Menurutnya, masyarakat NTT membutuh sosok pemimpin seperti Ahok dan banyak masyarakat yang senang dan menerima dengan tulus bila Ahok bersedia memimpin daerah ini.

Menurut Dosen Binus Jakarta ini, pilkada DKI Jakarta sudah selesai meskipun proses rekapitulasi suara masih dilakukan pihak penyelenggara. Namun hasil perhitungan cepat menunjukan pasangan Anies-Sandi yang terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Untuk itu, kata Fritz, masyarakat NTT pencinta Ahok meminta kesediaan untuk ikut dalam Pilkada NTT 2018 mendatang baik melalui jalur parpol maupun melalui jalur perseorangan.

"Kami minta dengan sangat Pak Ahok ikut dalam Pilgub NTT 2018 mendatang. NTT butuh pemimpin seperti beliau dan rakyat NTT bersedia menerima kehadirannya di NTT", papar Fritz.

Fritz menambahkan, bila mantan Bupati Belitung Timur ini bersedia, Forum Masyarakat NTT akan segera mengumpulkan dukungan masyarakat melalui jalur perseorangan. (ks)



Terlalu...!!! FPI Akan Jadikan Ahok ‘Kuda Troya’ untuk Menjatuhkan Jokowi di 2019

JAKARTA – Pengamat Politik Boni Hargens menilai, aksi pengerahan massa yang bertujuan untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanyalah kamuflase belaka.

Menurut dia, aksi yang dikomandoi Habib Rizieq Shihab itu, ditujukan untuk menggerus suara Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mendatang.

“‎Sudah jelas ini permainan ini untuk menyerang Jokowi di 2019. Ini kan sudah ancaman terhadap Pancasila, bukan hanya persoalan Ahok,” kata Boni kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dia mengungkapkan, ada upaya lain untuk menjadikan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok sebagai jalan menggerus kewibawaan pemerintah.

Ahok ini dijadikan ‘kuda troya’ untuk menyerang pondasi dan filosofi pancasila pada pemerintahan Jokowi,” imbuhnya.

‎Seperti diberitakan sebelumnya, Habib Rizieq dikabarkan menggalang kekuatan untuk kembali mengerahkan massa agar Ahok segera dipenjara terkait kasus dugaan penistaan agama.


Mereka menilai, tuntutan kepada Gubernur DKI Jakarta itu sangat rendah sehingga perlu dikurung di jeruji besi agar tak berulah kembali. Kendati demikian, belum jelas, kapan aksi akan berlangsung. (ks)

Pengamat: Untuk Redam Aksi Pengerahan Massa, Polisi Harus Segera Proses Hukum Habib Rizieq...Bila Perlu Di Penjarakan

JAKARTA – Pengamat politik Boni Hargens mendesak polisi untuk segera memproses hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurut Boni, selama ini Habib Rizieq selalu mengeluarkan pernyataan kontroversial dan kerap mengerahkan massa untuk hal-hal tak logis sehingga meresahkan warga, terutama kota Jakarta.

Kasusnya harus di follow up dong. Kan sudah jalan kasusnya,” kata Boni kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Boni melanjutkan, selama ini Polri terkesan ragu dalam menindak Rizieq lantaran ulama kontroversial itu ‘dilindungi’ kekuatan politik di pemerintahan.

Kepolisian seharusnya tak usah ragu (menangkap) dan gak boleh lagi ada elit-elit politik di lingkaran Pak Jokowi atau di luar yang mencoba mempengaruhi proses peradilan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Habib Rizieq akan menggalang kekuatan untuk kembali mengerahkan massa agar Ahok segera dipenjara terkait kasus dugaan penistaan agama. Mereka menilai, tuntutan kepada mantan Cagub petahana DKI itu sangat rendah sehingga perlu dikurung di jeruji besi agar tak berulah kembali.


Aksi seperti ini sudah berlangsung berkali-kali dengan tuntutan yang sama, yakni memenjarakan Ahok. Padahal, mantan cagub DKI itu sudah kalah dalam Pemilukada versi hitung cepat itu sudah menjalani proses hukum seperti yang diinginkan. Belum jelas, kapan aksi demo ini akan berlangsung. (KS)